Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Cilla, Amora dan Amira menyusul ke luar negeri


__ADS_3

Cillo diam sejenak sesudah mendengar jumlah uang yang ingin di pinjam Andinie sekerasnya.


''Pak, b-bagaimana?'' tanya Andinie butuh kepastian karena Cillo hanya diam saja


''Oh iya bisa kok Dien, kamu bisa pinjam uang dari perusahaan lagian selama ini kinerja kamu juga sangat bagus memuaskan, jadi tidak masalah kau meminjam uang.'' jelas Cillo


''Bapak serius ?'' Andinie sangat senang


''Huum, nanti kamu bisa langsung ke ruangan keuangan.'' jawab Cillo


''Terima kasih banyak ya, pak. Terima kasih.'' ucap Andieni ''Dan saya minta maaf kalau ini terkesan tidak sopan Pak.'' lanjutnya


''Tidak masalah Dieni, menurut saya ini cukup sopan lagian juga kamu butuh uang ini untuk pengobatan ibu mu kan. Bukan untuk yang lain.'' kata Cillo memaklumi


''Benar Pak,'' angguk Andinie


''Yasudah Pak, saya pergi ke ruangan keuangan dulu ya permisi Pak.'' pamit Andinie


''Andinie tunggu.'' Cillo memanggil nya


''Kenapa Pak ?'' Andinie berbalik


''Itu saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepadamu.'' ucap Cillo


''Maaf soal apa ya Pak.'' setahu Andinie dia tidak melakukan apa-apa untuk Cillo atasannya


''Ini tentang kinerja kamu selama ini disini Dien, saya rasa kamu patut diberikan ucappan itu. Saya juga rasa kamu ini bekerja selalu dengan sepenuh hati bahkan kau rela menghabiskan waktu istirahat untuk perusahaan ini, maka dari itu saya juga berterima kasih kepada mu Dien.'' jelas Cillo


Andieni tersenyum ''Pak itu sudah tugas saya, karena kan saya bekerja disini.'' ucapnya


''Benar tapi tidak ada salahnya juga kan saya berbicara ini?''


''Tidak Pak, Anda juga benar oh ya pak apa ada yang perlu di bahas lagi ?''

__ADS_1


''Tidak Dien.''


''Baiklah saya permisi ya Pak, saya harus secepatnya mengurus administrasi Ibu saya.''


''Hmm.'' Cillo mengangguk mengiyakan.


Wanita itu, dari sejak dia datang kesini bekerja bersamaku, sikapnya tak pernah berubah selalu ramah ya walaupun kadang pemalu tapi senyumnya tidak pernah luntur, sederhana. ucap batin Cillo saat melihat kepergian Andinie wanita yang lima tahun ini bekerja untuknya.


**


''Mora, kira-kira Abang ngasih ijin gak ya kita pergi ?'' ucap Amira mereka berdua sedang menunggu kepulangan Cillo dari kantor.


''Ya kita coba saja dulu, kalau perlu kita maksa Mir.''


''Iya More.'


''Assalamualaikum.'' ucap Cilla baru pulang juga dari rumah sakit,


Cilla memiliki dua pekerjaan, yang satu ia ikut mengurus perusahaan sang Ayah dan pekerjaan satunya lagi adalah rupanya Cilla menjadi dokter.


''Eh lagi pada apa nih, duduk di sana?'' Cilla menghampiri


''Lagi nunggu Abang, kak.'' jawab Amora


''Tumben pada nunggu emang ada apa,?''


''Kami mau minta ijin kak, kita ingin ketemu Bunda sama Ayah.'' jelas Amira


''Oh mau beritahu Abang kalau kalian ingin ke sana ya, kapan emangnya kalian berangkat? Tapi bukannya harus nunggu beras tahun ini ya kalian.'' ucap Cilla karena dulu Cillo mengatakan kalau si kembar adiknya boleh keluar negeri tapi jangan menganggu waktu kuliah.


''Iya sih kak harusnya nanti, tapi aku sangat rindu Bunda aku ingin ketemu mereka Kak.'' ucap Amira dan nampak sendu tak bersemangat


''Yaudah kalau kalian kukuh ingin pergi, kita bisa sama-sama kesana nanti kakak bilang juga sama Abang.''

__ADS_1


''Beneran ya kak, eh kakak juga ikut ?'' tanya Amora


''Ikut dong Mora, Kakak juga rindu Ayah Bunda.'' jawabnya dengan membayangkan wajah orang tua mereka.


Beberapa jam kemudian.


''Cill, tapi mereka kan masih ada ujian sebenar lagi.'' ucap Cillo masih tidak mengijinkan adik-adiknya pergi apalagi si kembar yang masih kuliah


''Abang, kasihan mereka bang. Mereka itu sudah kangen sama Bunda dan Ayah kamu ijinkan saya bang gak tiap bulan ini mereka pergi emang Abang bisa Setega itu?'' Cilla masih berusaha membujuk kembarannya ini.


Cillo menatap Cilla, lalu dua adiknya yang lain yang sedang menatapnya dengan penuh memohon kepadanya.


Hufft


''Ok baiklah Abang ijinkan kalian kesana.'' akhirnya Cillo menginginkan


Memang menghadapi wanita itu rumit dan selalu Wanita yang menang. Batin Cillo


**


''Yah, anak-anak akan kesini.'' ucap Nayna duduk di dekat Bima


''Kenapa mereka kesini Bun ? Apa terjadi sesuatu ?'' tanya Bima apalagi ini seperti mendadak


''Tidak begitu Yah, kata Abang mereka kangen sama kita dan kukuh ingin ketemu makanya anak-anak kesini, apalagi Amira dan Amora Yah mereka yang kukuh ingin ketemu.'' jelas Nayna


''Kasihan anak-anak Bun, pasti mereka rindu sama ayah dan kamu ibunya. Mungkin kamu juga rindu dengan mereka kan, maafkan Ayah ya Bun ayah Seperti orang yang jahat yang memisahkan kamu dengan anak-anak.'' ucap Bima selalu merasa bersalah


''Ayah, stttt. Kenapa sih ayah selalu bicaranya kaya gitu. Aku gak keberatan kita tinggal disini walaupun berpisah jauh dengan anak-anak karena yang terpenting untuk Bunda itu bisa selalu di sampingmu ayah, jadi stop menyalahkan diri Ayah sendiri Bunda gak suka.'' sahut Nayna agar Bima membuang jauh-jauh pikiran seperti tadi .


''Terima kasih Bunda, Ayah sayang padamu.''


''Huum Bun juga sayang Ayah,'' Nayna masuk dalam pelukannya Bima yang dulu menjadi adik ipar kini menjadi suami nya sampai maut memisahkan.

__ADS_1


Bima memiliki penyakit gagal ginjal, dan harus dilakukan pemeriksaan intensif di rumah sakit luar negeri. Sehingga beberapa tahun ini Bima selalu mengecek kondisinya dan melakukan pengobatan disana.


Tapi Nayna selalu mengatakan kalau mereka ingin menghabiskan waktu berdua atau bulan madu lagi di luar negeri ini, dan tak mengatakan yang sebenarnya tentang kondisi Bima, ini semua atas perintah Bima karena ia tidak mau anak-anaknya tahu kalau dia sakit.


__ADS_2