Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Nayna di terima kerja


__ADS_3

Bima tengah melakukan panggilan pada nomornya Nayna, namun hingga beberapa kali Bima mengubungi Nayna , wanita itu lama menerima telpon dari nya .


''Kemana sih nih orang, lama amat angkat telpon nya.'' gumam Bima cukup kesal


Sementara itu Nayna juga sedikit ragu untuk menjawab panggilan dari Bima.


Tapi ya karena Bima terus mengubungi nya Nayna jadi ingat Mama mertua takutnya ada terjadi sesuatu pada Mama Ayyu.


Segera Nayna memencet tombol jawab.


[Halo Mbak, lagi apa sih. Kenapa lama amat angkat telpon dari ku?] tiba-tiba terdengar suara kesal dari Bima di balik telpon Bima mengomel dan membuat Nayna terkejut.


[Ada apa Bim, apa terjadi sesuatu pada Mama?] tanya Nay khawatir


[Tidak ada, hanya ini Mama katanya ingin mengobrol sama si kembar.] jawab Bima menjelaskan


''Sama Nayna juga Bim, Mama kangen dia.'' suara Mama menyahut terdengar oleh Nayna, dan itu membuat hati Nayna menghangat.


[Em iya, sama kamu juga Mbak katanya.] ralat Bima


[Oh ya Bim, aku ... Aku juga rindu Mama.] sahut Nayna


''Bim, sini kan handphone nya.'' pinta Mama


''Iya Ma, ini.'' Bima memberikan ponselnya


[Sayang, bagaimana kabar mu. Cucu cucu Mama Nay?] kini Mama mulai serius dengan raut wajah sedih karena Mama teringat pada cucunya.


[Alhamdulillah Ma, aku baik. Anak-anak juga baik Ma. Ah ya dan ma, sekarang Nay sudah sampai di rumah bibi.] Nayna pun mengatakan keberadaan nya sekarang agar Mama Ayyu tak khawatir.


[Syukurlah Nak, kalau kamu sudah sampai dengan sana ya. Baik-baik lah di sana Nay, gimana cucu Nenek gak rewel kan?] tanya Mama ada rasa lega sekarang karena Nayna sudah berada di tempat aman.


[Mereka baik Ma, gak rewel di sini. Bahkan Cilla dan Cillo sudah akrab dengan bibi.] ucap Nayna


[Baguslah Nay Mama senang walaupun Mama jadi sedikit iri, karena cucu Mama sekarang jadi jauh, dan lebih dekat dengan bibi mu, Mama sedih Nay.] tiba-tiba ucap Mama


[Ma ...] Nayna pun tidak ada niat seperti ini tapi mau bagaimana lagi, hidup ini harus di jalani.


Pun dengan Bima dia masih berada di sana, Bima mendengar dan melihat bagaimana Mama nya begitu sedih nya.


Bima pun merasa bersalah, tapi Bima berpikir mungkin untuk saat ini biarkan Nayna pergi dulu.


''Bim, lakukan panggilan Video. Mama ingin melihat cucu cucu Mama.!'' pinta Mama


''Ok ma.''


Nayna melihat dari Nomor Bima melakukan panggilan video.


Maka tak membuang waktu lama, Nayna pun memencet lagi tombol jawab.


Tapi saat yang pertama Nayna lihat itu justru wajahnya Bima.


Pun dengan Bima dia terpaku sejenak.


Hmm baru satu hari padahal, tapi kok sedikit pangling kamu Mbak,


Ehh apaan sih Lo Bim..


Sadar itu Mbak ipar Lo,.


Bisik batin Bima.


Mama jadi sedikit bingung saat Bima dan Nayna diamdiaman begitu.

__ADS_1


''Bima itu Mbak mu, ayo tanya kabarnya!'' tegur Mama membuyarkan lamunan Bima.


''O-ouh iya ma.''


[Em, Mbak gimana kabar ... Si kembar?]


Nayna tadinya sudah cukup senang karena Bima akan menanyakan nya berarti Bima tak ada masalah dengan nya, tapi seketika senyum Nayna tadi pun luntur karena yang di tanyakan Bima bukan dirinya tapi keponakan nya.


[Mereka baik Bim.] jawab Nayna dan langsung mengalihkan layar pada kedua anaknya jadi sekarang yang Bima lihat bukan lagi wajah Nayna tapi Cilla dan Cillo yang tengah menonton tv sambil minum susu.


Bima pun merasa aneh saat wajah Nayna menghilang.


[Hay jagoan, princess ... ] panggil Bima cukup tinggi hingga dua ponakannya langsung menoleh pada layar ponsel.


[Paman .... ] panggil Cillo senang


[Ayah, Ayah . Huhuhu ... ] berbeda dengan sang Abang si adik justru sedih saat ia melihat Bima.


[Sayang princess kenapa nangis hm?] tanya Bima tak kuasa melihat kesedihan sang ponakan.


Rasanya Bima ingin mendekap erat si kecil menggemaskan itu.


''Bim, dia rindu sama kamu. Jenguk lah mereka!'' usul Mama tiba-tiba


Tapi Bima hanya diam .


[Ayah ayah, cini.'' panggilnya dengan melambaikan tangan.


[I-iya Cilla.] hanya itu yang keluar dari mulut Bima.


''Pulang , Bunda. Ayo pulang.'' bahkan Cilla merengek meminta pulang.


''Cilla, kita kan sedang di rumah Nak. Ini kan rumah kita sekarang.'' sahut Nayna dengan nada pelan agar mengerti.


''Tidak mau Bunda nda mau..'' kekeh Cilla


[Nenek, mau Nenek.] ucapnya meminta di gendong


[Sayang, cucu Nenek.] tak kuat Mama kini menangis


''Ssstttt, Dek. Tenanglah. Bunda disini.'' Nayna lebih dulu menenangkan anak perempuan nya ini.


''Bunda mu pulang.'' masih meminta untuk ke rumah Mama Ayyu.


''Iya nanti ya, sayang.'' sebisa mungkin Nayna menahan Air mata yang ingin keluar.


[Nay.] Mama memanggil Nayna


[Iya ma?] sahutnya melihat Mama di layar ponsel.


[Pulang lah Nak, kasihan anak mu. Dia pasti rindu sama Mama dan Bima, biar Bima menjemputmu ya.] ucap Mama meminta Nayna untuk pulang lagi ke rumah.


[Ma, maaf kan aku. Tapi aku tidak bisa ma, aku ... Aku besok akan mulai bekerja ma.] beritahu Nayna


[Apa Nay, bekerja. Kenapa harus bekerja Nayna. Nanti Mama kirim uang untuk mu dan juga anak-anak mu. Gak usah bekerja Nayna. Bima masih bisa mengurus kalian.] Mama protes ketika mendengar Nayna akan bekerja di sana dan bagaimana dengan cucu-cucunya di sana.


[Ma, kalau aku masih mengandalkan Bima. Apa bedanya dong dengan aku tinggal di sana ma? Aku gak mau menjadi beban , tolong ma. Tolong mengertilah, lagian ini pekerjaannya tidak berat kok ma, dan ada bibi yang ganti jagain si kembar.] jelas Nayna


[Memang apa pekerjaan di sana Nay? Kan Mama bisa menyuruhmu bekerja saja dengan Bima. Gak apa-apa Nay, kerja di sini agar Mama bisa dengan si kembar Nay.] lagi Mama pun kekeh ingin Nayna terjun bekerja di kantor, padahal sudah jelas Mama tahu bahwa Nayna ini tak bisa bekerja di sana. Bahkan memakai komputer saja Nayna tak bisa.


[Ma, sekali lagi tolong dukung keputusan nya Nay ma. Di sini kerjanya hanya memetik daun teh ma, bukan yang sulit dan berat berat kok ma, tolong.] mohon Nayna


[Baiklah-baiklah Mama mengerti. Yasudah bila kamu kekeh ingin di sana. Namun Nay. Bila Mama ingin bertemu dengan kamu dan si kembar maka jangan lah menolak dan juga Mama tetap akan memberikan uang untuk di kembar.]

__ADS_1


[Tapi ma--]


[Sstttt, sudah pokoknya jangan menolak ini.] tegas Mama tak mau di bantah


[Iya baiklah ma.] terpaksa Nayna menuruti. Bukan maksudnya Nayna menolak, hanya dia tak ingin ada orang lain yang tahu dan mengakibat fitnah lagi. Cukuplah kuping Nayna mendengarkan cemoohan mereka. Jangan lagi terjadi hal seperti kemarin, tuduhan-tuduhan yang begitu menyakiti hatinya.


Nayna hanyalah manusia biasa dia punya kekuatan juga punya kelemahan dalam diri dan fisiknya. Maka saat ada orang yang terus-menerus menghina bahkan menuduhnya menjadi benalu, Nayna tidak bisa terima dan tak sanggup menjalani hidup seperti itu terus.


Maka dari itu, Nayna ingin menunjukkan pada mereka bahwa dia bisa berdiri tanpa bantuan dari keluarga suaminya itu.


Bukan Nayna tak bersyukur ataupun jauh dari ibu mertua yang baik tapi Nayna tau sanggup mendengar tuduhan yang membuat mental nya down.


***


Hari sudah mulai gelap, tapi bibi masih juga belum kembali pulang ke rumah. Nayna pun yang sedang menunggu di rumah sedikit cemas karena belum ada tanda-tanda bibi pulang.


Tapi rupanya tak lama, ada suara sendal dan seseorang berjalan mendekati pintu.


Tak lama terdengar suara bibi dan mengetuk pintu.


Tok Tok.


''Nay buka pintunya ini bibi.'' ucap bibi dari luar


''Iya bi.'' Nayna menyahut dan cepat-cepat dia membuka pintu.


Cekrek cekrekkk.


''Bi baru pulang.''


''Iya Nay.'' bibi masuk dan dia pun duduk di kursi


''Tunggu bi Nay ambil minum.''


''Nay gak perlu, biar nanti bibi ambil sendiri.''


''Gak apa-apa bi.''


Kemudian Nayna kembali lagi. ''Bi ini di minum dulu, bibi pasti capek ya.'' ucap Nayna dan menyodorkan air.


''Makasih Nay, iya lumayan lah.''


Nayna ikut terkekeh mendengar jawaban bibi


''Eh iya Nay, tadi bibi sudah ceritakan pada anaknya si bos soal kamu yang ingin bekerja Nay.''


''Iya bi , gimana bi. Apa bisa kan?'' tanya Nayna Sangat penasaran


''Di bolehkah Nay. Nanti bibi antar kamu kesana.'' kata bibi


Dah itu bagai angin segar untuk Nayna. ''Bi, jadi Nay di terima nih bi?'' memastikan


''Hm iya kamu diterima.''


''Alhamdullila, aku senang sekali bi.'' Nayna langsung memeluk sang bibi dengan begitu erat.


''Tapi kamu harus hati-hati Nay''


''Eh kenapa bi?'' Nayna bingung


''Ya hati-hati bila si bos muda jatuh cinta sama kamu, nanti kamu akan dapat saingan, sebab di sana banyak para gadis pekerja teh. Yang ngefans sama si bos muda. Jadi kalau kamu di sukai si bos. Otomatis kamu akan banyak saingan nya Nay, karena banyak yang menyukai dan ingin menjadi istri si bos muda, yang tampan itu.'' ucap bibi menjelaskan


''Ahh bi, bibi kenapa mikirnya kesana terlalu jauh lah bi, bagaimana mungkin dia akan menyukai Nay. Sedangkan yang masih gadis itu kan banyak seperti kata bibi barusan.''

__ADS_1


''Eh kamu ini, asal kamu tahu. Walaupun mereka gadis tapi kamu ini yang paling cantik dan lihat kulitmu ini putih bersih, beda dengan anak-anak di sana. Walaupun kamu janda tapi kamu ini kelihatannya masih kaya gadis ABG Nay.'' kekeh bibi


''Bibi ah bisa aja .'' Nayna tak akan berbunga-bunga di puji seperti itu justru dia menganggap bibi ini sedang menghiburnya saja.


__ADS_2