
Amira adalah anak paling bungsu dari pernikahan Bima dan Nayna, Amira merasa tiba-tiba saja dia tidak enak perasaan dah hati yang gundah entah karena apa penyebabnya.
Tapi Amira jadi teringat dengan sang Ayah, sudah mau Lima tahun ini mereka tidak jumpa dengan Bima. Yang katanya ingin menghabiskan waktu tua dengan Nayna di negara singa itu.
wanita itu sampai terbangun dari tidurnya malam hari dengan mimpi yang buruk tentang Bima.
''Astaghfirullah, Aku mimpi apa? Kenapa bisa mimpi seperti itu, aku takut.'' ucapnya dengan nafas masih tersengal-sengal
''Ya Allah, semoga Ayah disana baik-baik saja dan ini hanya mimpi mu saja, tolong lindungilah kedua orang tua ku.'' doa Amira penuh harap
Amira bermimpi Bima nampak kesakitan, namun entah sakit apa. Tapi yang jelas dalam mimpi itu Amira menatap wajah teduh Bima namun dengan kulit yang putih seperti pucat orang yang sakit.
Gara-gara mimpi itu, Amira jadi tidak bisa tidur lagi. Kemudian dia memilih keluar untuk menghilangkan rasa takut dari mimpinya itu.
Ia memilih ke dapur dulu guna untuk mengambil air minum. Tapi rupanya ada seseorang di dapur juga tengah malam begini.
Orang itu menoleh saat melihat ada suara kali Amira. ''Eh Ra, kamu belum tidur ?'' tanya Amora yang lagi di dapur juga entah sedang apa
''Sudah tapi ini aku haus.''balas Amira lantas ia menuangkan air dalam gelas kemudian meminumnya
''Kamu sendiri kenapa belum tidur ?'' tanya balik Amira setelah sudah minum
''Belum ngantuk Ra.'' jawab Amora
Dua wanita yang lahir di waktu yang sama itupun mereka memilih tidur tidur dan duduk di kursi makan.
''Mor, kamu rindu gak sama Ayah juga Bunda ?'' ucap Amira memulai percakapan
''Ya sudah pasti lah Ra, aku rindu. Kamu?'' balas bertanya
''Sama, aku sangat rindu Ayah Bunda. Oh ya kita minta ajah yu sama Abang dengan paksa untuk bertemu Ayah, bunda.'' usul Amira
''Apa bakal di ijinkan Ra ? Kita kan masih ada kelas mana lagi banyak tugas.'' kata Amora yang lahir lebih dulu dari Amira
''Kita coba saja dulu Mor.''
''Ok kita coba besok.'' sebenarnya Amora juga ia sisah sangat-sangat rindu pada orang tuanya itu tapi Mora tidak mengungkapkan nya kepada siapapun tidak seperti Amira suka langsung mengatakan nya kepada Cillo.
**
Siang nya, Zaki minta ketemuan dengan Cilla ia ingin menyampaikan sesuatu kepada kekasihnya ini.
''Hay.'' sapa Cilla datang ke restoran dimana Zaki sudah menunggu
''Hai Cill, ayo duduk.'' balas Zaki
''Hm ada apa nih, kayaknya ada yang ingin kamu bicarakan serius ?'' tanya Cilla langsung seperti yang tadi disebutkan Zaki di pesan
''Huum, aku ingin bertemu dengan mu karena ada yang ingin ku sampaikan.''
__ADS_1
''Ada apa ? Semua baik-baik saja kan ? Apa soal pekerjaan ?''
Zaki menggeleng kemudian ia membawa tangan Cilla dan di genggaman nya.
''You Ok ?''
''Ya Cill, hanya ...''
''Hanya? hanya apa, katakan saja Ki.''
''Cill sorry, kalau aku menyakiti mu.''
''Apa sih Ki, tolong bicara dengan jelas.'' Cilla jelas kebingungan
''Cilla, aku ... aku harus keluar negri.'' ungkap Zaki
''Keluar negri Ki ? Tapi kenapa ?''
''Aku dipaksa mengurus perusahaan Papi di sana Cill, dan aku rasa aku harus mengatakan nya kepada mu. Tapi sorry Cill, kita harus jauh.'' begitu ucap Zaki
Cilla diam sejenak ia memikirkan ini dulu karena shock mendapatkan kabar dadakan ini.
''Baiklah Ki, aku akan menunggu mu.'' balas Cilla
''Tidak Cill, aku tidak tahu akan berapa lama aku disana. Aku takut malah membuat mu lelah menunggu.''
''Astaga bukan seperti itu sayang, tentu aku sangat senang kalau kamu mau menunggu ku. Hanya saja aku tak ingin kau menunggu terlalu lama itu saja.'' ucap Zaki
''Tidak apa-apa asal kamu nya disana setia, dan sama-sama menjaga hubungan kita ini .'' balas Cilla
''Tentu aku akan Setia.''
''Kau janji akan setia Ki ?''
''Ya aku janji sama kamu, saat aku kembali kita akan menikah dan aku pastikan saat itu aku sudah sukses Cilla.'' janji Zaki
''Aku menerima mu apa adanya Zaki.'' ucap Cilla agar Pria itu tahu kalau dirinya menerima keadaan Zaki mau seperti apapun itu.
''Thanks you honey, Aku tahu itu tapi sebagai pria aku juga ingin membahagiakan mu dengan segalanya.'' balas Zaki
''Ahh Zaki.'' Cilla tersentuh
Zaki adalah kakak kelas Cilla saat SMA dulu, dan ketika lulus kuliah mereka di pertemuan lagi saat ketika Zaki menggantikan Papi nya dalam pertemuan bisnis itu bersama Cilla.
Dari pertemuan kembali setelah beberapa tahun berpisah dari sana lah mereka mulai dekat dan cinta pun tumbuh di hati keduanya.
Namun Zaki adalah pria yang tidak suka bekerja kantoran sehingga dia menghabiskan waktu dengan teman-teman yang berprofesi tukang balapan liar.
Lalu saat jarak mereka jauh apakah kesetiaan Zaki bisa terjaga untuk Cilla atau akan ada pengkhianat, kita tunggu saja kisahnya Zaki dan Cilla.
__ADS_1
**
Selain itu di tempat yang berbeda.
Cillo justru dia sedang disibukkan dengan aktivitas yang menumpuk di kantornya karena sekretaris nya susah dua hari tidak masuk bekerja.
Ibu nya sakit dan sekertaris Cillo harus izin karena dia lah keluarga satu-satunya yang dimiliki Ibunya.
''Hah ... Hari ini sangat melelahkan juga ya, ternyata di tinggal sekertaris dua hari saja padahal tapi pekerjaan ku terbengkalai begini.'' Cillo sedikit mengeluh dan baru sadar bahwa kehadiran Andini sekertaris Sangat membantu.
''Aku istirahat dulu lah sejenak, nanti ku lanjutkan lagi.'' ucapnya dan ia menyenderkan punggungnya di kursi dengan tangan ia letakkan di bawah kepala.
Cillo mulai memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah ini. Baru saja mimpinya akan datang ia dikejutkan dengan ketukan pintu di ruangan nya.
Tok
tok
tok
''Ah sial siapa sih '' gerutu Cillo membuka matanya lagi
''Masuk!'' ucap Cillo menyuruh orang itu masuk
Dan pintu terbuka lalu masuklah seorang wanita yang Cillo kenali .
''Loh kamu, bukannya kamu izin, dan gak akan masuk Andini?'' tanya Cillo keheranan
Andieni perlahan berjalan mendekat kemudian dia langsung mengatupkan kedua tangannya di hadapan Cillo.
''Pak, saya kesini karena ingin meminta bantuan bapak, tapi sebelumnya saya Minta maaf kalau ini terkesan tidak sopan, t-tapi saya sangat butuh bantuan bapak.'' ucap Andieni tiba-tiba
''Tunggu dulu, ini kamu kenapa ? Ada apa Andieni ? Bicara pelan-pelan dan jelaskan.'' ucap Cillo
''Ayo duduk lah.'' suruh nya
Andieni pun duduk dan mulai bersuara, ''Pak, a-apa boleh saya m-memimjam uang?'' tanya sekertaris Cillo ini dengan suara terbata
''Kamu mau pinjam uang begitu ? Kalau boleh tahu untuk apa ?'' ucap Cillo
''Untuk pengobatan ibu saya pak, dan biayanya cukup besar, tabungan saya tidak cukup.'' jelas Andieni dengan wajah menunduk sedih campur malu karena ia berani-beraninya pinjam uang langsung pada bos besar di tempatnya bekerja ini.
''Memang nya berapa uang yang kau butuhkan ?''
''Lima ratus juta, Pak.'' jawab Andieni lirih karena itu jumlah yang tak sedikit
''Lima ratus juta, Dien?'' Cillo memastikan
''I-iya Pak.'' angguk Andinie
__ADS_1