
Mama jatuh sakit...
Bila kemarin saat Mama meminta Bima mengubungi Nayna lewat ponsel Bima, itu adalah suatu rencana Mama Ayyu. Tapi kali ini Mama sungguh-sungguh langsung drop kondisinya.
Mama tidak ingin makan, Mama jadi kepikiran dengan foto-foto kemarin itu. Benar saja dengan perkataan Bima pada Calista, jangan memberikan informasi seperti kemarin . Dan kejadian lah sekarang Mama langsung jatuh sakit.
Bima agak kesiangan untuk bangun tidur pagi ini, di karenakan dia kesusahan tidur akibat membayangkan dan menerka-nerka siapa pria di foto tersebut.
Bima pun turun dari kamarnya menunju bawah untuk menemui sang Mama, padahal biasanya bila sedikit telat Mama akan mengomel dan langsung menyuruh Bima ataupun anaknya yang lain entah dulu almarhum Bimo, atau kadang Nayna ketika masih berada di rumah ini.
Mama ini orangnya sangat disiplin tapi pagi ini Mama nampak cuek padahal Bima bangun kesiangan.
''Bi, Mama mana?'' tanya Bima pada bibi pembantu di rumah
''Nyonya besar ada di kamarnya den.'' jawab bibi
''Oh lagi di kamar jam segini, tumben Mama masih di kamar. Biasanya Mama sudah beraktivitas kan, bi?'' tanya Bima sedikit merasa aneh.
''Iya Den, karena nyonya sedang sakit.'' beritahu bibi
''Apa bi? Mama sakit, kapan bi. Bukankah malam masih baik-baik saja kan?'' Bima langsung panik dan cemas.
''Benar, memang malam masih baik den, tadi subuh nyonya baru kerasa sakitnya.'' ujar bibi
''Bibi kenapa gak bangunin aku bi,?''
''Ya maaf den, bibi gak enak.''
''Yaudah aku mau lihat Mama dulu.''
''Iya den.''
Bima segera menekan kenop pintu ke bawah dan dirinya pun langsung masuk, di lihatnya Mama Ayyu tengah berbaring dengan selimut di atas tubuh Mama Ayyu membalut tubuhnya.
''Ma, Mama sakit ?'' Bima langsung bertanya
''Bim.'' sahut Mama dengan suara lirih
''Ma kenapa gak nyuruh bibi, bangunkan Bima. Kalau Mama sakit.''
__ADS_1
''Mama gak mau mengganggu mu.''balas Mama
''Ma, kenapa bicara seperti itu. Mama tak mungkin mengganggu ku, Ma.'' sahut Bima
''Entahlah, tapi Mama merasa Mama seperti seorang diri di rumah ini. Mama merasa tak punya teman.'' ucap Mama begitu sedih dan kesepian
''Ma, Bima harus gimana ?'' ucapnya menatap Mama
''Mama rindu cucu-cucu Mama, Mama ingin bertemu mereka, bertemu Nayna. Mama tak tenang gara-gara pacar mu itu nunjukin foto kemarin sama Mama.'' ucap Mama dengan mengatakan unek-uneknya.
Ya Tuhan, apa karena melihat foto itu Mama jadi sakit, dan Mama kepikiran dengan pria itu kah. Berarti Mama sepemikiran dengan ku, yang bertanya-tanya siapa dia. batin Bima
''Mama bisa menghubungi mbak Nay , biar aku lakukan panggilan ya.'' usul Bima
''Tapi Bim, Mama ingin ketemu langsung. Tolong Bim, apa kita kesana saja ya Bim.'' ajak Mama dengan mengatakan ingin menemui Nayna dan pergi ke kota bibi Nayna.
Bima merasa tak tega melihat kondisi sang Mama yang mungkin sudah rindu berat dengan cucu-cucunya ini.
Sebenarnya semalam Bima pun ingin rasanya menanyakan langsung pada Nayna, tapi dia sadar dia tak punya keberanian untuk menanyakan nya pada Nayna.
Dan kini Mama meminta untuk menemui Nayna dan anak-anak, maka ini dijadikan alasan baik untuk Bima tahu kebenarannya.
Maka sekarang Bima sudah siap untuk mengantarkan Mama ke kota xx, di mana tempat tinggal Nayna sekarang.
''Bim, apa kamu tak bisa memutuskan hubungan mu dengan pacar mu itu??'' tanya Mama tiba-tiba di perjalanan
''Kenapa Mama jadi bahas hal ini ma?'' tanya Bima tadi menoleh sekilas pada Mama Ayyu lalu fokus lagi dengan mengemudi.
''Bim, jujur saja. Mama kurang suka dengan sikapnya. Dia suka menjelekkan orang, dan bukan kah kau tahu Nayna bukan wanita seperti itu. Tapi rasanya pacarmu itu begitu membenci Nayna. Memang apa salahnya Nayna pada Calista, coba lah Bim. Kamu pikirkan ini lagi dengan baik-baik.'' nasihat Mama
''Ma, bukankah Mama juga tahu, kalau aku sudah menunggu dia dari beberapa tahun terakhir. Dan kini saatnya dia yang sudah ingin menikah dengan Bima, tapi kenapa Mama malah seperti ini, Mama tak mendukung Bima kenapa Ma?''
Dan ya, apa Mama ingat, dulu saat pertama kali mas Bimo mengenalkan Mbak Nay sama Mama. Mama dulu langsung menyetujui kan ma? Tapi kenapa sekarang Mama malah seperti ini sama Bima, Mama gak mendukung pilihan Bima. Ma, rasanya ini sangat tak adil.'' lanjut Bima dengan mengatakan yang dia rasa
Memang benar, dulu ketika baru-baru di kenalkan Nayna sama Mama oleh Bimo. Mama tak menolak seperti sekarang, makanya Bima merasa tak adil.
''Bim, bukan begitu maksud Mama. Mama ini hanya ingin membuat mu tak menyesal saja, tapi bila kamu kukuh dan begitu mencintainya maka baiklah, Mama akan mendukung mu. Asal kau bahagia Bima.'' ucap Mama memasrahkan saja pada menyataan nantinya dan Mama harap ya Calista suatu saat berubah dan tak mengecewakan itu harapan Mama.
**
__ADS_1
Sementara di kota xx
Nayna belum tahu kalau mertuanya dan Bima akan ke kota ini untuk menemuinya dan si kembar.
Pagi tadi, Nayna jadi ingin membeli ikan dan ini adalah ikan kesukaan Mama Ayyu.
''Pak, beli ikan ini ya dua kilo.'' ucapnya pada perdagangan ikan di pasar.
Ya Nayna sedang belanja di pasar, dia sudah tahu letak pasar karena kemarin bibi sudah mengajak Nayna dan si kembar ke pasar. Ini juga permintaan Nayna yang ingin tahu dimana pasar.
''Baik neng, dua kilo ya.'' ujar pedagang
''Iya pak.''
''Ini neng sudah ikan nya, dua kilo.''
''Terima kasih ya Pak, ini uangnya.'' ucap Nayna memberikan uang
''Sama-sama neng.'' sahut penjual
Setelah membeli beberapa bahan untuk masakan hari ini, dan tak lupa tadi Nayna membelikan kue juga makanan ringan untuk sang anak cemilan nanti di rumah. Nayna juga membeli kue balok untuknya dan bibi ngopi bareng nanti di rumah juga.
''Semuanya sudah ku beli, kini saatnya tinggal aku pulang.'' ucap Nayna bergumam.
Dia pun menunggu angkutan umum untuk pulang. Tak lama terlihat ada angkut mulai mendekat, Nayna pun menyetop angkot itu.
''Mang, angkot.'' panggil Nayna dengan menyetop angkot itu.
''Mau kemana neng.?'' tanya Sopir
''Jalan xx , mang.''
''Siap neng.''
Saat di mobil angkot, Nayna tersenyum bingung karena Bisa-bisanya dia membeli ikan dan niat akan memasak ikan itu seperti kesukaan Mama Ayyu.
''Ma, entah kenapa. Hari ini rasanya aku teringat Mama aku sangat rindu Mama, Nay sampai beli ikan dan akan memasak kesukaan Mama ini. Bukankah ini lucu ma, padahal Mama tak ada di sini.'' ucap Nayna berbicara sendiri.
Nayna pun sudah sampai di halaman rumah bibi, tapi saat turun dari angkot. Nayna langsung diam di tempat, karena di depan rumah bibi terlihat ada mobil putih dan itu seperti tak asing..
__ADS_1