Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Kekejaman Roy


__ADS_3

Tanpa pikir panjang lagi Andinie langsung membuntuti mobil Pak Yoshua dengan orang yang dulu pernah bekerja sama dengan Cillo, namun saat itu perjanjian di batalkan karena Cillo merasa tidak puas dengan pertemuan mereka dulu itu dan kini Yoshua dengan orang tersebut entah akan kemana dan mau kemana.


Sebelumnya Andinie curiga karena mereka tadi berbicara dengan sedikit berdebat dan juga ada perkataan yang terdengar seperti menyebut nama Cillo juga uang sehingga membuat Andinie semakin besar rasa ingin tahu nya.


''Mau kemana mereka ini, dan ada apa antara Pak Yoshua sama mantan investor Pak Cillo ya?'' gumam Andinie dalam bertanya-tanya nya.


''Rasanya ini seperti jalan menuju gedung tua.'' kata Andinie lagi


''Ah aku lupa, sebaiknya aku hubungi Pak Cillo karena rasanya ini seperti ada yang tak beres.'' akhirnya Andinie menelpon nomor Cillo, tapi sayang belum juga di angkat panggilannya oleh bos nya itu.


''Astaga kemana lagi nih orang, disaat seperti ini dia susah sekali untuk jawab telpon.'' wanita itu sedikit kesal dan menggerutu.


Sementara itu kini Cillo justru ia tengah bersiap akan pergi ke bandara karena ia mendapat kabar yang sangat membahagiakan, bagaimana tidak. Ayah dan bundanya akan pulang ke Indonesia sekarang juga.


Jadi dia memutuskan untuk menjemput ke-dua orangtuanya yang dia rindukan, serta ke tiga adiknya yang masih di sana tentu akan ikut pulang juga.


Cillo selesai mandi dan berpakaian tak lupa ia semprotkan parfum ke seluruh tubuhnya hari ini dia sangat senang, hari yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba juga.


Kemudian setelah semua siap, pria itu mengambil kunci mobil dan tak lupa juga ponselnya ia simpan di saku celana nya tanpa mengecek dulu kalau dalam ponselnya itu ada puluhan telpon dari Andinie juga pesan yang sekertaris nya kirim memberitahu tentang yang dilakukanya sekarang yaitu membuntuti si pelaku kecurangan keuangan.


Cillo langsung mengemudikan mobilnya menuju arah bandara kota, namun tiba-tiba ponselnya berdering tanda ada yang menghubunginya.


[Ya halo Kak?] ucap Cillo setelah menjawab panggilan


[Kamu dimana bang? Apa sudah keluar rumah?] tanya Cilla rupanya yang menelpon saat ini.


[Iya ini juga lagi dijalan mau ke Bandara.] jawab Cillo mengatakan posisinya


[Oh yaudah, kita tunggu Abang ya ini juga kita baru landas di Jakarta.,] kata Cilla


[Ok , pokoknya jangan kemana-mana, tunggu Abang gak lama lagi sampai kok.] pesan Cillo lalu menutup panggilan sebab dia sedang menyetir.


Ketika Cillo akan menyimpan kembali ponselnya tapi ia urungkan saat melihat dengan sadar kalau rupanya ada yang menelponnya dengan puluhan panggilan juga ada beberapa pesan yang dikirimkan sekertaris nya.


''Andinie, kenapa dia menelpon pada saya sebanyak ini?''ucap Cillo merasa cemas juga heran.

__ADS_1


''Apa terjadi sesuatu pada dia?'' lantas Cillo membuka isi pesan yang dikirim Andinie


[Pak maaf mengganggu waktu Anda, tapi anda sedang dimana dan tolong jawab telpon dari saya.]


[Pak ini sangat penting, saya sudah tahu siapa pelakunya yang bermain-main di perusahaan yang meretas keuangan, dia adalah pak Yoshua.] pesan Andinie lagi sebab Cillo tak juga menjawab telpon dari nya.


''Apa? Yoshua, dia pelakunya. Sialan berani sekali kamu Yoshua bermain-main dengan ku, dan saya benar-benar tidak menyangka.'' pekik Cillo dia nampak marah campur kecewa.


[Sekarang ini saya sedang membuntuti Pak Yoshua bersama investor bapak, Pak Roy, sepertinya mereka bersekongkol, tolong bapak kesini dan ini alamatnya.] tulis Andinie lagi ia menyebutkan alamat dimana keberadaan dua pengkhianat itu sekarang.


''Roy? Oh ya dia, kurang ajar kalian.. Berani sekali lihat saja pembalasan dari saya , pengkhianat.''


Lalu ketika Cillo akan menelpon balik nomor Andinie tapi sayang kini Andinie ponselnya justru tidak aktif, ''Astaga wanita ini, apa dia benar-benar membuntuti dua Pria itu? Dia sangat ceroboh ini sudah sangat larut.'' gerutu Cillo saat menebak dimana Andinie Sekarang, dan tentu sebenarnya Cillo merasa cemas pada Andinie.


''Pak Yoshua Anda ini kenapa bisa gagal mendapatkan tanda tangan nya sekertaris di Cillo itu hah? Bukankah saya sudah membayar Anda dengan mahal, melakukan itu saja Anda tidak becus.'' omel Roy yang dulu pernah menjadi rekan kerja namun batal.


''Iya maafkan saya Pak Roy, karena sepertinya si Andinie mulai curiga kalau ada yang meretas keuangan perusahaan.'' kata Yoshua menebak kenapa Andinie tidak mudah membubuhkan tanda tangan nya tadi.


''Halah itu hanya alasan mu saja, pokonya saya tidak mau tahu ya, yang saya inginkan tanda tangan itu secepatnya dan harus kamu dapatkan ya kalau tidak kamu akan saya penjarakan dengan kasus pencurian uang perusahaan dia.'' ancam Roy dengan mudah mengatakan itu. Yoshua tak terima dan shock disini memang dia yang melakukan dan ini atas perintah Roy sendiri yang membayarnya, namun apa sekarang yang terjadi justru dia yang disudutkan.


''Berani kamu melawan saya hah? Sudah jelas disini kamu yang bersalah tidak becus, masih saja bisa jawab kamu.'' pekik Roy marah karena Yoshua banyak bicara.


''Saya hanya mengatakan yang sebenarnya Roy.'' ucap Yoshua


''Kau--''


Klrreeaakk.


Saat mereka berdebat tiba-tiba terdengar seperti suara orang yang menginjak ranting yang sudah kering.


''Siapa itu?'' ucap Yoshua menatap pada arah suara tadi


''Siapa disana? Jangan berani menguping kau.'' bentak Roy


'Ya Tuhan lindungilah aku.' batin Andinie dia takut ketahuan.

__ADS_1


Roy tidak bisa diam begitu saja, dia pun maju mendekati arah suara tadi, dan ini membuat Andinie kaget campur takut akan ketahuan.


''Siapa kau hah?''


''Ya Tuhan.'' pekik Andinie dia ketahuan


''Andinie.'' ucap Yoshua


''Siapa dia?'' tanya Roy mungkin lupa dengan sekretarisnya Cillo


''Dia ini sekertaris nya Pak Cillo.'' jawab Yoshua


''Ooh sedang apa kau disana hm? Apa kau menguping dan membuntuti kami hah? Jawab?'' bentak Roy sangat menakutkan.


Andinie Sampai menutup mata ia merasa ini akan tamat riwayatnya. ''Ya benar saya memang membuntuti kalian, karena saya sudah tahu apa yang terjadi antara kalian berdua. Dan juga untuk Anda pak Yoshua, Bos Cillo itu sudah mempercayai Anda tapi apakah ini balasannya? Sungguh Anda ini kejam sekali, apa salahnya Bos pak? Sampai Anda Bisa-bisanya berkhianat.'' ucap Andinie merasa perlu mengatakan semuanya.


''Kamu ini masih kecil, kamu tidak akan mengerti jadi diam saja.'' kata Yoshua yang sebenarnya dia terlilit hutang banyak.


''Ya apa? Tolong lah pak m, jangan dengan Seperti ini caranya Anda sampai mengkhianati Pak Cillo yang sudah percaya pada Anda Pak.''


''Diam kamu wanita sialan jangan banyak bicara.'' bentak Roy menatap Andinie tajam


''Dan Anda, apa sebenarnya yang anda cari dari Bos saya hah? Sampai membuat kecurangan seperti ini,'' kali ini Andinie memarahi Roy


''Wanita so baik kamu, sebaiknya diam saja jangan ikut campur atau mau saya habisi kamu hah?'' ucap Roy tidak main-main.


''Ok saya akan berhenti ikut campur, tapi saya minta sama Anda untuk menghentikan kecurangan dan persekongkolan ini, karena saya yakin Pak itu tidak punya masalah dengan Anda yang memiliki kelicikan itu.'' pinta Andinie juga tak main-main.


''Ku bilang jangan banyak bicara, rasakan ini.''


Dorr!


Dorr!


Dua kali pistol itu mengenai tubuh seseorang. ''Ahhhhk!'' pekik Andinie dia tak menyangka bahwa Roy akan membawa senjata api.

__ADS_1


__ADS_2