
''Nenek ...''
''Nenek, nenek ...''
Dua anak kembar itu tidak mau pergi dan berpisah dengan sang nenek, walaupun mereka tidak paham dengan keadaan nya saat ini. Tapi ketika Nayna Bunda mereka membawa mereka pergi, sementara neneknya hanya diam dengan deraian air mata. Jelas sudah Cilla juga Cillo mereka tak mau pergi tanpa neneknya yang hanya diam tak ikut pergi.
''Nenek,
Bunda'' ucap Cillo
''Bunda Ayah'' pun ucap Cilla dalam gendongannya sang ibu.
''Hikkss ... Nak bersabarlah.'' gumam Nayna dengan menahan Air mata yang sudah mau tumpah sedari tadi itu.
''Tidak, Ayah.Ayah Bunda'' kekeh Cilla
''Tenanglah sayang ya.'' Nayna pun berlutut di jalan dia tak kuat tak sanggup lagi, namun ini adalah jalan terbaik untuknya.
'Maafka Bunda sayang, Bunda telah egois. Bunda memisahkan kalian dengan Nenek mu . Tolong maafkan Bunda, hikss Nak maaf'' ucap Nayna lirih dengan terduduk dan mendekap kedua buah hatinya.
Beberapa saat..
''Bunda dingin.'' ucap Cillo sudah menggigil juga rupanya dengan Cilla pun sudah nampak kedinginan.
''Ya Tuhan Nak, maafkan Bunda, ayo kita pergi sayang'' Nayna panik dan cepat-cepat dia membawa anaknya ke suatu tempat lebih dulu untuk menyelamatkan sang anak yang sudah menggigil.
Dalam gelapnya malam ini, seorang wanita cantik yang membawa dua anaknya itu terus berjalan menyusuri setiap jalan.
Nanya masih belum bisa menemukan tempat yang pas untuk berhenti.
''Ya Tuhan beri aku jalan.'' pintanya
''Ahh syukurlah, di sana ada musholla. Ayo sayang kita kesana ya.'' ujarnya
Wanita itupun segera pergi ke mushola yang dia lihat dan bergegas membawa dua anaknya.
__ADS_1
''Huhuhuu ... Bunda dingin'' ujar Cilla
''Bunda, Abang haus.'' ucap Cillo.
''Tunggu Nak, bunda cari sesuatu dulu untuk Kalian.'' Nayna dalam keadaan panik dia mencari yang dibutuhkan oleh kedua anaknya.
''Bunda, dingin.'' teriak Cilla tapi suaranya menggigil.
''Ini sayang pakai ini dulu ya,'' Nayna memberikan kain nampak seperti mukena untuk Cilla ''Abang ini minum lah '' beruntung di mushola ini ada air nya.
''Gak mau Bunda, Abang ingin cucu.'' pintanya Cillo tiba-tiba dia menolak air putih.
''Oh Tuhan, bagaimana ini tidak ada susu nak.'' Nayna kebingungan.
Tuhan, apa keputusan ku untuk pergi ini salah? Kini, kedua anakku malah tersiksa. Tuhan bantu aku, ku mohon tolong..
''Bunda mau cucu Bunda,'' kini bahkan keduanya merengek-rengek minta susu mereka, memang ini adalah waktunya mereka untuk meminum susu.
Tak lama ada seseorang datang ke mushola ini, rupanya itu adalah si pemilik mushola.
''Eh pak, anu ini pak anak saya meminta air susu.'' ucap Nayna menjawab
''Memang kamu ini sedang apa di mushola Nak ? Apalagi ini sudah malam ?'' kembali tanya bapak itu
''Saya , sebenarnya saya tadi ingin pergi ke tempat xx tapi saat di jalan, anak saya kedinginan dan menggigil lalu saya pun memutuskan untuk pergi ke mushola ini ketika melihat di sini ada musholla Pak.'' jelas Nayna
''Ohh seperti itu, kenapa tidak besok hari saja Nak ? Ini sudah malam, tidak baikk kamu pergi malam-malam apalagi ini membawa dua anai begini. Bagaimana kalau kamu menunggu di rumah bapak saja?'' bapak itu pun menawarkan Nayna untuk ke rumahnya saja.
Nayna diam, dia sebenarnya takut bila harus pergi ke tempat orang yang tak dia kenali.
Nayna menatap dua anaknya. Sepertinya benar keputusannya untuk pergi mungkin salah, dan seharusnya juga dia kalau pergi tak perlu membawa anaknya juga.
Maaf kan Bunda sayang, Bunda menyesal.
''Nak, jangan berpikir yang macam-macam dulu pada bapak. Lihat itu kedua anak mu, mereka pasti tak nyaman dengan semua ini. Sebaiknya kamu ikut bapak. Insyaallah Bapak mungkin bisa membantu sebisanya bapak. Yasudah kamu tunggu dulu di sini.''
__ADS_1
''Maaf kan saya pak dan terima kasih.'' balas Nayna
'Ya tidak apa, tapi kau tunggu di sini.''
Kemudian setelah tadi bapak itu pergi, beliau pun kembali lagi dengan membawa satu orang wanita paruh baya.
''Ya Tuhan Pak apa ini yang Bapak bicarakan barusan.'' tiba-tiba ibu ini datang dan langsung terlihat cemas pada keadaan Nayna serta dua anaknya ini.
''Nak ini istri saya, Bu ayo bantu perempuan Muda ini dan juga kedua anaknya,'' suruh bapak itu
Ibu itu pun membantu dengan menggendong Cillo, sementara Cilla di gendong oleh Nayna karena anaknya ini tak akan mau berada dengan orang asing.
Kini Bapak dan ibu itu, telah sampai membawa Nayna serta kedua anak nya.
''Silahkan tidurkan dulu anak mu di kamar ini Nak.'' suruh si ibu sangat baik.
''Tidak Bu, sebaiknya di kursi saja tak apa.'' tolak Nayna halus karena tak mau merepotkan.
''Tidak apa-apa nak, sudah biarkan anak mu di dalam kamar. Agar mereka nyaman tidak kedinginan lagi.''
kekeh yang punya rumah.
''Bu, pak. Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih.'' ucap Nayna tulus
''Ya sama-sama Nak, oh ya tadi bapak sempat bilang katanya kamu tiba-tiba ada di mushola kami itu kamu sebenarnya mau ke mana? Malam-malam begini Nak dengan membawa anakmu yang masih kecil juga. Maaf ibu menanyakan ini.'' tanya ibu itu
''Saya ingin pergi ke tempat xx Bu, tapi tadi anak saya menggigil dan saya pergi dulu ke mushola tadi, maag bu pak. Jadi maksudnya mushola tadi itu adalah milk Ibu juga bapak?'' tanya Nayna
''Benar nak itu milik suami saya yang tadi ingin mengunci pintu nya dulu.'' jelas ibu itu membenarkan.
'Oh begitu Pak Bu, ya ampun maafkan aku pak, aku sempat berpikir yang tidak-tidak, tolong maafkan aku dan aku sangat berterima kasih sekali. Mungkin tanpa ada bapak datang, mungkin kini anak ku sudah sakit.'' Nayna pun sedikit menyesal dan dia sangat bersyukur juga berterima kasih masih ada orang yang mau menolongnya.
''Ya sama-sama Nak, kami mengerti kok.'' sahut ibu bapak pemilik rumah.
Hingga malam ini Nayna pun di suruh menginap dulu di tempat nya ibu bapak ini, dan barulah besoknya Nayna akan pergi ke tempat tujuan nya.
__ADS_1