
Dan yang menghubungi Mama Ayyu semalam adalah yang menolong Bima atau saksi mata ketika mobilnya itu menabrak mobil lain sehingga saling tabrakan terjadi.
Mama pun menceritakan pada Nayna dengan kesusahan. ''Nay, Bi-bima ke-kecelakaan Nay, hikkss'' Mama menangis pilu
''Bima kecelakaan ma, tidak mungkin ma!'' Nayna langsung lemas seketika
Rupanya Bima itu baru pulang dari pertemuan bisnis nya dan akan kembali ke hotel, entah mengantuk atau bagaimana Bima tidak konsentrasi sehingga dia terkejut saat ada mobil mendadak di hadapannya dan Bima tak dapat menghindar.
Nayna penasaran dan ibu dia anak ini, menghubungi lagi nomor yang tadi menelpon Mama Ayyu di ponsel Mama.
Tapi ketika di lihat hanya ada nama Bima dari panggilan terakhir, artinya orang itu menghubungi Mama dari ponsel Bima.
[Halo assalamualaikum.] ucap Nayna
[Waalaikum salam, ini keluarga korban bukan?] ucap seorang pria dari balik telpon
[I-iya Pak, kalau boleh tahu sekarang korban di mana? Apa masih di tempat kejadian? Dan bagaimana kondisinya?] Nayna bertanya banyak hal dengan tubuh bergetar akibat masih shock nya.
[Kami sudah membawa ke rumah sakit xx Mbak, segera datang saja ke sini. Yang jelas saya tidak bisa menjabarkan biar dokter nanti yang menjelaskan.] balas yang menolong Bima
[Baiklah, sebelumnya saya banyak ucapkan terima kasih Pak.]
[Iya sama-sama.]
Dan untunglah masih ada orang baik yang mau menolong Bima. Sehingga cepat di larikan ke rumah sakit.
''Ma, ayo kita segera ke rumah sakit.'' ucap Nayna
''Gimana dengan Bima, Nay ?'' Mama rapuh
''Bima akan baik-baik saja ma, kita ke rumah sakit sekarang ya .''
''Iya Nay.''
Nayna sudah menitipkan anak anak pada bibi art rumah Mama Ayyu. Kini Nayna sudah memanaskan mobil yang satu lagi untung lah masih ada mobil lain di halaman rumah.
Waktu sudah sangat malam, Nayna memapah Mama Ayyu agar masuk mobil. ''Nay, ini siapa yang mengemudikan ?'' tanya Mama sebab Mama masih belum ada sopir kecuali supir perusahaan.
''Biar Nay yang bawa ma.'' jawabnya
''Memang kamu bisa Nay ?''
''Bismillah bisa ma.'' jawabnya lalu Nayna menjelaskan kalau di tempat kerja kemarin itu Nayna sudah bukan lagi tukang petik daun teh, melainkan jadi kurir atau si pengirim barang dan Nayna tentu di ajarkan dulu mengemudi sehingga sekarang Nayna sudah bisa menjalankan kendaraan roda empat ini.
***
Menjelang subuh barulah Nayna dan Mama Sampai di rumah sakit, sebab Bima berada di luar kota hingga butuh waktu cukup lama untuk sampai di tambah Nayna belum bisa menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi.
''Nay, Bima ada di ruangan mana ?'' tanya Mama sudah begitu lemas apalagi kini berada di rumah sakit banyak pikiran buruk muncul dalam benaknya Mama.
''Ada di kamar Mawar ma.'' kebetulan yang menolong tadi memberi tahu Nayna
Nayna memapah Mama ke ruangan Mawar. ''Ini ma ruangan nya.'' ucap Nayna setelah membaca di atas pintu tertulis ruangan Mawar.
__ADS_1
Dilihatnya Bima, berbaring lemah dengan mata terpejam dan tubuh yang penuh luka. Yang di bungkus dengan perban.
''Bima ... '' Mama menjerit histeris
''Ma.'' Nayna mengusap Mama menenangkan
''Bim, kamu kenapa jadi seperti ini Bima, ayo bangun sayang. Bangun lah Nak.'' Mama mencium seluruh wajah Bima memeluk erat tangan Bima yang masih belum merespon
''Bima, bangun sayang. Jangan buat Mama khawatir Bim.'' pinta Mama
''Bim, ayo bangun sayang. Ayo Mama akan merestui keinginan mu tapi kamu bangun lah Nak, ayo bangun sayang ayo Bim ... ''
''Bi-bima ... '' Mama melemah dan jatuh pingsan
''Ma, Mama ya Tuhan Ma.. Bangun ma.'' Nayna panik dan menahan tubuh Mama yang ambruk.
Cepat Nayna memencet tombol darurat yang berada di atas ranjang pasien.
Pada akhirnya Mama rapuh melihat Bima yang terluka , Mama kembali ikut sakit kondisi tubuh Mama masih belum sehat di tambah dengan kini mendapatkan kabar kecelakaan Bima, Mama sampai harus di rawat di rumah sakit ini.
Nayna langsung terduduk lemas, dia menangis melihat orang yang begitu ia cintai sekarang jatuh sakit juga Bima harus dilakukan penanganan intensif.
Nayna pun menghubungi Calista pacar Bima, menurut Nayna Calista harus tahu kalau Bima saat ini mengalami kecelakaan dan terluka parah.
Nayna menemani Mama Ayyu sebab Bima masih belum sadarkan diri.
Tapi tiba-tiba ada suster yang mengatakan Bima sudah siuman.
''Benar kah sus?'' Nayna tentu senang
''Iya.''
''Sus, tolong jaga dulu mertua saya ya.''
''Baik Bu.''
Benar saja, Bima sudah membuka mata. Tapi dengan tatapan yang kosong.
''Bim, Alhamdulillah kamu sudah siuman Bim.'' ucap Nayna tak sadar langsung mendekap tangan Bima saking senangnya.
''Ahh ahh aww duhh , mbak sakit.'' ringis Bima akibat Nayna mendekap terlalu erat dan mengenai luka.
''E-eh, ma-maaf Bim. Tapi kamu sekarang gimana apa ada yang sakit atau gimana Bim ?'' Nayna memberikan perhatian dengan menanyakan yang Bima rasa
''Iya badan aku masih pada sakit mbak, dan lemas tapi ... ''
''Tapi kenapa?''
''Kaki ku susah untuk di gerakkan mbak.'' beritahu nya
''Oh kenapa ya? Biar nanti Mbak beritahu dulu dokter ya Bim.'' Nayna pun akan pergi tapi tiba-tiba ada tangan yang menahan lengan nya sehingga membuat kaki Nayna terhenti melangkah dan orang itu adalah Bima si pelaku.
''Ada apa? Aku mau panggil dokter Bim.'' ucapnya
__ADS_1
''Iya itu nanti saja dulu Mbak, em ... begini .'' Bima nampak ragu
''Ada apa sih Bim?'' Nayna tak sabar
''Tolong mbak, bantu aku ke ... kamar mandi ya.'' pintanya tiba-tiba
''Oh kamu mau ke kamar mandi,'' Nayna celingukan mencari kursi roda
''Ayo, aku bantu .'' Nayna membantu Bima menaiki kursi roda nya
''Ahhh sakit.'' Bima kesusahan mengerakkan kaki sampai tak sadar merangkul tubuh Nayna dengan erat dan ini---- terlalu dekat.
''Bim.'' Nayna sedikit menjauh rasanya ini tak pantas
''Mbak, tolong!'' pinta Bima , dan Bima menarik tangan Nayna agar menahan pinggang nya maksudnya agar Bima mudah untuk naik ke kursi
Rasanya begitu sulit untuk di gerakkan kaki Bima ini.
Ahh, fiuuhhh akhirnya Bima sudah bisa naik kursi juga, tadi itu terlalu dekat aku sampai menempel padanya. Dan itu sungguh tak nyaman. batin Nayna
Beberapa saat.
''Mbak ... '' suara Bima terdengar lagi memanggil nya dari kamar mandi
''Iya.'' Nayna menyahut dan diam di depan pintu
''Tolong lagi Mbak.'' pinta nya
''Em itu Bim, kamu ... sudah pakai kembali---''
''Sudah '' potong Bima segera
''Ayo.'' kini Nayna membantu lagi Bima dan saat keluar dari kamar mandi ada seseorang berteriak dengan suara tinggi
''Kalian sedang apa di kamar mandi hah ...?
Nayna dan Bima sampai kaget di buatnya.
''Lagi ngapain kalian di sana?'' dengan mata melotot
''Kau wanita gatel, dasar janda gatel ngapain dekat-dekat sama calon saya?'' orang itu datang dengan tiba-tiba marah besar dan mulai mendekati Nayna menunjuk-nunjuk Nayna.
''Cukup,!''
''Dan berhenti di sana!'' Bima marah juga pusing
''Tapi wanita gatel ini si janda gatel---''
''Diam! Ku bilang diam kamu!''
🌹🌹
Setelah baca di harapkan dan biasakan kasih jejak dengan like komen dan vote nya mana nih? Agar othor Semangat kembali. 😌😌😌💖💖💖💖 Selamat hari Senin..
__ADS_1