Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Undangan makan malam dari Papi Rey!


__ADS_3

''Bagaimana para saksi, sah?'' ucap pak penghulu pada semua yang menjadi saksi pernikahan Calista dan Rey hari ini


''Tunggu dulu!'' tiba-tiba ada seseorang datang lalu menghentikan acara ini dan membuat semua tamu undangan pada bertanya-tanya ada apakah ini?


''Papi!'' gumam Rey menatap orang itu


''Rizky!'' ucap Bibi Mut pelan


Kemudian orang itu berjalan semakin mendekat dengan wajah yang tidak bisa dijelaskan antara marah atau biasa saja.


''Pi!'' panggil Rey segera berdiri ketika Papi nya mendekat


''Kamu serius akan melanjutkan pernikahan ini Rey?'' yang papi orang yang datang itu


''Pi, apa ini maksudnya? Kalau Papi gak mau merestui Ok, tapi stop halangi aku, Pi.'' ujar Rey tegas


''Papi tanya padamu, kau akan tetap melakukan pernikahan ini, tanpa Papi mu hm?'' ulang Papi namun ada kata-kata yang mengejutkan


''Pi ...''


''Kamu Serius gak ingin Papi melihat acara pernikahan dan kebahagiaan mu?'' ucap Papi lagi


''T-tapi Pi, bukannya Papi--?''


''Ya Rey, kemarin memang Papi tak merestui mu dengan dia, namun hari ini papi sadar kalau Papi gak bisa melarang kebahagiaan mu, makanya sekarang Papi datang, tapi sepertinya kamu yang tidak mau Papi hadir ya?'' begitu penjelasan Papi kepada bisa dia sekarang disini


''Pi, bukan begitu. Tentu Rey akan sangat senang kalau Papi hadir, bahkan kemarin aku datang ke rumah kan.'' sahut Rey


''Iya iya Rey, dan Papi minta maaf kalau kemarin masih marah padamu, oh ya pak penghulu ini bagaimana acaranya sudah sah atau kit ulang lagi?'' Papi Rey bertanya pada penghulu yang tadi kebingungan ini


''Biar lebih khidmat, silahkan mas Rey di ulang lagi.'' pinta pak penghulu


''Astaga Papi, padahal tadi aku udah lancar Pi.'' gerutu Rey apa papi nya ini gak tau, kalau dia dari tadi deg-degan karena mau mengucapkan ijab Kabul dan sekarang harus mengulang lagi.


''Sudah lakukan saja.'' bisik Calista


''Baiklah, ini demi kamu sayang.'' balas Rey berbisik


''Saya terima nikahnya dan Kawinnya Calista Amadea, dengan mas tersebut di bayar tunai!'' dalam satu tarikan nafas akhirnya Rey menghalalkan Calista


''Sah!''


''Sah!''


''Sah!''


''Alhamdulillah.''


''Selamat ya A!'' ucap Sani


''Selamat Teteh, Aa Rey!'' ujar Bibi Mut


''Selamat untuk kalian,'' ucap Bima dan Nayna yang tentunya ikut hadir


''Mas bos, selamat menempuh hidup baru!'' ucap Bibi Sri pegawai Rey


''Iya Bi , sama-sama dan kapan nih Bibi menyusul?'' tanya Rey sengaja menggoda Bibi Nayna sehingga membuat semuanya tertawa terbahak dengan celetuk Rey ini


''Ah mas bos, jangan buat Bibi malu gitu atuh A.'' ucap Bibi jadi mesem-meses


''Hahaaa Bibi ini sangat lucu, kalau lagi malu-malu ya.'' Rey malah semakin menggoda Bibi


''San, kapan nyusul?'' iseng tanya Calista kepada Sani adik sepupu

__ADS_1


''Apa ih Teh, nanya nya kaya gitu aku masih sekolah atuh Teh.'' balas Sani tapi dengan wajah sebal bukan apa-apa nikah itu kan harus punya pasangan nya sedangkan dia masih jomblo


''Ya gak apa San, kali aja kamu selesai sekolah di persunting seseorang gitu San. Pria kaya, tampan, apa mau sama si anak Mami?'' kini giliran Sani yang Reyhan goda


'''Aa Rey, Stop ya!'' pekik Sani dua mendelik pada Rey


''Baiklah iya Aku diam, tapi aku doakan adikku ini dapat pria yang baik dan sayang padamu.'' doa Rey


''Amiin''


''Amiin.''


''Iya seperti mu A, pria baik sayang Teteh .'' sahut Sani lalu memeluk pengantin baru ini


**


''Juna, kamu senang tidak Nak?'' tanya Rey mengajak bicara Arjuna


Dan di balas dengan senyuman


''Ya senang dong Papa, Juna senang sekali bisa bobok sama Papa Rey sekarang.'' jawab Calista menirukan suara bayi


''Oh ya ,jadi Mama senang gitu bisa tidur bareng Papa?'' tanya Rey


''Kok Mama, Juna Papa.'' balas Calista


''Tapi yang Papa dengar kan Mama yang mengatakan itu '' ucap Rey


''Iy tapi kan Mama mewakili Arjuna, Papa.'' sahut Calista


''Papa yakin, Mama juga senang bisa bobok bareng Papa, iya kan?'' tanya Rey


''Hm gimana ya?'' Calista pura-pura berpikir


''Jangan banyak mikir dan ragu jawab dong Ma.'' pinta Rey


''Asikkk, kita bobok nya bareng.''


Akhirnya sekarang Juna sudah tidur nyenyak, kini giliran bayi besar yang harus Calista urus siapa lagi kalau bukan Reyhan.


''Sayang, kau sudah siap?'' tanya si pria


Wanita pun manggut-manggut dengan malu, ''Baiklah kita mulai.'' ucap Rey


Perlahan Reyhan menyentuh tangan Calista lalu dikecup nya tangan lentik itu. cupp


Ciuman pun beralih kini bibir Rey mulai mencium bibir Calista dengan masih kecupan kecupan manis. Kemudian Rey menuntun Calista untuk membuka mulutnya hingga Rey bisa ******* semakin nikmat.


Permainan Rey dalam berciuman ini begitu lembut namun memberikan kesan hangat dan ingin lebih dalam diri Calista.


''Emmh.''


''Emmh.''


''Sssh, Rey!''


Tangan Rey mulai masuk di area kembar Calista dengan Bibir masih menyatu dan saling mengunci bersautan.


Rey meremas gunung itu lalu sesekali memainkan pucuk buah nya .


''Ah ... ah ... Rey!''


Remasan semakin cepat seiring ciuman menuntut lebih.

__ADS_1


Reyhan tak langsung memasukkan intinya tapi dia ingin memuaskan Istrinya ini dulu dalam permainan di awal.


''Ahh Rey, anu gak tahan!'' desah Calista


Tangan Calista mengalung di leher Reyhan, tangan pria nya meremas apa yang dia mau.


''Rey!'' Calista memohon


Cupp


''Baiklah Baby!''


Rey pun membaringkan Calista yang rupanya sudah tak berbusana, dan kini tinggal ia posisikan senjatanya menuju sarang yang halal.


''You ready?'' bisik Rey


''Yes!'' balas si wanita


Jlebb


''Aaaahh Rey!'' Calista meremas rambut pria itu


'Oh Baby, kau sangat nikmat!'' puji Rey


''Ah , aw , Rey kau membuatku gila Rey!''


Akhirnya Reyhan melepaskan perjaka nya untuk Calista si wanita satu anak ini .


Malam panas pun sudah berakhir dan kini keduanya tertidur dengan di balut selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.


''Terima kasih untuk malam ini, istriku.'' ucapnya sambil mencium kening


''Sama-sama makasih juga kamu membuatku puas Rey.''


''Panggil nya kok gitu sih'' protes Rey


''Eh bagaimana memang?''


''Aku ini siapa?''


''Siapa apa, ya Suamiku lah.''


''Jadi panggil apa?''


''Ooh itu, iya makasih suami ku.'' ucap Calista meralat


''Sama-sama!''


**


''Sayang , Papi ngajak kita makan malam nih kita ke rumah yuk, juga Mami ku ingin kita nginap disana.'' Tiba-tiba suatu pagi Reyhan memberitahu kan kabar itu pada Calista


''Em nginap Rey?'' tanya ulang Calista


''Ya kenapa kamu kaya kaget gitu, kita belum tidur disana loh Baby.'' ujar Rey


'Bagaimana aku jelaskan padamu Rey, aku masih gak bisa dekat dengan keluarga mu apalagi Papi mu, yang saat kemarin aku rasa Papi mu tetap cuek dan gak suka padaku.' batin Calista


''Hey sayang malah bengong kamu, kita akan kesana kamu mau kan, kasihan Mami sayang, ini juga untuk kamu bisa dekat dengan keluarga ku '' kembali ucap Rey


''Baiklah aku mau, kita akan kesana.'' jawab Calista namun dengan hati yang cukup ragu


Saat pernikahan memang Calista awalnya dia begitu senang, akhirnya Papi Rey bisa datang menghadiri pernikahan mereka. Bahkan terang-terangan merestui, namun ada sesuatu yang mengganjal dalam benak Calista yaitu saat dia menyalami tangan Papi Rey atau papi mertuanya.

__ADS_1


''Om, terima kasih banyak.'' ucap Calista waktu lalu dan akan mengalami tangan si juragan teh


Tapi bukannya mendapatkan balasan uluran tangan, melainkan tepisan tangan yang Calista terima, namun melihat Reyhan begitu bahagia di hari itu membuat Calista tak mampu cerita.


__ADS_2