Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Kehadiran anak-anak membuat Bima membaik


__ADS_3

''Bun, aku lapar nih Bunda udah masak belum?'' tanya Amira manja lalu menghampiri Nayna


''Iya sayang Bunda lupa kalian pasti lapar ya, lalu tenang saja Mira bunda udah siapkan makan untuk kalian.'' ucap Nayna yang senang bisa bertemu sampai lupa menawarkan makan pada anak-anaknya.


''Yaudah Bun, ayo sekarang ajah makan nya kita.'' ucap Amira lagi terlihat sangat bersemangat


''Miera kamu ini kayak sudah berbulan-bulan tidak makan saja gak sabaran kamu.'' ejek Amora


''Dih Mora, ini bukan soal makan tapi aku tuh rindu dengan masakan Bunda, apa kamu gak rindu dan kalau gak mau makan mah yaudah jangan.'' balas Amiera


''Eh kata siapa aku gak mau, ya aku sih udah pasti rindu juga lah sama masakan Bunda yang super lezat gak ada tandingannya.'' kata Amora sama-sama ingin memakan buatan Nayna.


''Tuh kamu juga mau jadi gak usah ejek aku.'' ucap Amira membela diri


'''Ya aku sih tidak selebay kamu Miera.''


''Kamu ejek aku lagi itu awas ya kamu.''


''Sttt adik-adik yang manis sudah kenapa malah jadi ribut sih, katanya udah lapar.''


''Dia tuh Kak yang mulai.'' ucap Amiera


''Kamu ajah yang lebay.''


''Stop kalau masih ribut kakak gak bakal ngasih kalian masakan Bunda, akan Kakak habiskan semuanya mau?'' ancam Cilla agar kedua adiknya diam dan tidak ribut lagi.


''Kak, apaan sih.''


''Ya deh gak ribut lagi.''


''Nah kalau pada diam kan enak.'' ucap Cilla terkekeh


Di meja makan.


''Emm, masakan Bunda mah emang paling enak.'' puji Amiera

__ADS_1


''Ya kali ini aku sependapat dengan kamu, memang Bunda paling jago.'' sahut Amora


''Makanya Amiera, Amora, kalian harus belajar dari Bunda kalian memasak yang benar dan enak agar bisa di nikmati juga di rindukan seperti ini, jangan hanya mau makan saja tapi belajar masak nya malah tidak rajin.'' nasihat Bima untuk kedua putrinya.


''Ayah, kok cuma kami sih kan harusnya Kakak juga.'' gerutu Amora karena Cilla tidak disebut oleh Bima tadi.


''Mora, Kakak juga suka masak apa kamu lupa? Yang masak di rumah sana siapa hah?'' ucap Cilla membela diri dan mengingatkan Amora kalau ia juga suka masak.


''Eh iya lupa Kak, hehe Sorry kak.''


''Awas kamu, benar kata si Amiera mulut kamu itu suka sembarangan.''


''Yaelah gitu ajah sih kak, kok marah.''


Rupanya kehadiran anak-anak membuat kesehatan Bima semakin membaik bahkan kini Bima bisa tersenyum setiap saat ketika melihat tiga anak gadisnya saling beradu mulut tapi itu membuat Bima bahagia.


Begitu juga dengan Nayna, ia sangat bahagia bisa bertemu anak-anaknya mungkin jarak jauh mereka justru membuat suasana semakin terasa mencekam tapi ketika kehadiran tiga anaknya ini semakin membuat hidup mereka berwarna.


Diam-diam Nayna menatap Bima suaminya, yang sedari tadi tak henti tersenyum menatap pada tiga putrinya yang nampak sangat bahagia.


''Bun, mumpung anak-anak sedang berbelanja Ayah ingin ke rumah sakit Bun.'' ucap Bima mengatakan keinginannya.


''Ayah kenapa ? Apa ada yang sakit Yah ? Sakit Ayah kambuh lagi?'' Nayna pun langsung panik


''Tidak sayang, justru ayah ingin memastikan kondisi Ayah yang sudah mulai enakan Bun sudah stabil jadi untuk lebih jelasnya Ayah ingin di periksa.'' jelas Bima


''Oh Ayah, Bunda sudah khawatir takutnya Ayah kambuh tapi Yah, beneran sudah mendingan ya Bunda jadi tenang.''


''Iya Bun, dan mungkin ini semua karena kehadiran anak-anak yang membuat Bunda bahagia jadi sembuh Bun , rupanya dengan berada di dekat mereka tubuh Ayah jadi lebih baik.'' ucap Bima mengutarakan yang ia rasa.


Ternyata suamiku juga merasakannya. ''Iya Ayah, sebenarnya Bun juga merasakan Ayah nampak lebih bahagia, tenang, dan berwarna saat anak-anak kesini.'' kata Nayna


''Bun, kalau gitu apa sebaiknya kita pulang saja ke Indonesia ya, karena kebahagiaan Ayah ada dengan mereka bukan saat jauh justru ketika kita berjauhan Ayah semakin terpuruk.'' ucap Bima


''Iya Yah, tapi untuk lebih jelasnya sebaiknya kita tanyakan dokter.''

__ADS_1


''Hm Bunda benar.''


''Ayah tunggu sebentar ya, Bunda siap-siap dulu.''


''Ya Bun.''


Di rumah sakit.


''Dok, bagaimana suami saya?'' tanya Nayna setelah Bima selesai di periksa


''Puji syukur Nyonya, Tuan sudah menunjukkan perubahan yang stabil kini kondisi nya sudah lebih baik, entah mukjizat apa yang Tuan alami sehingga perubahan pun terjadi dengan cepat.'' jelas dokter sampai ikut bersyukur.


''Dokter serius jadi apakah suami saya ini sudah sembuh Dok ?''


''Sudah mau menuju kesembuhan nyonya namun perlu melakukan lagi pengecekan lebih lanjut, tapi untuk semuanya sudah mulai normal kalau boleh tahu apa yang membuat suami Anda ini menunjukkan perubahan ?''


''Dokter ini semua karena ikatan kekuatan saya dengan anak-anak saya , mereka kemarin baru sampai dan ini membuat saya senang juga bahagia dokter, mungkinkah karena ini?'' Bima menyahut juga menjawab pertanyaan dokter


''Oh itu bagus dan memang sepantasnya keluarga selalu ada mendampingi, sehingga memberikan dorongan untuk pasiennya semangat kembali.'' ucap dokter


''Begitu ya dok.''


''Benar Tuan,''


''Jadi kalau saya kembali ke Indonesia sudah bisa kan Dok ?'' tanya Bima


''Bisa, namun pengobatan juga masih harus dilakukan Tuan, jadi mohon menunggu waktu Lima bulan lagi untuk kebaikan Anda.'' pesan dokter


''Yah, tidak apa kan?''


''Gak apa-apa Bun, Ayah akan mendengarkan yang dokter bilang ini juga kan untuk kesembuhan Ayah.''


''Yaudah.''


''Baiklah kalau tidak ada lagi yang perlu dibahas saya permisi dan semoga cepat sembuh Tuan.''

__ADS_1


''Amiin Dok, terima kasih.''


__ADS_2