
Sekarang Reyhan yang merasa aneh karena Sepertinya Calista sedikit menjauh dari nya. Dengan tidak sedetail kemarin menanyakan kabar Reyhan.
''Apa dia marah padaku ya, karena aku telat mengabarinya kemarin ?'' tanya Rey menebak
''Tapi sudah aku jelaskan bukan kenapa aku telat mengabarinya, aku merasa tidak enak kalau diamdiaman begini.'' lanjut Rey
Tidak terasa sudah mau satu Minggu Reyhan di kota nya mengurus perkebunan..Dan selama itu juga Anisa setiap hari selalu datang ke tempat Reyhan bekerja.
Reyhan merasa risih dengan kehadiran wanita itu, yang selalu datang padahal Rey sudah melarang dengan halus, agar tidak datang lagi. Tapi rupanya Anisa keras kepala tidak mendengar perintah Reyhan.
''Hay mas.'' baru saja di bicarakan wanita itu sudah muncul lagi
''Anisa, apa kamu itu tidak punya pekerjaan lain lagi ?'' ucap Rey
''Memang nya kenapa sih A, kamu kok terlihat tidak suka aku datang, bukankah aku sudah jelaskan kita ini calon pasangan A, ya kamu harus terbiasa.'' ucap Anisa berjalan mendekat.
''Apa, calon pasangan ? hahaha, Anisa. Memang kapan aku bilang aku menyetujui nya Anisa ?'' seru Rey mengira wanita itu terlalu percaya diri.
''Loh bukan nya dari sejak kita pertama ketemu kemarin, kamu sudah setuju ya A. Kenapa sekarang bicara begitu ?'' ujar Anisa dan mengira dengan Reyhan menerima masakan yang Anisa bawa lalu memakannya itu adalah suatu persetujuan Reyhan.
''Anisa, maaf aku harus mengatakan ini padamu. Aku menerima makanan kamu karena kamu yang selalu datang tiap hari, aku tidak enak padamu, tapi itu bukanlah berarti aku menerima kamu, bukan seperti itu Anisa. Lagian kamu yang selalu datang padahal aku sudah melarang mu Anisa, jadi berarti kamu yang menginginkannya nya , dan aku tidak.'' Reyhan mengatakan yang sebenarnya, bahwa dia sama sekali tidak menerima perjodohan ini.
''A, jadi ini maksudnya bagaimana ? Kamu menolak ku A Rey?'' tanya Anisa menampilkan wajah marah
''Maaf Anisa, iya aku menolak perjodohan kita ini.'' balas Rey
''Kenapa ? Apa ini karena ada wanita lain A?'' tebak Anisa kembali wajahnya sudah semakin masam
Reyhan diam sejenak lalu mengangguk, ''Ya karena aku sudah punya kekasih.'' jawab Rey mantap
''Itu tidak mungkin A, karena yang aku tahu dan aku dengar kamu itu masih sendiri, tapi sekarang kamu bilang sudah punya kekasih. Sepertinya itu hanya alasan mu saja A, aku tidak percaya.'' ucap Anisa tidak percaya begitu saja dengan pengakuan Reyhan
''Lagian papi nya Aa, juga mengatakan kalau AA itu masih sendiri iya kan, mengaku saja bicara yang jujur.'' lanjut Anisa
''Papi tidak tahu kalau aku sudah memiliki kekasih Anisa, kalau tahu papi gak mungkin menjodohkan kita.'' sahut Rey
''Tapi yang aku tahu, kamu masih sendiri A, dan aku tidak perduli kamu punya kekasih kek, ataupun tidak aku gak perduli, karena yang harus kamu ketahui kita akan tetap menikah, kamu harus mau menikahi ku. Aku akan tetap meminta orang tua kita, menikahkan kita.'' ucap Anisa kukuh menginginkan Reyhan
''Anisa, sadar kita tidak bisa bersama. Aku gak menyukainya mu.'' ucap Rey menyadarkan
__ADS_1
''Aku tidak perduli, karena aku menyukai mu, dan yang aku suka akan menjadi milikku.'' tegas Anisa
''Ok Fine , aku juga tidak perduli, karena sampai kapanpun aku tidak akan menikah dengan mu.'' balas Rey tidak kalah
''Kita lihat saja, siapa yang akan menang tapi tidak usah dipikirin, karena aku lah yang akan menang Aa Reyhan, kamu akan jadi milikku.''
Bila kemarin-kemarin Reyhan lihat Anisa adalah wanita yang lembut dan baik. Tapi hari ini Reyhan Seperti melihat perbedaan pada perempuan di hadapannya ini, berubah jadi wanita yang keras kepala, egois. Begitu yang Rey tebak.
Anisa pun pergi dengan ancaman, dia akan mengadu pada orangtuanya juga Papi Reyhan yang jelas-jelas mendukung perjodohan ini.
''Aku tidak akan takut dengan mereka itu, apalagi dengan ancaman wanita tadi, aku akan kukuh dengan pendirian ku. Tidak akan semudah itu merubah keputusan ku.'' ucap Reyhan tidak akan goyah dengan perkataan nya yang menolak perjodohan Seperti ini.
**
Calista dan Bibi sudah siap akan kembali ke kota bibi. Yaitu masih kota nya Reyhan. Dan Sani sudah dari kemarin pulang karena dia harus sekolah.
''Cucu Nenek, sudah sembuh ya mau pulang ya sayang.'' bibi menggendong Arjuna yang tertawa lebar
''Neng Sudah selesai?'' tanya bibi
''Iya sudah Bi, mau pergi sekarang?'' balas Calista
''Iya ayo kita berangkat sekarang, keburu sore.''
''Biar Arjuna bibi yang gendong.''
''Bi, terimakasih banyak ya .'' Calista memeluk bibi istri Paman nya.
''Iya sama-sama Neng, sudah ayo.''
Dan mereka pulang dengan naik mobil travel. Padahal Reyhan mengatakan dia akan menjemput kembali Calista dan Arjuna, tapi Calista sengaja tidak mengabarkan kepulangan nya pada Reyhan..
Entahlah Sekarang ini, Calista merasa dia tidak pantas dengan Reyhan, bahkan untuk sekedar dekat sebagai teman rasanya sangat tak pantas.
Sampai akhirnya, Calista harus menjauhi Reyhan makanya saaat dia pulang, dia sengaja tak mengabari pria itu.
Rey, maaf kalau aku sudah egois seperti ini, maaf aku gak memberi kabar dulu aku pulang, maaf Rey, bukan aku tidak tahu berterima kasih, tapi aku sadar kita itu tidak cocok Rey. batin Calista memikirkan Reyhan
''Bibi tahu apa yang neng pikirkan sekarang, pasti lagi mikirin si Aa Reyhan kan?'' tebak bibi membuyarkan lamunan Calista
__ADS_1
''Aku gak lagi mikirin apa-apa bi, apalagi dia.'' Calista mengelak
''Gak perlu sungkan dan berbohong pada Bibi Neng, bibi bisa melihat perasaan kalian berdua yang seharusnya adalah kalian itu ingin bersama-sama, menginginkan satu sama lain. Tidak mau kehilangan.''
''Bukan Seperti itu bi.'' kata Calista
''Tapi Nak, yang bibi lihat kamu mencemaskan si Aa kemarin. Begitu juga dia selalu menghawatirkan kalian berdua..Dan saat kamu mendengar kabar Si A Reyhan mau dijodohkan, bibi bisa lihat Neng kamu langsung terkejut dan reaksi mu itu menunjukkan kamu keberatan. Bibi bisa melihatnya, jujur saja pada Bibi mu ini .''
''Bi, apa benar dia mau di jodohkan?'' akhirnya Calista bersuara
''Bibi mendengar sih gitu neng, Papi nya yang ingin perjodohan itu. Tapi bibi yakin Neng, si A Reyhan akan menolaknya, dia gak akan menerima perjodohan itu bibi begitu yakin karena Bibi tahu bagaimana si A Reyhan, dia itu memegang teguh ucapan dan prinsip nya.'' ucap bibi yakin pada Reyhan
''Tapi Bi, mungkinkah kali ini Rey akan menuruti keinginan Papi nya Bi, bisa saja kan?''
''Mungkin iya bisa, tapi percaya pada Bibi dia itu benar-benar menginginkannya mu neng.''
''Bibi tahu dari mana ah, dia gak ada bilang sama aku bi. Lagian gak mungkin ada yang mau dengan ku Bi, dia itu sempurna baik, sopan, penuh tanggung jawab. Lihat aku ini Bi, aku begitu hina aku tidak punya apa-apa, aku ini wanita yang jahat Bi. Aku dan dia tidak lah cocok Bibi.'' Calista merendah
''Siapa bilang kita tidak cocok hm?'' tiba-tiba ada suara seseorang di mobil ini dan Sepertinya terdengar suara yang tak asing.
Calista langsung membulatkan matanya terkejut, lalu dia celingukan, ''Ada apa Neng?''
''Bi, tadi bibi dengar sesuatu gak ada yang bicara bi.''
''kok bibi tidak dengar ya Neng.''
''Aku tanya sekali lagi, kata siapa kita tidak cocok. Siapa yang berani mengatakan itu, belumm tahu saja kalau si Nona ini juga sangat sempurna bagi ku,'' kembali ada suara Reyhan.
''Reyhan!'' pekik Calista lalu dia mendekati supir yang mencurigakan sedari tadi dan hanya diam, lalu saat bicara terdengar seperti Reyhan.
Calista menarik topi yang di kenakan Sopir nya, seketika mata Calista terbelalak lebar. ''Kok ada kamu sih?''
''Kamu yang tega Nona, tidak mengabari ku kalau kamu pulang hari ini.'' ucapnya yang memang itu adalah Reyhan.
''Em, itu anu Rey.'' Calista kesusahan menjelaskan
''Untung kemarin aku nanya ke si Sani, dan dia memberitahu ku kamu pulang.''
''Aku hanya tidak ingin mengganggu pekerjaan mu.'' ucap Calista
__ADS_1
''Kamu dan Juna tidak pernah mengganggu warga ku, karena waktu ku memang di ciptakan untuk kalian.'' balas Rey
''Ish apaaan kamu Rey.'' pipi Calista bersemu merah.