
Reyhan masih penasaran kenapa wanita asing itu busa berada di tempat atau rumah nya Tante Reyhan, kakak dari Papa nya Reyhan si juragan perkebunan teh di kota hujan ini .
''Sejak kapan saya punya saudara seperti itu, dan dia siapanya Om Sena ya?'' ucap Reyhan masih bertanya-tanya
Tante Reyhan ini rupanya menikah dengan Paman nya Calista, dan tadi Reyhan tak mau turun dari mobil karena dia merasa Om Sena juga Tante nya gak perlu tahu Reyhan pernah bertemu dengan wanita aneh tersebut.
Reyhan percaya percaya saja kalau Calista ini seorang janda, dan Reyhan tak mau lagi berurusan dengan Calista wanita sombong.
Sementara itu, Calista masuk ke rumah sang paman. ''Eh Teh Calista, dari mana Teh ?'' tanya adik sepupu Calista bernama Sani.
''Gak perlu tahu anak kecil mah, ayo sini mending bantu Kakak bawa nih belanjaan, duh capek banget tahu gak kamu, tadi Kakak belanja ke pasar tanpa ada motor apalagi mobil untuk kesana, Papa mu ini kejam tahu gak, ngebiiarin Kakak ke pasar padahal lagi hamil besar gini.''gerutu Calista mengeluarkan semua unek-unek nya pada adik sepupu nya ini.
''Ya usah sini Teh, biar Sani bawa ka dapur nya Teh, ieu Sani akan bawa air minum heula nya Teh,'' Sani mengambil belanjaan yang di bawa Calista lalu gadis itu pergi ke dapur dan akan membawakan minum untuk Calista yang pasti capek dan haus.
''Teh ini di minum dulu.'' ucap Sani sambil memberikan minum
'Apa gak ada air dingin gitu San, rasanya haus nih.'' pinta Calista
Sani menggeleng ''Maaf Teh tidak ada.'' jawabnya
''Hah ya sudahlah gak apa.'' glekkk glekk Calista karena capek dia pun meminum air nya hingga habis.
Suatu hari, Sani Merasa aneh karena dia belum pernah melihat suaminya Kakak sepupunya ini datang ke rumah nya, ya mungkin untuk menjenguk atau melihat kondisi sang Kakak. Maka Sani bertanya pada ibunya yaitu Rini, Tante Reyhan.
''Bu, Aku gak pernah melihat suami nya Teh Calista ini, Koo gak pernah ke rumah ya Bu ?'' tanya Sani
''Huss Nak, jangan keras-keras bicaranya gak baik membicarakan orang dewasa,'' tegur Rini ibunya Sani.
''Tapi Bu, tolong atuh di jawab dulu, ini Sani teh penasaran Bu. Sudah lama ini kan Teteh tinggal di sini tapi Aku teh tidak pernah nya Bu ninggali suami na si Teteh.'' Sani semakin penasaran
''Em itu Sani, ada atuh suaminya Teteh kamu ada, tapi dia teh lagi bekerja jauh Nak.''
''Jauh nya di mana eta Bu ?''
''Ya sepertinya teh di luar negeri mereun.''
''Oh luar negeri, iya Bu eta mah jauh atuh nya.'' kini Sani mulai mengerti
''Iya kamu sekarang sudah mengerti kan nya, jadi atos jangan menanyakan ini terus ya, nanti Teteh kamu bisa sedih.'' pesan ibunya Rini.
__ADS_1
''Iya Bu, Sani mengerti.''
Tanpa ada yang menyadari, rupanya tak sengaja Calista menguping pembicaraan Bibi nya dengan adik sepupunya ini.
Oh astaga, kenapa hari ini harus dua kali ya gue mendengar pertanyaan tentang status gue ini. Sebenarnya gue sudah panas nih kuping, lalu besok dan seterusnya akan gimana, gue gak sanggup bila mendengar dari mulut orang lain lagi. Ah sialan ini gara-gara cowok brengsek itu, awas Lo Jonathan. Gue begitu membenci Lo. Sangat benci. Calista marah dalam hati nya.
**
''Ayah, Ayah lihat ini. Adek buat kue untuk Ayah.'' anak perempuan ini dengan begitu heboh nya datang dari dapur lalu dia membawa sesuatu di atas piring plastik kecil lalu memberikan nya pada Bima.
''Adek buat itu kue?'' tanya Cillo seolah ragu
''Iya Abang, Cilla juga Mama buat ini .'' Jawabnya mengangguk lucu
''Oh buat cama Bunda.'' kini Cillo percaya kalau membuat nya bersama Nayna.
''Napa Bang ?'' Cilla tak mengerti
Cillo menggeleng saja.
''Ayah ayah, ini aaaaaa ...'' Cilla ingin menyuapi Bima kue yang katanya buatannya ini.
''Adek aaaaa ...'' Cilla sudah membuka mulutnya ingin juga disuapi oleh Cilla
Cilla langsung menggeleng dan ia cemberut sambil menyembunyikan kue nya ke belakang badan. ''Dak mau, ini tuh Ayah.'' kukuhnya hanya untuk Bima.
''Adek pelit.'' Cillo merengek ingin kue juga.
''Eh eh sudah kenapa pada ribut sudah nanti Ayah minta lagi pada Bunda mu.''
''Bun ... ini Cillo ingin kue juga.'' teriak Bima memberi tahu pada Nayna anaknya ingin kue.
''Iya iya tunggu, ini Bunda bawakan untuk semuanya, ayo ayo di makan ya.'' Nayna pun datang dengan kue yang ada lilinnya segala.
Bima langsung kaget terkejut karena ada lilin yang bertengger angka 30 Tahun, di atas kue. Bima menatap Nayna meminta penjelasan.
''Ayah Bima, Ayah nya Cilla dan Cillo. Selamat ulang tahun Yah, ayo kita nyanyi bareng-bareng ya.'' suruh Nayna kemudian semua menyanyikan lagu ulang tahun untuk Bima.
Ada Nayna, Mama Ayyu, dan juga Bibi tak lupa si kembar. Selamat ulang tahun ... Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Ayah Bima, selamat ulang tahun ...
__ADS_1
''Selamat Ulang tahun anakku.'' Mama menyuapi kue untuk Bima
''Terima kasih ma.''
''Ayah selamat ulang tahun.'' kini si kembar juga menyuapi Bima
''Terima kasih anak-anak.''
''Den selamat ulang tahun.''
''Iya makasih Bi.''
Nayna maju mendekati Bima, kemudian ia mengambil kue dan akan menyuapi Bima juga, ''Suami ku, Ayah anak-anak ku.. Yang Tampan dan gagah ini. Aku ucapkan selamat berulang tahun yang ke 30 Tahun ya, semoga kau panjang umur. Selalu dalam lindungannya, selalu bahagia dan selalu mencintai kami, sehat selalu suamiku.'' Nayna ingin menyuapi kue pada mulut Bima.
Tapi Bima mengalihkan tangan Nayna yang ingin menyuapi nya kini gantian Bima yang menyuruh Nayna untuk memakan kue itu, lewat tangan keduanya. Baru lah Bima memakan kue bekas gigitan Nayna. ''Hmmm ini lebih enak sayang.'' Bima sampai menikmati kue terakhir ini .
''Terima kasih ya semuanya sudah merayakan hari ulang tahun saya, padahal saya sendiri aja lupa tidak ingat hari lahir saya.'' semua terkekeh mendengarnyaa.
''Nay, Terima kasih kamu sudah ingat dengan hari spesial ini. Eh tapi kamu tahu dari siapa? Oh apa dari Mama ya?'' tebak Bima.
''Bim , apa kamu lupa, kamu ini memiliki saudara kembar. Yang sudah pasti aku akan tahu, karena dii hari ini juga mas Bimo, lahir ke dunia.'' lirih Nayna sambil menunduk.
''Sayang jangan bersedih lah, iya aku baru ingat hahaaa. Sungguh lucu ya kan anak-anak, Ayah mu ini lupa sama hari ulang tahun Ayah sendiri, Oh ya terima kasih banyak ya Cilla Cillo, sudah memberikan hari bahagia untuk Ayah ini .'' Bima ingin mengalihkan suasana.
''Iya Ayah.'' si kembar kompak.
''Jangan sedih sayang, ini kita harus merayakan nya ku mohon, tersenyum lah.'' bisik Bima
''Aku tidak sedih dengan itu, tapi aku sedih karena kamu yang lupa dengan hari jadi mu ini.'' ejek Nayna
''Hehhhee iya Aku memang lupa, Tapi sayang asal kamu tahu ini, Aku gak akan pernah lupa akan hal satu ini sayang, gak akan melupakan hari pertama juga tanggal pertama kita melakukan itu, malam pertama kita, loh sayang.'' bisik Bima
Nayna langsung melotot kaget.
''Aku akan ingat hari tanggal nya, agar nanti aku bisa mengulang di tahun yang akan datang, bahwa tanggal itu Aku sudah melepaskan keperjakaan ku padamu sayang.'' celetuk Bima.
''Bimaaaaaa!''
Mama Ayyu dan Bibi langsung tersenyum ikut bahagia melihat dua sejoli yang cocok itu..
__ADS_1