Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Reyhan penyelamat.


__ADS_3

Seorang pria tengah mengejar pria yang lagi berlari sambil membawa seorang anak yang sudah pasti itu adalah Arjuna.


''Hei berhenti.''


''Berhenti, mau kau bawa kemana anak itu?'' Rey terus berteriak dengan mengejar


Si ajudan menengok kebelakang, ''Sial kenapa bisa ke kejar.'' gumamnya si penjahat dan semakin cepat berlari nya.


''Stop! Ku bilang stop membawanya kabur!''


Hap


Reyhan bisa mengejar dan kini Reyhan menahan baju pria yang membawa kabur Arjuna. ''Kembalikan Arjuna!'' Rey menatap tajam


''Siapa kau? Jangan menghalau jalanku!'' ajudan menyingkirkan tangan Rey


''Berikan Juna pada-ku, kau siapa kenapa ingin membawa bayi itu pergi hah? Kemari kan!'' paksa Rey


''Oooeeekkk ooeekkkk.'' Arjuna menangis ketakutan


''Jangan ikut campur, biarkan aku bawa anak ini.'' si ajudan menendang Rey


Bughh


Lalu ajudan itu ingin lari lagi , ''Uhh, berhenti.''


Rey kini tidak bisa menahan amarah karena penjahat itu tidak bisa dengan cara baik-baik. ''Kemari kau, rasakan ini!''


bughh bughh!


Tanpa ba-bi-bu lagi Rey menghajar ajudan yang tega membawa Arjuna, padahal Sudah jelas anak itu sedang sakit.


Rey balas menonjok dan langsung merebut Arjuna dari tangan si ajudan.


''Kembalikan anak itu padaku, jangan ikut campur !'' teriak si ajudan kesakitan dan memaksa meminta kembali Arjuna.


''Kau cepat pergilah, dan jangan harap bisa merebut anak ini dari tangan ku. Karena sekarang tak akan ku biarkan kau membawa nya pergi lagi.'' ucap Rey menyuruh si ajudan untuk pergi


''Enak saja, gue gak akan pergi sebelum membawanya pergi juga. Cepat kebalikan anak itu!'' dan ajudan itu memaksa Rey memberikan Juna dan merampas lagi dengan paksa.


''Rasakan ini.'' Rey geram dan cepat menendang ************ si ajudan.


''Sialan!'' ajudan membalas akan menendang balik Rey


Tapi sebelum itu terjadi ponselnya si ajudan berdering dan tertera nama Bos !


[Halo bos!]


[Cepat pergi akan ada polisi mengejar mu!] perintah bos nya


[Apa, ah ya baiklah Bos !]


Tut


''Mau lari kemana kau?'' Rey menahan pria itu yang mau kabur


''Lepaskan sialan!'' bughh Rey di tonjok dan tidak bisa menghindar karena ia menggendong Juna.

__ADS_1


''Sial!'' Rey meringis


Tak lama kemudian, ada beberapa polisi datang dan terlambat ajudan itu sudah pergi.


''Di mana penculiknya ?'' tanya polisi


''Dia lari kesana Pak.'' beritahu Rey sambil menunjuk arah cilik itu kabur tadi.


''Baiklah biar kami mengejarnya !''


''Pak kenapa telat datangnya, hampir saja anak kecil ini di bawa pergi.'' omel Rey merasa kecewa karena polisi tak bisa menangkap penjahat itu. Tapi dia cukup lega karena Arjuna kini di tangannya.


''Iya maaf Mas, tapi kami berjanji akan menemukan penjahat nya!'' ucap polisi


''Bagus pak, dan semoga berhasil.''


''Baik kami permisi.'' polisi pun mengejar penjahat itu.


Sementara di tempat lain, Calista dia merasakan kembali sakit yang luar biasa. Saat dia menemukan bukti-bukti kalau dugaan nya benar bahwa Jonathan lah si biang kerok nya. Yang sudah merencanakan ini, menyuruh anak buahnya untuk membawa Arjuna !


''Kurang ajar kamu Jo ! Sebenarnya apa mau mu hah? Dulu kau tidak mengakui Juna ! Lalu sekarang kenapa malah ingin membawa Juna ku, sialan memang kau Jo ! Aku tidak akan memaafkan mu!'' ucap Calista penuh amarah.


''Aku akan membawa bukti ini, untuk sewaktu-waktu di butuhkan.'' Calista pun meminta salinan cctv ini.


Rey sudah kembali membawa Arjuna ke ruangan tempat tadi anak itu melakukan pengobatan. Dokter sudah memeriksa kondisi Arjuna tapi bocah itu masih merengek menangis tidak bisa tenang.


''Mas, ini kemana ibunya ya? Sepertinya anaknya ingin ASI.'' ucap suster pada Rey


''Oh iya, tunggu sus aku telepon dia dulu.'' Ucap Rey dan belum ia menelpon pintu ruangan terbuka. Dan datanglah Calista dengan keadaan kacau.


''Nona.'' panggil Rey


''Ini Juna Nona, dia baik-baik saja.'' balas Rey menunjuk Arjuna


''A-arjuna anak Mama.'' Calista berlari dan langsung mendekap tubuh Juna


''Sayang anak Mama, kamu baik-baik saja kan Nak ? Kamu gak ada yang sakit kan hm?'' tanya Calista begitu khawatir


''Nona , Juna baik-baik saja, dokter sudah memeriksa nya tadi. Tapi dia butuh asi mu.'' ucap Rey


''Benar nyonya, anaknya segera berikan Asi. Agar tidak dehidrasi Nyonya.'' sahut suster yang masih di sana.


''Iya.'' Calista mengangguk lalu menatap Rey, Rey yang tahu arti tatapan Calista pun dia langsung berlalu pergi dan membiarkan anak itu mendapatkan ASI nya. Di ikuti suster mereka keluar meninggalkan Calista.


''Syukurlah Juna, kamu tidak kenapa-kenapa sayang. Mama begitu mencemaskan mu sayang, jagoan Mama maafkan Mama ya. Mama gak bisa jagain kamu, hikksss Mama yang salah Nak, Mama begitu teledor.'' Calista menangis dalam dekapannya Arjuna dia merasa kali ini ia sudah gagal menjaga putranya itu.


Arjuna hanya melihat wajah sang Mama dengan bibir yang menyedot ASI nya. Ketika dalam dekapannya ibunya anak itu akan tenang. Juna sudah mulai tahu dengan orang-orang yang ada di sekitarnya, sehingga ketika Juna di bawa pergi orang asing dia akan ketakutan. Apa lagi bila di bawa dengan berlarian, tentu semua anak juga akan takut.


Dua jam kemudian..


Rey masih menunggu di luar, sementara kini Calista sudah beres menyusui Arjuna. Bahkan Calista ikut tertidur dengan posisi duduk sambil mendekap Juna di pangkuannya.


Rey pikir mungkin Calista sudah beres dengan menyusui nya, karena sudah dua jam berlalu maka Rey pun mengetuk pintu Sebelum masuk.


Tok


Tok

__ADS_1


''Nona, saya boleh masuk kan?'' ucap Rey


Tok


Tok


''Nona, ini saya masuk ya!''


Masih belum ada Jawabannya.


''Ah mungkin dia sedang di kamar mandi.'' tebak Rey


Maka tak berpikir lagi, Rey pun membuka pintu ruangan Arjuna. Rey menengokan kepalanya ke dalam dan ia melihat rupanya Calista lagi duduk sambil membawa Arjuna di pangkuannya..Dan posisi Calista membelakangi arah pintu.


''Nona!'' Rey memanggil dan semakin dekat


Saat sudah dekat Rey melihat Calista tertidur tapi ada yang membuat matanya terbelalak lebar..


''Hah, astaga Nona!''


glekkk


Rey menelan ludah kasar.


''Ya Tuhan!'' Rey menutup mulutnya lalu ia berbalik badan dari melihat Calista.


''Maaf nona aku tidak sengaja.'' gumam Rey kaget karena Calista ketiduran dengan posisi buah gunung milik Calista masih keluar habis menyusui Arjuna, dan terlihat oleh Reyhan barusan. Dan itu tidak sengaja Reyhan melihatnya.


''Aku tidak sengaja melihat nya kok, jadi ini bukan salahku.'' cicit Rey dan ia berbalik akan pergi keluar namun baru dua langkah Rey akan keluar ia di kagetkan dengan teriakan Seseorang.


''Rey!'' suara Calista berteriak


''I-iya Nona?'' dengan ragu Rey berbalik dan hati-hati takutnya Calista masih di posisi seperti tadi.


''Kamu ngapain di sana?'' tanya Calista


''I-itu a-anu nona, saya ... saya!'' Rey gugup hingga kesusahan bicara.


''Rey jawab kamu lagi apa? Rey apa kamu ... lihat tadi itu tidak?'' tanya Calista dengan suara pelan dia cukup malu sebenarnya.


''A-apa Nona maksudmu?''


''Rey kamu melihatnya apa tidak?'' ulang Calista bertanya lalu bangun. Rey melihat Calista dan syukurlah buah kembar sudah di tutup kembali, Rey lega!


''Melihat apa ya nona, aku tidak mengerti.'' Reyhan tidak akan mengakui dan bersikap pura-pura tidak tahu maksud Calista.


''Itu Rey, kamu gak lihat em, itu kan?''


''Itu apa ya?'' masih pura-pura


''Ah sudahlah lupakan Rey, tidak bukan apa-apa.'' Calista tak melanjutkan pembahasan ini, karena dia malu juga bila mengatakan langsung pada Rey.


Mungkin memang tadi Rey gak melihatnya, dan ya Semoga saja memang dia tak melihat ku dengan keadaan yang memalukan ini. batin Calista


Syukurlah, si Nona gak membahas nya lagi aku akan ketahuan kalau sebenarnya aku melihatnya. Ah sial kenapa bisa aku begini. Tapi aku tidak sengaja kan, dan ini salahnya juga. Untunglah dia mengakhiri pertanyaan nya, mungkin dia juga malu untuk mengatakan ini. batin Rey dengan senyum-senyum membayangi yang tadi.


''Kenapa kamu senyum-senyum begitu hah? Lagi mikirin apa kamu Rey? Apa yang membuatmu tersenyum begitu?'' tanya Calista memicingkan mata dan itu membuat Rey panik

__ADS_1


''Ah tidak ada, bukan apa-apa.'' Rey menggeleng


''Cih, dasar gak jelas.'' Calista berbalik lalu berjalan menuju tempat tidur dan menidurkan Arjuna agar anaknya merasa nyaman.


__ADS_2