
Cillo penasaran pada seseorang yang datang dan masih berada di balik pintu ruangan nya kemudian pria itu pun langsung bersuara ''Cill, siapa?'' ujarnya
Cilla menoleh ''Lihat aja sendiri.'' jawab Cilla seraya membuka pintu dengan lebar
Bukan hanya pintu yang terbuka lebar mendadak bibir nya seseorang juga ikut tersenyum lebar namun tanpa suara pastinya dan siapa lagi kalau bukan Cillo lah orang itu.
Andinie. batin Cillo tersenyum pada wanita itu.
Namun ketika adiknya menatap kearah dia Cillo merubah ekspresi nya menjadi biasa saja.
''Kamu Dien.'' ujar Cillo
''Em iya Pak, bagaimana kabar bapak ?'' sapa balik Andinie
''Ya seperti yang kamu lihat.'' jawab Cillo
''Ayo masuk Dien kenapa berdiri di sana saja.''
''Ah iya Nona.'' Andinie pun masuk kedalam kemudian duduk di kursi
''Saya hanya bisa bawakan ini, dan semoga cepat sembuh ya Pak.'' ucap Andinie tulus
''Kenapa repot repot-repot Dien padahal kamu kesini saja saya sudah senang tidak perlu bawa beginian Dien.''
''Hehe iya pak tidak merepotkan kok hanya buah saja.'' jawab Andinie dengan cepat
''Iya Dinie padahal tadi si Abang udah makan buah, baru aja aku berikan untuk nya tapi ya tidak apa-apa sih karena pasti rasanya beda dari Aku dan pemberian kamu.'' sahut Cilla
''Eh maksudnya bagaimana ya?'' Andinie kebingungan
''Tanya saja pada bos mu itu.'' kata Cilla menatap Abang nya
''Cill , kamu apaan sih ngawur tahu gak '' omel Cillo
''Aku gak ngawur, ingat aku ini lebih berpengalaman soal cinta ya Bang.'' ejek nya
''Sudah Dien kamu jangan dengarkan dia, mungkin dia ini lagi sakit ''
''Enak saja ku gak sakiit ya, kamu tuh yang lagi kesemsem.''
__ADS_1
''Cilla sudah!'' wajah Cillo semakin memerah
''Maaf kalian lagi bahas apa ya?'' Andinie menyahut karena dia benar-benar tidak mengerti dua orang kembaran ini sedang membicarakan apa dan siapa.
''Bukan apa-apa gak usah di bahas lagi tidak penting kok '' Jawab Chillo seraya menatap kembarannya untuk diam.
''Oh yaudah.'' kata Andinie
''Dien mumpung kamu kesini Aku mau titip dulu kembaran ku ini ya, Aku ada urusan sebentar nanti juga Bunda kesini gak apa-apa kan Dien?'' ujar Cilla tiba-tiba
Andinie menoleh sekilas pada Chillo kemudian ia mengangguk merasa tak keberatan, ''Ya Non tidak apa-apa.''
''Thanks ya Dien, yaudah aku pergi sekarang kalian hati-hati di ruangan ini dan untuk kamu Bang jangan berbuat macam-macam ya!'' goda Cilla sengaja
''Heh apa maksudmu?'' Chillo jelas melotot kan matanya.
''Ya kalian disini hanya berdua aku cuma mengingatkan itu saja kok, kenapa marah.''
''Kalau mau pergi yaudah sana jangan banyak bicara yang tidak-tidak.'' cetus nya
''Iya ini juga mau pergi gak usah ngusir segala kali, Dien aku keluar dulu ya jaga dirimu baik-baik.'' Cilla mengerling kan matanya menggoda Andinie dan langsung kabur tanpa menghiraukan gerutuan Chillo
''Iya tidak apa Pak, saya juga merasa mungkin itu hanya candaan.'' sahut Andinie
''Haha iya bener.'' padahal dalam hati Chillo merasa ada sedikit benar nya dalam Ucapan kembaran nya tadi dan itu menyangkut tentang buah tangan yang Andinie bawakan untuknya, hanya saja Chillo tak mampu untuk berkata jujur.
Krikk
krikk
Kedua manusia itu hanya diam saja tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun sejak kepergian Cilla.
Padahal biasanya mereka selalu bicara walaupun itu sekedar basa-basi dan soal pekerjaan namun hari ini mereka berdua merasakan kaku untuk berbincang.
Chillo merasa ini tidak beres dan dia harus melakukan sesuatu daripada hanya diam saja seperti ini dengan Andinie.
''Hmm Dien.''
''Ya Pak.''
__ADS_1
''Bagaimana di kantor?''
''Semua baik-baik saja Pak tidak ada kendala dan semua pertemuan dengan clien sudah saya atur ulang sampai Anda sembuh.'' jawab Andinie memuaskan seperti biasanya.
''Oh ya baguslah.''
kirkkk kirikk
Kembali hanya ada keheningan.
''Pak.'' kini gantian Andinie yang memanggil
''Ya Dien ada apa?'' Chillo menjawab dengan cepat dan terkesan bersemangat.
Andinie mengernyitkan dahi nya dulu kemudian berkata ''Saya mau minta maaf Pak, karena saya kejadian ini terjadi. Dan karena saya juga Bapak sekarang terluka mungkin kalau saja malam itu saya tidak menghubungi Bapak ini semua gak bakalan terjadi tolong maafkan kecerobohan saya ini.'' ujar Andinie Serius meminta maaf dan begitu menyesal.
''Tidak Dinie, ini bukan salah mu. Percaya pada saya kamu sama sekali gak bersalah, karena kita tidak tahu kapan dan dimana kecelakaan itu bisa terjadi, jadi tolong Andinie kamu jangan berpikiran ini salah mu dan jangan pernah menyalahkan mu Ok.'' sahut Chillo bijak dan ia sama sekali tidak menyalahkan pada Andinie.
''Tapi Pak, andai malam itu saya tidak memberitahu Bapak dan menyuruh Bapak ke tempat itu mungkin bapak tidak akan terluka ini memang salah saya.'' Andinie menunduk semakin dalam.
''Hei lihat saya!'' Chillo mengangkat dagu sekertaris nya ini
Mata mereka saling bertemu. ''Dengarkan ini Andinie kamu tidak bersalah justru kamu adalah wanita yang pemberani dan jujur saya sangat bangga dengan itu, saya berterima kasih kepada mu karena berkat kerja keras mu kita bisa menemukan pelaku kecurangan itu, jadi stop menyalahkan dirimu sendiri lagi ya!'' ujar Chillo
''Baiklah Pak, tapi bagi saya siapapun akan melakukan hal yang sama yaitu membela kebenaran kepada perusahaan apalagi bila memiliki bos nya seperti bapak yang tak membeda-bedakan pegawai.''
''Tapi sayang tidak semua menyukai ku Dien, buktinya ada yang berani curang dibelakang ku dan bermain-main dengan ku,'' kata Chillo sedikit kesal
''Pak, itu semua terjadi karena dia nyanyi tak bersyukur memiliki bos Seperti mu tapi saya rasa Bapak sudah baik pada semua pegawai ya mungkin saja kemarin itu karena mudah terhasut pada Roy.''
''Mungkin kamu benar Dien dan itu akan saya jadikan pelajaran untuk kedepannya semakin berhati-hati pada pegawai saya sendiri.''
''Iya pak, itu lebih baik.''
''Sekali lagi terimakasih atas bantuan mu padaku.''
''Pada perusahaan nya mungkin.'' goda Andinie untuk mencairkan suasana
''Sama saja lah Dien.''
__ADS_1
''Hehe iya sama-sama Pak.''