Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Tingkah Bima dan si kembar


__ADS_3

Seorang pria sedang menciumi sekujur tubuh sang istri karena dia benar-benar merindukan istrinya ini.


''Aku begitu merindukan mu, sayang.'' ucapnya terdengar bergumam karena bibirnya asik dengan menciumi inti istrinya.


''Ah geli, Yah.'' ucap manja wanitanya


''Tapi kamu suka, kan sayang?'' godanya


''Ish apaaan,'' bibirnya mengelak tapi tubuhnya menjawab iya.


Bahkan kini dia sampai menggelinjang kegelian dan keenakan di **** oleh Bima. Nayna menekan kepala Bima, saat pria itu bermanja-manja di area intinya.


Itu adalah rutinitas yang Bima lakukan tak akan tertinggal membuat Nayna puas.


''Ah ah Bim, emmh.'' Nayna menikmati


''Ayo sayang keluarkan nada indah dari bibirmu ini.'' Bima mendongak lalu tangannya meraba bibir Nayna.


''Yah!'' Nayna sudah menatap Bima dengan memohon tanda ia ingin segera dimasukin.


''Baiklah sayang, i m coming !'' tentu Bima dengan bersemangat dia melakukan nya .


''Oohh sayanghhhh.'' Bima merasa enak


Nayna memeluk leher Bima ia juga Menikmati nya, ''Sayang kamu merasa sakit gak?'' tanya Bima menatap Nayna dan bawahnya bermain


''Tidak kok Yah, kenapa ?''


''Aku takut saja anak kita ini merasa tak nyaman.'' ujar Bima mengatakan yang ia maksud.


''Oh itu gak apa, dia baik-baik saja kok di dalam.'' Nayna meyakinkan.


''Bagus deh, Ayah semakin bersemangat kalau begitu, uhhhh.''


''Ah ahh Bim !''


''Mmhhh ... Mmmmm.'' Mereka berciuman


Sesudah puas dan memang seharusnya di lakukan, kini keduanya sudah selesai mandi, mereka benar-benar Mandi dengan tidak ada bermain lagi di kamar mandi. Karena waktu yang sudah siang dan Bima kasihan pada sang istri.


Bima lebih dulu turun ke bawah.


Dengan bersiul bahagia Bima menuruni tangga, ''Hm, sepertinya ada yang lagi bahagia ya?'' Sindir Mama Ayyu


''Eh ma, selamat pagi.'' Bima menyapa dengan ratu wajah bahagia tak bisa di bohongi


''Iya pagi, habis dapat apa nih kok kelihatan happy banget.'' kembali tanya Mama pura-pura tidak mengerti


''Ah bisalah ma, hal yang memabukkan.'' bisik nya


''Kamu ini, awas Bim jangan sering-sering begitu ya ingat istrimu itu lagi hamil muda.'' Mama mengingatkan

__ADS_1


''Mama gak perlu cemas, aku pelan-pelan kok ma.''


''Dasar kamu.'' Mama geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya ini.


Bima menghampiri si kembar yang lagi asik meminum susu dan menonton kartun nya di pagi hari, kartun yang tidak pernah besar selalu menjadi anak sekolah. Padahal Sudah bertahun-tahun ada di televisi.


''Halo anak Ayah, lagi menonton apa hm?'' tanya Bima


Muahh! Muahh !


mencium mereka bergantian.


''Ini Ayah, Abang lagi nonton si botak Ayah.'' jawab Cillo menunjuk pada layar televisi.


''Oh ya siapa si botak, kok Ayah gak tau ya?''


''Itu ih Ayah, ayah lihat sana itu si Botak ayah, em ada dua iya kan bang ?'' ucap Cilla begitu menggemaskan


''Iya ada dua.'' angguk sang Abang


''Oh ada dua, kayaknya itu mereka kembar ya kaya Abang dan Adek ini . '' tebak Bima padahal tahu memang yang menjadi tokoh utamanya itu kembar.


''Iya kembar.'' ucap Cilla


''Beda Ayah.'' sahut Cillo protes


''Loh beda gimana, kan sama kembar kaya kalian iya kan Dek ?''


''Beda ih Yah, itu kan si botak kata Bunda mereka dua-duanya laki-laki Yah.. Kalau adek sama Abang kan beda, adek perempuan dan Abang laki-laki. Begitu kan ucap Bunda.'' terang Cillo pada Cilla adiknya


''Em iya Bang.'' Cilla baru ingat


''Hahaaaaa, ya ampun lucu sekali anak Ayah ini ya. Kamu pintar Bang, kamu bisa membedakan dan ingat yang di katakan ibumu. Kau hebat seperti Ayah.'' Bima memberikan dua jempol untuk Cillo


''Ayah adek juga hebat.'' si adik merengek karena dia tak di puji


''Oh tentunya dong, adek juga pintar seperti Bunda mu.'' ucap Bima


''Yeyyy, asikk sepelti Bunda.'' Cilla merasa bangga


'Anak pintar, selalu lah belajar dan jadilah anak yang membanggakan sayang.' doa Bima


**


Bima melihat istrinya lagi menyiapkan sarapan pagi


''Sayang.'' Bima datang dan mengganggu kegiatan Nayna karena memeluk istrinya dari belakang.


''Ih kamu ngagetin ya.''


''Sayang lagi bikin apa?'' tanya Bima basa-basi padahal sudah jelas ada nasi goreng udang campur sosis di atas wajan itu.

__ADS_1


''Masa tidak tahu ini apa?'' balas Nayna


'Aku gak tahu, karena yang aku tau kamu mencintaiku.'' celetuk Bima dengan menciumi pipi Nayna


''Yah jangan seperti ini ''


''Kenapa sih Bun, gak apa lah.'' Bima memang cuek dan tak tahu malu


Beda dengan Bimo pria itu tidak akan pernah mengumbar kemesraan di depan umum seperti ini, kecuali di kamar pribadi.


Makanya selama hidup satu atap ketika masih ada Bimo, Bima sendiri tidak pernah melihat Nayna di manjaa manja oleh Bimo.


''Malu kalau ada Mama ah.'' Nayna risih


''Cuek saja lah Bun.''


''Mana bisa gitu ah Yah.''


''Bisain aja sayang.''


''Ckk, kamu selalu hilang akal.'' ejek Nayna


''Ya bila sudah di dekat mu, hilang akal sehat ku sayang, hahaaaa.'' balas Bima


''Ckkk!''


''Oh ya Bun, ini rambut nya basah, kenapa gak buka saja jilbabnya bun?'' tanya Bima


''Jangan Yah, biarkan masih basah juga.''


''Kenapa hm?''


''Malu dong ketahuan Mama Ayah, nanti Mama tahu aku habis keramas juga nanti Mama dan takutnya si kembar lihat kemerahan ini.'' ujar Nayna


''Oh gitu, Yasudah deh ..Eh tapi Bun, hasil karya aku bagus kan?'' Bima terkekeh geli mengatakannya


''Bagus apanya, gak ada bagus yang ada aku mesti hati-hati gak mau sampai anak-anak lihatnya, mau jawab apa aku.'' gerutu Nayna


''Tapi kamu tadi suka kan, ah bahkan kamu sampai merem melek sayang !''


''Bim, ih kamu menyebalkan !''


''Hahaaaa.'' bukannya pergi Bima malah memeluk Nayna lagi.


''Uhukkkkk uhukk, apa tadi di kamar gak puas hm?'' tiba-tiba suara Mama Ayyu terdengar mengagetkan Nayna


''Bukan begitu ma.'' Nayna malu


''Tidak perlu malu Nay, pada Mama. Mama ini kan pernah muda juga Nay, ya Mama mengerti kok.'' Mama tersenyum


''Heheh ma.'' Nayna langsung mendelik pada Bima.

__ADS_1


__ADS_2