Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Terungkap lagi tentang Calista


__ADS_3

Calista kaget karena dia sampai bisa bertabrakan dengan seseorang, ''Awwhh.'' Calista memekik


''Sorry, kau?'' ketika mereka saling melihat, keduanya semakin di buat terkejut karena mereka saling mengenal.


''Jo?'' gumam Calista dia pun memicingkan mata begitu menatap Jo tengah bersama wanita yang kondisinya lagi hami.


Calista menatap tidak suka, ''Lo lagi apa di rumah sakit ini?'' tanya Calista wajahnya jadi datar dan nada suaranya cetus.


''Heh apa urusannya dengan mu saya mau apapun juga di sini, memang ini rumah sakit milik keluarga mu?'' balas Jo dan tak mengatakan yang sebenarnya


''Dia siapa?'' tanya Calista sambil menunjuk pada perempuan tersebut


''Saya istrinya Jo, Anda siapa?'' kali ini wanita itu yang menjawab


''A-apa istri ?'' Calista kembali di buat shock sudah bertemu lagi dengan si brengsek kini, Calista mendengar kenyataan yang menyakitkan telinganya.


''Ya aku istrinya Jo, kau siapa kenapa terlihat begitu shock? Jo, siapa perempuan ini.'' ucap wanita itu meminta jawaban Jo.


''Dia adalah wanita hina.'' ucap Jo dengan bibir tersenyum miring menatap Calista sangat meremehkan Calista


''Jaga bicaramu ya, Jo.'' Calista menunjuk Jo dia marah dan tersinggung.


''Bukan kah memang begitu kenyataannya Nona Calista, kau begitu murahan.'' Jo menekankan ucapnya.


''Cukup, dasar pria kurang ajar.. Kau yang brengsek Jo, kau tega tak mengakui anakmu, kau begitu keji.'' Calista membalas ucapan Jo mantan kekasih bermalam nya.


''Benarkah itu anakku? Bukan anak Bima.'' Jo kembali mengejek Calista


''Jo!'' Calista membentaknya karena sudah keterlaluan.


''Dulu kau bilang, kau itu hamil anak Bima kan ? Saat si Bima sudah menikah dengan si Nayna.'' ucap Jo


''Itu karena gue terpaksa, karena gue malu Jo. Lo gak mau tanggung jawab, Lo kabur begitu saja, setelah Lo enak-enak Lo itu emang pria kejam. Lo malah pergi padahal gue meminta pertanggungjawaban Lo.'' ungkap Calista dan bukan benar-benar mengatakan anaknya itu anak Bima, karena sudah jelas Juna anaknya Jonathan.


''Dasar wanita ular, Anda itu licik tidak mungkin akan ada yang percaya dengan wanita seperti mu .'' ucap Jo merendahkan Calista


Perdebatan Jonathan dengan Calista ini, menjadi tontonan para pengunjung rumah sakit juga para perawat yang memiliki jiwa kepo, mereka berbisik-bisik dengan membicarakan Calista dan Jo yang sedang berdebat.


''Terseerah padamu ya, bila kau tidak percaya kalau anak yang ku kandung itu memang anakmu. Oh sorry mulai sekarang dia bukan anak mu, karena tak Sudi sekarang gue menyebut Lo ayahnya.'' ucap Calista dia sudah bisa hidup hanya berdua dengan Juna saja, tanpa harus ada kehadiran Jo. Pria yang tak punya hati itu.


''Kamu lagi apa disini Lista?'' tanya Jo merasa dia jadi ingin tahu.


''Bukan urusanmu.'' cetus Calista


''Apa ini ada hubungannya dengan Arjuna?'' tebak Jo


''Jangan berani menyebut nama anakku.'' protes Calista dia tidak mau Jo menyebutkan nama Juna yang berharga.


Sementara di lain tempat Reyhan lagi mencemaskan Calista yang lama dari kamar mandi nya, ''Kemana si nona itu ya, kok lama banget dia hanya ke toilet saja..Aku mencemaskan nya.'' ucap Rey menghawatirkan Calista ada apa-apa.


''Eh mas, itu sepertinya di depan ruangan kandungan ada teman mas yang tadi bersama mas deh.'' tiba-tiba perawat mendatangi Rey

__ADS_1


''Benarkahh Mbak, di mana dan kenapa dengan nya, dia baik-baik saja kan?'' tanya Reyhan panik


''Sepeertinya teman mas bertengkar dengan seorang pria.'' beritahu perawat


''Apa bertengkar, sama siapa?''


''Tidak tahu, silahkan di lihat saja mas di depan ruangan itu.'' perawat menunjuk pada depan yang harus belok kiri dulu.


''Baik terima kasih ya.''


''Sama-sama '' si perawat pun berlalu


Reyhan berjalan dengan buru-buru dia ingin segera sampai di tempat yang perawat tunjukkan dan ceritakan.


Benar saja Rey melihat ada yang tak beres dengan Bona bule itu.


''Ada apa ini, kau kenapa Nona ?'' tanya Rey datang tak di harapkan Calista.


''Rey, Kenapa kesini.?''


''Ini ada apa? Kau siapa?'' Rey bertanya pada Jo


''Kau sendiri siapanya Calista ?''


''Saya temannya.'' jawab Rey


''Oh teman, bukan korban wanita ular ini ?''


''Apa maksudnya ?'' Rey kebingungan


''Kau begitu dekat dengan nya?'' tanya Jo


''Ya.'' jawab Rey


''Apa kau mau dengan perempuan licik ini, yang mempunyai anak tak di akui?''


''Cukup!''


''Bicara yang jelas bisa kan?''


''Saya adalah ayahnya Juna, anak yang kau sayang itu.'' ungkap Jo


''B-benarkah Nona?'' meminta jawaban Calista yang memilih membuang Wajah sembarangan arah


''Jadi kau itu mantan suaminya?'' tebak Rey


''Mantan suami, hahaaa?'' Jo langsung menertawakan Rey


''Kenapa kau tertawa?''


''Siapa bilang dia punya mantan suami?'' masih dengan menertawakan Rey dan Calista.

__ADS_1


''Bukannya barusan kau mengatakan kalau kau ini ayahnya Juna, yang artinya berarti kau --?''


''Anda salah besar, tidak ada mantan suami, karena kami tidak ada pernikahan.'' ucap Jo


''Tidak ada pernikahan? Kalian tidak Menikah, lalu Juna?''


''Juna hadir karena kemurahan Calista pada-ku.'' jawab Jo


''Berhenti Jo, jangan lagi berkata apapun. Cukup kau menghinaku dengan tak mengakui Juna, dan tak perlu kau mengatakan yang lebih lagi, karena itu tidak lah penting.'' bentak Calista menyuruh Jo untuk diam.


''Kenapa ha? Kau malu, bila ketahuan oleh nya? Pria yang lagi dekat dengan mu ini, dia harus tahu kau seperti apa Lista.'' ucap Jo semakin menjadi-jadi.


''Cukup ku bilang cukup!''


''Ayo kita pergi saja, jangan dengarkan pria tak waras ini.'' Calista menarik Rey untuk pergi


''Hei kau, jangan mau di buat bodoh oleh wanita ular itu.'' teriak Jo


Walaupun Rey diam saat di Tarik oleh Calista, tapi dalam pikirannya Rey masih menebak dengan semua perkataan pria itu.


''Nona, apa benar itu Ayah Juna?'' Rey bertanya dengan menghentikan langkahnya. Sehingga Calista juga ikut berhenti.


''Iya Rey.''


''Tapi, kenapa tadi pria itu mengatakan kalau dia--''


''Tolong Rey, please jangan dulu bahas itu. Aku butuh waktu untuk menjelaskan nya.'' pinta Calista dengan wajah memelas


''Sebenarnya kau ini manusia seperti apa, kenapa dari tadi semenjak di tempat acara pernikahan Nayna dan Bima, aku selalu mendengar kenyataan lain tentang mu, apa lagi yang kau sembunyikan dariku Nona?'' tanya Rey serius


Calista langsung menunduk dan menahan kerapuhannya. ''Rey, maafkan aku. Aku ini bukan orang yang baik, bukan juga wanita yang baik Rey. A-aku ini begitu Hina Rey, aku adalah wanita yang tidak pantas untuk siapapun. Aku banyak salah, dan Juna adalah salah satu kesalahan ku. Tapi dengan kehadiran Juna ini perlahan membuat ku ingin berubah menjadi manusia yang baik , juga karena seseorang yang baik itu, yang kini selalu menguatkan aku. Rey aku bukan perempuan baik .'' ucap Calista sambil menangis juga akhirnya.


''Aku tidak tahu apa dan bagaimana kesalahanmu di masa lalu Nona, tapi kau benar sudah dan ingin berubah jadi baik?'' tanya Rey


Calista mengangguk mantap.


''Yang aku tahu kau sekarang ini, adalah kau yang sudah belajar baik. Bukan masalalu mu, aku mengenalmu adalah kau seorang ibu dari Arjuna. Bagiku kau perempuan hebat, yang bisa melahirkan seorang anak.'' ucap Rey


''Ya jelaas lah Rey, Juna itu anak aku .''


''Ayo tersenyum jangan bersedih lagi.''


''aapa kau gak kecewa padaku Rey?''


''Jelas aku kecewa, tapi lebih kecewa kalau kamu tidak ingin menjelaskan semuanya, aku masih bingung.''


''Rey .... sebenarnya aku ... aku bukan seorang janda.'' ungkap Calista


''Apa?''


''Ya aku bukan janda, karena aku tidak pernah dinikahi hikssss. Maaf!''

__ADS_1


__ADS_2