Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Siapa pria di rumah Nathan?


__ADS_3

''Kenapa ?'' tanya Zaki ketika melihat wajah sang pacar merengut tak semangat


Cilla hanya menggeleng ia tak menjawab.


''Ayo bilang, kamu kenapa hm?'' desak Zaki namun masih lembuut


''Apa ini karena Abang mu lagi?'' tebak nya si pria


''Ki, Abang lihat kamu lagi di tempat nongkrong dan Abang tidak suka juga selalu nyuruh Aku untuk jauhi kamu Ki, em ... Apa kamu bisa tidak untuk jangan nongkrong kaya gitu lagi ?'' tanya Cilla dengan hati-hati takutnya Zaki marah


Zaki diam sesaat lalu kemudian ia memegang tangan Cilla, ''Cill, kamu kan tahu ini sudah Hobi Aku, juga seperti inilah diriku dari dulu Cilla. Kamu tolong mengerti Aku.'' balas Zaki dan nampak tidak setuju dengan permohonan pacarnya


''Tapi Ki, b-bisa kan dikurangi waktu mu dengan sama teman-teman--''


''Apa Maksudmu?'' potong Zaki


''M-maksudku, a-aku ingin kamu fokus dengan pekerjaan Ki, apa aku salah?'' Cilla menatap Zaki


''Tidak sayang, kamu gak ada salah tapi itu bisa nanti Sekarang ini orang tua ku masih pada muda, mereka masih sehat kok, dan ada si Aaras yang bantu di perusahaan.'' begitu jawaban Zaki tidak memuaskan Cilla


Aaras adalah Kakak Zaki.


Cilla tak mengeluarkan suara lagi setelah mendengar jawaban sang kekasih, namun dalam hati ia selalu ngedumel.


'Ki, bisa tidak sih kamu nurut padaku satu kaki saja ini demi hubungan kita?'


'Kamu kenapa egois sekali, dan selama ini aku mati Matian belain kamu. Tapi sikap mu pada-ku kaya gini sih Ki.' protes Cilla dalam hati


**


''Abang ...''


''Bang ...''


''Iya Mora, ada apa? Kenapa teriak-teriak?'' sahut Cillo menghampiri adiknya Amora


''Abang, boleh kan aku minta izin.''


''Izin mau apa? Dan kemana?'' tanya Cillo


''Bang aku ada tugas nih tapi di rumah teman ku.''


''Teman mu yang mana?''


''Ada bang, tapi Abang gak akan kenal.''

__ADS_1


''Dimana rumahnya?'' Cillo selalu harus tahu kemana adik-adiknya ini pergi keluar makanya dia selalu bertanya dengan detail.


''Katanya sih, di rumah jalan xx Bang. Ini aku baru pertama kesana.''


''Dengan siapa kamu pergi? Sama Amira gak?'' Amora dan Amira beda kelas walaupun mereka satu kampus


''Tidak, aku sama Desi.''


''Yaudah tapi hati-hati dan jangan pulang terlambat.'' peringat Cillo pada Amora


''Ok, thanks Bang.''


''Hmm.''


Maka Amora pun pergi ke rumah temannya dan rupanya seorang pria bernama Nathan.


Nathan umurnya memang dibawah Amora tapi kecerdasan yang dimiliki Nathan sehingga mereka bisa satu kelas yang sama.


''Hai Mor.'' Desi menyapa teman nya


''Hei Des, udah datang aja Lo.'' Amora kalau dengan teman suka menyebut dengan panggilan Lo, gue.


''Ya dong, kita jadi berangkat nih ke rumah si Nathan?'' tanya Desi


''Jadi Des, Lo gak lihat gue udah rapi gini.'' kekeh Amora


''Ngapain ajak si cupu itu Desi, sangat tidak mungkin gue ajak dia.'' jutek Amora bila ini menyangkut kembarannya.


''Mor, tak suka ya Lo sama dia?''


''Gak usah bahas itu, mau pergi gak?'' Amora akan meninggalkan Desi


''Iya gitu aja ngambek.'' balas Desi lalu mengikuti langkah Amora.


**


Tak lama kemudian dua wanita itupun sudah sampai di rumah temannya yaitu Nathan.


''Ini bukan rumah dia?'' tanya Desi memastikan karena ini adalah pertama kalinya mereka kesini


''Ya gak tahu juga Des.''


''Lo hubungi dia deh.'' usul Desi


''Ok tunggu.''

__ADS_1


Tut


Tut


Amora menelpon Nathan tapi tidak di angkat juga.


''Sial gak di angkat lagi.'' Mora menggerutu


''Yaudah kita ketuk pintu dan mastikan aja.'' ucap Desi


''Hm iya.''


Lantas mereka turun kemudian berjalan menuju pintu utama.


Tok


Tok


''Permisi.''


''Permisi.''


Ceklek.


Seorang pria membuka pintu dan terlihat sangat tampan, berkulit putih, berwajah manis hidung mancung dan ada bulu-bulu halus di area sekitar dagu.


Membuat Amora dan Desi saling tatap dengan wajah yang terkesima.


''Maaf cari siapa?'' tanya pria itu memiliki suara bas yang menggema


''Kami cari Nathan, a-apa benar ini rumahnya?'' tanya Amora segera takut keduluan Desi yang menjawab


''Nathan, oh ya benar ini rumah dia, kalian siapa nya Nathan?'' kembali tanya pria itu


''Kita teman kampus nya, Bang.'' kembali jawab Mora


''Owh teman kampus,''


''Iya Nathan ada kan?'' kini tanya Desi tapi tidak segenit Amora


''Ada, ada .''


''Lalu Abang ini siapa?'' tanya Amora ingin tahu pada yang bening-bening.


''Saya ....'' belum sempat pria tampan itu menjawab rupanya adiknya menyela pembicaraan mereka

__ADS_1


''Kak, siapa yang datang? Eh kalian udah sampai ayo masuk.'' rupanya itu Nathan


Karena Nathan sudah menemui dua wanita itu Pria tadi pun langsung melengos pergi padahal Amora ingin tahu dulu nama pria itu.


__ADS_2