Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Terkejut melihat foto Bima


__ADS_3

Nayna pun memarahi dan mungkin menegur Cillo. ''Abang tidak boleh melakukan itu, Abang ini masih kecil tahu dari siapa hm? Kalau tidur sampai larut begitu, awass ya kalau melakukan hal kaya guru lagi Bunda tidak suka ya bang, Abang melakukan hal yang tidak penting. Jangan pernah tidur malam. Bunda tegaskan ya. Abang ini masih kecil gak baik.!'' Nayna marah besar.


''Iya bunda.'' cicit Cillo takut.


''Mbak maaf, jangan memarahi Cillo ini salahnya Bima. Mbak.'' tiba-tiba Bima menghampiri Cillo dan Nayna lalu pria itu membela Cillo.


''Tolong Bim, untuk kali ini jangan ikut campur.'' tegas Nayna


''Aku bukan ikut campur Mbak, tapi aku kasihan dan tak tega Cillo di marahi Mbak.'' balas Bima


''Cillo, mau main sama Paman ?'' tanya Bima pada Cillo.


''Paman mana?'' tanya balik Cillo


''Eee, malam tadi paman ada pekerjaan di kantor bang. maaf ya paman telat pulang.'' ucap Bima tulus


'Iya.'' Balas Cillo yang percaya saja toh dia belum mengerti keadaan orang dewasa.


''Yasudah ayo main.'' Bima pun menggendong Cillo


''Eh tunggu dulu, Bim jangan dulu bawa Cillo.'' cegah Nayna


''Loh kenapa ?'' Bima bingung


''Ini , kita ke kamar mandi dulu yuk, kamu baru bangun loh bang.''


''Paman.'' tunjuk Cillo


''Iya bentar, paman mu nunggu tuh di kursi.'' jelas Nayna dengan mengisyaratkan menyuruh Bima menunggu di kursi sana.


''Iya bang, paman di sini ya.''


''Iya.'' angguk Cillo patuh dengan tertawa.


***

__ADS_1


Kini semuanya pun tengah sarapan yang kesiangan karena tadi menunggu Cillo bangun dari tidurnya yang kesiangan.


Bima sesekali menatap semua anggota yang tak menanyakan kemana dia semalam ini, juga tadi Bima bilang sama Mama Bima menjelaskan bahwa dia ketiduran dan Nayna wanita itu tak menanyakan apapun padanya memang mereka tak pernah mengobrol banyak dan juga tidak pernah ikut campur urusan masing-masing.


''Ma..'' panggil Bima


''Iya Bim.'' sahut Mama menatap Bima sekilas lalu kembali makan.


''Ma, Bima ingin segera menyunting Calista.'' ucap Bima mulai mengatakan keinginannya dan niat nya pada Mama.


''Apa kau serius Bim ? dan pacar mu itu, apa dia sudah siap memangnya ?'' tanya Mama.


''Ya Sudah kok Ma. Bahkan dia yang meminta untuk segera Bima nikahi '' jelas Bima.


''Lalu kapan di kenalkan ke rumah Kepada kami?'' tanya Mama lagi.


''Bagusnya kapan ma?'' Bima meminta pendapat.


''Yaa terserah kamu tapi lebih cepat ya lebih bagus.'' balas Mama.


''Yasudah nanti setelah Bima bicarakan dengan orang tuanya, baru Bima ajak Calista dengan keluarga nya kesini '' putus Bima.


Dan beberapa kali dulu Mama sempat berteman dengan Calista tapi setelah Calista memutuskan ke luar negeri mereka sudah tak lagi tegur sapa. Namun Mama tahu Bima masih berpacaran dengan Calista.


**


Saat ini ada saudaranya Mama datang ke rumah, lalu dia mengajak ngobrol Nayna.


''Nay, kamu tidak mau bekerja ya maksudnya agar sedikit gak bosan gitu.?'' tanya Tante Rita


''Memang pekerjaan apa Tan yang cocok untuk Nay?'' tanyanya dia tidak memiliki keahlian Nayna ini berasal dari kampung dan dia tidak melanjutkan sekolah dulu.


''Ada Koo Nay, di jaman sekarang mah banyak kerjaan dari rumah bisa '' ucap Tante saudaranya Mama Ayyu


''Ohhh ya yang benar Tan, seperti apa itu Tante pekerjaan nya? Nay mau coba dong.'' Nayna pun merasa antusias ingin tahu.

__ADS_1


''Begini Nay, pekerjaan nya itu dari ponsel Nay. Kamu ada ponsel kan?''


''Ya ada Tan,'' angguk Nayna


''Nah coba sini Tante ajarkan, tapi mana ponsel mu agar kamu paham Nay, jadi ini tuh pekerjaan online Nay. Kamu jualan di handphone begitu Nay, kamu bisa sambil momong anak. Ini lumayan kok keuntungan nya.'' jelas Tante .


''Ohh gitu ya Tan, ini jualan di handphone lalu Seperti jual baju alat dapur begitu kah Tante?,''


''Ha iya bener gitu Nay, kamu kan pernah dengar menantu Tante saja jualan nya begitu kan, yasudah sini Tante ajarkan.'' ucap Tante


''Iya baik Tante. Sebenar Nay ambilkan dulu ponsel nya Nay ya.'' Nayna pun pamit dan berniat akan mengambil ponselnya dulu di kamar nya.


Kini Nayna sudah sampai di kamar, dia pun mencari ponselnya yang lupa dia menyimpan di mana. ''Ahh ini dia ponsel ku.'' ketemu juga ponsel nya di meja rias.


Saat Nayna menekan tombol aktif dia seperti menemukan pesan masuk di ponsel itu.


''Eh tumben nih ada yang mengirimkan pesan?'' gumam Nayna dan ini dari nomor baru bukan dari operator yang suka mengingatkan soal masa tenggang 😁


''Ini siapa yang kirim pesan?'' tanyanya bertanya-tanya.


Karena penasaran dia pun menekan tombol buka pesan.


Mata Nayna seketika terbelalak lebar saat melihat sebuah foto seseorang pria tengah dikecup oleh seorang pria.


''Ya Tuhan, kenapa bisa dia seperti itu?'' gumam Nayna


'Jangan ganggu pacar saya, Bima miliknya saya'


''Ini apa maksudnya sih, kenapa tiba-tiba ada pesan seperti ini. Dan aneh banget Koo bisa bilang jangan rebut?'' sungguh Nayna tak mengerti dan merasa aneh mungkin ini salah kirim .


''Siapa yang akan merebut?'' gumam Nayna kembali.


Lalu ada pesan lagi dengan foto Bima saat memakai handuk saja.


''Ya ampun, itu ke-kenapa tidak pakai baju.'' Nayna sampai malu ketika tak sengaja melihat tubuh Bima.

__ADS_1


Walaupun dia satu rumah, tapi di rumah ini tidak boleh tak Sopan walaupun mereka keluarga. Memang begitu aturannya.


Nayna belum pernah sekalipun melihat kondisi Bima sedang bertelanjang dada dan hanya di tutupi dengan handuk saja.


__ADS_2