
Masih dengan rengekan nya Cilla ingin tidur bersama Bima dan Bunda Nayna.
''Cilla, tidak boleh seperti ini Nak. Ini sudah malam, jangan menangis begitu.'' bujuk Nayna dengan lembut
''Mu bobok cini, huhuhu.'' kekehnya semakin menangis saja
Bima menatap Nayna, ''Mbak.'' panggilnya
''Ya Bim ?''balas Nayna
''Apa sebaiknya turutin saja permintaan Cilla.''
''Bima!'' sentak Nayna
''Mbak sorry, tapi lihat lah dia tak mau berhenti merengek.'' ucap Bima berharap Nayna mengerti
''Yasudah baiklah, Cilla boleh tidur di sini dengan paman Bima.'' putus Nayna mengalah
''Abang mau Bunda.'' pun sahut Cillo dia ingin juga tidur sama Bima
''Ya ya, baiklah kalian boleh bobok dengan paman kalian.'' Ucap Nayna sudah memutuskan.
Tapi saat Nayna akan pergi ke kamar lain, justru Cilla kembali berulah dengan menahan kepergian Nayna.
''Ada apa lagi hm?'' tanyanya pada si princess
''Bunda mana'' bertanya mau kemana
''Ya Bunda akan tidur di kamar lain Nak, kan kalian ada paman mu ya.'' jawab Nayna
''Da mauuu ... '' tangis Cilla menggeleng
''Eh kenapa lagi? '' sungguh Nayna kebingungan dengan sikap satu anaknya ini
''Bobok.cini, Bunda.'' pintanya
''Ha? Apa Nak,?'' Nayna terkejut
Begitu juga dengan yang lainnya, tapi hanya Mama Ayyu yang diam-diam tersenyum penuh arti.
Ya ampun ... Cucuku, kau begitu pintar Nak. puji Mama di dalam hati kepada Cilla
Mama tahu kalau mereka itu sebenarnya tidak di perbolehkan untuk tidur satu kamar yang sama tapi itu bila hanya berduaan saja. Tapi Mama tak khawatir sebab ada dua cucunya juga Mama percaya Bima tidak akan kelepaskan. Dan ini semua hanya untuk mereka lebih dekat saja ya hanya itu.
***
''Hoammm, Bunda ngantuk.'' ucap Cillo meminta di temani tidur
Sementara kini Nayna kebingungan dia haruskah dia ikut berbaring, sementara di atas kasur itu. Sudah ada Bima sedang membacakan dongeng atas permintaan Cilla.
Bima tadi sudah meminta ijin, dan mau tak mau ya Nayna mengijinkan sebab anaknya ini merengek sedari tadi, tak bisa di ajak bicara.
''Bunda ... '' Cillo meminta Nayna ke atas kasur katanya
Duhh, bagaimana ini. Aku , aku gak mungkin berbaring di atas kasur yang sama begitu dengan Bima. Tapi Cillo dia kasihan anakku merasa ngantuk.
''Abang, sini bobok sama Paman.'' ajak Bima tentu tahu dengan yang di pikirkan Nayna
''Daaa mauuu, mau Bunda.'' kekehnya tumben tak bisa menurut kali ini.
Nayna menghela nafas panjang dan mengeluarkan ke udara.
Terpaksa Nayna mendekati ranjang itu, dan mulai tidur atau membaringkan tubuhnya di sisi kanan Cillo, sementara Bima di sisi kiri Cilla.
__ADS_1
''Mbak, maafkan aku ya. Karena membuat mu tak nyaman.'' ucap Bima sungguh-sungguh
''Tidak apa Bim, karena ini anak ku yang minta, kalau bukan karena mereka ya aku mana mau.'' jawab Nayna jutek sekali
''Mbak maaf sebelumnya, apa kita ada masalah atau aku ada salah kah sama kamu Mbak?'' tanya Bima
''Eh a-apa maksudmu?'' Nayna terkejut
''Ya, apa kita ada masalah sampai kamu jawab begitu.''
''Hm memang aku jawab gimana ya Bim, biasa saja kok.'' sahut Nayna
''Ini agak beda Mbak, aku merasa kamu setiap jawab itu kaya jutek dan dingin gitu Mbak, kenapa?'' Bima meminta jawaban dengan wajah yang serius ia tunjukkan.
''Eeee ... Tidak seperti itu kok Bim, tidak kaya gitu . Ya aku merasa biasa saja seperti biasanya Bima. Mungkin itu hanya perasaan mu saja Bim, atau mungkin kamu lagi ada masalah dengan pekerjaan kali Bim.'' ucap Nayna tak merasa jutek tapi Bima yang merasakannya.
''Oh benarkah tidak jutek ya.'' ulang Bima masih tak percaya
''Iya ti---dak''
''Ssttt, Bunda Ayah. Sstttt, bobok.'' Cilla melerai perdebatan ini.
Tiba-tiba Cilla membawa tangan Bima dan tangan Nayna sang Bunda, lalu meletakkan dan menyatukan tangan kedua orang tua ini di atas tangan Cilla juga tangan Cillo.
''Adek mu bobok.'' hingga akhirnya setelah berpegangan tangan ini Cilla bisa tidur dengan nyenyak sekarang. Sementara Cillo sudah sedari tadi
Nayna masih belum bisa tidur, karena dia harus waspada sebab kini yang berada di kamarnya adalah seorang laki-laki lain, tentu bukan suaminya.
Saat Nayna menengok Bima, eh rupanya pria itu tengah memejamkan matanya bahkan detik kemudian Bima mulai ngorok alias tidur.
''Bim, Bima!'' panggil Nayna setengah berbisik
'' HM ya!'' Bima langsung bangun lagi membuka mata yang baru saja terpejam.
''Oh, apa harus pindah y Mbak.'' tanya Bima begitu polos
''Ya harus dong Bim, apa kamu mau di sini TERUS?'' ucap Nayna
''Ya baiklah.'' Bima pun bangun tapi ketika ingin beranjak ada tangan yang memeluk nya erat memeluk pinggangnya tak mau terlepas
''Aada apa?''
''Em ini mbak, Cilla gak mau melepaskan.'' jawab Bima menunjuk tangan si princess
Ohh Tuhan !
Pada akhirnya karena kelelahan akibat aktivitas hari ini juga karena sudah mengantuk dan jari memang sangat malam.
Nayna tak memperdulikan lagi kehadiran Bima dia pun memilih tidur saja akhirnya. Tapi sebelum benar-benar tidur Nayna berkata pada Bima.
''Bim, aku percaya padamu, tapi ini hanya mengingatkan kamu jangan lepas kendali jangan lupa kita ini bukan muhrim.'' pesan Nayna
''Ya baik Mbak, tenang saja aku tak lupa itu kok.'' jawab Bima meyakinkan
''Baguslah Bim.''
''Lagian nanti tengah malam aku juga akan pindah kamar.'' kata Bima kembali
''Oh gitu, ya itu lebih baik Bim.'' Nayna setuju.
Di luar Mama mengecek kamar yang di tempati Bima harusnya, tapi ketika di lihat oh rupanya kosong dan itu artinya Bima masih di kamar Nayna.
Mama pun kembali ke kamar nya dan istirahat.
__ADS_1
Ya Tuhan, tolong maafkan aku ini memang salah aku membiarkan mereka tidur satu kamar, tapi Tuhan aku yakin dengan putra ku . Dia tak mungkin melakukan hal apapun di luar kendali, aku begitu yakin dengan nya. Tapi aku begitu bahagia bila dengan ini ada tumbuh cinta di antara mereka..
Mama ingin Nayna selalu dengan nya,tak ada salahnya bukan bila Mama kini mendekatkan Nayna untuk Bima.
Menjelang subuh .
Rupanya Bima tak menepati ucapannya semalam itu. Sebab kini Bima masih asik tidur dengan memeluk seseorang.
Hmm memeluk seseorang? Siapakah itu?
Udara subuh ini memang udaranya yang cukup dingin apalagi ini masih di tempat atau kota yang terbilang cukup ekstrim bukan seperti kota Jakarta yang panas.
Dua orang bergulung selimut di atas kasur yang sama tanpa sadar dari diri keduanya.
Mama sudah melihat dua cucunya ini, sudah bangun tidur .
''Aduhh aduh, cucu Nenek sudah bangun pagi begini ya. Pintar sekali, mau kemana memangnya hm?'' tanya Mama menghampiri padahal Mama baru bangun.
''Adek mu nenek.'' jawabnya ingin dengan Mama Ayyu
''Yasudah sini, Adek dan Abang gak usah khawatir ya, Nenek dan paman mu masih lama di sini sampai satu Minggu loh.. Gimana senang kak.''
Dua anak ini mengangguk saja walau belum mengerti.
''Oh iya, bunda dan ayah mana?'' tanya Mama Ayyu
''Macih bobok nenek, kamal.'' jawab Cilla
''Oh ya jadi masih pada bobok ya?''
''Iya.'' sahut Cillo membenarkan
Mama jadi senyum-senyum sendiri, Mama pun penasaran ingin melihat.
Hingga kini Mama sudah di depan pintu kamar Nayna, Mama mendengar dulu lewat kuping nya dari balik pintu 'Sepertinya masih sepi, masih tidur mungkin.'
Mama dengan perlahan membuka pintu , di lihatnya di atas kasur itu mereka sedang ...
''Ha, Ya Tuhan mereka. Ah aku ada ide.''
Mama semakin masuk lalu, ''Ya Tuhan, Bima ... Nayna ... Apa yang mereka lakukan Nak?'' suara Mama berteriak kencang
''Emmh, ada apa?'' gumam Bima
Dan Nayna sudah terlonjak bangun tapi detik kemudian ''Aaaaaa ... '' Nayna menyingkirkan tangan Bima lalu menatap Bima penuh tanya.
''Ada apa, kenapa sih?'' tanya Bima
''Kamu, itu kenapa peluk peluk Bim!'' ucap Nayna menyadarkan
''Eh, itu ---''
''Bima, apa yang kau lakukan Nak? Dan kenapa Kalian melakukan ini pelukan begitu kenapa Nak?'' Mama pura-pura nangis kecewa
''Eh ma, i-ini gak se-sepeerti yang Mama pikirkan ma.'' ucap Bima
''Tidak! Mama jelas melihat kalian melakukan hal yang ... Huhuhu, kalian harus di nikahkan.'' tiba-tiba Mama mengejutkan keduanya
''Ma ... ''
''Mama! apa apaan sih, gak lucu ma.''
''Kalian harus di nikahkan, karena sudah berbuat hal-hal begitu.''
__ADS_1