
''Ah tidak tidak, ngapain aku mikirin dia sih. Terserah dia mau kesini atau tidak dan stop berharap dia datang.'' Cillo mengdumel pada diri sendiri
''Mungkin dia sedang sibuk.'' lanjutnya
Namun hatinya tak bisa di bohongi dan Cillo benar-benar merindukan sosok Andinie apalagi dari sejak dia sadarkan diri Pria itu belum juga melihat sekertaris nya di rumah sakit ini.
''Apa sih, kenapa harus memikirkan dia terus. Mending saya istirahat.'' Cillo mengomeli dirinya lagi.
Saat akan berbaring tiba-tiba pintu terbuka,
''Bang.'' ucap Cilla yang datang padahal Cillo sudah begitu berharap dan dalam hati ia menyebut nama Andinie.
''Kak kamu.''
''Ya? Memang siapa lagi.'' sahut Cilla kemudian meletakkan buah buahan yang di pinta Cillo tadi pagi.
''Oh bukan begitu, kamu bawakan yang Abang mau?''
''Iya ini sudah Bang mau di makan sekarang? Akan aku kupasin.'' ujar Cilla
''Nanti saja Cill, sebentar lagi.''
''Yaudah aku nunggu di sana ya, sambil mau ngecek pekerjaan.'' ujar Cilla menunjuk sofa
''Hmm.''balas Cillo dan melanjutkan berbaring nya
Dari tempat duduknya saat ini sesekali Cilla memperhatikan gerak gerik Cillo, yang nampajlo sedang gelisah .
''Bang ada apa?'' tanya Cilla bersuara
''Hah tidak ada.'' jawab Cillo cepat seraya menggeleng
__ADS_1
''Aku perhatikan kamu sangat gelisah gitu Bang, dan juga aku lihat dari tadi kamu lihatin ponsel mulu lagi nunggu pesan dari siapa? Apa ada yang akan datang dan kamu tunggu bang?'' tebak Cilla
Hal itu justru membuat Cillo gelagapan Sial apa kelihatan sekali ya, sikap saya. batin nya
''Ah tidak ada kok Cill, Abang gak lagi nunggu siapa-siapa. Hanya tadi itu lagi mengecek kondisi kantor saja.'' alasan Cillo tentu itu hanya suatu alasan sebab yang sebenarnya dia memang tengah menunggu kabar Andinie.
''Ooh lagi cek kantor atau lagi nunggu Andinie?'' iseng Cilla menyinggung hal itu.
''Apa?'' pekik Cillo nampak terkejut
''Ada apa? Kok jadi panik gitu, ah .... Apa benar tebakan ku barusan hm?'' Cilla semakin menggoda Abang nya ini
''Cill apaan sih, gak ada seperti itu jangan ngarang kamu.'' gerutu Cillo
''Cih, ya biasa saja dong kalau itu salah dan tidak perlu marah Bang.''
''Hah sudahlah sebaiknya kamu diam saja jangan banyak bicara omong kosong, dan lebih baik kamu kupasin buah nya sekarang Abang mau memakannya dari pada cuma banyak bicara.'' kembali omel Cillo
''Astaga gitu aja marah sudah kayak anak kecil saja kamu Bang.'' Cilla semakin mengejek Cillo
''Ya ya, ini mau ngupas buah nya '' Cilla pun beranjak dari kursi dan mulai mengupaa buah jeruk dan buah mangga .
''Oh ya si kembar mana, kenapa gak ikut?'' tanya Cillo dengan mulut penuh buah yang di suapi Cilla.
''Mereka ada tugas kampus hari ini bang makanya belum bisa kesini ya mungkin nanti sorean lah baru bisa datang.'' jawab Cilla
''Oh yaudah, gimana kemarin saat di Singapore kalian happy kan?''
''Huum kita happy Bang ya walaupun saat pulang nya kebahagiaan kita berubah jadi ketegangan akibat kejadian itu.'' kata Cilla mendadak jadi murung
''Kak, maafkan Abang ya sudah membuat kalian sedih Abang Janji ini untuk yang terakhir kalinya.'' Cillo mendekap tangan Cilla
__ADS_1
''Bener ya, awas aja kalau kejadian lagi Aku bakal marah padamu.'' ancam Cilla seraya menunjukkan wajah sangar
''Hahaa iya iya, adikku kembaran ku sayang. Abang Janji ini tidak akan terulang lagi Ok, jangan galak gitu lah.''
''Ya habisnya kamu so' jadi pahlawan.''
''Aku rasa kau pun akan melakukan sama seperti ku, kalau keadaan nya kaya gitu Cilla.''
''Ya tapi gak harus mengorbankan diri mu Bang,''
''Iya Cilla gak akan lagi, ah bawel deh.''
''Bang ih.'' Cilla protes di sebut bawel
''Haaaha kamu lucu Cilla.''
Tok
Tok
Tiba-tiba pintu luar ada yang mengetuk Cilla juga Cillo saling pandang.
''Siapa Cill?''
''Gak tahu bang.'' Cilla menggeleng
''Kamu coba bukain ''
''Yaudah '' Cilla berjalan menuju pintu dan membukanya kemudian terlihat lah seorang wanita cantik yang berpenampilan sebagai pegawai kantoran.
''Oh kamu ayo masuk.'' ajak Cilla ramah
__ADS_1
''Em iya Nona.'' jawaba nya orang itu
Kira-kira siapakah orang tersebut? .