Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Semakin dekat


__ADS_3

Andinie adalah sekertaris nya Cillo di perusahaan Abadi jaya group, milik Bima yang dikelola oleh Cillo dan Cilla.


Saat itu Andinie tengah ketakutan dia berlari kabur dari kejaran Ayahnya yang ingin merampas uang untuk pengobatan ibunya, memang kelakuan Ayahnya selalu seperti itu tukang judi dan main perempuan.


Dan ketika Andinie tengah sembunyikan justru ia dikejutkan dengan seseorang yang datang tiba-tiba sambil berdehem. ''Hkkmm.''


''Aaaah.'' pekik Andinie ia kaget takutnya itu ayahnya menangkap nya


''Kamu kenapa?'' tanya pria itu ikut kaget dengan reaksi Andinie yang nampak ketakutan


Andinie mengenal suara itu dia pun cepat menatap orang tersebut dan syukurlah itu bukan ayahnya.


''Hei, kamu kenapa ? Ketakutan gitu dan kamu sedang apa disini?'' tanyanya lagi melihat sekitar


''I-itu Pak, a-aku ...'' Andinie bingung ia harus menjawab apa karena dia tidak mau bos nya tahu dengan keadaan dia di rumah yang berantakan.


''Kamu terlihat panik sekali Din, apa kamu di kejar maling? Preman kah?''


''T-tidak kok Pak, tadi itu disana aku lihat setan.''


''Apa setan? Yang benar saja,'' Cillo nampak tidak percaya


''Iya setan.'' ucap Andinie pelan dia pun merasa aneh kenapa harus menjawab seperti itu.


''Lalu sedang apa disini sendirian lagi kamu ? Oh ya itu seperti kertas uang yang tadi siang kan?'' tebak Cillo sambil menuju yang di pegang sekertaris nya ini


''Oh ini .'' Andinie lupa menyembunyikan uang nya


''Apa ada rampok atau gimana sih Din, kamu terlihat ketakutan gini dan kamu juga bawa-bawa uang itu mau kemana ? Oh apa mau ke rumah sakit ?'' kali ini Cillo terlihat banyak tanya ini membuat Andinie cukup risih karena biasanya Cillo yaitu Bos nya terkadang jarang bicara.


''Iya benar saya mau ke rumah sakit.'' lebih baik Andinie mengiyakan agar tidak lagi bertanya lain hak bos nya ini


''Kenapa malam-malam begini Din, bukankah katamu tadi operasi nya besok ya?''


''Ya tidak ada salahnya kan Pak, saya mengantar uang ini sekarang agar saya tenang.''


''Oh ya benar juga sih, kamu naik apa ? Mana mobil mu?'' Cillo celingukan

__ADS_1


''Mobil, em saya --''


''Andinie dimana kamu hah?''


''Kesini kamu.''


''Kemarikan uang itu Dinie.''


Andinie langsung panik dan Cillo nampak semakin bingung


''Siapa itu yang manggil namamu Din ?''


''Ah pak permisi saya harus pergi.'' Andinie panik dan ia langsung mau pergi


''Tunggu ayo kamu ikut dengan saya, sepertinya orang itu semakin mendekat.'' tiba-tiba Cillo menarik tangan Andinie dan membawanya menuju mobil miliknya.


Bapak Andinie rupanya melihat anaknya kabur dengan seorang pria ber jas. ''Heh tunggu kamu Andinie, jangan kabur kamu.''


''anak kurang ajar, kembalikan uang itu.'' teriak bapak Andinie.


''Sial, siapa pria yang bersama si Dinie ya, hm sepertinya orang kaya.'' tebak bapak Andinie lalu tersenyum misterius.


''Nih kamu minum dulu agar tenang.'' Cillo menyodorkan air pada sekertaris nya


''Terima kasih Pak.'' ucap Andinie pelan lalu ia berpikir kenapa bisa terjadi seperti ini dan Bos nya kenapa harus melihat kejadian ini.


''You Ok ?'' Cillo nampak khawatir pada Andinie


''Hm ya.''


''Maaf tapi yang tadi itu siapa Andinie ?'' Cillo sungguh penasaran


''Em pak, itu .... bapak saya.'' jawab Andinie lirih


''Bapak mu? Bapak kandung mu begitu? Lalu mau apa tadi bapakmu mengejar kamu kaya gitu ? Oh sorry kalau saya banyak tanya.''


''Sebenarnya tadi itu bapak saya mengincar uang ini Pak, jadi saya melarikan diri.'' jawab Andinie

__ADS_1


''Untuk apa bapakmu uang itu, apa tidak tahu kalau akan kamu gunakan untuk pengobatan ibumu ?'' Cillo jadi bingung sendiri


''Memang begitu kelakuannya bapak saya, dia suka mengambil paksa uang saya juga uang ibu untuk dia pakai judi,'' jelas Andinie dengan terdengar Isak tangis


Cillo langsung menghentikan laju mobilnya ketika mendengar sekertaris nya menangis


''Andinie saya minta maaf, kalau sudah membuat mu sedih saya gak bermaksud --''


''Tidak apa-apa Pak, anda tidak salah.'' potong Andinie


''Kamu yang sabar ya, lalu sekarang kamu akan kemaba biar saya antarkan.'' tanya Cillo


''Saya tidak tahu saya bingung entah harus kemana, karena saya tidak mungkin pergi ke rumah lagi.'' ucap Andinie kebingungan wanita itu menunduk sedih


Cillo pun berpikir memang bukan hal yang benar bila sekarang ini Andinie ke rumahnya sementara uang itu masih diincar ayahnya wanita itu, tapi Cillo juga bingung dia harus melakukan apa dan membawa Andinie kemana.


''Em pak, saya turun disini saja ya.'' tiba-tiba ucap Andinie ketika mereka hanya diam beberapa saat tadi


''Tapi kamu akan kemana?''


''Saya belum tahu, tapi sebaiknya saya turun disini dan terimakasih banyak Pak.''


Saat Andinie akan keluar dia akan membuka pintu mobil tiba-tiba tangannya di tahan Chillo


''Pak?'' wajah Andinie penuh tanya


''Kamu ikut dengan saya.'' putus Chillo


''Eh ke-kemana Pak?'' Andinie merasa was-was


''Saya ada tempat untuk mu malam ini yang pasti itu akan aman untuk kamu.''


'Tapii pak--''


''Gak usah takut saya tidak akan beraniat buruk.'' jelas Chillo menegaskan.


''Terima kasih banyak pak Chillo.''

__ADS_1


''Hm sama-sama Dien.''


Kemudian dari sejak itu lah cinta mulai tumbuh di dalam hatinya salah satu dari mereka.


__ADS_2