Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Wanita sombong.


__ADS_3

Awalnya Nayna anteng di dalam mobil ketika Bima masih mengarah jalan menuju kota mereka, tapi saat Bima membelokkan mobilnya ke arah kanan yang tak seharusnya di lalui ini membuat Nayna jadi bertanya-tanya dan keheranan.


''Loh suami, ini kita akan kemana dulu?'' tanya Nayna


''Aku ingin ke sini dulu sayang, istirahat dulu.'' jawabnya membuat Nayna curiga


''H-hotel? Kenapa di hotel?'' ketika mobil sudah sampai dan berhenti di parkiran hotel mewah ini.


Nayna Menatap Bima penuh tanya ?


Bima langsung tersenyum penuh arti, ''Kita pacaran dulu saja yuk, mumpung gak ada yang ganggu.'' ucap Bima sungguh mengejutkan


''Memang kapan ada yang ganggu hm? Orang saat di rumah Bibi, kamu hampir tiap hari minta jatah.'' sindir Nayna pada Bima


''Hehe iya itu kamu benar sayang, tapi kok rasanya itu ingin lagi dan lagi gitu loh sayang.'' ucap Bima prontal sekali.


''Ihh gak malu apa bicara mu kok jadi gini sih Bim, kenapa jadi mengarah ke situ mulu.'' gerutu Nayna


''Ya mungkin bukan hanya aku doang lah sayang semua Pria akan sama.'' kata Bima


''Kamu nih pasti nyesel kan gak dari dulu ngajak pacar mu itu menikah ya kan?'' Nayna menatap Bima


Bima mencebik-kan bibirnya lalu menggeleng, ''Kamu salah besar, aku bukan menyesal gak ngajak pacar untuk menikah.''


'Hmm lalu?''


''Aku nyesel kenapa gak dari dulu setujui keinginan Mama untuk menikahi si janda ini.'' terang Bima


''Ah masa sih .''


''Benar lah, ini serius sayang.''


''Beneran bukan nyesel nih?''


''Ah mana mungkin nyesel, nyesel gak dari dulu sih iya. Kasihan kamu pasti sendirian kesepian ya kan?' balas mengejek Nayna


''Ih mana ada aku seperti itu, aku gak kaya gitu. Aku sabar kok walaupun gak menikah lagi juga.'' balas Nayna


''Iya iya aku begitu percaya padamu istri, aku tadi hanya iseng saja .'' Bima memeluk Nayna


''Bim, capek.'' Nayna mengeluh


''Yaudah kita istirahat dulu, nanti lanjutkan lagi ya.''


''Lagi?''


''Iya lah sayang, kamu harus bergerak kamu harus olahraga.'' ucap Bima


''Tapi suami, rasanya melelahkan ah, gak mau olahraga lagi.'' Nayna merengek

__ADS_1


''Koo gak mau sih sayang, agar kamu kuat loh ini. Agar tubuh mu ini sedikit berotot.'' bujuk Bima


''Memang kamu ingin aku berotot seperti mu ini?'' tanya Nayna


''Gak harus seperti ku juga sih, ya maksudnya berisi di titik-titik ini, ini dan ini sayang.'' Bima menunjukkan pipi, buah dada, dan satu lagi pantat.


''Bima.'' Nayna berteriak kencang saat Bima meremas bokong nya.


''Awas kamu, aku akan dapatkan kamu.'' teriak Nayna


''Ayo kejar aku sayang, ayo sini ayo.''


''Hahh hahh Bim, ahh capek.'' Nayna ngos-ngosan dan ia terduduk lemas.


''Sayang gak apa?'' Bima ikut berjongkok dan ia khawatir.


''Haaaa, ketangkap kamu suami sekarang, rasakan ini Sudah berani meremas ku.'' Nayna mencubit gemas pinggang Bima.


''Yang ah sudah sakit.'' Bima mengaduh


Bima keluar dari kamar mandi, wanginya menyeruak tercium aroma khas Bima saat keluar dari kamar mandi ini .


''Suami.''


''Iya ada apa istri ?'' Nayna mendekati Bima


''Suami kok kamu kalau habis mandi, suka wangi sekali sih. Sebenarnya kamu pakai apa? Apa kamu sengaja menghamburkan sabun mandi, agar para wanita terpikat padamu hm?'' tuduh Nayna sambil mendekati dan semakin dekat, kini Nayna berdiri tepat di depan Bima yang gagah Tampan ini.


''Iya juga sih, tapi entah lah aku merasa gak mau ada orang lain lagi, yang mencium wangi dirimu ini.'' pagi ini Nayna jadi sedikit Manja pada Bima.


Bima menarik dagu Nayna dengan jari hingga kini Nayna menatap Bima mendongak pada Bima.


''Apa kau mulai takut kehilangan ku sayang ?'' ucap Bima tepat di area bibir Nayna


''Kenapa harus di pertanyaan, ya sudah jelas dan pasti dong aku akan takut kehilangan kamu. Kamu kan sudah jadi suami ku, mana mungkin aku biasa-biasa saja.'' balas Nayna


Bima langsung tersenyum sumringah. ''Ohh istriku, thanks you. Aku mencintaimu.'' ucap Bima tapi Nayna hanya diam.


Bima menatap Nayna, ''Kok gak di jawab sih Bun.'' Bima merasakan Nayna belum pernah mengatakan ia mencintai Bima.


''E-eh gimana.''


''I love you.'' ulang Bima


''Kau tak mencintaiku Bun ?''


''Ya a-aku aku ... tentu sama''


''Apa?''

__ADS_1


'Iya itu.''


''Hm apa, yang jelas.''


''Aku mencintaimu juga.'' Nayna berbisik.


''Ahhhh Bima.''


''Akan ku buat kau selalu menjerit sambil menyebut nama ku sayang, istriku.''


''Ohhh Bim, Ahhhh ahhh Bim . mmmmhhhh.''


Mmuuahhhh ...


Jadwal yang seharusnya sudah kembali ke rumah tapi harus tertunda karena Bima masih betah mengajak Nayna di hotel ini.


Benar-benar pacaran setelah menikah, sampai puas!


***


Seorang wanita,baru pulang dari pasar dengan terpaksa dia pergi ke pasar, karena di suruh paman nya ini untuk membeli sesuatu, membantu bibi nya wanita ini.


''Sialan ya Paman, gue ini lagi hamil besar, gue kesusahan berjalan gini malah di suruh ke pasar yang bau itu. Oh tidak paman, awas nanti gue adukan pada Papi.'' wanita itu sepanjang perjalanan mengumpat.


''Papi, hikkss sialan bahkan Papi yang udah ngusir gue kesini. Papi yang lebih jahat dari mereka itu. Pi, lihat ini anak mu sekarang sudah tersiksa. Aaaaa.'' Calista bagai orang gila di pinggir jalan membawa belanjaan sambil teriak-teriak tanpa malu lagi,.


Calista TERUS berjalan untuk menunju tempat angkot atau tukang ojek untuk nya pulang.


''Gue ngerasa aneh deh, Papi kan kaya raya sekali banyak duit, kendaraan, perusahaan. Tapi Paman, dia adik Papi kok miskin bahkan paman gak punya mobil satu saja, untuk gue pergi ke pasar seperti ini. Memang ini menyebalkan, dan sungguh sial hari ini.'' Calista terus menggerutu, dan ia dengan sengaja menendang botol yang akan ia lewati saat ini.


''Sungguh sialan Lo semua ... '' teriaknya dan menendang botol masih ada isinya.


Tuuiiiinnngggg Bugh.


''Aww, apa ini, hei siapa yang sudah melemparkan ini padaku?'' teriakan seorang pria menghentikan langkah Calista.


Calista menatap pada orang itu, yang lagi celingukan mencari pelaku nya .


''I-itu seperti botol yang tadi ku tendang, haaa ... astaga tidak, gue harus kabur nih .''


''Hei wanita, berhenti!'' sayang Calista ketahuan.


''Tidak gue gak salah kok.'' Calista ini tak tahu malu dan cuek begitu saja, tanpa rasaa bersalah. Padahal air dalam botol itu terkena wajah juga baju nya si pria.


''Ya Tuhan, sombong sekali ini perempuan.'' pria itu terkejut ketika Calista akan pergi begitu saja padahal di sana tak ada orang lain lagi selain mereka berdua.


Calista sudah akan pergi, buru-buru pria itu mengejarnya. ''Tunggu dulu Nona, Anda ini jangan lari begitu saja, tanggung jawab nih. Air dalam botol itu mengenai wajah saya.'' ucap si pria sambil menahan lengan Calista.


''Hei singkirkan tangan kamu, ihh jorok.''

__ADS_1


Sayang sekali, wajahnya yang cantik dan putih bersih bule, tapi kelakuan juga ucapannya tak seputih orangnya. batin pria ini menyayangkan.


__ADS_2