Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Chillo dan Andinie menikah


__ADS_3

Bima tidak suka dengan sikapnya Bapak Andini yang terkesan sangat tidak sopan.


Baru begitu saja Bima sudah tak suka, apalagi tahu bagaimana sikap aslinya bapak Andini.


''Jadi maksudnya kalian ini adalah calon pria atau suami Dini?'' tanya Pak Caca


''Benar Pak, ini kedua orang tua saya.''


''Duh kenapa gak bilang dari tadi, kalau datangnya itu bawa mobil mewah.'' celetuk Pak Caca sembari menatap berbinar pada mobil Bima yang mengkilap.


''Bun, apa apaan si Chillo ini, kenapa mau dengan keluarga nya yang seperti ini.'' omel Bima berbisik


''Yah, Chillo kan Menikah nya dengan Andini bukan sama bapaknya, sudah biarkan saja Yah malu ah jangan bisik-bisik mulu.'' Nayna mengingatkan


''Bun, yang buat malu kan Pria itu kok Bunda malah nyalahin Ayah.'' protesnya


''Eh ternyata ada tamu, mau cari siapa ya?'' tanya Ibu Andini baru keluar melihat karena penasaran sebab suaminya tidak masuk kedalam rumah lagi, tau-tau di luar ada banyak orang.


''Apa ini Ibunya Andini ?'' tanya Nayna


''Ouh iya bener saya adalah ibunya, maaf kalian ini siapa? Dan kenal dengan anak saya Andini ?'' ujar Ibunya


''Tentu kami kenal,'' ucap Nayna sembari tersenyum


''Kamu ini aneh sekali pertanyaan mu, tentu mereka ini tamu kita dan kenal dengan si Andinie, mereka ini calon besan kita dan ini calon suami si Dini. Juga lihat itu mereka kesini bawa mobil mewah orang kaya.'' Pak Caca yang menjelaskan dan berbisik saat mengucapkan kata-kata terakhirnya.


''Huss pak, jaga sikap mu.'' tegur ibu Andini karena tahu apa yang ada di pikiran suaminya si gila harta itu.


''Mari Bu, Pak, Mas masuk kedalam, sebenarnya Andinie sudah cerita kepada kami kalau katanya dia ingin menikah, dan katanya juga malam ini calon suaminya akan datang, tapi saya tidak menyangka akan datang dengan keluarganya.'' ucap ibu Andini sambil mengajak tamu nya masuk rumah.


''Oh iya Bu, maafkan saya yang memang sengaja tidak memberitahu Andini dulu soal itu.'' ucap Chillo


''Oh begitu ya.''


''Iya.''


Mereka sudah di ruang tamu.


''Maaf ya rumah kami seperti ini kecil dan tidak nyaman.'' ujar ibu Andini


''Tidak apa-apa Bu, kami tidak mempermasalahkan itu.'' balas Nayna


''Syukurlah.'' ibu Andinie lega

__ADS_1


Kemudian Andinie datang dengan membawakan air dan cemilan atau kue yang tadi dia beli di pasar.


''Pak Presdir, Nyonya, Pak. Selamat malam.'' ucap Andini menyapa semua


''Malam Dien, kamu cantik sekali malam ini.'' puji Nayna langsung


''Em Nyonya, terima kasih.'' Andinie nunduk malu-malu


''Sini Dien!'' Chillo menepuk sisinya tanda menyuruh Andinie duduk di dekatnya.


''Bang ingat belum halal.'' Nayna menegur


''Iya Bun, Abang ingat kok lagian cuma duduk saja.'' balas nya


''Sudah biarkan saja Bun, mereka mau menikah ini.'' ujar Bima


''Ayah gak bisa gitu dong.''


''Iya deh, perempuan emang selalu benar.'' kata Bima tidak membahas lagi sementara Nayna langsung tertawa kecil.


''Jadi begini ya Bu, pak, kedatangan kami kesini mau melamar Andini untuk Putra kami, dan apakah kalian menerima lamaran ini juga apa kalian memberikan restu kepada anak-anak kita?'' ucap Nayna dengan serius


''Oh sudah pasti kami setuju Bu, sangat setuju malah dan kenapa kami harus menolaknya.'' Bapak Caca yang langsung menjawab tanpa ragu.


''Syukurlah kalau begitu, apa ibu juga setuju?''


''Kami sudah menanyakan kemarin kepada dua anak-anak kita kalau mereka memang saling suka dan sudah menyetujui pernikahan ini.'' ucap Nayna


''Baiklah bagus kalau begitu, saya mendukung saja Bu. Hanya sebelumnya saya ingin mengatakan tentang keadaan kami yang memang seperti ini, apakah bapak dan ibu tidak akan menyesal menikahkan Putra kalian kepada anak saya Andinie, yang lahir dari keluarga yang tidak berada.'' ujar ibu Andinie bertanya serius tentang keadaan nya.


''Tidak masalah Bu, kami tidak menilai dari hal itu. Karena yang kami inginkan adalah kedua anak kita yang memang saling suka, kami tidak mungkin menghalangi anak kami agar menjauh dari anak ibu, kami sangat merestui dan tidak masalah bagaimana keadaan keluarga Andinie asal Andini sayang kepada putra kami.'' ucap Nayna


''Saya sangat bersyukur mendengar ini Bu, terima kasih sudah mau menerima kekurangan kami.'' ucap ibu Andini


''Sama-sama Bu,''


''Silahkan di cicipi kue dan teh nya.'' ucap ibu Andini


''Baik.''


**


Tak membuang waktu lama, kini saatnya hari pernikahan Chillo dan Andinie di langsungkan.

__ADS_1


Acaranya mewah dan berkelas tentunya secara Chillo adalah anak laki-laki satu-satunya Nayna dan Bima.


Hal ini membuat Bima ingin memberikan acara yang ekslusif,


Chillo sangat tampan hari ini dan memang dia selalu tampan, begitu juga dengan Andinie yang di balut gaun pengantin yang indah pas di tubuhnya ini, semakin membuat dia cantik dan elegan.


"Saya terima nikahnya dan Kawinnya Andinie Sahara binti Caca dengan mas kawin seberat 200 gram dan uang tunai 20 miliyar rupiah di bayar tunai." ucap Chillo dengan lantang


''Bagaimana para saksi, sah?'' ucap Pak penghulu


''Sah ... ''


''Sah ... ''


''Alhamdulillah.''


''Abang ... Selamat bang.'' Amira langsung memeluk Chillo dengan erat dan mengucapkan selamat.


''Iya bang, selamat ya Aku senang akhirnya Abang Menikah.'' kata Amora


''Bang Chillo, kembaran ku selamat ... Selamat dan selamat! Akhirnya ... Akhirnya, saudara ku, kembaran ku ini, menikah juga dan memiliki istri,.'' kali ini Chilla yang memberikan ucapan selamat kepada Chillo.


''Makasih ya, adik adik Abang sudah ikut serta dalam kebahagiaan Abang ini.'' ucap Chillo


Mereka ber lima pun saling berpelukan akhirnya.


Hari bahagia itu masih berlangsung hingga malam hari, Chillo tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya dia selalu tersenyum menyambut para tamu undangan begitu juga dengan Andhini jelas ia juga sama bahagianya, tak pernah terbayangkan oleh dia kalau akan mendapatkan suami setampan ini apalagi ini adalah Bos nya sendiri, Andini sangat bersyukur.


Semua pun ikut bahagia dalam acara itu, Nayna dan Bima sangat bahagia menyaksikan anak pertama mereka anak laki-laki satu-satunya mereka akhirnya menikah dan bahagia bersama pasangan nya.


......................


Selesai


🌿


Terima kasih juga untuk para reader yang sudah menyaksikan acara pernikahan ini, tanpa kalian cerita ini bukan lah apa-apa.


Othor mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan dan sudah setia sejauh ini selama ini. Yang setia dari awal mula Nayna kehilangan suaminya, lalu hadirnya Bima dan kedua anak kembar yang cantik-cantik hingga dewasa akhirnya Chillo yang menikah.


Maaf bila ada kata-kata yang tidak sesuai di hati kalian ya.


Makasih yang selalu komentar dari awal yang selalu like, itu sangat berguna untuk othor. Sekian dari kisah ini, yang di akhiri oleh hubungan Chillo.

__ADS_1


See you di lain hari ❤️❤️


🍁 TAMAT 🍁


__ADS_2