Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Membuntuti Yoshua


__ADS_3

Andinie kembali keruangan nya dengan perasaan yang masih terkejut karena melihat langsung siapa pelaku kecurangan dalam keuangan perusahaan ini.


Bagaimana tidak shock, Andinie mengenal pak Yoshua sebelumnya bukan orang yang seperti itu, beliau selalu murah senyum dan rendah hati tapi hari ini wanita itu seperti melihat sosok lain dari Pak Yoshua.


Andinie duduk di kursi sambil memikirkan apakah ini mimpi, sampai ia merenung dan tak sadar ada seseorang yang datang menemuinya.


''Permisi Dien.''


''Dien ... Dinie.'' panggil orang itu


''Hei Nona Dinie, Anda bisa dengar saya?'' orang tadi setengah berteriak.


''Hah ya!'' pekik Andinie menatap orang dengan ekspresi wajah yang terkejut hal ini sedikit membuat orang di depannya berpikir ada apa.


''Em Pak Yoshua, ada apa ya Pak ?'' kini wanita itu mulai bersikap biasa agar tidak menaruh kecurigaan


''Begini Dien, ini saya mau minta tanda tangan mu.'' ucap Yoshua


''Tanda tangan untuk apa ini Pak ?'' kali ini Andinie harus waspada dia tidak akan mudah lagi memberikan tanda tangan nya kepada sembarang pegawai dia harus bertanya dan benar-benar teliti.

__ADS_1


''Biasa Dien ini untuk pemasukan.'' jawab Yoshua yang usianya setengah baya ini


''Coba saya lihat dulu pak.'' pinta Andinie


Yoshua pun memberikan bekas nya kepada Andinie untuk di tanda tangani dan di cek.


Andinie membaca dan meneliti memang itu berkas tentang pemasukan bulan ini, tapi disini Andinie tak melihat dokumen tentang pengeluaran.


''Saya sudah membaca nya pak, tapi berkas pengeluaran mana ya pak kenapa disini tidak ada ?'' tanya Andinie tidak mengada-ngada memang begitu kenyataannya.


Namun wanita itu jadi melihat perubahan di wajah Yoshua ketika dirinya menanyakan tentang pengeluaran, Yoshua jadi panik.


''Pak?''


Kenapa Pak Yoshua terlihat semakin aneh saja, padahal ini hak yang biasa sering ku tanyakan padanya. Tapi kali ini terlihat Pak Yoshua menjadi panik dan gugup, sebenarnya apa yang terjadi. ucap batin Andinie memikirkan semua ini .


''Begini ya pak, saya akan membicarakan ini dulu dengan pak Cillo karena beliau kemarin berpesan pada saya katanya beliau menginginkan berkas yang lengkap jadi bapak bisa menyelesaikan dulu pengeluaran nya ya pak, baru setelah semua lengkap bapak bisa kesini lagi.'' ujar Andinie belum bisa dia menandatangani sebab ini juga harus di setujui Cillo terlebih dahulu di tambah saat ini soal keuangan sedang menunjukkan keanehan.


''Kenapa tidak sekarang aja sih Dien, biasanya juga kan tidak dipersulit seperti ini kamu mau menambah pekerjaan saya yah? Yang ini saja dulu kau tanda tangani kenapa harus menunggu lengkap, kamu itu baru ya bekerja disini jangan mentang-mentang kamu sekertaris nya Pak Cillo kamu bisa seenaknya gini.'' tiba-tiba Yoshua mengomel bahkan menuduh Andinie dengan beranggapan Andinie memanfaatkan jabatannya.

__ADS_1


''Maaf Pak, tapi bukan begitu maksud saya. Disini saya hanya menyampaikan pesan nya Pak Cillo Bos kita. Bila bapak merasa keberatan silahkan Anda temui langsung Pak CEO kita.'' kata Andinie tentu dia merasa tak terima disudutkan Seperti itu apa salahnya bila dia baru dua tahun ini bekerja dengan Cillo sudah di angkat menjadi sekertaris, mungkin karena kesungguhan nya dalam bekerja bukan karena hal lain.


''Kamu itu di bilangin ngeyel sekali ya rupanya, anak baru juga sombong sekali kamu. Ooh apa kamu ini sebenarnya simpanan Pak Cillo ya, sehingga kamu bisa seenaknya menyuruh saya kaya tadi.'' bahkan tuduhan Yoshua semakin menjadi-jadi.


''Ya Tuhan Pak, saya tak menyangka Anda bisa mengatakan semua itu. Dan asal anda tahu tuduhan ini tidak benar.''


''Ya mana ada maling yang ngaku.'' umpat Yoshua dan langsung berlalu pergi begitu saja.


'Ada apa sebenarnya dengan nya itu, sebelumnya Pak Yoshua bukan orang seperti ini.' Andinie benar-benar heran tidak habis pikir.


**


Saat pulang dari kantor, tidak sengaja Andinie melihat Yoshua seperti tengah berbicara dengan seseorang yang sama dulu pernah menjadi investor Cillo.


''Pak Yoshua, dengan Tuan itu sedang apa ? Mereka lagi ngomongin apa, kenapa terlihat tegang.'' gumam Andinie menatap dari kejauhan.


Karena dia penasaran dan ingin mendengar lebih jelas apa yang sedang di bicarakan oleh dua orang itu maka Andinie pun dia memilih mendekati mereka untuk bisa mendengar percakapan yang jelas.


''Ya Tuhan bagaimana bisa.'' Andinie shock

__ADS_1


''Ternyata pak Yoshua bersekongkol dengan orang itu untuk menghancurkan perusahaan Pak Cillo.''


''Ini tidak bisa di biarkan, aku harus mengikuti mereka.'' ucap Andinie begitu pelan karena takut ketahuan dan wanita itu juga akan membuntuti dua orang itu pergi kemana.


__ADS_2