
Srreetttt
Suara pisau tertancap pada tubuh seseorang membuat siapapun yang oh langsung tercengang ngeri dan juga terkejut.
''Ahkk!'' pekik seseorang
''Nona!'' teriak Rey dia sangat-sangat tidak menyangka ini akan terjadi
''Calista!'' pekik Papi ia juga kaget putrinya menghalangi Rey dan ia yang terkena tusukan itu
''R-rey.'' lirih Calista yang pundaknya terkena tusukan pisau nya Jonathan.
''Nona, apa yang kamu lakukan sayang? Kenapa harus melakukan ini kau bertaruh nyawa begini sayang.'' Rey langsung menahan tubuh Calista yang mulai oleng dan melemah darah bercucuran di sekitar lengan wanita itu
''Rey, aku gak mau kau terluka karena ku.'' ucap Calista
Sementara Jo pria itu tidak menyangka ketika dia tadi akan menusuk Reyhan malah Calista yang terkena karena mantan kekasihnya ini tiba-tiba datang dan jadi dia yang kena.
Jo panik dan dia pun tidak membuang waktu lagi pria tidak punya hati ini langsung lari dan kabur namun belum sempat lari kabur semakin jauh, di depannya ia di halangi oleh kedatangan polisi.
''Angkat tangan !'' ucap polisi sambil mengarahkan pistol tepat di depan Jo
'Sial.' batin Jo mengumpat
Dia pun tidak akan menyerahkan diri begitu saja, maka Jo berbalik dan ia berlari beda arah
''Tuan Jo berhenti atau kami tembak kaki Anda !'' polisi memperingati Jo agar tidak coba-coba kabur
''Gue gak akan Sudi di penjara.'' teriak Jo dan semakin cepat berlari
Polisi itu pun saling tatap kemudian mereka mengangguk dan ...
Dorr
Dorr
Dua kali pistol itu menembak kaki Jonathan,
''Ahkk!'' pekik Jo ia merasakan sakit luar biasa dan ia terkejut menerima tembakan yang polisi berikan
Jo dia sejenak karena rasa sakit, kemudian dia masih tidak mau menyerahkan diri dan dengan tertatih Jo masih mencoba kabur padahal kaki nya sudah keadaan pincang.
''Anda sudah tertangkap dan jangan coba-coba untuk kabur lagi, ayo cepat bawa dia ke kantor polisi.'' polisi memerintahkan anak buahnya untuk membawa paksa Jonathan dan akan di jebloskan ke dalam penjara
''Baik Pak, ayo cepat ikut kami.'' polisi menggiring Jonathan untuk ikut ke penjara dan akan menerima hukuman atas dua kasus, pertama kasus penculikan dan kedua kasus pembunuhan berencana. Karena Jo kedapatan membawa pisau dalam pakaiannya.
''Rey,'' Calista di saat kesakitan Seperti ini tapi wanita itu mencoba tersenyum pada Reyhan karena dia cukup senang Rey tidak terluka
__ADS_1
''Sayang kamu kenapa harus berbuat kaya gitu, aku bisa jaga diriku sayang, tapi lihat ini kamu yang terluka. Apa yang kamu pikirkan sebelumnya sayang, jangan berbuat hal nekat lagi Nona.'' omel Reyhan bukan benar-benar memarahi Calista tapi ini karena dia jadi cemas dan takut pacarnya ini terluka semakin parah
''Biar Arjuna sama papi, ayo cepat bawa Calista ke rumah sakit.'' ucap Papi dan menggendong cucunya
''Pokoknya ini untuk terakhir kalinya kamu kaya gini sayang, jangan lagi so hebat kamu itu perempuan sayang kamu punya anak kecil apa kamu lupa itu?'' Rey masih saja mengoceh
''Rey, aku kaya gini kan demi kamu tapi kamu nya malah marah-marah.'' ucap Calista dengan ekspresi yang cemberut
''Iya ok aku berterima kasih padamu ya, tapi jangan lagi membuat nyawa mu jadi taruhannya. Juna masih kecil sayang, apa kamu gak mikirin bagaimana nanti efeknya hm?'' kata Rey sebenarnya ia memberikan pengertian pada Calista dan ingin Calista berpikir dulu sebelum bertindak
''Ok deh, lain kali aku gak akan membela mu.'' cetus Calista ia marah sampai membuang muka
''Ngambek nih?'' goda Rey
''Gak!'' balas Calista singkat
''Itu cetus amat Neng, tapi kamu seperti itu cantik juga kok Neng.'' Rey masih menggoda pacarnya ini
''Gak usah gombal, gak mempan.'' balas Calista masih ngambek
''Sayang, aku marah-marah karena aku khawatir padamu aku gak mau kamu terluka kaya gini sayang tolong jangan melakukan ini lagi ya.'' ucap Rey jadi lembut dan ia memegang tangan Calista dengan sesekali mencium tangan sang wanita
''Baiklah iya ini yang terakhir kok.'' balas Calista
''Terima kasih kau mau kesakitan karena ku.'' ucap Rey serius
Mereka pun sudah sampai di rumah sakit.
''Dok, tolong ini istri saya dia tertusuk Tolong di obati Dok.'' Rey menggendong Calista dan ia meminta pertolongan dokter untuk segera menangani Calista
''Rey, belum menikah.'' bisik Calista ia malu dan kaget saat pria nya menyebutnya istri
''Gak apa lah sayang saja.'' jawab Rey cuek seperti ini bukan masalah besar saat ia menyebut Calista istrinya dan ia pikir apa salahnya
Kemudian dokter pun segera mengobati Calista,
''Rey, kamu NUnggu di luar saja ya.'' pinta Calista ia gak mau Rey ikut masuk dan melihat Calista yang lemah karena pasti untuk di obati lukanya ini akan sangat menyakitkan, dan Calista hanya ingin Rey melihat dia yang kuat bukan saat lemah.
''Kenapa sayang, gak apa aku ikut masuk aku mau temani kamu.'' ucap Rey
''Gak Rey, kamu diluar jaga Juna please Rey!''
''Baiklah aku nunggu di luar, dok tolong sembuhkan istri saya ya.'' pesan Rey pada dokter sebelum ia keluar
''Baik kami akan berusaha mas.'' balas dokter
''Aku tahu kau wanita yang kuat sayang, aku menunggu mu di luar.'' bisik Rey
__ADS_1
Cupp
Pria itu mencium kening Calista dan pergi. Calista pun balas tersenyum
''Ahhkkk dok, ini kenapa sakit sekali rasanya Dok.'' pekik Calista tidak bisa menyembunyikan lagi kesakitan nya itu
''Tenang Mbak dan tahan ya!'' ucap dokter saat membersihkan luka tusuk
''Awwww sakit.''
Suara Calista Sampai terdengar keras keluar ruangan yang di mana Rey lagi menunggu.
''Om, sebenarnya Calista lagi di apain ya itu sampai berteriak kencang?'' tanya Rey ia ikut cemas dan jadi panik
''Mungkin lagi di obati Ding dong Rey, makanya teriak kaya gitu.'' balas Papi
''Tapi Om, dia kayak lagi melahirkan aja Om kaya dulu gitu menjerit-jerit.'' celetuk Rey
''Hahaa kamu ini sangat lucu, mungkin Rey ini juga sakitnya sama ya kaya dia melahirkan, eh tapi apa dulu artinya kamu nungguin dia saat melahirkan? Kok bisa?'' tanya Papi entah papi Calista ini lupa atau memang tidak tahu bahwa Reyhan lah yang membawa Calista ke rumah sakit ketika anaknya itu mau melahirkan
''Dulu gak sengaja dia lagi sama saya dan Sani Om, dan Nona merasa sakit perutnya lalu rupanya dia akan melahirkan jadi saya yang bawa dia makanya tahu.'' jelas Rey
''Oh iya saya baru ingat sekarang, anak muda terimakasih banyak mungkin untuk mengucapkan terima kasih ini tidak lah sebanding dengan ketulusan juga pengorbanan mu, tapi untuk karena itu saya jadi berpikir saya merestui hubungan kalian, dan bagaimanapun kalau Secepatnya saja kalian itu Menikah.'' ucap Papi Calista mengejutkan Reyhan
''Apa Om, menikah?'' ulang Rey dia memang shock tapi ya bahagia
''Hmm, kalian ini menjalani hubungan itu sama-sama Serius atau hanya main-main saja ?'' tanya Papi lagi
''Oh sudah pasti serius dong Om.'' jawab Rey mantap
''Yaudah kalau gitu kalian NUnggu apa lagi ? Cepat lakukan pernikahan, mumpung saya mendukung dan mau jadi wali nya.'' suruh papi menginginkan pernikahan cepat di lakukan
''Ok Om aku siap, pokoknya setelah ini aku akan mengurus semuanya untuk pernikahan ku dengan anak Om, tapi Om aku juga ingin berterima kasih banyak nih Om.'' ucap Rey
''Untuk apa ?'' tanya Papi
''Karena Om sudah mau merestui anak Om dengan ku.'' kata Rey
''Loh kenapa tidak anak muda, kau adalah pria yang baik, kau ini dewasa bahkan memiliki jiwa tanggung jawab yang besar bahkan kau menyayangi cucu saya. Apalagi yang membuat saya harus menolak hubungan kalian.'' ujar Papi
''Hehe iya Om.''
''Jadi cepat lah lakukan pernikahan jangan di lama-lama !'' pesan Papi
''Baik Om pokoknya besok saya harus bisa menjadi suami anak Om.'' ujar Rey begitu semangat
''Bagus saya suka semangat mu.'' Papi menepuk pundak Rey beberapa kali dan sangat mendukung.
__ADS_1