
Chillo sudah mengabarkan kepada Andinie sebelumnya bahwa dia akan datang ke rumah untuk menemui dan meminta izin kepada bapaknya Andinie.
''Pak,'' panggil Andinie
''Ada apa ?'' balas bapaknya dengan suara tinggi oh ya ibu Andinie keadaan juga mulai membaik karena operasi waktu itu berjalan dengan lancar.
''Pak, kemarin kan Andinie sudah memberitahu Bapak sama ibu. Kalau Andinie ingin menikah.''
''Lalu? memangnya ada yang mau dengan kamu hah.'' ujar Pak Caca
''Bapak kenapa bicara begitu Pak, apa Bapak tidak senang Aku menikah ?'' Andinie bertanya dengan perasaan yang terluka.
''Kamu kenapa malah marah begitu Andinie ! Bapak kan nanya sesuai keadaan, memang ada Pria yang mau dengan wanita miskin kaya kita ?'' bentak Pak Caca lagi
''Bapak sudah cukup! Seharusnya kita bersyukur kalau anak kita ini ada yang mau meminang, bapak itu malah mengatai Andinie, cukup pak!'' ucap Ibu Andinie
''Nanti malam calon suami Andinie akan kesini Pak,tapi Dinie mohon bapak jangan bicara yang tidak-tidak Pak.'' mohon nya
''Apa maksudmu ? Belum apa-apa belum juga datang kamu menyuruh bapak kaya gitu ? Mungkin Pria itu juga orang miskin seperti kita, jelas Bapak akan mengusirnya.'' ujar pak Caca
''Pak!'' Andinie bingung dengan bapaknya ini kenapa tidak bisa di ajak bicara.
''Sudah Nak sudah,biar bapak mu itu urusan Ibu. Kamu belanja saja ke pasar ya, beli makanan untuk tamu kita.'' ujar ibunya yang selalu memahami Andinie
''Baik Bu, makasih ibu selalu mengerti Dinie.''
''Iya Nak itu sudah pasti.''
**
Selesai masak Andinie langsung mandi dia juga harus memilih pakaian yang pas untuk menyambut kedatangan Chillo.
Chillo juga sama dia bersiap-siap untuk pergi ke rumah Andini bersama Bunda Nayna.
''Bang, sudah siap belum?'' Amiera berdiri di depan pintu memanggil Chillo
''Tunggu sebentar ya Dek,'' jawab Chillo
''Cepat ya bang, di tunggu Bunda.'' beritahu Amira lagi
__ADS_1
''Iya iya.''
Tak
Tak
Suara sepatu Chillo ketika turun dari tangga, ''Anak Ayah ini sudah seperti menikah saja bukan melamar.'' puji Bima
''Tentu dong Yah, Abang tampan kan?'' tanya Chillo
''Sudah pasti, siapa dulu Ayah nya.'' sahut Bima justru mereka jadi saling membanggakan diri.
''Anak Bunda juga dong, Bunda gak mau ketinggalan.'' sahut Nayna berjalan dan memeluk Chillo.
''Bunda ... Bunda juga sama seperti mereka ini, lebay Bun.'' ucap Amora malah meledeknya.
''Siapa yang kamu panggil lebay Mora?'' Bima protes
''Ya kalian, siapa lagi.'' jawabnya seraya memutarkan bola mata.
''Hai adik-adik kalian ikut gak?'' tanya. Chillo si punya acara.
''Dek, kamu ikut ? Kak, kamu?'' sekali lagi Chillo mengajak Chilla dan Amira.
''Tidak bang.''
''Gak Bang, aku di rumah saja.''
Yang memang mereka tidak ingin ikut, biarlah momen ini di lakukan oleh orang dewasa maksudnya orang tua.
''Yasudah kita pergi sekarang ya, kalian di rumah baik-baik awas jangan keluyuran dan jaga rumah saja.'' nasihat Nayna sebelum mereka pergi.
🌿
Tid
Tid
Suara klakson mobil terdengar dari depan rumah, semua yang ada di dalam rumah pun langsung menoleh ke arah depan.
__ADS_1
''Mobil siapa itu yang berhenti di depan rumah kita?'' tanya Pak Caca penasaran
''Iya itu mobil siapa ya?'' sahut Ibu juga merasa bingung tidak biasanya ada yang memarkirkan mobil di halaman sempit rumah mereka.
''Biar bapak keluar tanyakan.'' ujar Pak Caca dan berjalan keluar rumah.
Pak Caca melihat ada seorang wanita cantik keluar dari mobil mewah itu diikuti dua Pria beda umur.
Tapi saat melihat Chillo Pak Caca mengernyitkan dahinya seperti tidak asing dan sepertinya pernah melihat nya pikir Pak Caca.
''Itu siapa bang ?'' tanya Nayna berbisik
''Bun itu bapak nya Andini.''
''Ouh yaudah ayo kita samperin.'' ajak Nayna dan mereka berjalan
''Pak.'' Chillo menyapa dengan ramah
''Kalian ini siapa ya? Mencari siapa?'' tanya Pak Caca
''Kami kesini mau bertemu dengan orang tua Andinie.'' jawab Nayna
''Apa? Bertemu orang tua Andinie? Memang anak saya itu melakukan kesalahan apa?'' pekik Pak Caca
''Oouh maaf pak, Apa bapak tidak tahu kami ini akan datang?'' tanya Bima jengah
''Yah sabar.'' bisik Nayna
''Tidak, dia gak bilang kok eh tunggu dia sih bilang kalau nanti calon suaminya mau datang, jadi apakah Maksudna kalian?'' ucap pak Caca terkejut
''Iya benar pak, saya ini adalah calon suami anak bapak dan ini kedua orang tua saya.'' Chillo memperkenalkan dirinya.
Tapi reaksinya Pak Caca justru langsung tersenyum lebar apalagi melihat pada mobil mewah itu dia jadi bermimpi menjadi orang kaya.
''Bisa saja si Andinie ini mencari calon suami yang kaya raya.'' celetuk nya Pak Caca
''Bun, apa maksudnya?'' Bima jadi tidak suka
''Yah tenang dulu ok, jangan marah-marah.''
__ADS_1