
''Lepaskan tangan mu dari lengan saya, dasar menjijikkan.'' umpat Calista dengan menyentak jari jemari Reyhan, Pria yang sudah terkena air dari botol kini kena semprotan dari mulut Calista juga .
''Ya Tuhan, seumur-umur saya baru melihat ada bidadari berhati iblis seperti mu ini. Ya saya akui kamu Makhluk yang sempurna dari luar, tapi sari dalam ckk ckk, sayang sekali kamu begitu mengerikan Nona.'' Reyhan balas mengumpat pada wanita ini
''Apa Lo bilang hah, iblis? Siapa itu maksudnya ? Berani sekali ya Lo.'' Calista maju dan bersiap ingin memberikan pelajaran.
''Berhenti saya ini masih waras, saya tak mungkin meladeni bahkan berkelahi dengan seorang wanita, apalagi Anda ini tengah mengandung saya tidak akan berbuat hal-hal yang lancang, walaupun sebenarnya saya ingin memberikan pelajaran pada mulut mu ini.'' ujar Reyhan sayang nya dia harus menahan amarah pada Calista karena kondisi Calista yang lagi hamil besar.
''Kenapa gak berani hah, ayo maju saja ayo sini, ah bilang aja Lo gak berani kan lawan gue, emang dasarnya Lo ini pengecut, cuma omong doang.'' kembali Calista mengumpat
''Tolong jangan menantang ku Nona, bila tak ingin merasakan sakit.'' tegas Reyhan lalu pria itu dalam sekejap membalikkan badan dan tangan Calista kini tangan wanita ini di putar Reyhan dan langsung mengaduh kesakitan. ''Awww lepas, pria kurang ajar berani nya sama cewek. Lepaskan.'' kini Calista menjerit minta di lepaskan.
''Makanya jangan menantang seorang Reyhan, karena kalau wanita itu pun sudah begitu lancang, maka kekerasan tak masalah bukan bila ku berikan untuk wanita seperti mu ini .'' ucap Reyhan memberikan pelajaran sedikit untuk perempuan sombong ini.
''Aww sakit, lepas ahh ahh sakit Awww .'' tiba-tiba Calista mengaduh semakin kencang sambil memegang perutnya yang terasa kencang.
''E-eh kenapa Nona ada apa dengan mu?'' Reyhan jadi panik.
''Tolong perut aku sakit, awwhh.'' Calista memohon kepada Reyhan
Reyhan tak bisa membiarkan wanita hamil besar ini kesakitan, akhirnya Reyhan menurunkan emosi dan ego nya, karena dia punya hati akhirnya Reyhan menggendong Calista dan membawanya ke mobil nya.
''Di mana rumah mu?'' tanya Reyhan
''Antar kan aku ke rumah sakit Tolong ahhh.'' pinta Calista
''A-apa itu kau sekarang akan melahirkan ?'' Reyhan panik saat melihat wanita itu sudah menjerit kesakitan dengan wajah yang memerah menahan sakit, dan menebak Calista akan melahirkan.
''Tidak tahu, sudah lah diam saja. Dan fokus pada menyetir mu ini, cepat bawa aku ke rumah sakit, dan gak perlu banyak tanya, ayo cepat ahhh.'' Calista mengomel dan meremas lengan Reyhan dengan cukup kuat
''Dasar wanita ini, sudah di tolong masih saja mengomel padaku. Amit-amit ya aku bisa bertemu dengan nya, ah sial.'' ucap Reyhan pelan.
**
''Sayang, Bun ... '' Bima memanggil Nayna
''Iya Ayah nya anak-anak, ada apa ?'' Nayna keluar dari kamar dan menemui Bima yang sedang duduk di sofa yang ada di hotel ini. Mereka masih belum pulang juga. Karena Bima masih betah berlama-lama di hotel, tentu dengan memainkan istrinya sepuas-puasnya.
''Bun, Ayah ada kabar baik nih.'' ucap Bima
''Oh ya, kabar apa itu soal pekerjaan ?'' tebak Nayna
''Bukan Bun, ini tentang kita. Ayo sini duduk.'' Bima menyuruh Nayna menduduki paha nya dan Nayna menurut.
__ADS_1
''Bun, rencananya dua bulan lagi Ayah ingin mengadakan acara resepsi pernikahan kita gitu loh Bun.'' ucap Bima mengatakan yang ingin dia sampaikan tadi.
''Yang benar Bim? Kita , resepsi pernikahan?'' Nayna tentu senang sekali.
''Iya sayang ini aku serius, gimana kamu setuju gak?'' meminta pendapat Nayna
Nayna cepat mengangguk setuju sebagai jawaban. ''Iya Bim, tentu aku setuju bahkan aku sangat senang, terima kasih Ayah.'' saking senangnya Nayna Sampai langsung mencium pipi Bima beberapa kali
Muahhhh muahhh muahh..
''Ooh sayang ku, kau membangunkan si Otong sayang.'' ujar Bima dengan suara sensual
''Bim.'' Nayna menggeleng dan menahan bibir Bima yang ingin mencium bibir istrinya
''Ada apa sayang, aku udah mandi udah wangi .''
''Gak bisa Bim, maaf aku- aku lagi itu.'' Nayna merasa bersalah
''Ada apa sayang, kau kenapa?''
''Maaf, aku lagi kedatangan tamu si palang merah.'' cicit Nayna ia merasa malu mengatakan ini.
''Ahhh kenapa harus datang ketika kita sedang bulan madu.'' Bima lemas Sampai melorot celananya.
''Maaf Bim.''
''Ihh Bima, kamu nakal .''
''Nay, jangan memancing birahi ku.'' Bima tak sanggup walau hanya mendengar suara indah dari Nayna saja. Bima tak kuat.
''Ayah mau kemana?'' Nayna kaget Bima langsung berdiri dan melangkah.
''Ini anu Bun, darurat.'' Bima ngacir ke kamar mandi segera meninggalkan Nayna yang terbengong.
''Aneh.''
''Bunda, bunda huhuhum Bunda napa lama.'' Cilla langsung menghambur memeluk Nayna ketika Bunda nya ini sampai di rumah, setelah dua Minggu gak ketemu.
''Anak Bunda, kenapa nangis hm? Kan Bunda dari rumah Nenek Sri sayang, ini Bunda juga udah kembali lagi iya kan.'' Nayna mengibur sang anak
''Bunda pelgi nya lama Bun.'' ucap Cillo kini merengek minta di gendong.
''Aduh Abang juga rindu Bunda ya.'' Nayna memeluk dua anaknya ini.
__ADS_1
''Hmm, gak ada yang rindu Ayah nih?'' ucap Bima dengan sengaja pura-pura sedih
''Ayah mu Ayah .'' kini gantian mereka langsung memeluk Bima.
''Uhh baru di tinggal beberapa hari saja sudah pada gede dan berat nih anak-anak Ayah.'' ucap Bima
''Apa berat Ayah?''
''Iya berat Nak, duh kayaknya Ayah butuh energi lagi Ayah butuh susu nih sayang.'' tapi mata Pria itu arahkan pada Nayna istrinya
Ckkkk. Nayna menggeleng berdecak melihat tingkah suaminya ini. Dasar Bima. .
*
Calista bukan ingin melahirkan sekarang, tadi merasa sakit itu karena Calista terlalu lama berdiri dan berjalan cukup jauh. Sehingga perut Calista terasa kaku dan kram.
''Dok apa akan melahirkan sekarang?'' Reyhan bahkan ikut saat Calista diperiksa.
''Oh tidak mas, istrinya ini belum saatnya melahirkan kok. Mungkin masih beberapa Minggu ini.'' jelas dokter tapi ucapannya ada yang membuat Reyhan tak menyangka, Apa istri? .
''Oh begitu dok, tapi dok sebenarnya--''
''Em Dok apa sudah boleh pulang kan, saya sudah lebih baik.'' Calista sengaja memotong ucapan Reyhan tadi.
Reyhan menatap tak suka pada Calista.
''Iya sudah kok, tapi tunggu dulu sebentar ya mas mbak, ini saya akan memberikan resep obat untuk di minum oleh ibu hamil nya .''
''Kamu kenapa diam saja saat dokter tadi mengatakan omong kosong, saya dan kamu bukan siapa-siapa, kau bukan istri saya.''
''Iya gue tahu, tapi ku mohon kali ini saja. Tolong bantu saya ya.'' Calista memelas
''Bantu apa?''
''Iya itu, jadi suami pura-pura untuk saat ini doang di depan Dokter itu.'' pinta Calista
''Enak saja gak mau, kau kira saya cowok apaan. Dan di mana Ayah bayi mu, dimana suami mu? Kau pasti punya suami kan? Ayo jawab.'' desak Reyhan.
''I-itu, a-aku .'' Calista terjebak dengan situasi
''Kau punya suami apa tidak?'' Calista menggeleng lemah .
''Apa kamu ini Janda?'' tanya Reyhan sekali lagi
__ADS_1
Calista menatap dalam mata Reyhan, walaupun ragu tapi akhirnya Calista mengangguk ''I-iya a-aku Janda.'' aku nya dengan terpaksa.
Aku rasa gak percaya ya, dia ini penuh misterius sekali, wanita ini seperti penuh masalah. batin Reyhan