
Bima baru kembali dari dapur, setelah tadi dia mengambil minum dan sesudah tenang karena hasutan Calista tadi tentang Nayna, kini Bima sudah lebih baik.
Entah mengapa, saat melihat Nayna sedang bersama satu pria itu membuat Bima cukup sakit mata. Bima beranggapan rupanya Nayna bisa semudah itu melupakan kakaknya Bimo.
Ya, mungkin hanya itu yang di pikirkan Bima atau mungkin juga yang lain, entahlah.
Dan saat sudah kembali untuk menemui Calista berada di sana, Bima cukup bingung karena Mama Ayyu tengah berdebat dengan Calista.
''Ada apa ini?'' Bima pun berteriak cukup keras untuk menghentikan perdebatan yang Bima belum tahu apa penyebabnya.
''Honey, ini Mama mu. Dia gak percaya soal Nayna yang sedang berduaan dengan satu pria itu.'' beritahu Calista dengan pura-pura sedih dan seakan menuduh Mama yang salah di sini
Mama hanya melihat tingkah pacar anaknya ini, setelah pulang dari luar negeri apa begitu kelakuannya terhadap orang yang lebih tua ?
''Kamu beritahu Mama, Baby?'' tanya Bima tak menyangka
''Ya, bukan kah Tante harus tahu juga kan, soal kelakuan mantan menantu nya ini.'' sahut Calista sangat tak sopan
''Siapa yang kau sebut mantan? Tidak ada mantan menantu, Nayna adalah anakku.'' tegas Mama tak takut untuk melawan wanita muda ini bila itu menyangkut orang yang dia sayang
''Ma, tolong jangan berdebat.'' sahut Bima
''Ya Bim, dan kamu katakan juga padanya jangan berdebat dengan orang tua.'' sindir Mama dan menunjuk Calista
''Tante, apa maksud Tante ?'' Calista pura-pura polos
''Lista, sudahlah jangan lagi di teruskan. Mama ada benarnya jangan berdebat lagi.'' ucap Bima tegas
''Tapi honey--''
''Lista, stop.'' sentak Bima
''Kau membentak ku, honey ?'' Calista melotot pada Bima
''Bima, wanita seperti inikah yang kamu pilih ? Lihat belum apa-apa saja, dia sudah berani melototi mu.'' ucap Mama menyadarkan sang anak
__ADS_1
''Tidak honey, bukan seperti itu.'' kini Calista mengubah raut wajahnya jadi membujuk pada Bima
''Cal, sebaiknya ku antarkan kamu pulang.'' putus Bima tiba-tiba
''Tidak mau honey, kenapa jadi buru-buru. Aku masih mau di sini.'' kekeh Calista tak tahu malu.
''Hari ini aku merasa lelah baby, kau pulanglah ayo aku antarkan.'' ujar Bima
''Tapi --- ''
''Cal, please.'' tegas Bima
''Ya ya baiklah, kenapa maksa banget sih kamu mulai berubah.'' gerutu Calista dan dia pulang begitu saja tanpa berpamitan pada Mama Ayyu. Yang masih berada di sana .
''Lista tunggu, kamu pamit dulu sama Mama.'' Bima menyuruh Calista berpamitan dan menahan langkah wanita itu .
''Bukan kah kau bilang kalau kamu lelah, yasudah ayok cepat kita pulang. Aku juga lelah.'' ucap Calista menyingkirkan tangan Bima yang menahannya tadi dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan perkataan Bima barusan.
''Lista, tunggu .'' teriak Bima
Kemudian Bima menatap sang Mama, ''Ma, Sorry.'' ucapnya menyesal atas perlakuan Calista
''Ma, nanti kita bicara lagi.'' ujar Bima dan segera berlari menyusul Calista.
Saat di mobil rupanya Calista tak diam dia terus mengoceh, ''Honey, kenapa sih dengan Mama mu itu. Dia kok selalu saja bela janda gatel itu. Aku gak suka ya honey, padahal tadi tuh aku hanya ingin menunjukkan wajah aslinya tuh cewek, yang di luar sana tuh ya kaya tadi langsung deket sama cowok-cowok di luar sana gitu loh. Aku hanya ingin Mama mu sadar kalau tuh cewek gak bener gak seperti yang kalian kira selama ini.'' gerutu Calista dalam mobil dan dia mulai mempengaruhi otak Bima lagi.
''Sudahlah Lista, aku sedang tidak ingin membahas hal itu lagi. Kau membuatku semakin pusing saja. Kalaupun benar Mbak Nay seperti itu yasudah biarkan. Dan ya, aku gak suka kamu nunjukin begitu lagi sama Mama. Ingat Lista, Mama tuh sudah tua gak baik dapat kabar kaya tadi. Aku gak mau sampai Mama kepikiran dan jatuh sakit. Tolong Lista untuk saat ini dan mungkin selamanya jangan mengulangi hal kaya tadi lagi. Aku peringatkan padamu ini untuk terakhir kalinya Lista!'' tegas Bima menasehati pacarnya
''Honey, kamu kenapa jadi marah-marah sama aku. Niat aku ini kan sudah baik, mau menunjukkan kebenaran. Tapi kalian ini malah kukuh membela tuh cewek, gak adil banget.'' omel Calista malah tak menerima yang diucapkan oleh Bima.
''Bukan seperti itu, aku gak bela siapa-siapa. Aku disini tak ingin masalah ini berlanjut, dan ya aku tidak suka ya kamu bicara kasar sama Mama!'' tegas Bima kembali mengatakan keinginannya dan ketidaksukaan dengan sikapnya Calista.
''Iya maaf honey, kamu gak marah kan?'' Calista langsung membujuk Bima
''Ya, asal gak kamu ulangi lagi.''
__ADS_1
''Hmm.'' angguk Calista tapi dalam hatinya dia masih menggerutu.
Enak saja gue mau diam dan ngalah, gak Sudi gue. Pokoknya Bima harus ada dalam kendali gue. Dan tuh Nenek lampir ngapain sih pakai gak percaya segala tadi, si Bima jadi nyalahin gue kan . Awas aja Lo nenek tua. bisik batin Calista marah pada Mama Ayyu.
***
Sementara itu di kota xx
Nayna baru sampai di rumah sang bibi .
''Assalamualaikum, bi. Nay pulang.'' ucapnya dengan suara cukup lantang agar sang bibi mendengar kalau dia sudah pulang dan berada di teras depan pintu.
''Waalaikumsalam, sudah pulang Nay. Ayo masuk.'' ajak bibi ketika sudah membuka pintu
''Iya bi, si kembar mana bi? Gak rewel dan nyusahin kan bi?.'' tanya Nayna
''Gak nyusahin Nay, mereka pada anteng. Dan sekarang lagi pada bobok tadi bibi baru buatkan susu mereka. Eh pas bibi lihat lagi setelah meminum tuh susu mereka langsung tidur nay.'' bibi menjelaskan kegiatan hari ini .
''Stukur deh bi, kalau tidak menyusahkan bibi. Aku bisa tenang dan merasa lega.''
''Iya, gimana hari pertama mu kerja? Pasti capek ya kan.'' tanya bibi ingin tahu yang Nayna rasakan.
''Ya lumayan lah ya bi,'' jawabnya tersenyum ''Tapi seru juga kok bi, Nay jadi banyak temennya dan Alhamdulillah mereka baik-baik.'' lanjut Nayna menjelaskan.
''Syukur deh kalau baik-baik mah ya, bibi senang dengarnya.''
''Iya bi, tapi ada benarnya kata bibi kemarin, kalau ada gadis-gadis itu yang selalu ajah mendelik sama aku bi, dan ada yang bisik-bisik gitu sambil lihat ke aku, mungkin mereka yang bibi bicarakan ya. Yang suka sama bos Muda.'' Nayna menceritakan soal tadi ketika Nayna merasa tak nyaman dengan tatapan para wanita tadi.
''Sudah gak apa-apa jangan di pikirkan soal itu mah, ya mereka memang suka begitu. Bukan hanya ke kamu doang Nay, hampir ke semua pegawai baru kalau agak muda mereka bakal ngiri dan ketakutan tersaingi, tapi lama kelamaan mah mereka bakal baik dengan sendirinya. Kamu cukup fokus bekerja saja Nay, ya.'' bibi menjelaskan keadaan di sana.
Nayna mengangguk paham sekarang.
Sementara itu, Bima sudah pulang lagi dari rumahnya Calista sesudah tadi mengantarkan pulang wanita itu.
Kini Bima duduk sambil menyilang kan kakinya, dan tangannya memegang ponsel.
__ADS_1
Sial, kok saya jadi terbayang-bayang dengan foto itu, saya masih berpikir benar kah bisa semudah itu Mbak melupakan mas Bimo. Bukankah dia sangat mencintai almarhum? Aku, aku hubungi dia gak ya. Aku, jadi penasaran begini sih.
Bima ingin menghubungi tapi dia sedikit ragu, mana ini sudah malam lagi. Rasanya tak enak menelpon malam-malam. Tapi rasa penasaran lebih dominan sekarang ini .