Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Memilih janda beranak.


__ADS_3

Plakkkkk!!


Suara tamparan menggema di telinga orang yang melihat tamparan itu terjadi.


''Awww, sialan . Kenapa kau menampar ku.'' Calista menjerit terkejut


''Itu hukuman yang pantas untukmu, wanita ulat bulu.'' ucap Nayna marah


''Kemari kau, aku ku kasih tamparan yang sama.'' Calista akan menampar balik pipi Nayna, seperti yang tadi Nayna lakukan pada pipi nya hingga terasa kebas sekali.


''Stop! Jangan kau sentuh istriku !'' tiba-tiba sang pria dengan sekuat tenaga dia bangun dan berdiri dari kursi roda nya. Lalu mencegah tangan Calista yang ingin menampar Nayna.


''Bim kenapa kau menghalangi ku, lihat dia sudah menampar ku honey.'' Calista pun menangis di hadapan Bima, dengan mencari perhatian Bima.


''Memang sepantas nya itu kau dapatkan Calista. Kau berani menghina ku, lalu kau datang lagi dan meminta Menikah kembali dengan menerima anak yang kau kandung, Setelah kau menyakiti perasaan ku. Aku tidak Sudi, cihh.'' Bima sampai meludahi Calista dia jijik dengan wanita itu.


''Bima!' Calista marah


''Cepat pergi, aku tidak Sudi menerima mu. Bahkan kini menatap mu saja aku sudah muak!''


''Bim, apa ini karena wanita itu hah? Karena kau Bima ku jadi membenci ku, kau wanita si---''


''Cukup! Sudah cukup kamu menghina diriku ini, cukup menuduh ku yang tak masuk akal. Aku tegaskan padamu, jangan lagi kau dekati Bima. Karena kini dia adalah suamiku.'' ujar Nayna


''Enak saja aku gak akan pergi, aku akan merebut Bima Kembali. Aku akan membuat Bima menikahi ku. Lalu dia akan menjadi ayah dari anakku ini.'' Calista memang sudah tidak waras.


''Ya Tuhan Calista, kau tidak tahu malu sekali. Kau begitu percaya diri ya, baiklah aku acungi jempol untuk mu. Tapi dengarkan ini baik-baik Calista. Aku Bima, aku tidak Sudi menerima mu kembali. Dan ya, aku lebih memilih Nayna walaupun dia Janda, punya dua anak. Tapi dia lebih terhormat di banding kan dirimu. Aku tegaskan padamu, jangan ganggu diriku dan keluarga ku lagi. Aku kali ini tidak akan buta karena mu, aku sudah sadar kalau sebenarnya yang tulus padaku adalah Nayna, bukan kau!'' ucap Bima dengan seserius mungkin.


Akhirnya Calista kali ini dia kalah, dia pulang dengan tak menghasilkan apa-apa. Yang ada dia malu karena sudah mengatakan nasib nya pada keluarga Bima.


***

__ADS_1


''Kamu belum tidur Mbak ?'' Bima kini menghampiri Nayna yang sedang duduk merenung


''Bim.'' Nayna menoleh sekilas


''Kau kenapa ? Apa yang sedang kamu pikirkan hm?''


''Ah tidak ada kok Bim.''


''Apa kamu sedang memikirkan masalah Calista tadi ? Apa kamu masih percaya dengan kata-kata dia?'' tanya Bima


Nayna menatap Bima, ''Bagaimana perasaan mu Bim, saat mendengar kabar Calista hamil?'' tanya balik Nayna


''Ya tentu aku terkejut Mbak, aku tak menyangka dia bisa melakukan hal itu dengan pria lain.'' jawab Bima


''Tapi apa yang kalian lakukan saat di dalam foto itu Bim?'' cicit Nayna menanyakan Bima tengah apa ketika ada dalam foto bersama Calista.


''Sebenarnya saat itu, aku sedang berada di apartemen Calista. Saat dia baru pulang dari luar negeri kau ingat tidak. Dan aku bersumpah Mbak, aku ini tidak melakukan apapun Mbak..Aku ini masih perjaka Mbak, aku gak mungkin berbuat hal yang kotor.'' Bima menjelaskan


''Em i-iya aku percaya kok Bim.'' balas Nayna


''Aku ingin jujur padamu, saat dia menyakiti ku. Dia menorehkan luka itu di dasar hati ku, saat itu juga aku berjanji akan melupakan nya. Aku sudah kecewa dan aku tak sudi untuk menerima dia kembali. Bahkan aku sulit sangat sulit untuk memaafkan nya . Lalu aku mulai nyaman lagi dengan seseorang yang lebih tulus padaku, wanita itu sangat cantik luar dalam dia begitu baik.'' Bima memuji seseorang


''Apa? Apa kau semudah itu mendapatkan lagi pengganti Calista?'' perasaan Nayna jadi campur aduk.


Bima mengangguk, ''Apa? Jadi kamu sudah menemukan pengganti Calista lagi?'' Nayna langsung merasa kepanasan.


''Sudah, dia wanita begitu cantik, baik hati mengurusi ku dengan tulus. Dia lembut, penyayang tapi sayang dia sudah memiliki anak dua lagi, dia janda.'' jawab Bima mengatakan ciri-ciri wanita yang sedang dia sukai.


''Ja-janda dua anak?'' Nayna bergumam tapi ada yang menghangat dalam jiwanya.


Bima membawa tangan Nayna dan menggenggam nya begitu erat. Mata mereka saling tatap satu sama lain, mengunci dan berbinar.

__ADS_1


''Aku akan lebih beruntung bila mendapatkan hati janda cantik ini, apalagi bila dengan dua anaknya. Aku akan sangat ... bahagia dan bangga pada diriku sendiri, karena aku akan beruntung mendapatkan mu. Mbak Nay, dan juga Cilla Cillo.'' ujar Bima


''A-apa ini maksudnya Bim?''


''Mbak Nay, aku serius. Aku memilih kamu janda muda 2 anak. Aku tulus memilih mu, menjadi pasangan ku. Apa, kau bersedia menikah dengan ku? Dengan kekurangan ku ini?'' tanya Bima menatap intens


''Tapi kan kita sudah menikah?'' Nayna bingung


''Iya Tapi kan itu paksaan dari Pak RT, ini tulus ajakan ku, gimana mau gak?''


''Tapi Bim, aku- aku gak mencintai mu.'' cicit Nayna


''Bukan tidak, tapi belum dan aku berjanji juga berusaha untuk mendapatkan hati mu, hingga kamu menyukai ku, mencintai ku, dan bersedia menampung kecebong dalam rahim mu ini, nanti.'' ucap Bima penuh perasaan


''Bima ... apaan kecebong.'' Nayna mendelik


''Iya kecebong Mbak, artinya itu ... adik-adiknya si kembar.''


''Ihh Bima kamu nyebelin.'' Nayna Sampai merinding membayangkan hal-hal yang indah bersama Bima.


''Kamu kok jadi banyak bicara, dan bisa mengatakan semua itu sih Bim?'' Nayna keheranan


''Oh tentu bisa dong Mbak, dan aku ini adalah Pria normal,ingat Mbak pria normal! Juga aku tidak sekaku yang kau kira.''


''Tau ah, aku merasa aku jadi takut padamu.'' Nayna langsung ngacir


''Ingat Mbak kecebong ku. hahahaa''


Oh Tuhan ... Apa ini maksudnya aku dengan Bima akan turun ranjang?. Aku merasa ini seperti kisah novel saja, aku menikahi adik suami. heheee lucu sekali. Tapi aku memang sudah Menikahi adik iparku. bisik batin Nayna.


Paket komplit memang, Menikahi janda dapat dia anaknya lalu menjadi turun ranjang, memang durian runtuh Bim ...

__ADS_1


__ADS_2