Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Mama Ayyu jatuh.


__ADS_3

Bima merenung setelah dia mendapatkan satu foto baru yang mengejutkan.


Teman bisnis nya yang tak lain adalah sahabat dari jaman kuliah, tiba-tiba mengirim pesan berisi foto antara pacarnya tengah duduk bersama saling memeluk dengan seorang pria asing.


Maka segera Bima mengirimkan juga pada Calista dengan menanyakan itu siapa.


[Lista jawab aku, itu siapa? Dan kenapa kau sampai berpelukan begitu hah?] dalam mengetik pesan itu Bima sangat marah


[Honey, kenapa kamu bisa dapat foto itu, siapa yang kirim padamu?] tanya balik Calista


[Tidak perlu tahu dari siapa. Cepat katakan saja ini siapa, Lista!] sungguh Bima ingin rasanya membanting ponselnya ini.


[I-itu dia, dia sepupu ku honey. Baru pulang dari Amerika.] begitu jawab nya Calista


[Apa sepupu mu? Sepupu yang mana Lista?Aku tidak pernah mendengar kau punya sepupu ya!] balas Bima tidak percaya , sebab sebelumnya Calista tak pernah membicarakan soal sepupu laki-laki.


[Ada sayang, iya aku memang gak bilang ke kamu karena dia kan jauh gak ada di sini. Ya udah aku gak kasih tau ke kamu.] begitu jawaban Calista


[Aku kecewa Lista! Mana ada sepupu dekat menempel begitu?] marah Bima dia merasa di bohongi


[Gak honey, kamu jangan sa-salah paham dulu.Aku a-aku ini serius honey.]


[Sudahlah aku capek!]


***


Saat akan bersiap untuk pergi kembali ke kota asal, tiba-tiba muncul seseorang datang ke rumah bibi ini. Dia datang dengan membawa banyak makanan, juga ada bunga segala orang itu bawa.


Bima menatap nya dengan tajam dan perasaan yang susah di jelaskan. Sudah dirinya sedang kesal pada Calista pacarnya akibat foto sialan itu. Kini, di tambah dengan kehadiran orang asing ini. Tambah lah membuat jiwa Bima yang membara semakin berkobar.


''Halo ..., Neng cantik, Bibi, Bu.'' Rey datang dan menyapa mereka semua. Tapi hanya Bima yang tak di sapa.


''Eh, mas bos . Ada apa ya tumben ke sini?'' tanya bibi lebih dulu


Dan semua terkejut dengan kedatangan pria muda ini.


''Ya ini saya gak sengaja sih bi kesini. Tapi tadi kebetulan saya melewati rumah bibi. Yasudah saya mampir saja bi.'' begitu jawaban Rey


Tapi sayang Bima tak semudah itu percaya, sebab dia atau Rey datang dengan membawa paper bag di tangannya.


''Em, ini ada tamu juga ya Bu rupanya?'' ujar Rey melihat ada Mama Ayyu dan Bima tentunya


''Iya Mas, ini ada besan . Mama mertua nya Nayna.'' jelas bibi


''Salam Bu.'' Rey menyalami tangan Mama Ayyu tapi kali ini tulus .


''Iya.'' hanya itu balasan Mama


''Bu Ay, ini bos kamu tempat kami bekerja Bu.'' beritahu bibi

__ADS_1


''Oh jadi ini bos Nayna?'' Mama sedikit kesusahan menerima saat ingat Pria muda ini kan yang ada di foto kemarin.


''Hehe, bibi bisa saja.. Tidak kok bu, saya hanya anak nya dari perkebunan teh ini.'' ucap Rey merendah


''Iya itu mas sama saja.'' kata bibi


Sementara Bima dia sudah komat-kamit saja bibirnya ketika Rey berbicara Bima akan mengejeknya . Dasar nih orang kelihatan sekali, cari muka nya. gerutu hatinya Bima


Rey berbicara pada Nayna.


''Neng cantik, boleh saya bermain dengan anak mu?'' ijinnya


Nayna terkejut dan bingung, juga tidak enak kalau menolak, tapi takutnya anak yang tidak mau.


''Aku bilang dulu pada mereka ya Mas, bukan apa-apa takutnya bila melihat orang baru mereka tidak mau.'' ucap Nayna dengan hati-hati takut Rey tersinggung.


''Oh iya, tidak apa Neng. Silahkan.'' balas Rey.


''Sayang, kalian main gih dengan ... '' Nayna bingung mau menyebutkan siapa bos muda itu pada anaknya


''Apa Bun?'' tanya si anak


''Em itu Nak, mau main sama Om Rey.'' ucap Nayna menunjuk pada Rey yang sedang menunggu


''Main?'' si kembar melihat Rey bareng-bareng


''Jangan takut, sana main. Om tidak jahat kok.''


**


''Bim, hey lepaskan! Ih kenapa sih, ada apa ini narik narik?'' ucap Nayna meminta di lepaskan tangan nya yang di tarik Bima.


''Maaf Mbak, tapi aku ada ingin yang ku sampaikan.'' ucap Bima setelah melepaskan tangan Nayna


''Ya apa? Kan bisa gak perlu narik kaya gitu'' gerutu nya


''Mbak, apa itu maksudnya kamu mengijinkan si kembar untuk dekat dengan pria sialann tadi.'' ujar Bima


''Bim, jaga bahasa mu!'' tegur Nayna


''Sudah jawab saja.'' Bima tak mau berbelit


''Ya aku harus gimana Bim ? Aku gak enak kalau aku gak beri ijin pada Rey..Dia itu bos aku tempat aku bekerja Bim. Juga dia kan ngajak main nya di rumah gak bawa pergi kan. Lagian dia gak ada niat jahat dengan si kembar.'' kata Nayna mengatakan yang ada di pikirannya.


''Ya memang dia tak ada niatan jahat tapi Mbak harus nya sadar. Dia tuh ada niat terselubung Mbak. Dengan mendekati anak-anak mu.'' ucap Bima


''A-apa maksudmu, niat terselubung bagaimana ?'' Natha tak mengerti


''Ya Tuhan Mbak kamu polos dan lugu sekali ya rupanya. Dia itu ada niat lain dengan mendekati si kembar karena dia ingin di puji dan ingin terlihat baik lalu kamu mulai nyaman dengan nya, dan di saat itu lah dia melancarkan aksinya dia mendekati kamu. Dan merebut mu dari kami. Kamu mulai goyah si pria itu menyukai mu Mbak.'' ucap Bima menyadarkan

__ADS_1


''Bim cukup!''


Jangan lagi asal bicara, dan kamu harus punya batasan ya. Kamu siapa berani menilai orang kaya gitu hm? Tolong jangan lagi berdebat. Aku pusing melihatnya ya Bim. Kalaupun dia ada niat seperti itu ya terserah dia, tapi aku tegaskan aku tak semudah itu goyah cintaku pada mas mu masih melekat dalam raga ini. Bima jangan lagi ikut campur !'' Nayna menegaskan.


''Tapi Mbak, aku -- Aku tidak mau kamu bersamanya .''


''Kenapa ? Kenapa tidak mau ? ''


''Ya karena aku -- aku ... '' lidah Bima Kelu


''Karena Bima sudah mulai mencintaimu.'' ucap seseorang menyahut tiba-tiba datang


''Bu-bukan seperti itu.'' Bima cepat mengelak


''Mungkin benar saja mulut mu berkata tidak. Tapi hatimu akan menjawab benar. Mama bisa merasakan nya kok Bim. Kau mulai ada rasa dengan Nayna.''


''Ma ... '' Nayna menggeleng


''Benar Nay, Mama dapat merasakan nya. Bima mulai takut kau dengan yang a lain.''


''Ma, bukan seperti itu.''


''Bukan kah Mama juga takut bila Mbak Nay dekat dengan nya?''


''Ya itu sangat benar Bim. Mama begitu takut bila Nayna menikah bukan dengan kamu . Tapi bila kalian menikah ya Mama akan bahagia Bim, Nay.''


''Ma, tolong ... '' mohon Nayna untuk tidak membicarakan hal itu lagi. Sebab tidak mungkin terjadi.


***


Bima dan Mama sudah pulang. Dengan berpesan pada Nayna agar tidak dulu mudah dekat dengan pria lain lagi.


Padahal Nayna sendiri sudah menegaskan dia di sini bukan untuk mencari pasangan tapi kedamaian dari fitnah.


Satu tahun kemudian ...


Waktu sudah cepat berlalu , kini tinggal menunggu beberapa bulan lagi Bima akan menikah dengan Calista.


Saat Bima di pertemukan dengan pria yang dulu di foto rupanya Pria tersebut mengaku memang sepupu Calista saat pertemuan itu. Hingga Bima percaya saja.


Si kembar mereka sudah pinter dan semakin pintar saja. Cilla dan Cillo tahu kak Nayna bekerja untuk mereka sehingga tidak pernah rewel kalau Nayna bekerja.


Tapi kadang-kadang juga, si kembar menanyakan sang Nenek dan tentunya Bima. Lalu Nayna akan mengobati rasa rindu mereka dengan melakukan panggilan video.


Hubungan Natha dengan Rey masih sama hanya sebatas bos dan pegawai kebun tidak lebih. Juga Rey ini bukan orang yang memaksa. Walaupun dia terkesan Playboy mudah suka dengan wanita muda.


Tiba-tiba Nayna mendapatkan kabar, Mama Ayyu jatuh dari kamar mandi.. Karena Mama Ayyu mempunyai penyakit pusing.


Nayna pun segera datang ke kota sang suami untuk menjenguk kondisi ibu mertua nya. Padahal sebenar lagi Bima akan melangsungkan pernikahan.

__ADS_1


Kejutannya di bab selanjutnya ya bestayyy..


__ADS_2