
Mulai dari saat Cillo menolongnya, rupanya diam-diam Andinie jadi memiliki perasaan suka terhadap Cillo bos nya di kantor.
Andinie juga sekarang lebih sering melamun kan Cillo bila di kantor, hingga ia tidak fokus padahal saat ini orangnya sedang berada di hadapannya.
''Dien,''
''Dinie?''
''Dinie!'' terpaksa Cillo menggebrak meja
''Hah ya.'' pekik Andinie sadar lalu dia menatap seseorang di hadapannya berdiri tegak
Astaga apa aku sedang berhalusinasi, kenapa sekarang didepan ku bisa ada Bos Cillo. pikirnya
''I-iya Pak.'' Andinie menyapa Cillo
''Kamu kenapa bengong aja, saya panggil kamu loh dari tadi .'' omel Cillo
''Maaf pak, itu tadi saya memang sedang kurang fokus, maafkan saya sekali lagi Pak.'' Andinie menunduk minta maaf ia memang salah terlalu lama berkhayal tadi.
''Yaudah lain kali fokus kamu,''
__ADS_1
''Baik Pak, sekali lagi maafkan saya.''
''Nih , tolong kamu cek soal keuangan sepertinya ada yang tidak beres.'' Cillo memberikan berkas yang harus Andinie cek.
''Oh ada yang tidak beres kenapa dengan keuangan Pak.'' tanya Andinie sembari ia melihat bekas itu
''Sudah dapat jawabannya ?'' tanya balik Cillo ketika ekspresi Andinie terkejut
''Ini .... Bagaimana bisa pak ? Siapa yang telah curang.'' ucap Andinie shock di berkas itu terlihat pengeluaran yang membengkak namun sepertinya bukan di gunakan untuk perusahaan.
''Ya maka dari itu, saya memberi mu tugas selidiki orang ini kamu harus bisa mendapatkan pelakunya, saya percaya kan padamu Dien!'' Cillo memerintahkan pekerjaan ini kepada Andinie
Andinie memang terlahir dari keluarga yang tidak berada, namun dia memiliki kecerdasan di atas rata-rata, sehingga dari sekolah dasar pun Andinie selalu mendapatkan juara bahkan saat kuliah di jurusan universitas negeri Andinie mendapatkan beasiswa maka dari itu dia bisa bekerja di kantor Ayah Cillo sekarang ini.
Cillo sudah berlalu, kini tinggal Andinie memikirkan tentang kecurangan ini. Memang ini masih menjadi tebakan dia dan Cillo. Namun mereka meyakini ada yang berbuat curang.
''Aku harus menyelidiki ini secepatnya.'' gumamnya
Kemudian wanita itu tidak membuang waktu dia langsung pergi ke tempat rahasia yaitu ruangan cctv.
''Semoga aku bisa menemukan bukti tentang orang yang melakukan kecurangan ini.'' ucapnya berbicara sendiri
__ADS_1
Andinie membuka pintu ruangan itu lalu dia menengokan kepalanya ke sisi kiri dan kanan sebelum dia masuk setelah di rasa aman Andinie pun masuk tak lupa ia tutup lagi pintunya.
Lalu dia berjalan untuk mengecek monitor dari layar cctv, mulai di tanggal bulan-bulan kemarin semua masih aman dan ketika Andinie ingin melanjutkan lagi untuk mengecek di bulan ini tiba-tiba seperti ada suara kaki yang mendekati ruangan ini.
Andinie merasa waspada ia pun langsung bersembunyi di balik tembok sebelumnya dia sudah mengembalikan layar komputer agar tidak ada yang curiga kalau disini ada dia bersembunyi.
Ceklek pintu dibuka seseorang itu, untunglah Andinie gerak cepat sehingga dia bisa sembunyi.
Di lihatnya ORAng itu rupanya seorang pria yang bekerja di kantor ini di bagian marketing.
'Pak Yosua, dia mau apa kesini ?' batin Andinie menebak-nebak sambil terus melihat gerak gerik orang kantor ini.
Yang di sebut Yosua tadi oleh Andinie pria itu mendekati layar yang terhubung dengan cctv, kemudian dia mulai mengetikkan sesuatu dan nampaknya pria itu akan menghapus bukti-bukti sebab wajahnya nampak panik takut ketahuan.
'Astaga, apa Pak Yosua ini pelakunya? Yang sudah curang dalam keuangan?' kembali tebak Andinie juga merasa tak menyangka.
'Haduh aku gak bawa ponsel lagi.' Andinie menyesal dia tidak bisa memfoto Yoshua untuk menjadikan bukti kepada Cillo Bos mereka.
Setelah semua bukti terhapus pria tadi itu keluar dari ruangan tadi dan meninggalkan Andinie yang masih terkejut, pasalnya Yoshua ini terlihat baik selama ini orangnya cukup humor, dan sudah berumur itu membuat Andinie tidak percaya bisa melakukan semua ini.
Andinie tidak akan langsung melaporkannya kepada Cillo sekarang ini, dia harus menemukan bukti yang kuat dulu soal dugaannya ini.
__ADS_1