
Calista sudah ketahuan dirinya hami anaknya Jonathan kekasih Calista sendiri, yang kini Jo kabur begitu saja setelah melakukan enak-enak bersama Calista.
Tentu hal ini membuat Papi Calista marah besar. ''Dasar anak kurang ajar, untuk apa kau sekolah tinggi tinggi. Bila hasilnya seperti ini, memalukan saya.'' umpat Papi nya dengan marah besar dan sudah di buat malu oleh Calista.
''Huhuu, Papi maafkan Lista Pi, Lista salah .'' Calista meraung meminta maaf
''Kamu ini punya otak tidak, sampai mau di injak-injak harga diri oleh pria brengsek itu, seangkatan yang baik malah kau tinggalkan dan kau hina, padahal lihat sekarang, Bima dia sudah sembuh tapi kau malah hamil anak orang. Benar-benar memalukan dan menjijikkan dirimu ini. Saya sudah tidak Sudi menjadikan mu anak saya.'' ucap Papi Calista kembali
''Pi, Lista ngaku Lista salah tolong maafkan Lista Papi.'' Calista bersujud di kaki ayahnya.
''Pergi dari hadapan ku, pengawal Cepat bawa wanita ini dan bawa dia ke kota xx sekalian. Biar dia hidup di kampung dan mikir bagaimana susah nya menjadi manusia, dan bagaimana nantinya dia akan bisa bersyukur. Calista kamu harus saya serahkan pada saudara saya, agar dia dapat mendidik mu membuat mu disiplin. Saya tak Sudi menampung lagi anak tidak tahu malu seperti mu ini.'' keputusan Papi Calista ini akan mengirim Calista ke kampung tempat adik Papi nya berada, yang tempat nya jauh dari pergaulan bebas, karena hanya pada di sibukkan dengan bekerja dan bekerja.
''Tidak Papi, Calista gak mau pergi Pi, jangan Pi, gak mau .'' Calista pun di seret hari itu juga oleh pengawal Papi nya atau ajudannya. Dan Calista akan dikirim di kampung kota hujan.
Padahal kota ini terdapat puncak yang indah, tempat orang-orang berkunjung kala berlibur. Namun yang Calista singgahi ini adalah bagian kampus nya.
Kehamilan Calista sudah memasuki bulan ke sembilan, tinggal menunggu hari berojol nya .
''Teh, kamu ini kenapa bisa melakukan hal itu. Kamu bisa tersesat ke arah sana teh.'' ucap bibi istri dari adik kandung Papi Calista alias bibi ipar.
''Bi diam lah, aku kesini itu bukan ingin mendapatkan hinaan dari bibi.'' ucap Calista cetus
''Calista jaga bicaramu itu, dia adalah bibi mu.'' Paman Sam membentak Calista atas sikap wanita ini yang tak sopan.
''Maaf kan Bibi atuh nya Teh, Bibi teh tidak bermaksud untuk hina Teteh enggak, tapi Bibi ingin Teh Calista sadar akan perbuatan Teteh ini.'' ucap Bibi merasa sayang sekali perempuan cantik ponakan nya ini malah seperti itu.
''Itu urusan ku, gak ada urusannya sama Bibi. Jadi diam saja.'' Calista masih tak terima
''Sekarang ini akan menjadi urusan kami juga Calista. Apa kamu lupa, kau akan tinggal di sini bersama kami sampai kau bisa sadar dan menghargai orang.'' sahut Paman.
''Aku gak akan betah, bila hidup bersama orang yang banyak bicara seperti ini .'' ucapnya masih arogan
''Iya sudah, bibi tidak akan lagi bertanya-tanya Teh. Bila era bikin Teteh Calista teu enak.'' ucap Bibi asli Sunda
''Ya itu lebih bagus.'' balas Calista kemudian berlalu pergi ke kamar nya di rumah ini
'Aaaaa, kamar apaan ini. Gerah ... gak ada AC nya.'' Calista mengumpat
''Pak, eta ku naon si Teteh?'' bibi kaget ketika Calista berteriak saat memasuki kamar.
''Sudah biarkan saja Bu, mungkin dia belum terbiasa.'' balas Paman
''Pak Sebenarnya aku teh tulus merasa kasian pada Si neng, kenapa bisa ya pak. Padahal dia teh cantik punya kulit yang putih, bersih, sangat di sayangkan.'' ujar Bibi
''Iya Bapak juga awalnya merasa terkejut Bu gak nyangka kitu, tapi ini akan menjadi tugas kita Bu. Semoga kita dapat menjaga amanah dari Kakak.'' ucap Paman
__ADS_1
''Iy pak.''
***
Bibi Sri, Nayna dan Bima lagi sarapan pagi bersama.
''Nak Bima, terima kasih ya sudah mau datang kesini membawa Nayna jenguk Bibi.'' ucap bibi
''Iya bi, sama-sama. Saya senang kok bisa bersama Nayna.'' ujar Bima mengejutkan
''Oh iya sudah pasti senang, orang kalian kan masih pengantin baru.'' gumam Bibi begitu pelan dan jadi ingat lagi dengan yang bibi dengarkan semalam tadi.
''Apa Bi,?'' samar-samar Nayna mendengar gumaman bibi tapi tidak terlalu jelas
''Eh tidak ada apa-apa Nay, ayo makan yang banyak Nayna agar kamu gendut.'' celetuk bibi
''Bibi, emang aku ini peot ya bi?'' Nayna cemberut
''Hehe gak juga kok Nay, bukan begitu kok Nay. Ya bibi kasih tau padamu pria itu suka dengan wanita yang lebih berisi Nay yang padat gitu Nay .'' bisik Bibi tapi masih bisa didengar oleh Bima. Dan memang bibi sengaja
''Uhukkk'' ada yang keselek makanan nya kan
'Suami hati-hati dong ah.'' Nayna memberikan minum kemudian,
''E-eh gak tau aku sayang.'' Bima mengelak padahal kayaknya bagus juga ide bibi.
Nayna mencebik-kan bibirnya merasa tak puas dengan jawabannya Bima ini.
Sehabis makan tadi Nayna pun membereskan piring bekas mereka makan tadi.
''Nay, kamu pasti capek sudah biar Bibi yang kerjakan ini.'' ucap bibi menghampiri ke dapur
''Tidak kok bi, Nay gak capek bibi istirahat lagi saja.'' balas Nayna
''Bibi sudah istirahat nya Nay, bibi ingin berjalan-jalan lalu lihat kamu di sini.''
''Hehe iya bi, kalau bosan ya bibi berjalan-jalan.''
''Kapan kalian kembali ke kota Nay, gak apa-apa bila mau sekarang juga ke sana, Bibi sudah sembuh kok.
''Iya gak tau Bi, Bima belum membicarakan ini.''
''Oh ya Nay, maaf ini Bibi harus katakan ini pada kamu, semalam Bibi gak sengaja dengar suara-suara--''
''S-suara suara a-apa Bi?'' Nayna panik
__ADS_1
''Ya suara orang sedang bersenggama.'' bisik Bibi
''A-apa bi, Bibi se-serius mendengar itu .'' duh Nayna jadi malu banget
''Iya Nay, bibi tidak masalah kok Nay. Tapi ini Bibi takutnya ada tetangga pada mendengar gitu loh Nay,
''Bi maafkan aku, Nay gak sadari itu.'' Nayna menunduk malu
''Gak apa Nay, Bibi ini juga pernah muda Nayna, bibi tahu dan dapat merasakan nya. Memang kalau sedang itu akan lupa segalanya.'' ucap bibi menggoda Nayna
''E-eh tidak seperti itu bi.'' apa iya Nayna jadi melupakan segalanya. Duhh malu sekali.
Sudah beberapa hari Nayna dan Bima berada di rumah Bibi, kini saatnya Bima mengajak kembali Nayna ke kota karena Bima masih banyak pekerjaan nya di kantor.
''Bi, ayo ikut ke kota bareng aku bi.'' ajak Nayna ketika berpamitan akan pulang lagi.
''Terima kasih Nayna, Bibi senang mendengarnya bibi berterima kasih padamu, tapi bibi gak mau Bebani kamu juga bibi sudah lebih baik sekarang, bibi udah sembuh kok Nay.''
''Bi, bibi gak Bebani aku kok bi.''
''Iya bibi ngerti, lain kali saja ya Nay insyaallah bibi kesana.''
''Ya baiklah Bi, kalau begitu Bibi hati-hati di rumah bibi selalu kabarin aku bila ada apa-apa.''
''Iya Nayna, kamu juga hati-hati sayang jagalah selalu rumah tangga kalian.'' bibi memeluk Nayna
''Bi, kami pulang dulu.'' Bima menyalami bibi
''Iya tolong jaga selalu putriku, Jangan buat dia menangis.'' pesan Bibi
''Siap bi, insyaallah Bima akan menjaga amanah bibi.''
''Bagus Bibi percaya dan bangga dengan mu.''
''Bi, dahhh.''
''Iya dahhhh Nayna, Bima hati-hati.''
''Iya bi, assalamualaikum.''
''Waalaikum salam sayang.''
Setelah ini, OTHOR mau bahas dulu kisah cinta Reyhan yang setelah patah hati di tinggal nikah oleh Nayna. Kira-kira apakah akan ada jodoh untuk Reyhan dan siapa kira-kira? Reyhan kukuh ingin mendapatkan Janda agar sepaket bila menikah nanti katanya.. Hmm siapa perempuan itu?! Simak si selanjutnya.
Ada yang bisa nebak gak?! 🤔🥰🥰
__ADS_1