
Calista merasa dia sudah tidak punya wajah lagi di hadapan Reyhan, bagaimana tidak. Calista ketahuan menunggu reaksi lebih dari Reyhan. Padahal sebenarnya, kenyataannya Reyhan hanya ingin menggodanya saja dengan mendekatkan wajahnya tadi itu. Bukan benar-benar karena ingin melakukan seperti yang Calista kira, dan pikirkan.
''Sungguh aku malu banget, otak ku ini sudah kotor dan bagaimana nanti, tanggapan dia padaku. Mungkin dia akan anggap aku ini wanita yang murahan sekali. Aku memang begitu bodoh.'' Calista mengumpat pada dirinya sendiri.
''Mungkin aku harus pura-pura melupakan hal yang tadi terjadi, dan menganggap semua ini hanya mimpi tidak terjadi apa-apa. Ya mungkin harus seperti itu, tapi memang tidak terjadi sesuatu kan?'' lanjut Calista bergumam.
''Sedang melamun kan apa hm? Sampai Serius begitu hingga tidak menyadari Arjuna itu nangis loh.'' tiba-tiba suara Reyhan terdengar lembut di telinga Calista dan itu sontak menyadarkan lamunan wanita itu.
''Hah ...'' Calista bagai orang bodoh hanya diam
''Itu Juna nangis, kenapa melamun ? Lagi mikirin apa sih memangnya?'' ulang Reyhan
''Gak, aku tidak lagi memikirkan apa-apa kok.''cepat Calista menggeleng lalu ia beranjak dan menghampiri sang anak yang menangis mungkin ingin ASI.
''Cup .. cup ... sayang, kenapa hm? Haus ya.'' mengajak bicara Arjuna
''Sini, sini sayang Nak. Uh, uh. Haus ya mau mimi iya?'' dan Arjuna langsung berhenti menangis ketika ibunya menggendongnya.
''Pantesan Pampers kamu sudah penuh ya, gak enak ya sayang panas ya nak?'' Calista dengan cekatan dia membuka Pampers yang penuh dan menggantinya dengan yang baru lagi.
''Nah gini kan enak ya Juna, sudah gak penuh kan hm, anak Mama kok lucu banget sih sayang kamu sudah wangi padahal baru bangun tidur ya nak.''
''Eh Pampers nya sudah habis nih.'' gumam Calista dan ia melihat stok Pampers Arjuna sudah habis rupanya.
''Ada apa?'' tanya Rey sigap
Tapi Calista menggeleng.
''Katakan kenapa hm?'' Reyhan menghampiri
''Ini Rey, kamu bisa jagain Juna sebentar gak?'' ucap Calista menatap Reyhan
''Memang kamu mau kemana Nona, oh ke kamar mandi?'' tanya Rey menebak
''Bukan, ini aku mau keluar Sebentar--''
''Mau apa?'' potong Rey cepat
''Aku harus beli Pampers nya Juna dulu, ini udah habis.'' jawab Calista
''Kamu keluar malam-malam begini, gak bisa Nona bahaya.'' ujar Rey melarang
''Tapi Juna kan butuh Rey.''
''Kamu tunggu disini kamu jaga Juna, biar aku yang belikan keluat ok.'' akhirnya ucap Reyhan dan lagi di yang berkorban.
''Tidak Rey jangan.'' tolak Calista
''Kok jangan sih, kenapa? Sudah biar aku pergi.''
''Tunggu Rey, udah biar aku yang keluar aku gak mau terus merepotkan kamu Rey. Aku akan semakin berhutang banyak padamu Rey,''
''Tidak ada seperti itu, dan jangan pernah berpikir ke sana Nona. Aku ikhlas ya melakukan ini, sudah kamu jaga Juna dan cepat kasih dia Asi. Biar aku yang pergi.'' Reyhan pun beranjak
''Rey, terima kasih dan hati-hati.'' ucap Calista tulus
''Sama-sama Nona, kamu juga hati-hati sama Juna.'' Rey mencium Arjuna dulu sebelum pergi
''Iya Rey.''
''Ya udah aku pergi,''
__ADS_1
''Hm''
Kok aku gak di cium juga sih Rey, eh apaan sih kamu Lista, otak mu kok ngeres gitu ah, sudah gak waras nih kayaknya. batin Calista saaat melihat kepergian Reyhan.
Beberapa saat kemudian ...
Reyhan sudah kembali lagi ke ruangan Arjuna.. Dengan membawa paper bag di ke-dua tangannya.
''Kamu udah kembali.'' ucap Calista baru saja selesai menyusui Arjuna.
''Iya, ini aku udah beli Pampers nya.'' Reyhan meletakkan paper bag berisi kebutuhan Arjuna
''Ini apa Rey?'' tanya Calista pada paper bag satu lagi dan Sepertinya beraroma harum.
''Ini makanan untuk kita malam ini, aku lupa belum. memberikan kamu makan kan? Jadi ini makan lah.'' ujar Rey
''Rey, harusnya aku yang memberikan mu makan kami kan yang ikut nungguin Juna, kok ini malah aku yang kamu kasih.'' ucap Calista merasa tidak enak.
''Sudah tidak apa, ayo di makan mumpung masih anget, eh ya kamu suka dengan sate kan?'' tany Rey dan yang Reyhan beli ini memang sate setra nasi.
Calista mengangguk, ''Aku suka Rey, apalagi bila ini kamu yang berikan.'' Calista memelankan kata terakhirnya.
''Apa, gimana Nona?'' tuh sampai Rey tak bisa mendengar dengan jelas karena Calista Seperti berbisik.
''Aku suka.''
''Oh bagus deh kalau kamu suka ini, biar nanti kita beli lagi saat Juna sudah gede, biar kita makan bertiga.'' ucap Rey mengejutkan
''K-kita bertiga?''
''Ya, kenapa ada yang salah?'' mereka berbincang sambil makan
Calista menggeleng
''Jangan melamun ayo makan ini yang banyak, agar Juna cepat tumbuh besar, dan biarkan dia bermain dengan ku.'' kata Rey dengan menyuruh Calista makan.
''Cukup Rey!''
''Kau kenapa?'' Rey kaget
''Berhenti Rey, berkata kaya gitu lagi. Tapi akhirnya kamu tidak bersama Juna Rey!. Jangan mengatakan yang belum pasti terjadi Rey, jangan selalu mengatakan tentang Juna sudah besar Rey, karena aku takuut bila ini hanya omong kosong saja dan malah membuat ku sakit hati.. Jadi tolong berhenti saja Rey, mengatakan tentang yang belum terjadi kedepannya.'' ucap Calista mengatakan unek-uneknya
''Kamu kenapa berpikir kesana, bagaimana bila yang ku katakan tadi memang benar, dan apa salahnya aku membicarakan itu sekarang, toh aku akan selamanya dengan Juna apa itu salah?'' kata Rey
''Ya bila itu terjadi, tapi kita gak ada yang tahu dengan kedepannya kan. Mungkin kamu berubah beberapa tahun lagi kamu gak ingat Juna, kamu sibuk sampai tidak mementingkan Arjuna, jadi stop aja dari sekarang.''
''Kenapa kamu mengatakan ini, apa Alasannya hm?'' tanya Rey ingin tahu
''Karena Rey, aki tidak mau sampai kamu membuat aku dan Juna nyaman lalu setelah itu kamu pergi dan menghilang dari kami, apalagi mungkin beberapa tahun ini atau bulan ini, kamu bakal mendapat pasangan, dan menikah Rey. Aku yakin kamu akan lupakan Juna.'' Calista mengungkapkan kekhawatirannya.
''Oh itu, ya kamu tenang saja aku gak akan melupakan Juna. Ya kalaupun aku menikah aku gak akan mungkin lupain Juna, kamu bisa pegang janji ku.'' jawab Rey serius
''Benar kamu gak akan lupa dengan Juna?''
''Iya.''
''Sama Juna?''
''Hm, aku janji.''
Oh sama Juna saja ya, kirain dengan aku juga. Kamu gak akan lupakan aku. batin Calista
__ADS_1
Sesudah mereka makan dan semua di bereskan bekas makan kini waktunya mereka untuk istirahat dan tertidur.
''Rey.'' Calista memanggil
''Hm iya?'' balas Rey tapi sibuk dengan laptop
''Kamu lagi sibuk.''
'Gak kok.ada apa bicara saja.'' kata Rey tapi tangan masih mengetik
''Rey, sebaiknya besok kamu pulang saja kan pasti kamu harus bekerja iya kan, Juna ada aku kok.'' kata Calista
''Aku akan tetap di sini, Sampai Juna sembuh.'' jawab Rey tegas
''Tapi Rey, bukankah kamu juga harus bekerja, dan bagaimana pekerjaan mu?'' ucap Calista
''Ada Papi aku kok Nona, kamu gak perlu mikirin soal ini, Papi aku yang jaga kebun.'' Rey menegaskan
''Yaudah tapi kalau memang kamu harus pergi, sudah pergi saja ya Rey.''
''Iya kenapa sih , kok kaya ngusir banget ya?'' ucap Rey
''Gak Rey, bukan itu maksudku aku gak mungkin usir kamu Rey, hanya aku gak mau kamu kerepotan gara-gara aku.'' kata Calista
''Iya yaudah, jadi diam lah ayo istirahat mumpung Juna tidur, jangan memikirkan soal aku.''
''Rey , terima kasih banyak atas kebaikan kamu ya. Aku tidak tahu bagaimana bila gak ada kamu Rey.'
''Hei aku menyuruhku untuk istirahat, bukan untuk bersedih Seperti ini nona, ayo istirahat tidur.'' Rey niat menghibur
''Tapi aku serius Rey, aku sangat berterima kasih Rey.''
''Iya iya , sama-sama.'' balas Rey
***
Pagi harinya ...
Calista terbangun karena ada suara ponsel yang terus-menerus berdering mengubungi nomor ponsel Reyhan.
''Rey, itu ponsel mu bunyi terus Rey.''
''Dia masih tidur, mungkin dia sangat mengantuk.''
''Rey,ayo bangun itu ponsel kamu bunyi terus ini.''
''Dari siapa?'' Rey bergumam
''Ini sih dari Papi Rey.''
''Oh papi.'' kemudian Rey bangun
[Halo Pi, ya kenapa?] ucap Rey dan menjawab telpon
[Di mana kamu hah? Berhari-hari tidak pulang kamu, Cepat pulang Reyhan.] nada suara seorang pria di sebrang telpon terdengar marah.
[Iya Pi nanti Rey pulang, tapi memangnya ada apa Papi?]
[Pokoknya pulang Reyhan, tidak usah banyak tanya, Jangan nunggu Papi marah Rey!]
[Ya Ok !]
__ADS_1
🥀
Kira-kira, kenapa ya papi Reyhan marah begitu, apa ini ada kaitannya dengan Calista?!