Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Hari kebahagiaan dan kesedihan.


__ADS_3

"Assalamualaikum Mi.''


''Waalaikumsalam Rey.'' jawab Mami nya dan membuka pintu


''Kalian sudah datang, ayo masuk masuk Nak.'' Mami Rey mengajak masuk pada Calista juga


''Iya Tan, makasih.''


''Eh kok Tante sih, panggil Mami! Kamu sudah jadi menantu Mami.'' perintah Mami Rey


''Em baik Mami.'' seru Calista namun masih kaku


''Nah begitu biasakan ya Nak, sekarang kami adalah orang tuamu juga.''


''Baik Mami, maaf tadi aku masih belum terbiasa.'' ucap callista


''Iya iya tidak apa Mami maklumi.''


Kemudian kini Calista sudah duduk bersama Rey di salah satu kursi, Mami pun datang lagi dengan membawakan air.


''Ini di minum.''


''Terimakasih Mami maaf merepotkan.''


''Tidak merepotkan, eh iya sini Juna sama Oma mau gak Oma gendong !'' Mami Rey kini membawa Arjuna


Calista sangat bersyukur sekali melihat pemandangan ini, rupanya Mami Rey bisa menerima anaknya juga. Tentunya hal ini membuat semua orang yang memiliki nasib seperti Calista akan sangat bahagia.


''Tuh lihat Juna anteng di dekapan Mami.'' ujar Rey


''Iya Rey, aku sangat senang melihatnya.'' sahut Calista


''Sama aku juga senang sayang , walaupun aku udah bisa menebaknya sih.'' kata Rey


''Tapi sayang bagaimana dengan Papi mu?'' tanya Calista nampak khawatir


''Sayang kamu percaya padaku, papi udah berubah Papi sudah merestui kita, dan itu artinya papi juga menerima Juna.'' ujar Rey menenangkan kecemasan Calista


''Amiin ya Rey, semoga begitu.''


''Iya.''


''Mam, Papi dimana ?'' tanya Rey


''Papi mu masih di perkebunan Rey, tapi bentar lagi juga pulang.'' jawab Mami


''Oh masih di perkebunan.''


''Iya.''


Lalu menjelang sore akhirnya Papi Rey pun pulang. Dan Mami segera mengabarkan kalau Rey dan istrinya sudah datang .


''Dimana mereka?'' tanya Papi


''Ada di kamar, mungkin sedang istirahat.''

__ADS_1


''Yaudah papi mau mandi dulu, baru kita makan bersama.''


''Iya, Mami sudah siapkan air nya.''


papi mengangguk kemudian berlalu.


Tok


Tok


''Rey, Calista, Papi sudah menunggu kalian.'' Mami memanggil kedua nya


''Iya Mi.'' sahut Rey membuka pintu


''Ayo Papi udah nunggu, kita makan sama-sama.'' ajak Mami


''Baik Mi, nanti kita nyusul.'' ucap Rey


''Yaudah cepat ya, jangan lama.''


''Siap Mi.''


Di meja makan.


''Pi, gimana kabar Papi?'' tanya Rey lalu menyalami tangan papi gantian dengan Calista


''Papi baik Rey, bagaimana dengan kabar kalian?'' tanya balik Papi menatap anak dan menantunya


''Alhamdulillah kita juga baik Pi, syukur papi juga kalau baik mah.''


Calista sangat canggung berada diantara keluarga Reyhan ini, apakah ada Papi suaminya di depan sana.


''Nak, sepertinya kamu sangat tidak nyaman, apa kamu keberatan datang kesini?'' tanya Papi pada Calista


''Pi, maklumi mungkin menantu kita masih canggung.'' seru Mami memahami Calista


''Em bukan seperti itu Om, maaf kalau aku memang masih belum terbiasa.'' ucap Calista


''Maka biasakan lah dari sekarang untuk hidup bersama kami, bukankah kamu ingin hidup dengan putra ku selamanya? Jadi kamu juga harus terbiasa dengan orangtuanya.'' pesan Papi


''I-iya baik Om.'' jawab Calista


''Kenapa panggil Om, saya ayahmu juga kan?''


''Maaf, iya Papi.''


''Calista saya sudah merestui kamu dengan anak saya, jadi saya titipkan dia padamu. Tolong kamu jaga dia! jangan pernah kamu sakiti dia apalagi meninggalkan nya apa kamu bersedia menjalankan permintaan saya ini?'' ucap Papi


''Baik Papi, aku berjanji pada kalian aku akan menyayangi dan mencintai Reyhan selamanya.''


''Apapun yang terjadi, kau tak akan meninggalkan dia?'' tanya Papi sekali lagi


''Ya, aku janji, apa pun yang terjadi aku akan bersamanya.'' jawab Calista tegas


''Bagus, saya pegang janji mu. Tapi kalau Rey menikahi wanita lain, apa kau masih akan tetap bersamanya seperti janji mu barusan.?'' tiba-tiba ucap Papi mengejutkan

__ADS_1


''Apa!'' pekik Calista


''Papi!'' Rey juga kaget


''Hahaaa tidak-tidak, saya hanya bercanda kalian ini kenapa menatap Papi seperti itu.'' ujar Papi dan rupanya itu hanya becandaan nya


''Astaga Papi.'' Rey dan Calista jadi bisa bernafas lega


Pertemuan kali ini adalah meresmikan hubungan mereka berdua, kali ini Papi Rey telah sadar kalau kebahagiaan anaknya ada bersama Calista. Sehingga Papi pun sudah tidak akan egois lagi, Papi merestui mereka.


''Alhamdulillah ya Rey, akhirnya Papi mu merestui kita, Rey aku senang sekali.'' ucap Calista hatinya berbunga-bunga


''Iya sayang, aku pun bahagia dan itu artinya kita sekarang yang harus menjalani hubungan ini dengan serius dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang Papi berikan untuk kita.''


''Kau benar Rey, kita harus menjalani hubungan ini.''


''Hmm, juga kini saatnya kita memberikan adik untuk Juna, lagi sayang.''


''Aahh Rey!''


Calista terjatuh di atas ranjang setelah Reyhan menidurkan ia.


Muahhh ''Aku mencintaimu!''


''Aku juga mencintaimu!''


**


''Hahhh ... hahhh ... ahh. .. Ah sakit ayah!''


''Sabar Bunda, tenanglah kita sebentar lagi sampai!'' ucap sang suami


''Ayah, aku udah gak tahan, dedek nya mau keluar ahh!''


''Aduh sabar dulu Bun, tahan ya, kita mau sampai kok! Adek bayi bertahan sayang''


''Hahh ... hah ... Yah, gak tahan lagi.''


''Selamat ya Pak, bayi anda kembar.'' kemudian ucap dokter ketika Nayna sudah selamat melahirkan di rumah sakit


''Alhandulillah.'' ucap syukur Bima


''Tapi ada masalah sedikit Pak.''


''Kenapa dok? Ada apa?'' Bima panik


''Salah satu bayi nya dalam keadaan kurang sehat dan harus dilakukan pemeriksaan lanjutan.'' ungkap dokter


''Astaghfirullah, yasudah Dok lakukan yang terbaik saya mohon Dok!'' pinta Bima memohon


''Baik kami akan berusaha semampu dan semua kembali kepadanya.''


'Iya dok, tolong ya dok!''


''Tentu saja pak.''

__ADS_1


__ADS_2