
Kedatangan wanita yang tidak di undang itu membuat Bima juga Nayna terkejut sangat-sangat di buat kaget. Padahal Bima dan Nayna sudah sepakat untuk tak mengundang nya. Tapi kini malah hadir namun dengan menggendong seorang bayi yang mungkin anaknya.
Tatapan Bima langsung tajam dan begitu menusuk ke arah Calista.
Reyhan dan Bibi merasa aneh saat melihat tatapan ngeri Bima.
''Kamu, ngapain datang ke acara saya?'' pekik Bima
Bibi dan Reyhan lagi saling pandang.
''Bim.'' ucap Reyhan niat menenangkan dan masih menebak ini ada apa.
''Jawab lagi apa Anda di acara ini?'' desak Bima
''Untuk menghadiri acara pernikahan kekasih ku.'' balas Calista jadi ikut terbawa emosi
''Cihh, dasar wanita kurang ajar kau. Cepat pergi dari sini.'' usir Bima
''Bima.'' Reyhan merasa keberatan
''Ada apa dengan mu, apa kau mengenal wanita mu rahan itu.'' teriak Bima pada Reyhan.
''Siapa yang kau maksud ?'' Reyhan kebingungan
''Dia, wanita ular ini.. Sebaiknya kau berhati-hatilah jangan terjebak perangkap nya.'' Bima menunjuk tepat ke arah Calista
Reyhan menatap Bima gantian pada Calista, ''Nona tolong jelaskan ini apa?'' pinta Rey
''Bim, ku mohon jangan Bim, Aku gak mau acara kita rusak Bim. Jangan mengotori mulut mu dengan mengatakan hal lebih lagi. Ku mohon Bim, jangan mengatakan apa-apa lagi, dia sudah jadi masa lalu mu.'' Nayna berbisik di telinga Bima dan menenangkan Bima, juga meminta agar suaminya ini jangan meneruskan kata-kata yang bisa jadi merendahkan seorang wanita, Nayna gak mau Bima terlihat jahat.
''Tunggu dulu sebenarnya kalian ini kenal? Dan kenapa kau terlihat marah padanya Bima ?'' tanya Rey
''Ya aku begitu mengenalnya, hingga dalamnya hati wanita ini aku tahu, dia itu begitu licik.''
''Bim stop!''
''Jangan hentikan dia Nayna, biarkan Bima mengatakan semuanya. Memang Aku seperti itu, dia sangat tahu diri ku sampai dalamnya iya kan Bim ?'' Calista tersenyum mengejek
''Kau!''
''Bim tolong! Calista sebaiknya kau pergi.'' usir Nayna
''Siapa dirimu sialan, berani sekali mengusir ku.'' Calista tersinggung
__ADS_1
''Sudah jelas dia ini istriku pemilik acara jangan lupa Lista.'' bela Bima
''Nay, apa si neng bule ini yang sudah menuduh mu dan membuat mu pergi waktu malam itu?'' tanya Bibi kini jadi ingat dengan yang Nayna ceritakan beberapa bulan lalu.
''Benar Bi, dia lah orang nya yang sudah menyakiti Nayna juga mengadu domba kan Nayna dengan Reyhan. Ingin Aku dan Mama membenci Nayna.'' bukti lain terbongkar oleh Bima, tentang kebusukan Calista
''A-apa itu benar Nona ?'' Rey Merasa terkejut
Tapi Calista bergeming. Enggan menjawab pertanyaan Reyhan.
''Neng bule, Bibi tidak menyangka ternyata Neng ini yang sudah berbuat jahat neng pada ponakan Bibi.. Bahkan neng tega menuduh Nayna, wanita perebut juga wanita tidak benar. Neng memfitnah ponakan bibi, bibi gak nyangka sekali ternyata neng bule itu perempuan jahat, apa neng tahu tidak Nayna pergi malam-malam ke kota bibi, dengan bawa dua anak sementara kamu sama keluarga nya neng malah tertawa senang dengan kepedihan Nayna..Neng itu seorang wanita juga, bahkan kini neng punya anak, tapi neng bule bisa tega, sungguh Bibi gak nyangka neng.'' ucap bibi panjang lebar mengungkapkan kekecewaannya pada Calista
''Bi ....'' lidah Calista terasa kaku kesusahan untuk berbicara lagi, karena memang itu benar adanya,dia sangat jahat.
Tiba-tiba Rey berlalu dari hadapan semuanya dia merasa kecewa pada Calista, tapi Reyhan masih belum tahu kebohongan Calista yang lainnya yaitu dia ini bukan Janda.
''Rey tunggu,'' panggil Calista
''Puas kau Bima.'' Calista menatap tajam pada Bima kemudian ia ikut mengejar Reyhan, cukup Calista kehilangan pria sebaik Bima dulu, tapi kali ini dia tidak ingin kehilangan pria baik lainnya seperti Reyhan.
''Rey ... Rey ... ku mohon tunggu dulu Reyhan !'' Calista masih berusaha mengejar pria itu
''Rey, tunggu dulu ku mohon Rey !'' teriaknya hingga mengagetkan sang anak yang kini anaknya menangis juga karena kaget saat Calista berlari membawa Juna.
''Rey, tolong ... Juna mimisan!'' teriaknya hingga menghentikan langkah Reyhan
''Rey, aku gak bohong hiksss Juna mimisan Rey, tolong Rey Aku- aku takut Rey.'' kini Calista mendekap erat tubuh Arjuna merasakan ketakutan
Rey jadi panik cepat-cepat dia mendekati Calista lalu melihat keadaan Juna. ''Kenapa bisa ?'' benar saja Arjuna mengeluarkan darah dari hidungnya dan kini anak itu demam tinggi.
''Aku gak mau kehilangan Juna, Aku takut.'' jerit Calista sangat-sangat ketakutan
''Tenanglah tolong kamu sabar dulu,'' sebenarnya Rey masih marah dan kecewa pada perempuan ini tapi dia sayang pada Juna. Dan ya, Reyhan akui kini Juna kelemahannya.
''Sayang jangan tinggalkan Mama Nak.'' tangis itu terdengar pilu bagi siapapun yang mendengarnya.
''Ayo sebaiknya kita bawa ke rumah sakit .'' ajak Rey
Calista pun mengikuti Rey yang lagi-lagi mau menolongnya di saat keadaan seperti saat ini, Calista benar-benar jadi tidak bisa kehilangan Reyhan Calista ingin selalu bergantung pada pria penuh tanggung jawab ini.
Di perjalanan menuju rumah sakit, mereka jadi diam diam-an di dalam mobil. Sesekali Calista menatap pada Rey yang masih mendiamkan nya.
''Rey!'' tak kuat akhirnya Calista memanggil
__ADS_1
''Rey--''
''Aku sedang tidak ingin bicara.'' cetus Rey
Huufft...
''Rey, aku- aku ingin minta maaf padamu, ya aku akui memang sudah berbuat salah tolong Rey.'' Calista meminta maaf.
''Kenapa minta maaf padaku heh, meminta maaf lah pada Bima dan si neng cantik.'' ujar Rey
''Iya, tapi aku juga sudah salah padamu.'' lirihnya
''Padaku, apa kesalahan mu padaku hm? Apa ada kebohongan yang lainnya ?'' tuduh Rey kini menatap tajam pada Calista.
Calista gelagapan ''Ah i-itu ...''
''Ada yang kau sembunyikan lagi?''
Ya Tuhan ... Dia sudah semarah ini, Aku takut apalagi kalau dia tahu kebenaran yang lainnya, Aku gak ingin kamu pergi, tidak. batin Calista ketakutan.
**
''Maaf ya sayang, karena kedatangan wanita itu acara kita jadi tontonan orang-orang.'' ucap Bima kini mereka masih berada di atas pelaminan dengan menyalami tangan para tamu undangan.
''Iya gak apa kok Ayah, tapi Aku masih berpikir kok Calista bisa kenal dengan mas Rey ya?'' ucap Nayna masih menebak-nebak.
''Karena perempuan itu kini tinggal di dekat kampung bibi Nay, dia tinggal di sana juga jadi bisa bertemu sama bos Rey.'' bibi menyahut
''Benar kah Bi, Calista kini tinggal di kota Bibi ?'' tanya Bima baru tahu.
''Benar Bim, iya Bibi juga melihat kalau si bos sepertinya menyukai si neng bule itu, bahkan mereka sudah dekat juga seperti nya memang saling suka keduanya itu,'' ucap bibi
''Oh ya bi, apa kalian kesini Bertiga dengan Calista jiga?'' tebak Nayna
bibi pun mengangguk, ''Benar Nay, kami datang memang bertiga .'' jawabnya
''Apa bi? Kenapa harus ajak wanita itu juga ?'' Bima terdengar tidak suka dan protes.
''Iya maafkan bibi Bim Nay, sebenarnya Bibi baru tahu hari ini kalau yang sudah menyakiti kamu dulu itu si neng bule bibi beneran gak tahu, begitu juga mas Rey Sepertinya dia baru tahu makanya tadi si mas sangat kecewa.'' jelas Bibi bahkan Bibi juga ikut terkejut dan tak menyangka.
''Iya juga kalau Bibi dan Rey tahu gak mungkin kayaknya kalian ajak wanita itu .'' ucap Bima
''Dan sepertinya mas Rey juga gak akan mau sama si neng bule, kalau tahu dia Sudah jahat sama kamu Nay.'' kata Bibi.
__ADS_1
''Ya bibi benar.''
''Hoekkkk hooekkkkk.'' tiba-tiba ada yang mual dan ingin muntah. Di tengah perbincangan mereka itu.