Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Sebatas ciuman dulu saja ya, Nay!


__ADS_3

Selamat pagi gengs...


🥀🥀


Gara-gara kecebong Nayna jadi kesusahan untuk tidur malam ini, Nayna kepikiran apakah perkataan Bima itu hanya main-main atau benar adanya.


''Huh, gara-gara kamu kecebong. Aku jadi susah tidur nih. Tapi gak mungkin ah Bima beneran, dia kan tau aku gak Cinta sama dia.'' monolog nya Nayna berbicara sendiri.


Dan saat Nayna melihat menatap berpapasan dengan Bima, Nayna jadi grogi juga rasanya ingin menghilang saja dari hadapan Bima.


Tanpa Nayna tahu, sebenarnya Bima pun sama merasakan grogi itu. Bima yang tadinya iseng dengan menyebutkan si kecebong nya memasuki sarang lalu di kelola oleh rahim Nayna, masuk dalam kehangatan dan jadi lah anak. Tapi yang jadi pikiran nya Bima, ''Sial ..., gue yang ngomong gue yang jadi kena batunya, punya gue sekarang hidup mulu kalau lihat kamu Nay, punya gue berdiri menjulang tinggi. Gue- gue jadi ingin. Ahh, memang sial nih kecebong.'' monolog Bima.


***


''Nay, kamu kenapa gak tidur di kamar nya Bima ?'' tanya Mama Ayyu memang beberapa akhir ini Nayna kembali tidur di kamarnya, tapi Bima mengijinkan. Ya karena Bima takut khilaf. ''Em iya i-itu ma, Nay belum terbiasa.'' jawabnya


''Belum terbiasa, tapi kemarin-kemarin kan sudah tidur satu kamar kamu iya kan. Kok sekarang gak terbiasa lagi?'' Mama kebingungan dengan jawaban Nayna


''Iya ma maaf, Nay sebenarnya belum siap.'' ujar Nayna dengan suara pelan


''Belum siap apanya?'' Mama seolah polos


''Belum siap itu ma ...''


''Ohh hahaaa, kamu ini kayak abak gadis saja. Kamu itu kan yang lebih berpengalaman.'' Mama jadi senang mengejek.


''Mama.'' Nayna menunduk malu


''Dengar Nay, apa kamu tahu tidak yang sedang marak di kehidupan ini?''


''Apa ma?''


''Hm Nay, sekarang ini tuh lagi banyak banget kejadian Pelakor Nay, alias merebut pacar, bahkan suami orang Nay, mereka akan rebut. Apa kamu mau Bima di rebut wanita-wanita di luar sana , atau mungkin si Calista datang lagi dan merebut Bima mu Nay ?''


Nayna menggeleng, ''Tidak ma, Nay gak mau.'' jawabnya tegas


''Bagus kalau gak mau,dan jalan satu-satunya untuk menguatkan hubungan adalah perhatian pengertian kita Nay, tapi kalian ini kan sudah menikah. Jadi ya memang pantas melakukan itu, bahkan seharusnya kamu yang meminta duluan Nay, maka surga jaminan untuk mu.'' nasihat Mama Ayyu


''E-em ma, ma-masalah nya aku, aku belum ada cinta.'' ujar Nayna


''Bagaimana akan ada cinta, bila diam diam-an. kalian ini sudah sah sudah resmi. Maka tak masalah bila kalian saling dekat, untuk permulaan Nay. Cobalah dekati Bima, lalu rasakan apa kau punya perasaan tidak dengan nya.''


''Baik ma, Nay akan coba.''


''Ingat Nay, Pelakor jaman sekarang seram-seram Nay. Mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Bima suamimu.''


Nayna pun kini jadi berpikir keras, dia tak mau Bima di ambil orang lain, dan dia jadi janda Kembali. Nayna agak ngeri padahal hanya membayangkan nya saja.


Tok


Tok


''Siapa?'' terdengar suara dari dalam kamar.


''I-ini aku.'' jawab seorang wanita

__ADS_1


ceklekkkkkkk pintu terbuka ...


''Loh mbak, ada apa ?'' tanya Bima ketika melihat Nayna mengetuk pintu malam-malam.


''B-boleh aku masuk.'' ucapnya begitu pelan


''Mau masuk, ya boleh silahkan.'' Bima membuka pintu lebar-lebar


Nayna sedikit ragu tapi pada akhirnya masuk juga.


Nayna duduk di kursi tapi masih diam, hingga akhirnya Bima bersuara, ''Ada apa kesini malam-malam ?''


''I-itu aku- aku ingin tidur disini, boleh ya?'' tapi Nayna tak berani menatap Bima


''Ohh boleh saja, ini kan kamar mu juga.'' balas Bima seolah enteng, padahal Nayna sudah dag-dig-dug.


''Bantu aku berbaring Mbak.'' pinta Bima manja


''Loh bukan nya sudah bisa ya?'' Nayna merespon seperti itu .


''Ya gak apa dong, mumpung ada kamu Mbak. Apa salah aku Minta perhatian pada istriku ?'' Bima menekan kata istri.


Uhukkkkk istri !


''Iya gak salah.'' akhirnya Nayna membantu Bima untuk menaiki ranjang


''Bahhkan mengajak mu, untuk enak-enak saja aku tidak masalah loh Mbak, dan kau harusnya bersedia.'' bisik Bima menggoda Nayna


''Bima ... ihh.'' Nayna pun sengaja mendorong tubuh Bima dengan kasar ke atas kasur, tapi Nayna lupa tangan Bima sedang berada di tubuhnya. Sehingga Nayna ikut tersungkur dan


Nayna jatuh menimpa tubuh Bima,


Nayna berada di atas tubuh Bima.


''Aaaaa!'' Nayna kaget


''Uhh!'' Bima merasakan ada yang menimpa si Otong yaitu kaki Nayna.


Lalu mata mereka saling tatap untuk beberapa saat. Saling mengunci, dan ada hasrat yang muncul hingga memuncak secara tiba-tiba dalam bawah dan diri Bima.


''Mbak, kau begitu cantik malam ini.'' puji Bima dan tangan nya tiba-tiba membuka jilbab Nayna


''Bim--'' Nayna keberatan tapi Bima menatap dengan memohon.


''Kau Istriku, perlihatkan lah mulai sekarang mahkota mu ini untuk ku!'' pinta Bima.


''Mbak?''


''Hm.''


Bima menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik Nayna tanpa hijab, Bima pun menciumi aroma wangi dari rambut wanita di atasnya ini.


''Hmm kau begitu wangi, kau cantik sekali. Kau sangat indah.''


''Bima!'' Nayna jadi merinding

__ADS_1


''Mbak aku ingin tanya serius padamu.'' ujar Bima kini dia mulai serius


''A-apa?'' Nayna menatap Bima yang berada di bawahnya.


Mereka masih di posisi yang sama, yaitu di atas dan di bawah dengan saling menempel.


''Aku ingin mencium mu, boleh kan?'' ucap Bima


''Hah?''


''Tapi Mbak, aku tak akan melakukan nya bila kamu belum mencintai ku Mbak. Tapi sih aku harap kamu ngerti, aku ini pria normal. Dan aku suami mu aku ingin mencicipi mu wahai istriku.''


''Ta-tapi Bim.'' Nayna jadi teringat kembali dengan ucapan Mama Ayyu.


''Aku gak akan maksa, tapi aku minta kamu mengerti saja.''


''Sebenarnya ke tahap cinta sih belum, tapi aku- aku sudah nyaman dengan mu.'' lirih Nayna


''Jadi ... apa sudah bolehkah nih ?''


Nayna mengangguk .


Segeralah tangan itu, menahan tengkuk Nayna. Lalu wajah si pria mendekati wajah sang wanita.


Hap!


Bibir itu sudah mendarat dengan sempurna dan selamat di tujuan yang tetap yang halal untuk mereka.


Tiba-tiba bayangan Bimo hadir.


Tidak, ini adalah Bima, bukan mas Bimo. Ayo Nay lawan, lawan rasa ini. Nayna menikmati ciuman dari Bima sambil melafalkan doa untuk almarhum Bimo.


Mas, restui lah aku dengan adik mu ini. Aku butuh sosok ayah untuk anak kita. Dan aku serahkan ini pada Bima, adik mu. Restui lah kami. dalam batin nya .


Bima melihat reaksi Nayna, yang cukup memuaskan dan tidak mengecewakan. Bima pikir Nayna akan menampar atau mungkin teringat pada Bimo kakaknya. Tapi untunglah Nayna merespon baik ciumannya.


Muahhh''


Muahhh''


muahhh''


Bima mengulum, menggigit kecil, *******, bahkan menyesap bibir yang menggoda ini. ******* nya dengan rakus, hingga Nayna kesulitan bernafas.


''Terima kasih banyak, ya Nayna!'' ucap Bima tepat berada di atas bibir Nayna, Bima masih ingin tapi kasihan Nayna yang sudah engap, kesusahan nafas.


''Iya.'' balas Nayna dengan malu.


''Kita lakukan saja ini dulu untuk permulaan hubungan kita, dan ya aku akan menahan kecebong ini, aku tidak akan memasuki mu sekarang. Karena aku ingin kita melakukan resepsi pernikahan dulu. Juga setelah aku sembuh total, baru aku akan meminta hak ku. Sekarang ini kita hanya sebatas ciuman 🙈 saja dulu.'' ujar Bima lalu dia menggulingkan tubuh Nayna hingga kini berada di bawah Bima dalam satu hentakan.


''Kau manis.'' ucapnya mencium lagi sekilas bibir Nayna kemudian Bima berlalu pergi ke kamar mandi, entah mau apa.


''Kenapa ya, dia bilang kaya gitu, seperti menganggap ku yang sudah tak sabar saja sih. Ya aku- aku malah senang dia gak minta sekarang, maaf Bim. Aku ingin melakukan nya dengan cinta.''


Tapi ada yang menghangat dalam diri Nayna, bukan dia area bawah tapi dalam pipi juga hati mendapatkan perlakuan manis nya Bima.

__ADS_1


__ADS_2