
''Papa, Papa. Tatan pintar kan?'' tanya bocah empat tahun itu kepada sang Ayah.
Dan Ayahnya mengangguk bangga. ''Kau sangat pintar sayang, kamu ternyata pandai acting sekali ya rupanya.'' puji si Papa
''Hehe makacih Papa.'' tentu senang dipuji sang Ayah
''Tapi Papa, Mama kacihan Mama marah tadi.'' kini raut wajahnya jadi sendu
Rey mengusap pundak dan pipi Nathan, ''Tidak apa-apa Nak, itu artinya rencana kita sukses.'' sahut Rey menenangkan Nathan
''Rencana apa, Pa?'' tiba-tiba Juna datang kemudian bertanya
''Eh Kak, sini!'' antusias Nathan memanggil sang Kakak
''Ada apa ?'' Juna jadi dingin pada dua orang itu karena telah membuat ibunya menangis
''Kamu kenapa Kak ? Marah?'' tanya Rey
Dan Juna hanya diam.
''Kak, Tatan sama Papa itu lagi buat rencana untuk Mama.'' ujar Nathan mulai cerita
''Rencana menyakiti Mama ?'' tanya Juna masih nada dingin
''Bukan Kak !'' Nathan menggeleng cepat
''Lalu apa ?''
Nathan pun menatap sang Papa dulu kemudian ketika Rey mengangguk tanda boleh, Nathan cepat membisikkan sesuatu di telinga Juna.
''Apa serius ?'' tanya bocah umur enam tahun itu dengan keterkejutan nya.
''Huum.''
''Benar Kak, sebenarnya Papa dan Nathan gak serius marahi kamu juga Mama, kami ingin membuat kejutan karena besok adalah hari ulang tahun Mama Calista!'' ungkap Rey
''Tapi, kenapa kalian gak ajak ajak Kakak hah? Apa kalian sudah tidak sayang pada-ku!'' Juna jadi kesal dan nampak protes
''Pa.'' Nathan terkejut melihat Juna hampir menangis
''Juna, kenapa kamu punya pikiran kesana Nak, ya baiklah maafkan Papa memang salah tak memberitahu mu dulu. Tapi ini juga dari rencana kita Juna agar terlihat nyata gitu, tapi aslinya kita gak ada niatan kaya gitu sayang, maafkan Papa ya kau jadi sedih.'' buru-buru Rey menjelaskan dan memeluk Arjuna.
__ADS_1
Rey sayang pada Juna, karena Juna adalah anak pertama nya, Juna bukan lah anak tiri bagi Rey, tidak pernah sekalipun Rey membeda-bedakan antara Juna dan Nathan.
''I-iya.'' angguk Juna
''Kakak maafkan Tatan juga ya.'' ucap si adik
''Huum, kesini.'' Juna dan Nathan pun saling berpelukan .
Dan rupanya Rey juga Nathan telah merencanakan semua ini karena untuk memberikan kejutan yang sesungguhnya pada Calista, perempuan yang mereka miliki satu-satunya tentu yang tersayang .
Tepatnya malam ini, pukul dua belas pas Rey pun telah menyiapkan kue ulang tahun serta anak-anak yang ikut merayakan.
Sebelum masuk dengan kue dan anak-anak, Rey ingin lihat kondisi Calista dulu apakah masih marah padanya atau sudah tidak.
Rey mendekati istirnya kemudian dia menatap lama wajah sang kekasih halal.
Cupp!
Pria itu mencium gemas bibir Calista
Sehingga si wanita kaget dan setengah sadar membuka matanya. Dilihatnya Rey berada di hadapannya.
''Kau,!''
''Awas,'' cetus Calista mendorong Rey
''Kau marah padaku ?'' kembali tanya Rey masih di posisi yang sama yaitu di atas Calista
''Aku bilang menyingkir, aku membencimu !'' pekiknya dan membuang wajah
''Tapi aku menginginkan mu!'' dengan tak tahu malunya menurut Calista, pria ini sudah menyakiti perasaan nya lalu kini mengatakan hal itu, 'sangat tak waras !' umpat Calista
''Sayang aku mau kamu.''
''Setelah yang kamu lakukan tadi sore, sekarang dengan gampangnya bilang kaya gini? Kamu punya otak gak!'' hardik Calista
Rey mengangguk tanpa dosa dan menunjukkan kepolosannya .
''Astaga!'' sungguh Calista muak sekali
Tak lama kemudian Rey bertepuk tangan ia memberikan kode. Dan dua anak mereka pun masuk dengan Juna membawakan kue serta Nathan yang menyanyikan lagu ulang tahun untuk sang ibu.
__ADS_1
''Happy birthday Mama !''
''Happy birthday Mama !''
''Happy birthday ... happy birthday, Mama !'' Juna dan Nathan menyanyikan lagu dengan kompak
Seketika itu membuat Calista tercengang lalu menatap Rey yang sedang tersenyum padanya.
''Apa ini?''
''Apa, apa? Selamat ulang tahun istriku, Mama anak-anak.'' ucap Rey memeluk Calista
''Aku sedang marah padamu Rey.'' Calista mendorong tubuh Reyhan
''Kenapa masih marah ?''
''Kenapa !'' Calista teriak geram
''Mama, Ma! jangan marah-marah lagi Ma, kita tadi itu gak sengaja membuat Mama menangis, aku sama Papa hanya ingin membuat kejutan untuk Mama, ini !'' menunjukkan kue dan Nathan segera menjelaskan semuanya sebelum masalah ini semakin berlarut pikir Nathan juga tidak mau ibu dan Ayahnya malah bertengkar.
''Benar Mama, Adek dan Papa gak sungguhan marah kok ma, ini kita siapkan surprise untuk Mama.'' tambah Juna
''Juna jadi kamu juga tahu ?''
''Dia tahu nya setelah aku memarahi mu sayang.'' jawab Rey
''Kesini sayang.'' membawa Calista dalam pelukan. '''Aku minta maaf sekali, kalau membuat mu benar-benar sakit hati, tapi sumpah sayang aku gak niat kaya gitu aku hanya ingin memberikan kejutan sedikit untukmu. Jadi jangan marah lagi ya dan maafkan aku!'' ucap Rey serius
''Tapi kamu menyalahkan Juna.'' itu yang membuat Calista sedih
''Juna!'' Arjuna pun mendekat
''Papa minta maaf padamu, papa sayang kalian, kamu gak marah kan sama Papa ?'' Juna menggeleng
''Sudah ya, jangan marah lagi aku minta maaf.''
''Tapi awas saja ya kamu ulangi kaya gitu lagi, kamu bawa Nathan tapi kamu mengacuhkan Juna aku gak suka Rey !'' Calista mengatakan ketidaksukaan nya pada Rey atas sikap pria itu
''Huum Ok, aku janji tidak akan melakukan seperti itu lagi, aku kan hanya bercanda aku sayang Juna kamu tahu itu kan, Juna adalah cinta pertama ku.''
''Iya Rey makasih.''
__ADS_1
Dan pada akhirnya perselisihan ini berujung manis juga berujung ******* di malam itu, tentunya setelah anak-anak tidur.
Halo ... Selamat menjalankan ibadah puasa, untuk kita semuanya, Semoga di berikan kelancaran dan kesehatan juga ibadah kita di terima Allah SWT... Mungkin setelah ini kita bahas season ketiga kisah ini. kita lanjutkan dengan kisah cinta si kembar Cilla dan Cillo, bagaimana setuju tidak?? silahkan di komentar!!!