Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
BATAL MENIKAH


__ADS_3

Bima sedang di bantu Nayna untuk kembali ke ranjang rumah sakit, tapi sebelum sampai tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kehadiran Calista sambil teriak-teriak tidak jelas.


''Kalian sedang apa di kamar mandi ?'' teriak nya marah


''Calista.'' panggil Bima


''Honey, kamu sedang apa bersama janda gatel ini, honey?'' Calista maju dengan tangan nunjuk nunjuk Nayna.


''Lista!'' Bima menegur


''Hei Lo, Janda gatel ngapain Lo dekat-dekat sama calon gue hah ?'' Calista mendorong Nayna


''Lista diam lah dan berhenti omong kosong!'' teriak Bima


''Lo, jangan mentang-mentang di bela Bima bisa seenaknya ya. Lo sadar diri dong ngapain sih deketin Bima mulu.'' Calista menghina Nayna habis habisan.


''Calista diam lah!'' Bima kehabisan sabar


Nanya menanggapi dengan wajah tenang dan juga bibir tersenyum tipis. Nayna tak akan tertindas oleh wanita ini sekarang, sudah cukup dia diam .


''Kamu yang diam Bim, aku sudah sabar ya lihat sikap mu padanya.'' menunjuk Nayna ''Tapi kali ini tidak lagi, aku akan beri pelajaran.'' lanjut Calista


''Ckkkk, Bima ... Bim ... Wanita seperti ini kah yang kau puja-puji dan kau pilih hm?''


Wanita seperti dia Bim ? Yang kau sayang? Wanita yang tak menghargai mu Bima.'' Nayna berdecak heran Nayna balas menunjuk-nunjuk Calista


''Heiii berani sekali kau ... '' Calista tak terima


''Diam! Biarkan aku yang bicara pada Bima !'' Nayna mengangkat tangan menghentikan ucapan Calista


''Bim, Aku bukan ingin ikut campur bukan . Tapi setidaknya pilih lah pendamping mu yang baik Bim, bukan yang seperti nya. Belum apa-apa sudah melotot bahkan membentak mu Bima.'' Nayna mengelilingi Calista , agar Bima dapat melihat wanita ini dengan jelas.


''Bim, kau ini akan menjadi imam nantinya, tapi bila kau mendapatkan istri begini akan seperti apa nanti Bim ? Kau begitu di buta kan ya, maaf Bima Mbak bukan mau ikut campur tapi sadar lah!'' ucap Nayna berharap Bima kali ini dasar Nayna sudah cukup sabar selama ini.


Prokkk prokk prokk ... kini gantian Calista bertepuk tangan dan mengelilingi Nayna.


''Oh oh ... hebat sekali rupanya Lo, sudah banyak bicara ya. Lo sudah berani lawan gue hah?''


''Kenapa tidak berani, kau manusia dan aku manusia sama-sama makan nasi kan.'' begitu tanggapan Nayna


''Heh, janda ... janda. Tapi kita beda janda, kita jauh berbeda. Lo itu hanya hidup di bawah ketiak Tante Ayyu dan Bima calon suami gue. Sementara gue lihat nih, gue lebih dari Lo segalanya. Badan gue lebih bagus , pakaian kita huh jelas beda , lalu apa tadi Lo bilang hah? Gue gak pantas untuk Bima ? iya begitu ? Lalu yang pantas itu siapa Janda ?


Lo mau bilang Lo sendiri yang pantas hah ? Hahaaa ... Lo ngaca dong janda gatel, sebelum ada Lo Bima sudah pilih gue.'' ucap Calista dengan balas meneriaki Nayna


''Tidak, bukan begitu maksud ku. Aku tak mengatakan aku pantas untuk Bima aku banyak kekurangan, tapi aku ingin Bima mendapatkan yang baik jauh dari wanita di hadapan ku ini.'' balas Nayna tidak akan lagi diam .


''Kurang ajar !'' Calista sudah mengangkat tangan ingin menampar pipi Nayna


Nayna sudah memejamkan mata.


''Jangan Lista, cukup!'' teriak Bima menghentikan Calista


Bima ingin menolong Nayna dengan berdiri dari kursi roda. Tapi yang ada Bima malah jatuh ambruk.


''Ahhhhh!'' Bima menjerit dan terjatuh


''Bim!''


''Honey !''


Calista dan Nayna terkejut saat Bima jatuh.


''Pa-panggilkan dokter !'' pinta Bima dengan menahan sakit

__ADS_1


Calista menatap Nayna dengan pandangan sengit, ''Ayo Lo panggil dokter kenapa diam saja.'' membentak Nayna sementara dia hanya diam menemani Bima


''Honey kamu mau kemana sih, kenapa bangun ah ini pasti gara-gara dia.'' gerutu Calista di saat seperti ini masih menyalahkan Nayna


Nayna pun sudah kembali lagi dengan dokter.


Nayna akan membantu Bima kembali ke atas ranjang tapi di tepis Calista, sementara saat tadi Calista hanya diam tak membantu sama sekali.


Kali ini Nayna tak membalas, karena yang terpenting adalah kondisi Bima.


''Ahhhh sakit dok!'' Bima menjerit ketika dia sudah berbaring


''Apa yang sakit ? Di sebelah mana ?'' tanya dokter


''Ka-kaki saya sakit ahhh dok!'' jawab Bima masih menjerit kesakitan


''Bim.'' Nayna panik


''Hei lepaskan!'' sentak Calista


''Honey kau kenapa sayang?''


Bima tak menjawab nya karena boro-boro mau menjawab yang ada dia sedang merasakan sakit luar biasa .


''Baik biar saya periksa ya.'' dokter meminta izin dan menekan tulang kaki Bima.


''Aaaaaahhh sakit, dok .... ''


''Ini yang ini sakit?'' dokter menekan lagi


''Ahhhhh dok ... '' dan kaki kanan Bima mendapat luka serius tapi saat kaki kiri di tekan, Bima nampak tak merasa apapun.


''D-dok kaki kiri saya tidak merasakan apa-apa.'' ucap Bima sudah cemas


''Dokter ada apa?'' tanya Nayna


''Dok apa yang terjadi pada calon suami saya?'' tanya Calista


''Maaf dengan berat hati saya katakan, pasien mengalami kelumpuhan---''


''A-apa Dok kelumpuhan?'' Calista segera bersua dia terkejut bukan main.


''Maksudnya Bima akan cacat begitu dokter?''


''Bisa di katakan iya.''


''Tidak mungkin dok.'' Calista lemas dia mundur perlahan ke belakang


''Dok apa bisa di sembuhkan?'' kini tanya Nayna


''Bisa dengan menjalani terapi, tapi saya tidak dapat memperkirakan kapan kesembuhan nya.'' balas dokter


''Apa akan lama begitu dok, untuk Bima sembuh?'' ujar Calista


Dokter mengangguk.


''Tidak dok, saya ingin sembuh dokter ... '' Bima berteriak histeris


''Kami akan berusaha tuan, tapi semua kembali pada yang maha kuasa.'' yang artinya amat sedikit harapan untuk Bima sembuh.


''Tidak dokter, tidak ... ''


***

__ADS_1


Esoknya, Bima jadi banyak diam di tambah dengan sikap Calista yang langsung berubah drastis.


Wanita itu tidak ada mengubungi Bima, bahkan menanyakan kabar nya saja sudah enggan. Padahal pernikahan mereka tinggal menghitung jam . Benar, rupanya Bima masih mengharapkan Calista


Sial , kemana dia. bisik batinnya


''Bim, makan dulu nih.'' Nayna datang dengan membawa nasi serta lauknya untuk makan Bima pagi ini.


''Bagaimana sekarang kondisi Mama, mbak?'' Bima lebih tertarik dengan menanyakan kabar sang Mama di banding harus makan.


''Mama sudah lebih baik kok, tapi dokter masih melarang Mama untuk turun dari ranjang Bim.'' jelas Nayna memberitahu.


''Mbak, aku ingin temui Mama.'' pinta nya


''Iya ok Bim, tapi sebelum itu makan lah dulu.'' ucap Nayna menyuruh Bima makan lagi.


Bima bergeming, ''Tolong Bim.'' pinta Nayna


''Ya baiklah.'' akhirnya Bima makan juga.


Pintu ruangan ini terbuka lebar ...


Calista datang dengan satu pria.


''Lista!' panggil Bima dengan lirih


''Hai Bim.'' tiba-tiba Calista merangkul satu Pria itu Bima langsung menatap tak suka.


''Bim, aku kesini mau mengatakan kalau aku ingin kita Putus, dan sebaiknya memang kita, BERPISAH.'' ucap Calista


Duarrr


Bagar tersambar petir Bima di siang hari.


''Calista!'' cepat Bima membentak Calista agar sadar akan ucapannya.


''Ya Bim, kita berpisah saja. Sebab aku tidak mau dengan kamu yang cacat ini Bima. Aku gak mau punya suami lumpuh Bim , bagaimana aku bisa menikahi mu , kau cacat.'' ucap Calista begitu menusuk hati Bima, menghina Bima dalam sekejap


Bima menggeleng tidak percaya.


''Tidak Lista, kau pasti bercanda kan baby?'' Bima masih berharap Calista bercanda


''Ohhh tentu tidak Bim. Aku serius sangat serius. Kita putus aku gak mau menikah sama laki-laki cacat yang gak bisa memuaskan aku bila kita menikah.'' ucap Calista


''Lista ... '' Bima marah rahangnya mengeras dia ingin menghajar Calista dan pria itu


''Dan asal kau tahu aku akan tetap menikah tapi bukan dengan mu, melainkan sama Jonathan.''


''Tapi dia bukan kah dia sepupu mu?'' ucap Bima


''Hahaaa ... Kau bo-doh Bim. Saya ini kekasih nya bukan sepupu Calista.'' jawab Jonathan yang dulu ada di foto pernah Bima melihatnya.


''Bim, pernikahan kita batal!'' tegas Calista dan mengajak Jonathan pergi, meninggalkan Bima yang tak terima dan sangat menyedihkan.


''Rupanya kalian ini sama-sama brengsek ya , kurang ajar sekali kalian. Brengsek, sialan.'' Bima langsung membanting piring yang tadi di bawa Nayna.


Sementara Nayna dia diam terpaku masih shock dengan keputusan Calista apalagi saat membawa satu pria lalu meninggalkan Bima, dan memilih pria baru itu.


🌹🌹


Othor sedih loh , mas Bima batal nikah di beberapa jam lagi menunju hari H.. Hayuk hibur mas Bima dengan kasih dia , like Vote komentar. pokoknya kasih Bima hadiah, agar jadi obat kepedihan nya ini.


Tuh kan Bim, ternyata yang kau pilih bukan yang terbaik untuk mu... Makanya dengerin apa yang si Mama bilang, dan juga para reader Bim.. jangan bandel lagi yaaaa 😕🤣🤣

__ADS_1


Like komen., sayang 💖💖💖💖💖💖


__ADS_2