
Bima nampak sangat tak berdaya ketika mendengar kenyataan tentang salah satu anaknya yang mengalami kondisi menurun.
Juga karena anaknya ini kembar jadi salah satu diantaranya ada yang kekurangan gizi, juga kurangnya nutrisi.
Padahal sebelumnya tentu Bima dan Nayna sudah melakukan yang terbaik dari saat awal hamil pun, Bima memberikan makanan yang sehat, tentu penuh gizi seimbang, tapi ternyata semuanya berkehendak lain, salah satu anak mereka ada yang kurang dalam timbangan berat badan.
Dan anak Bima dengan Nayna ini berjenis kelamin perempuan dua-duanya. Sebelumnya mereka tidak menyangka dan tak tahu akan mendapatkan anak kembar lagi .
Karena ketika dulu di USG, dokter tidak menjelaskan yang terjadi sebenarnya.
''Ayah, bagaimana anak kita, dia selamat kan?'' tanya Nayna lirih, Nayna melahirkan secara Caesar.
''Iya semuanya baik-baik saja sayang, kau tak perlu cemas, karena kau adalah ibunya ibu yang terhebat.'' sahut Bima menenangkan Nayna
Bima masih belum menceritakan kalau Nayna telah melahirkan bayi kembar lagi, bukan apa-apa Bima ini takut terjadi hal yang tidak diinginkan oleh istrinya sebab kondisi Nayna juga baru saja melakukan persalinan, Bima tidak mau Nayna shock.
''Lalu sekarang dimana anak kita Yah, oh ya dia laki-laki atau perempuan ?'' tanya Nayna antusias
''Em anak kita perempuan sayang, sangat mirip dengan mu dan Cilla.'' beritahu Bima
Senyum terbit di bibir Nayna, membayangkan anaknya mirip Cilla, yang telah menjadi Kakak.
''Yah, aku ingin melihat nya sekarang, apa boleh ?'' pinta Nayna
''Bun, kondisi mu baru saja melakukan operasi, bukan aku melarang tapi aku gak mau kamu kecapean dan terlalu banyak gerak Bun, kita bisa nengok dia ya.'' ucap Bima berbicara dengan penuh perhatian
''Iya baiklah, tapi setelah ini tolong kamu fotokan dia ya, Yah. Aku ingin sekali melihatnya.'' mohon Nayna meminta
''Ok nanti aku fotokan, ayo sekarang istirahat agar cepat pulang.'' nasehat Bima menyelimuti Nayna
**
Bima sedang menunggu di depan ruangan Anaknya yang sedang di lakukan beberapa perawatan juga anaknya harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa waktu ini.
Sementara anak nya yang satu lagi nampak normal dan tak perlu di rawat.
Bima sudah harap-harap cemas akan kondisi anaknya,
''Bim, sebaiknya kamu istirahat lah dulu, biar Nayna bibi yang jaga.'' ucap Bibi Sri ikut menunggu kemudian menyuruh Bima untuk pulang saja karena kasihan pasti Bima sangat kecapean
''Iya Bi makasih , tapi aku tidak akan tenang kalau diam di rumah bi.'' kata Bima
''Yasudah tapi sana istirahat lah di kamar Nayna, anakmu ada Bibi yang jaga.'' ujar Bibi
''Gak apa Bi, aku tinggal ?'' ucap Bima
''Tidak apa dong Bim, kamu ini kayak sama siapa aja sih, sudah sana.''
''Aku titip anakku ya Bi, kalau ada apa-apa cepat beritahu aku Bi.'' pesan Bima sebelum pergi
''Huum kamu tenang saja, nanti Bibi kasih tahu.''
''Aku kesan dulu Bi, maaf merepotkan.'' ujar Bima dengan tersenyum dan bersyukur
''Iya sama-sama Bima.''
__ADS_1
Bima pun pergi ke kamar ruangan Nayna berada.
Tiga hari kemudian....
Nayna pun sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah dan kabar baik pun menyertai mereka, karena untunglah anak mereka yang mereka kemarin sempat dirawat intensif, kini sudah diperbolehkan untuk pulang juga ke rumah beserta ibunya.
''Pak Bima, anaknya sudah dalam keadaan yang stabil sekarang, dan juga sudah boleh pulang.'' ujar dokter pada Bima
''Yang benar Dok ?'' Bima Senang
Dokter mengangguk.
''Syukurlah Alhamdulillah, terima kasih dokter.'' ucap Bima sungguh-sungguh
''Sama-sama, ini juga berkat orang tuanya yang kuat.'' ucap dokter
Beberapa menit kemudian, kini Nayna pun sudah akan pulang tapi ia terkejut karena ada dua bayi dalam mobilnya.
''Loh Ayah.'' Nayna tercengang
Ini seperti dulu, saat ia melahirkan Cillo dan Cilla apa ini mimpi ?
''Kenapa sayang ?'' tanya Bima setelah ia duduk di kursi mengemudi
''Yah, kenapa anak kita jadi dua?'' tanya Nayna bingung
''Memang anak kita ada dua Bun,''
''Apa, yang benar Yah, kau serius a-anak kita kembar lagi ?'' Nayna shock tak menyangka karena sebelumnya Bima tak menjelaskan apa-apa.
''Hm anak kita kembar lagi.''
''Benar Bun, anak kita sudah empat saja, yang artinya rumah kita akan ramai dengan suara-suara dan teriakan anak-anak, juga mungkin kita ini sudah tua.'' ujar Bima
''Apa ini mimpi Yah? Aku masih tak percaya.''
''Ini nyata sayang bukan lah mimpi.'' jelas Bima
''Kau senang tidak ?'' tanya Bima
''Ya tentu aku senang dong, aku sangat senang dan bersyukur Apalagi mereka tumbuh dengan sehat.'' balas Nayna
''Aku pun senang, kita memiliki bayi kembar lagi.'' seru Bima
''Tapi anak kita apa laki-laki dan perempuan atau--''
''Mereka dua-duanya perempuan sayang, dan anak lelaki kita hanya Cillo saja, si Abang.'' jawab Bima
''Ya Tuhan, jadi Cilla adalah Abang satu-satunya mereka ini.'' Nayna membayangkan bagaimana besarnya nanti Cillo mengurus ketiga anak mereka.
Beberapa Bulan pun telah berlalu ...
Hidup Nayna dan Bima kini diramaikan dengan kehadiran anggota baru yaitu bayi kembar nya mereka lagi.
Lalu di dalam rumah tangga nya Calista dan juga Rey, kini mereka juga sudah diberikan dua anak yang lucu, anak pertama yaitu Arjuna, dan anak kedua mereka telah lahir yaitu Nathan, adik nya Arjuna anak kandung Reyhan.
__ADS_1
Kedua pasangan yang dulu sempat menaruh hati pada pasangan masing-masing tapi kini mereka sama-sama hidup dalam kebahagiaan.
Dan kedua anak perempuan Bima juga Nayna yang kembar mereka sudah tumbuh menjadi anak yang sangat cantik.
Mereka bernama Amora dan Amira, nama yang dipilihkan oleh Nayna sendiri, jika dulu Cilla dan Cillo, Bima yang memberikan nama tapi kali ini sang Bunda yang memberikan nya langsung.
*
Seorang wanita yang memiliki dua anak ini dia tengah mengejar sang anak yang lari-lari padahal tengah di berikan makan oleh sang Mama
''Sayang adek Nathan, jangan lari-lari Nak!'' panggil Calista mengejar
''Nathan, awas jatuh!''
''Gak mau Mama, Tatan dak mau makan !'' tolaknya terus berlari
''Awas Nak jatuh nanti nangis lagi.''
''Aaaaah!'' Nathan berteriak kencang saat ia tak sengaja bertabrakan dengan Arjuna sang kakak
''Tuh kan Mama bilang juga apa Nak, jangan lari jadi jatuh kan.'' omel Calista lalu menghampiri
''Ma, ini kakak salah.'' Nathan mengadu lalu tiba-tiba menyalahkan Arjuna menunjuk pada Juna yang tak tahu apa-apa
''Kakak mu gak salah, kan Nathan yang lari-lari Mama udah larang kamu, jangan nyalahin kakak.'' tegur Calista juga memberikan nasihat agar jangan menyalakan orang lain.
''Dak Mama, kakak salah!'' kukuh Nathan selalu menyalahkan Arjuna
''Nathan!''
''Ma, jangan marahi adek lagi, iya kakak yang salah ma.'' Juna selalu mengalah dia tak akan biarkan Nathan kena omel ibunya
''Juna, kamu jangan bohong Nak, Mama kan lihat sendiri tadi kamu baru datang dan Nathan yang nabrak kamu, Mama gak suka ah anak Mama jadi tukang bohong.''
''Nathan kamu juga, jangan jadi suka bohong ya Nak, Mama gak suka anak yang seperti itu.'' Calista menegur Nathan anak umur empat tahun ini.
''Mama,'' Nathan merengek dan ia menangis karena merasa Ibunya memarahinya
''Ada apa ini?'' tanya Rey baru datang
''Papa, hikss Papa, itu Mama marahi Tatan Pa.'' Nathan berlari dan langsung meminta digendong
''Ma, kenapa Nathan?''
''Bukan apa-apa kok Pa,tadi dia gak mau makan malah lari-lari dan menubruk Juna, tapi Nathan malah menyalahkan Juna.'' jelas Calista
''Oh hanya tidak sengaja kan, yaudah lah jangan dibuat drama dan marahi Nathan, jangan apa-apa dibesarkan.'' ujar Rey
''Apa jangan dibesar-besarkan, jadi kau anggap aku membesarkan masalah ini? Aku hanya menyuruh mereka untuk tidak berbohong Rey, aku gak mau Nathan menyalahkan Juna yang tidak tahu apa-apa, tapi kamu selalu begini memanjakan Nathan, kamu juga harus ajari dia, agar tidak berbohong.''
''Dia ini masih kecil, kamu jangan anggap dia sudah mengerti wajar anak berselisih paham.''
''Justru dari kecil kita harus ajari dia Rey, kamu jangan manjakan dia kaya gitu terus, nanti dia semakin ngeyel.''
''Sudah cukup! Bisa tidak kamu diam saja! Aku ini capek, baru pulang kerja, aku butuh ketenangan di rumah bukan malah keributan seperti ini.'' Rey pun membentak Calista dengan keras
__ADS_1
''Rey berani kau membentak ku?''
''Sudah ya cukup aku ingin istirahat!'' Rey pun berlalu begitu saja tanpa menghiraukan Calista yang tercengang dengan perlakuan nya.