Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Bertemu seseorang di rumah sakit.


__ADS_3

Saat sedang membicarakan tentang Calista tiba-tiba Nayna merasakan mual dan ingin muntah. ''Hoekk hoekk.'' Nayna menutup mulutnya dengan tangan


''Sayang kenapa ?'' Bima panik


''Nay kamu kenapa ?'' bibi juga ikut cemas


''Aku ke toilet dulu.'' pamit Nayna dengan masih menahan mual yang begitu tidak enak di rasakan nya


''Bim, ayo ikuti Nayna.'' perintah Mama Ayyu


''Iya Ma, aku ke sana dulu.'' Bima pun mengikuti Nayna karena memang dia sangat takut Nayna kenapa-kenapa.


''Hoekk hooekkk.'' setelah sampai di toilet segera Nayna memuntahkan isi dalam perutnya itu, Nayna terus memuntahkan.


''Bun kamu kenapa, kamu muntah Bun ?'' Bima semakin takut saja


''Yah kenapa kesini, jijik Yah udah kamu keluar.'' Nayna merasa tak enak muntah di hadapan Bima dan meminta Bima untuk pergi.


''Kamu ini, Aku gak akan pergi lagian sama isteri sendiri gak perlu jijik.. Kamu sakit Bun ?'' Bima memijat tengkuknya Nayna agar merasa enak kan Nayna masih saja muntah-muntah.


''Aku pusing.'' lirih Nayna kini setelah membasuh bibirnya dari bekas muntahan dan badannya jadi panas dingin akibat dia muntah-muntah itu.


''Aku rasaa kamu sedang tidak baik-baik saja Bun, aayo ku bantu.'' belum sempat Nayna melangkah wanita itu sudah jatuh pingsan. Sebelum ambruk untunglah Bima sigap menangkap tubuh Nayna dan menggendong nya menunju kamar pengantin mereka.


''Bun, astaga dia pingsan.''


Mama dan bibi Sri pun mereka langsung ke kamar hotel ini, karena tadi mendengar kabar Nayna pingsan si kembar bahkan mereka juga cemas sehingga menangis ketakutan terjadi sesuatu pada Bunda mereka.


''Bim Nayna kenapa ini?'' tanya Mama


''Iya Bim Apa untuk terjadi ?'' sahut bibi


''Bunda bangun Bunda, huhuhu.'' Cilla menggoyangkan tangannya Nayna yang memejamkan matanya itu .


''Bunda, huhuuhu bangun Bun. Cilla takut Bun.'' Cilla menangis dalam dekapannya Nayna


''Sayang ayo bangun, lihat anak-anak kita mencemaskan mu.'' Bima berbisik


Mama tadi mengubungi Dokter keluarga kini untunglah dokter itu sudah datang .


''Permisi.'' ucap dokter muda dan tampan sudah datang


''Dokter Putra, silahkan masuk Dok. Tolong periksakan menantu Tante.'' ucap Mama Ayyu


Dan dokter Putra ini anaknya dari teman Mama Ayyu.


''Oh baik Tan, maaf tolong sedikit menjauh agar saya bisa memeriksa kondisinya.'' ucap dokter bahkan sangat sopan.


Bima masih bergeming, lalu menatap Mama Ayyu ''Ma, apa gak ada dokter lain gitu.?'' sungutnya


''Bim kenapa memangnya ?'' Mama kebingungan


''Ya aku gak suka ma, Nayna di periksa oleh dokter laki-laki.'' ungkapnya


''Ya ampun Bim, di saat seperti ini jangan ribut lah.'' Mama jadi kesal


''Tapi ma, kan ada dokter lain.'' kukuhnya


''Bimaz untuk saat ini seperti sekarang ini pinggirkan dulu rasaa cemburu mu Bim.. Ingat itu Nayna butuh pertolongan.'' nasehat bibi

__ADS_1


''Hah iya dengarkan itu kata Bibi mu .'' timpal Mama Ayyu


Si dokter tampan langsung tersenyum sambil geleng-geleng, ''Ini saya sudah boleh memberikan apa belum ?'' ucapnya dokter Putra sambil meminta persetujuan Bima


''Yasudah.'' jawab Bima singkat tak ada ramahnya.


Kemudian si dokter melakukan tugasnya, memeriksa denyut nadi, lalu denyut jantung dengan menaruh alat di atas dada Nayna.


Bima melotot dan ingin protes tapi segera Mama mencegah dengan tatapan tajam memperingati Bima anaknya ini. ''Biarkan dokter melakukan tugasnya.'' bisik Mama Ayyu


''Saya Sudah selesai memeriksa kondisi Nyonya Nayna.'' ucap dokter kemudian memasukkan kembali alat-alat yang tadi di gunakan.


''Bagaimana keadaan nya Nayna Dok, kenapa bisa muntah-muntah ?'' bibi segera bertanya


''Setelah saya memeriksa tidak ada hal yang serius pada Nona ini, hanya menurut saya sepertinya Nona ini muntah-muntah karena sesuatu hal, dan itu bisa di lakukan dengan melakukan tespeck. Oh ya kapan terakhir kali istrimu datang bulan ?'' dokter bertanya pada Bima


''Eee ... Sepertinya sudah lama tidak datang bulan deh. Lalu kenapa menanyakan itu?'' Bima memicingkan mata.


Si Dokter menjabat tangan Bima, ''Selamat kemungkinan istrimu sedang hamil.''


''A-apa? Be- benarkah?''


Bibi dan Mama Ayyu saling pandang lalu tersenyum bahagia keduanya.


''Ya saya kira istrimu ini lagi hamil. Tapi sebaiknya dilakukan tespeck terlebih dahulu dan lakukan USG.'' suruh dokter Putra.


''Oh syukurlah, Bun makasih banyak.'' Bima langsung menciumi tangan Nayna dan memeluk Nayna di hadapan semuanya ini karena Bima sangat-sangat bahagia dan masa bodoh bila di bilang lebay oleh orang lain. Yang pasti Bima begitu senang juga bersyukur.


''Uhhh Bim, kau mau membunuhku.'' pekik Nayna merasa sesak


''Sorry sayang, habis aku bahagia.'' Bima mencium bibir Nayna secara refleks


''Bim.''


Selamat, untuk Bima Satria Sanjaya Dan Nayna Naima Aisyah. Di hari pernikahan kalian yang sah Dimata agama juga negara, kini bertambah kebahagiaan kalian dengan kehadiran anak baru dalam hidup kalian ... .


**


Calista tidak bisa berjalan dia begitu shock sehingga kini Reyhan yang mengendong Juna dan satu tangan mendekap erat tubuh Calista yang rapuh.


''Rey, a-aku takut Juna kenapa-kenapa Rey..Aku gak bisa.'' dalam tangisnya Calista mengucapkan ketakutan nya.


''Tenanglah Nona, kau harus kuat untuk Juna.'' Reyhan menepuk-nepuk pundak Calista agar wanita itu kuat


''Rey, aku gak mau kehilangan Juna ku , huhuhu.''


''Ku mohon kau tenanglah kan dirimu,''


Reyhan cepat-cepat membawa Juna ke ruangan untuk di periksa setelah tadi di bantu perawat. ''Dok tolong periksa Arjuna.'' pinta Reyhan


''Baik pak, dan tolong tunggu di luar ya Bu, Pak.'' ucap dokter


''Aku gak mau, aku ingin lihat Juna ku.'' kukuh Calista


''Tolong kerja samanya ya Bu. Agar saya dapat memeriksa dengan teliti.''


''Sudah ayo kita tunggu di luar.'' Rey memegang pundak Calista dan akan mengajak keluar


''Tapi aku gak mau Rey.''

__ADS_1


''Menurut lah nona.'' bentak Reyhan dengan membawa paksa.


Dokter pun melakukan tugasnya, dan Calista kini dia tidak tenang mondar-mandir di luar ruangan.


''Tolong berhenti untuk mondar-mandir kaya setrikaan begitu, saya capek melihat mu. Apa kau gak pusing ?'' omel Reyhan dengan bermaksud niat menyuruh agar Calista diam.


''Ya kau memang mudah berkata seperti itu, karena kau gak bisa merasakan kesakitan ku melihat anakku mimisan berdarah. Gampang sekali kau mengatai ku seperti ini, kamu memang gak akan pernah merasakan nya karena aku ini ibunya, kau bukan siapa-siapa nya Juna. Tapi aku takut Juna ku kenapa-napa.'' Calista terbawa emosi dengan ucapan Reyhan tadi.


''Memang benar Aku ini bukan siapa-siapa Juna, ya aku pun sadar akan hal itu. Tapi asal kau tahu aku ini juga sayang padanya, pada Juna aku menyayangi nya melebihi diriku sendiri. Dengarkan ini kalau aku gak sayang pada anakmu.. Mungkin aku gak akan Sudi untuk membawanya kesini bersama mu, tapi ini karena aku perduli sama Juna, dan karena aku gak mau kamu ikut sakit.'' balas Juna kini membuka isi pikiran Calista.


''M-maafkan Aku, aku emosi dan aku lagi kebingungan dengan kondisi Juna.'' lirih Calista dia merasa bersalah Calista menunduk selagi meminta maaf.


Wanita sombong, angkuh, judes dan besar kepala itu kini dia, menunduk rapuh, tidak ada lagi ke pongah han nya Calista bila menyangkut anak semata wayangnya yang kini Calista punya hanya Juna.


''Sudahlah sebaiknya kau duduk dan istirahat, kau butuh tenaga untuk menjaga anakmu.'' ucap bijak Reyhan tidak marah lagi kini membawa Calista duduk di kursi yang tersedia.


''Terima kasih.'' ucap tulus Calista


''Hmm.'' hanya itu jawaban Rey


''K-kau masih marah ?'' Calista bertanya


''Tidak.'' masih jawab singkat


''Kenapa jawaban mu singkat terus sih ?''


''Aku capek.''


''Yaudah sana pulang.'' usirnya mengira karena jagain Arjuna Reyhan capek.


''Oh begitu, baru saja berterima kasih.'' sindir Rey


''Ya kamu bilang capek kan?''


''Benar aku memang capek karena berdebat dengan mu terus.'' kata Reyhan


''Sama karena jagain anakku kali.''


''Ini gak ada hubungan nya sama Arjuna.'' balas Rey


''Yaudahlah.'' Calista beranjak


''Kau mau kemana ?'' tanya Rey


''Mau ke toilet, Napa mau ikut juga?''


Rey menggeleng, dan Calista pun berlalu. Tapi dengan bibir terangkat. Terima kasih Reyhan, kau begitu baik pada anakku. Dan maaf aku memang egois tidak bisa menahan emosi ku. batin Calista


Beberapa saat kemudian...


Calista sudah selesai ke toilet nya kini wanita itu pun akan kembali ke ruangan Arjuna. Namun sebelum sampai Calista harus melewati dulu ruangan kandungan, begitu yang tertulis.


Calista berjalan sambil memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas, hingga dia tak sengaja bertabrakan dengan Seseorang pria yang baru keluar dari ruangan kandungan itu.


Brukkkk


"Aaww" Calista memekik kaget karena bertabrakan


"Uhh sorr-rry, kau ... '' ucap pria itu terkejut melihat Calista yang ia tabrak itu.

__ADS_1


''K-kamu, Jo.'' balas Calista tak kalah terkejutnya.


Tatapan mereka bertemu dengan tatapan Calista yang berubah nyalang. Apalagi Calista melihat ada satu wanita yang keadaan hamil.


__ADS_2