Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Arjuna di culik


__ADS_3

Sebelum berangkat ke kota Nayna, Seperti biasa Rey akan menemui si jagoan Arjuna.


''Tumben pagi-pagi udah kesini.'' ucap Calista ketika membuka pintu


''Iya kan mau kangen kangenan dulu sama Juna sebelum Aku pergi.'' balas Rey


''Halo anak tampan, sudah wangi ya rupanya udah mandi ya.'' Rey pun mengendong Arjuna dan mengajak anak itu bermain di taman


''Aku bawa Juna ke depan ya.'' ijinnya dulu pada Ibu si anak


''Iya, sekalian bawa dia jemur Rey.''


''Ok ayo sayang kita berjemur agar sehat.'' ajak Rey dan pria itu berjalan keluar


''Tuh lihat matahari udah muncul, ini tandanya sehat untuk kita berjemur ya Arjuna.'' Rey pun tidak berhenti mengajak anak kekasihnya ini bercerita


''Oh ya Juna, kamu tahu tidak dulu juga Om suka loh kaya gini di ajak main, berjemur oleh Papi nya Om iya dulu sayang saat Om seumuran kamu ini.'' Rey menceritakan tentang dirinya saat dulu Papi nya bercerita Papi Rey suka mengajak Rey berjemur ketika masih kecil.


Arjuna akan tertawa saat Reyhan mengajak nya bicara apalagi ini tentang bercerita, anak kecil itu seperti mengerti saja dengan yang Rey bicarakan.


Saat sedang memangku Arjuna tidak sengaja Rey Seperti melihat ada sekelebat bayangan orang yang sedang memperhatikan nya dari balik pohon sampai rumah Bibi nya ini.


''Hei siapa disana?'' teriak Reyhan


''Siapa disana? ngapain Lo ngintip hah?'' Rey tidak salah lihat dia benar-benar melihat ada orang dari balik pohon juga dedaunan itu.


Karena saat Rey berteriak tadi ia pun melihat jelas orang tersebut langsung berlari pergi karena ketahuan oleh Reyhan.


''Rey, ada apa?'' Calista segera menghampiri Reyhan yang terdengar seperti memanggil seseorang


''Iya A kenapa tadi kaya berteriak gitu?'' sahut Bibi ikut bertanya


''Itu Bi, tadi aku melihat jelas di sana pohon itu kayanya ada yang lagi melihat ku duduk disini dengan Arjuna, dan saat aku berteriak memanggil nya dan akan melihat eh orang itu keburu kabur.'' jelas Reyhan


''Apa Rey, ada orang di mana?'' Calista terlihat panik


''Tadi sih di sana tapi sejarah kayaknya udah pergi deh, Nona kenapa kamu terlihat cemas begitu?'' tanya balik Rey


''Iya Teh, ada apa?'' Bibi ikut bertanya


''Oh itu tidak bukan apa-apa, ya aku takut saja ada orang jahat.'' jawab Calista dengan tersenyum agar dua orang yang ia cintai ini tidak curiga.


''Kamu gak ada sembunyikan apapun dari aku kan?'' ucap Rey masih curiga


Calista menggeleng, ''Gak ada Rey serius,'' jawabnya


Sebelum Reyhan pergi entah kenapa Reyhan merasakan kekasihnya ini seperti enggan ia tinggal.


''Sayang kamu kenapa?'' tanya Rey


Calista menggeleng

__ADS_1


''Kamu kaya gak rela banget aku pergi.'' ucap Rey lagi


''Gak ada Rey, aku tidak masalah kamu pergi kok toh kamu pergi juga karena urusan bukan karena ingin bertemu selingkuhan.'' balas Calista


''Tapi entah kenapa deh aku merasa kamu kaya aneh gini sayang, kalau kamu mau ikut ayo .'' ajak Rey biar ia tenang juga karena Rey Seperti mendadani gelisah


''Tidak ah Rey, biar aku disini sama Bibi lagian aku gak mau dengan kehadiran aku malah membuat keributan acara Bima.'' Calista sadar Bima masih marah padanya


''Yaudah kalau mau disini, tapi kamu harus selalu kabari aku ya apapun yang terjadi disini kita harus selalu memberi kabar.'' pesan Rey


''Iya pasti Reyhan, Aku akan selalu mengabari mu.''


Akhirnya waktu nya Reyhan untuk pergi.


''Arjuna jagoan Om, jangan rewel ya sayang jaga ibumu itu Om hanya pergi satu hari kok.'' ucap Rey pada Arjuna


''Nona, aku pergi ya kamu baik-baik disini jaga Juna dan jaga hatimu selalu.'' kini ucap Rey pada Calista


''Iya Rey, kamu juga jaga itu pandangan mu dari Nayna.'' balas Calista mengingatkan


''Oh tentunya dong lagian si Bima itu gak akan membuat celah untuk orang lain bisa menatap istrinya.'' kata Reyhan


''Hahaaa iya kamu benar.''


''Dahhh sayang.''


''Byyy Rey, hati-hati.''


''Iya muahhhh.'' Rey memberikan ciuman jarak jauh


''San, Teteh titip Arjuna dulu ya Teteh mau ke kamar mandi dulu nih.'' sore hari Calista butuh ke kamar mandi dan ia pun menitipkan Arjuna pada Sani sepupunya


''Oh iya kesini Teh Arjuna ayo sama onty.'' Sani pun menggendong Arjuna


Dan Calista cepat-cepat ia ke kamar mandi keburu Arjuna nangis .


Tak lama


Tok


tok


''Paket!'' terdengar suara seorang kurir dengan mengantarkan paket


''Eh siapa yang pesan paket ya.'' gumam Sani kebetulan itu bukan paket untuknya karena dia tidak merasa memesan


''Iya mas.'' Sani pun menghampiri kemudian bertanya pada kurir ''Cari siapa ya?''


''Mbak ini ada paket atas nama Nona Calista, apa benar ini rumah nya?'' ucap kurir


Sani mengangguk ''Oh baiklah mohon ini di terima ya Mbak, dan tanda tangan di sini.'' ucap kurir menyuruh Sani yang menerima barang yang katanya pesanan Calista.

__ADS_1


Sani tidak menaruh curiga sebelumnya pada kurir tersebut, dan menganggap pria itu jujur sebab tahu juga dengan Calista yang memang tinggal di rumah ini.


''Baik terima kasih mas, nanti saya kasih ke Teteh Calista.''


''Iya saya permisi.'' pamit kurir Sani juga balas dengan anggukan.


Dan Sani pun berbalik dengan menggendong bayi Arjuna karena menangis ia pun akan masuk rumah lagi tapi tanpa Sani ketahui rupanya kurir tadi belum benar-benar pergi.


Kurir Pria itu celingukan kemudian dengan gerak cepat dia membungkam mulut Sani dengan kain yang telah di semprotkan obat bius.


''Mmmmhhh mmmmmhh.'' Sani mencoba melawan tapi sayang tubuh Sani pun ambruk dan kurir tak membuang waktu dia langsung membawa pergi Arjuna.


Karena yang menjadi target utama adalah Arjuna harus dia bawa. Setelah berhasil membuat Sani pingsan yang tadi mengaku kurir langsung membawa lari Arjuna.


''San, Sani kamu dimana San?'' Calista sudah selesai dengan urusannya kemudian mencari keberadaan Sani juga Arjuna rumah jadi nampak sepi tidak ada Sani menyahut.


''Bi, lihat si Sani gak?'' Calista menghampiri Bibi yang sedang berbaring karena kebetulan Bibi sedang tidak enak badan.


''Bibi tidak melihat nya Teh, tapi tadi bibi kayak dengar dia berbicara dengan seseorang gitu di luar Teh.'' jawab Bibi


''Oh iya mungkin dia di luar, aku ke sana dulu bi.''


''Iya Teh.''


Dan saat Calista ingin memanggil Sani matanya langsung terbelalak kaget karena kedapatan Sani tengah tergeletak di teras depan.


''Sani kamu kenapa San?'' pekik Calista


''Sani ayo bangun.'' Calista sangat takut terjadi sesuatu pada Sani


''Arjuna mana Juna, Sani mana Arjuna ?'' Calista pun semakin ketakutan juga panik karena ia baru sadar Arjuna nya tidak ada.


''Arjuna di mana kamu Nak ?'' jerit Calista membuat tetangga pada datang


''Ada apa Neng ?''


''Kenapa Neng ?''


''Bu, anak saya hilang di culik Bu tolong.'' Calista takut Arjun di culik orang jahat


''Teh ada apa, ini Sani kenapa ?'' Bibi yang sakit tergopoh-gopoh menghampiri


''Bi, Arjuna hilang bi ini bagaimana aku takut bi.''


''Ya Allah Arjuna, siapa yang berani membawa Juna.'' bibi semakin lemah ketika mendengar cucu nya itu hilang.


''Arjuna.'' Calista menangis


Ting


Ponselnya berbunyi.

__ADS_1


[Arjuna bersama ku, kalau kau menginginkan nya. Maka cepat lah datang ke tempat ini.] tiba-tiba ada yang mengirimi nya pesan seperti itu dan mengancam akan menghabisi Arjuna kalau Calista datang dengan banyak orang alias harus datang seorang diri.


''Tidak ... Arjuna ku!'' tangis Calista semakin pilu dengan ketakutan luar biasa dan jatuh pingsan karena shock depan kata-kata akan menghabisi Arjuna nya.


__ADS_2