Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Malam pertama


__ADS_3

'Aku tidak menyangka malam ini adalah malam pengantin ku dengan bos ku sendiri yaitu Pak Cillo, aku mungkin bermimpi tapi inilah kenyataannya.


Aku masuk kedalam kamar hotel itu lalu memilih duduk di atas ranjang, jujur aku sangat gugup apakah pak Chillo akan meminta hak nya malam ini? Tapi itu memang sudah menjadi hak baginya tentu aku tidak bisa menolaknya.


Namun Aku juga masih takut untuk melakukannya, jelas takut ini adalah pengalaman pertama ku dan mungkin dia juga.


Aku sangat tahu betul Pak Cillo selama ini tidak pernah dekat dengan seorang wanita manapun, jadi sudah pasti dia masih bujang kan?


Hmm, mengingat itu apakah dia pria normal? Ah apa yang kupikirkan, sudah pasti Pak Cillo suamiku adalah pria normal alias prima tulen asli. Ya, walaupun dia belum pernah dekat sama perempuan tapi aku begitu yakin Pak Cillo SUAMIKU sangat normal.' batin Andinie berkecamuk dalam keadaan grogi juga tentang keharusan.


Trrekkkk


Pintu dibuka dari luar rupanya orang yang dibicarakan Andinie masuk kedalam kamar, semakin berdegup kencang lah jantung wanita itu.


'Duh, Pak Cillo sudah ke kamar lagi apa d-dia akan memintanya sekarang ?' batin nya berbicara lagi


''Hei kamu kenapa melamun saja ?'' ucap Chillo


''Ah t-tidak Pak.'' Andini menggeleng


''Ada apa dengan mu? Kau sangat gugup sekali ?'' Chilo menghampiri nya


'Duhh, kenapa tanya gitu sih.'


''Gak ada Pak, aku baik-baik saja.'' Andinie tersenyum meyakinkan nya agar Cillo tak banyak bertanya lagi.


''Yaudah, apa kamu tidak ingin membersihkan tubuhmu itu?''


''Ah iya, aku ... Aku ke kamar mandi dulu.'' buru-buru Andinie beranjak lalu ia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri tentunya.


Tapi baru juga ia tutup pintu sudah keluar lagi, menghampiri suaminya.


''Ada apa Dien ?''


''Em ini pak, anu ... ''


''Katakan ada apa ?''


''Itu pak, resleting nya sudah di buka dan aku mau minta tolong, em tolong di bukakan ya pak.'' pintanya dengan suara lirih.


Dia agak ragu minta bantuan Chillo karena kan dulunya Chillo adalah bos nya.


''Oh itu kenapa tidak bilang dari tadi saja, ayo berbalik.'' perintah Chilo m, Andinie menurut lalu berbalik badan.

__ADS_1


Tangan Chillo perlahan membuka resleting gaun yang dikenakan Andinie baru setengah perjalanan Chillo sudah di suguhkan oleh pemandangan indah dan kulit yang putih mulus itu membuat matanya terbuka lebar.


Tak terasa dia menyentuh nya dengan sangat halus, sambil meneruskan menariknya semakin bawah hingga punggung Andinie kelas kelihatan.


Sapuan tangannya yang lembut justru membuat Andinie kegelian, apalagi saat si Pria mencium pundaknya .


''Ahh pak, apa yang Anda lakukan?'' tanya Andinie terpekik.


''Oh astaga, S-sorry sorry.'' Chillo sampai lupa kemudian Andinie berbalik badan menghadap Chillo lagi .


''Sorry Andini, benar tadi itu saya tidak sengaja.'' sekali lagi ucap Cillo merasa tidak enak.


Andinie menggelengkan kepalanya lalu dia tersenyum, ''Em tidak apa-apa Pak, sekarang ini kan saya sudah jadi istri nya Bapak.'' ucap Andini dengan pelan dan nunduk malu-malu.


''Ah iya, kamu sekarang istriku lalu apa itu artinya kita hm, bisa melakukan itu sekarang Dien?''


Oohh tidak, apa ini suatu jebakan untuk dirinya sendiri? Andinie merutuk dalam hati.


''Dien? Bagaimana?''


''I-itu anu pak, saya ... Saya ... ''


''Tidak apa-apa kalau kamu belum mau dan belum siap saya gak akan maksa kamu kok.'' ucap Chillo


''Bukan begitu Pak, aku ... Aku mau kok.'' jawabnya


''Apa? Kamu, serius kamu mau?''


''Em iya,'' angguknya


''Gak apa Dien kalau kamu belum bisa---''


''Tidak Pak, aku bisa beneran deh.''


''Baiklah, kita coba ya.''


Perlahan Chillo mendekat Andinie lagi lalu tangannya menyentuh dagu Andini mengangkat nya agar mereka saling tatap.


Chillo memajukan kepalanya kemudian mulai mendaratkan bibirnya di atas bibir Andinie, reflek mata Andinie pun langsung tertutup dan menikmati ciuman suaminya.


Ini adalah permainan pertama mereka makanya sama-sama kaku.


''Apa ini yang pertama kali untukmu?'' tanya Chillo sambil membiarkan istrinya bernafas dulu.

__ADS_1


''Benar Pak.'' jawabnya


''Hmm,''


Tangan Chillo mulai meraba-raba buah dada milik Andini yang ternyata ukurannya begitu montok, penuh di tangan Chillo.


''Emmhhhh pak,'' desahnya.


Chillo juga menurunkan gaun itu secara perlahan sambil bibirnya Terus mencumbu Andinie.


Kemudian mulai menjilatii leher jenjang istrinya memberikan sensasi geli juga ahh enak, membuat kemerahan disana menggigit dan menghisap nya.


''Uhhh pak, kamu sedang melakukan apa? Ahh.'' tanya Andinie ini terasa aneh dia tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata namun rasanya tak bisa di bohongi ini cukup enak.


''Rasakan saja sayang, ini akan membuat mu melayang.'' ucap Chillo berbisik.


Sebelumnya Pria itu mencari tahu bagaimana agar si wanita naik gairahnya sebelum di masuki.


Chillo menuntut tangan Andini agar membuka pakaian nya juga sehingga kini mereka sudah pada bertelanjang bulat. Pria itu menidurkan istrinya lalu segera menghimpit tubuh Diinie di bawahnya.


Bermain-main di atas gunung mencicipinya ''Aahhh.'' sampai wanita keenakan.


Bibir mencicipi gunung dan tangan meraba-raba yang dia mau, lalu mulai turun ke bawah memainkan bibi kacang hingga si wanita menggelinjang hebat.


''Ahhhh, ahhhh ... Pak ahhhh.''


''Emm mmmm mmm.'' suara Chillo menggila di atas bukit.


Chillo pun menyuruh istrinya meraba Miliknya yang sudah berdiri sangat sesak.


''Ahhh apa ini pak?''


''Ayo sayang, pegang ini milikmu dan kocc0k lah!'' sambil menaik turunkan tangan Andinie disana.


Saat dirasa gua itu sudah basah artinya telah siap untuk berperang Chillo segera mengarahkan batang kearah sana.


''Tahan lah ini akan sedikit sakit.'' ia berbisik dulu sebelum masuk.


Begitu Andini mengangguk barulah, ''Aaaaaaa!!''


''Aaaahhhhh! Ahhhhh!''


''Mmmmmmm,'' segera Chillo mencium nya lagi agar rasa sakitnya agak mereda.

__ADS_1


Sampai akhirnya mereka terkulai lemas setelah Chillo menyeburkan benih-benih calon anaknya kedalam rahim istrinya.


__ADS_2