Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Bertemu rival lagi.


__ADS_3

Kenapa sih, Nayna masih menyebut Bima ini dengan sebutan nama Bima. Gak berubah jadi Ayah, seperti Bima sudah menyebut Nayna dengan kata Bunda.?


Dan jawaban nya ialah, Bima. Itu kini menjadi nama panggilan kesayangan untuk Nayna.


''Sayang gak pantas menyebut suami dengan hanya menyebut nama.'' Tegur Mama suatu hari


Hingga Nayna kini berpikir keras, ya mungkin dia harus terbiasa nyebut Bima Ayah anak-anak.


''Aku gak masalah kok Bun, bila kamu masih belum terbiasa nyebut aku dengan sebutan ayah.'' ucap Bima tak memaksa.


''Tapi aku merasa gak enak, tapi juga belum terbiasa masih agak kaku Bim. Maaf ya.''


''Yaudah begini saja, gak apa bila masih belum bisa, kamu cukup panggil aku ayah di depan anak-anak ya seperti mereka manggil ku seperti itu, ya.''


''Iya, makasih Bim kamu sudah begitu mengerti aku.'' tiba-tiba Nayna memeluk Bima menyenderkan tubuhnya juga tangan nya ia kalung kan di leher Bima.


''Hmm manja banget ini istriku.'' ejek Bima


''Apa gak boleh ?''


''Oh tentu sangat boleh dong, kenapa tidak.''


''Gimana tadi di kantor Bim, apa semuanya baik-baik saja?'' tanya Nayna


''Semua baik kok, hanya tadi aku harus melakukan rapat dengan staff perusahaan, juga pertemuan kami lagi setelah aku lama gak ke kantor, oh ya coba tadi kamu ikut kamu bisa lihat bagaimana tadi mereka menyambut kedatangan ku dengan baik dan meriah.'' Bima menceritakan semua yang terjadi di kantor nya .


''Aku dengar saja dari yang kamu bilang barusan iya kayaknya seru ya Bim.''


''Makanya lain kali jangan menolak untuk ikut ke kantor ok!''


''Insyaallah ... Aku tadi sudah buatkan makan malam, tapi kayaknya jadi dingin lagi deh, aku panaskan lagi ya, untuk mu makan.'' ujar Nayna sudah berdiri


''Nay tunggu .''


''Ya?''


''Maaf Nay, sebenarnya aku ... aku sudah makan di kantor sama anak-anak bawahan ku, Nay. Aku masih terlalu kenyang.'' Nayna langsung lemas dan menampilkan wajah murung


''Jadi kamu udah makan Bim ? Padahal aku bela-belain nunggu kamu loh. Aku sampai gak makan tadi karena aku nunggu kamu ingin makan bareng kamu, tapi kau nya malah sudah makan sama orang lain. Yasudah lah sebaiknya aku simpan di kulkas lagi.'' Nayna mengungkapkan kekecewaannya dan ini mengejutkan bagi Bima. Sebab dia tak tahu Nayna menunggu nya makan bersama.


''Nayna maafkan aku , aku tak tahu soal ini. Aku menyesal !'' Bima langsung mendekap erat tubuh Nayna dia sangat merasa bersalah.


''Hhhee gak apa-apa, kenapa harus meminta maaf ini bukan salah mu, lagian aku gak beritahu kamu dulu kan. jadi ini salah ku.'' Nayna coba tersenyum

__ADS_1


'Gak sayang, ini ada salah aku juga. Yasudah begini sebagai gantinya, ayo kita makan di luar ini untuk menebus kesalahan ku ayo sayang mau makan di mana ?'' Bima menawarkan


''Gak perlu , sayang juga uang nya.'' balas Nayna


''Nay kamu anggap aku gak punya duit kalau gitu mah. Apa kamu menganggap ku tidak mampu ? Sudah ayo cepat kita pergi pokoknya. Kita habiskan malam ini berdua.'' Bima pun kini langsung menggandeng tangan Nayna dan menuju lantai bawah.


''Kita berdua saja nih, gak akan ajak Mama ?''


''Gak ah, aku ingin pacaran dengan mu. Ngapain ajak Mama, nanti saja.'' balas Bima berbisik.


''Isshh kamu ini.'' kini Nayna mengikuti Bima kemanapun pria itu mengajak nya malam ini .


Tak lama Bima sudah membawa Nayna pada tempat nasi Padang, karena istrinya ini yang meminta untuk makan di sana, katanya sudah lama gak makan di sini.


''Makan yang banyak Istriku dan mantan ipar ku, agar tubuh mu ini gendut.'' ucap Bima


''Gendut? apa maksudmu, aku ini kurus ? Dan ya, aku gak mau gendut ya!'' tegas Nayna dengan memutar bola matanya.


''Aku gak bilang kurus sih, tapi ya coba saja tubuh kamu ini sedikit padat lagi, uhh itu sudah seperti gitar spanyol tau gak Bun.'' Bima sampai menghayati nya .


''Kamu ini ahh, nyebelin sekali. Itu artinya kamu gak menerima ku apa adanya. Yasudah sana cari lagi seperti yang kamu sebutkan barusan.'' ucap Nayna cetus


''Gak lah ngapain aku nyari lagi, orang ini saja di depan mata ku gak akan habis-habis, juga belum puas aku rasakan.'' ungkap Bima


''Gak juga, setelah puas ya,akan terus di puaskan lagi Sampai lemas tak berdaya, hingga meminta ahhh Bim sudah, ahhh gak kuat.'' Bima menirukan ketika Nayna berada dalam bawahnya malam itu .


Haduh, Nayna sudah memerah malu ini pipinya. Akibat ulah Bima, yang jadi jahil sekali.


''Bima sudah diam, kamu ih malu-maluin, itu di dengar si tukang warung, aku malu.'' Nayna langsung mencubit pinggang Bima ini untuk pembalasan dari ucapan Bima yang suka tidak si saring dulu.


''aaww sayang sakit, kamu ini kdrt .''


''Biarkan saja rasakan ini .'' Nayna merasa puas sekarang.


***


''Yah, aku ingin ajak si kembar ke kota xx boleh kan?'' ijin Nayna pada Bima


''Untuk apa mengajak mereka, kita berangkat berdua saja, hitung-hitung untuk bulan madu dan pacaran.'' ujar Bima tak mengijinkan anak-anak ikut serta ke kota bibi


Aduh gimana ini kalau Bima gak ijinkan si kembar untuk ikut ya, aku gak enak kalau nanti bos teh menanyakan Cilla dan Cillo yang gak ikut tapi aku juga gak mungkin mengatakan nya pada Bima karena dia semakin gak akan setujui, karena aku tahu Bima tak menyukai bos Rey. Nayna bimbang.


''Sudah ayo cepat kita berangkat sekarang, keburu kemalaman nanti sampai di sana nya.'' ajak Bima segera

__ADS_1


''Iya baik.'' pada akhirnya Nayna datang hanya berdua dengan Bima saja. Seperti yang Bima katakan dia ingin berduaan dulu untuk pacaran setelah menikah.


''Ma, aku dan Nayna pergi dulu. Kami titip si kembar ya Ma.'' ucap Bima


''Iya kalian tenang saja, Mama pasti akan menjaga mereka dengan aman. Kalian juga hati-hati di jalan, jangan mengebut Bim. Dan ya Nay, salam buat bibi mu dari Mama.'' pesan Mama


''Baik ma, nanti Nay sampaikan.''


**


Beberapa jam kemudian ...


Sudah sampai lah mereka di kota bibi nya Nayna .


''Bibi mu di rumah sakit apa dimana ?'' tanya Bima


''Sudah di rumah sih.''


''Oh.'' Bima pun melanjutkan mengemudi hingga tak lama kini sudah sampai di halaman rumah bibi .


Nayna dan Bima turun dari mobil, tapi rupanya di halaman rumah itu bukan hanya ada mobil Bima Saja tapi ada juga satu mobil lainnya entah mobil nya siapa.


''Assalamualakum bibi.'' ucap Nayna mengucap salam ketika akan masuk ke dalam rumah bibi.


''Waalaikum salam, eh neng cantik sudah sampai ya rupanya.'' sahut seorang pria yang keluar dari ruangan dapur rumah bibi ini .


Bima langsung terkejut melihatnya, begitu juga dengan Pria itu mata mereka saling tatap penuh api membara.


''Sayang kenapa ada dia di rumah bibi mu ini ?'' bisik Bima pada Nayna tapi masih dengan menatap Reyhan.


''Iya Bim , karena kemarin bos aku itu yang memberikan kabar sakit nya bibi .''


''Kenapa bisa? Apa kamu dan dia ada hubungan selama ini dibelakang ku, sampai dia berani mengubungi mu tanpa aku tahu.'' ucap Bima begitu dingin suaranya.


''Tolong jangan marah dulu, dia baik berniat baik kok Bim. Kemarin dia menghubungi aku dari ponsel bibi kok, dan kamu jangan asal nuduh aku gak begitu gak mungkin ada hubungan di belakang mu. Tolong jangan samakan aku dengan mantan mu !'' kini Nayna balas menyudutkan Bima.


''Ya baiklah kali ini aku percaya padamu, tapi ingat pokoknya jangan sampai berkhianat. Aku gak ijinkan.''


''Iya siapa juga yang akan berkhianat gak ada.'' balas Nayna.


''Tolong jangan buat keributan, bibi lagi sakit, dan ya bersikap baik atau biasa lah dengan dia.'' pesan Nayna


''Hmm.'' balas Bima singkat.

__ADS_1


__ADS_2