Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Sampai di hotel tempat resepsi.


__ADS_3

Maaf ya baru update 🤗🤗


🥀


Bima datang ke kamar nya kamar Nayna juga tentunya, di sana Nayna tengah di pakaikan lulur oleh team wo acara mereka.


''Bun lagi apa?'' tanya Bima tiba-tiba menghampiri Nayna dan memeluknya dari belakang.


''Eh aayah, ini Bun lagi di pakaikan luluran Yah.'' jawabnya


''Mbak kegunaan nya ini untuk apa?'' kini Bima bertanya pada Mbak yang lagi menjalankan pekerjaan nya Bima menatap pada perempuan team yang ikut dalam acara pernikahan nya ini .


''Mas, ini itu untuk menghaluskan juga mencerahkan kulit nya si pengantin begitu mass.'' jawabnya si Mbak


''Oh begitu, agar istri saya ini semakin cantik iya kan.'' Bima menepuk-nepuk pipi Nayna


''Istri, maksudnya calon?'' si mbak kebingungan


''Iya benar calon istri sah saya Mbak.'' sahut Bima


''Em maksudnya bagaimana mas, maaf kurang paham hehe.'' si mbak itu sampai garuk kepalanya sambil menampilkan wajah kebingungan.


''Ih kamu, kok senang sekali buat orang kebingungan sih Yah.'' omel Nayna


''Hehee iya intinya pokoknya mah mau calon istri kek mau sudah jadi istri itu gak masalah. Asalkan kamu yang jadi istrinya aku sayang, itu yang paling penting kau lah jodoh ku.'' ucap Bima membuat Nayna tersipu


''Benar Mas yang di katakan mas barusan, memang itu yang terpenting oh ya Mbak, saya jadi ngiri nih karena Mbak bisa mendapatkan suami yang begitu baik dan romantis ini, pasti calon suami nya mbak itu sangat sayang pada Mbak mana Tampan lagi iya gak .'' ucap si mbak itu memuji Bima dan meminta pendapat pada teman satu profesi nya.


'Benar memang Mbak nya begitu beruntung sekali.'' sahut team tidak lain.


''Kalian bisa saja, tapi memang benar sayang tuh kata mereka juga kau ini beruntung mendapatkan aku.'' kata Bima sangat percaya diri sekali


''Hm baiklah aku juga akui kok, suami ku ini memang sangat romantis, baik dan juga sangat tampan Suamiku ini, tapi jangan sampai kalian menggoda suamiku ini ya.'' ucap Nayna dengan menunjukkan ekspresi wajah yang pura-pura judes


''Hehe tenang saja Mbak, kami tahu diri kok dan gak mungkin mas nya mau sama kami yang remahan ini.'' jawab si mbak


''Tidak tidak, aku hanya bercanda kok jangan seserius begitu.'' Nayna pun mengumbar senyum sekarang.


''Tuh kalian dengar itu kan, awas jangan sampai coba-coba mencuri ku dari istriku ini ya.'' timpal Bima mengikuti alur nya Nayna


''Kok istri Mas?'' kembali dua orang team wo tadi jadi Bingung lagi .


''Sayang sekarang kamu yang membuat mereka bingung.'' ejek Bima


''Ya itu sih kamu yang mulai Ayah.'' sahut Nayna


''Lah tapi gak apa dong kamu sudah jadi istriku ini.'' kata Bima


''Tapi ini kamu yang mulai Yah.''


''Kamu juga sama ajah sayang.''

__ADS_1


Saat Nayna ingin bersuara lagi namun tidak jadi karena kedatangan Mama Ayyu ke kamar ini, ''Loh ini ada apa, kok kedengaran nya pada ribut begitu hm? Eh eh, kenapa ada kamu Bim di sini?'' ucap Mama nampak kaget saat melihat ada Bima di sana.


''Emang nya kenapa sih ma, masa gak boleh?'' kata Bima


''Ya tidak boleh Bim, kan kalian ini calon pengantin nya, harusnya di pingit dulu lah Bim jangan ketemu Nayna.'' ujar Mama


''Lah kenapa gak boleh sih ma, Bima gak mau kehilangan Nayna dari mata ku untuk semenit saja.'' celetuk Bima


Semuanya yang mendengar jadi senyum-senyum karena ucapan Bima ini.


''Kamu ini di bilang jangan ya jangan Bim, kok ngeyel pokoknya jangan dulu lihat Nayna sampai nanti kalian ketemu di hotel tempat resepsi.'' kata Mama


''Apa ma, sampai akad begitu? Aku gak boleh lihat Nayna, ah gak mau ma aku gak setuju, aku gak bisa jauh-jauh dari Nayna.'' kini Bima berubah menjadi seperti anak kecil yang merengek.


''Ckk Bim, kamu kenapa aneh ah. Oh ya Nay, Bibi mu sudah di beri tahu belum?'' kini tanya Mama Ayyu


''Sudah Koo ma, dan mungkin bibi lagi di jalan sekarang.'' jawab Nayna


''Ya bagus lah Nay, agar mungpul dalam acara bahagia kalian ini.'' ucap Mama senang


''Eh ya Bun, si Reyhan jadi ikut gak?'' kini tanya Bima jadi ingat pada mantan bos nya Nayna yang dulu menjadi rival nya. Atau mungkin masih menjadi rival Bima.


'Jad Yah, tadi ngabarin aku kok dia jadi datang .'' jawab Nayna


''Siapa yang hubungi kamu pria itu ada telpon kamu?'' Bima langsung naik darah.


''Ih kamu bukan dia, maksudnya tuh Bibi yang kasih kabar kalau mas Reyhan jadi.'' jelas Nayna


''Iya ih Yah kamu suka gak percayaan banget.'' Nayna jadi kesel.


''Udah ayo cepat ikut Mama, kamu harus di pingit Bim.'' Mama menyuruh Bima pergi


''Tapi ma.'' Bima nampak ogah


''Nurut Bim, ini agar kamu kangen pada Nayna dan nanti ketika ketemu lagi kamu bisa melakukan sepuas mu.'' bisik Mama dengan bujukan nya agar Bima mengerti dan mau.


''Seriusan ma?'' Bima kayak belum puas saja sih.


''Iya makanya ayo.''


''Sayang aku pergi sama Mama dulu.'' cup Bima mencium kening Nayna bahkan ke bibir nya juga.


''Bim, ah, Iya.''


Kembali semuanya tersenyum malah mereka yang jadi malu, tapi Bima hanya menampilkan wajah datar nya saja.


''Mbak Tolong buat istri saya ini menjadi semakin cantik ya .'' pesan Bima pada pekerjaan itu


''Baik mas tentu.'' jawab mereka


**

__ADS_1


Selain itu di tempat yang berbeda, kini Calista lagi duduk di kursi apartemen pria itu dengan bibi Sri yang sedang menggendong Arjuna Anaknya.


Calista Jadi banyak diam, dia penasaran dan memikirkan benarkah itu Nayna yang sama, dengan wanita yang ia benci. Karena Bima lebih memilih Nayna si janda, di banding dia.


Reyhan menghampiri Calista dan duduk di samping wanita yang lagi bengong ini, ''Ada apa?' tanya Reyhan menatap Calista


''Ah ti-tidak ada kok.'' jawab Calista pelan


'Aku bisa melihat nya, kau jadi sering diam ada apa, apa kau lagi memikirkan sesuatu?'' ucap Reyhan lagi


''Gak ada kok Rey, aku gak lagi memikirkan apa-apa.' Calista mengelak dan masih tidak mengatakan tidak lagi dia pikirkan. Takutnya salah dan malah semua terbongkar. Calista tidak mau aib nya terbongkar. Tidak Calista masih belum sanggup.


''Baiklah kalau kamu masih belum mau mengatakannya. Aku gak memaksa.'


''Neng ini anaknya tampan dan lucu sekali sih neng, buat bibi saja ya neng.'' ucap bibi dan mengajak ketawa pada Baby Juna.


''Bi memangnya Juna ini barang .'


''Hehe bi.'' Calista hanya tersenyum dengan candaan bibi


''Ih ini bibi mah serius, bibi mau punya anak seganteng ini lucu dan murah senyum loh mas, bibi kan gak punya anak maa, bibi mau ini den Juna jadi anaknya Bibi saja gitu, biar kalian mah buat lagi saja, adik untuk den Juna.'' celetuk Bibi


''Astaga Bibi.''


''Uhukkk.'' bahkan ada yang sampai tersedak dan terbatuk tiba-tiba. Karena ucapan Bibi barusan


''Eh Nona kau gak apa.'' Reyhan memberikan minum.


''Kenapa, apa bibi ada salah bicara, Kalian berdua ini sama-sama sendiri bukan, si neng bule juga ini janda sudah bukan istrinya orang lagi kan.'' ucap bibi


Deg


Lagi terasa seperti ada yang menghantam dada Calista, Ya Tuhan, harus sampai kapan Aku berbohong seperti ini Aku tak sanggup lagi, membohongi lebih banyak orang lagi. batin Calista.


Reyhan tersenyum pada Calista saat Bibi mengatakan itu semua dan Calista terpaksa membalas senyuman Reyhan dengan hati yang kacau, juga bibi senyum sendiri melihat anak muda yang lagi malu-malu itu.


**


Kini malam pun tiba...


Reyhan, bibi, dan tak lupa Calista sudah siap untuk pergi, hati Calista semakin tidak karuan saja rasanya. Dia harus bagaimana menampilkan ekspresi seperti apa, kalau benar yang di maksud Reyhan ini adalah Bima dan Nayna. Calista harus marah atau diam dengan kondisi nya dekat dengan Reyhan.


Calista ogah di sebut perempuan murahan oleh Bima dan Nayna, karena sudah membawa pria lain.


Tapi Calista cukup senang dan lega, saat mobil Reyhan sampai di halaman hotel tempat acara pernikahan itu.


''Kita sudah sampai.'' ucap Reyhan


''Duh bibi gak sabar nunggu ponakan Bibi yang akan menikah ini, bibi rindu sama dia udah lama gak bertemu, Nayna pasti sangat bahagia dia menikah negara hari ini .'' sepanjang jalan masuk ke hotel bibi terus bicara dan menunjukkan rasa bahagia nya.


Nayna, Nayna, nama itu lagi.. , Semakin melangkah masuk semakin terasa berdegup cepat jantung nya dan kaki yang terasa susah untuk berjalan.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan hadiah...


__ADS_2