Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Thanks Rey, kamu selalu ada


__ADS_3

Bagaimana tidak marah besar Papi nya Calista itu ketika melihat pesan-pesan yang di kirimkan seseorang pada putrinya yang bernada penuh ancaman.


Bahkan terang-terangan mengatakan Juna orang itu yang bawa pergi. Sehingga amarah Papi semakin meradang.


''Kurang ajar sekali Jonathan, kamu belum tahu apa yang akan saya lakukan padamu Jo. Berani-beraninya kamu bawa cucu ku dan membuat putriku kesakitan untuk kedua kalinya.'' marah Papi Calista


''Sebenarnya apa ingin Pria itu, kenapa tidak bisa melihatnya Calista bahagia dan harus kah dia memisahkan anak yang masih kecil dengan Ibunya.'' Rey ikut emosi dan rasanya ia ingin menghajar habis wajah Pria yang pernah bertemu di rumah sakit kemarin.


''Saya juga tidak tahu apa sebenarnya alasan pria keparat itu mengganggu Putriku lagi yang sudah bisa berdiri tanpa dia selama ini, tapi saya begitu geram dan tidak akan memaafkan dia yang sudah membuat putriku seperti ini lagi.'' ucap Papi Calista dengan marah yang memuncak


Saat itu, Papi memang ikut berbicara pada Jonathan pria yang menghamili Calista, namun kukuh Jo tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya, dan tetap mengira anak yang di kandung Calista bukan benih nya..Papi saat itu memang marah besar karena Jo menghina nya juga menghina putrinya.


Tapi Papi tidak bisa berbuat apa-apa karena disini anaknya juga ikut bersalah, sebab melakukan nya dengan sadar dan mungkin ini hukuman untuk Calista waktu itu.. Hingga putrinya jadi sadar dan bisa berfikir dewasa sekarang itu lah hikmah yang bisa Papi gambarkan untuk kehidupan Calista.


Namun untuk sekarang ini, jelas Papi marah besar karena Calista sudah tidak berhubungan dengan Jo. Namun entah kenapa Jo kembali dan sampai membawa kabur Juna, itu yang membuat Papi marah besar.


Dan tanpa ada yang tahu alasan Jonathan membawa kabur Arjuna atau menculik Arjuna adalah karena Jo butuh anaknya.


Anaknya, ya kini Jo akui bahwa Juna anak dia.


Kemarin malam, istri sah Jonathan yang bernama Desi tiba-tiba mengalami pendarahan hebat padahal kandungannya itu masih Lima bulan.


''Mas, mas bangun aku ini berdarah mas.'' Desi pun malam itu membangunkan Jonathan suaminya ia menjerit dari depan kamar mandi dengan terduduk di lantai.


Jo langsung bangun dan melihat yang di tunjukkan istrinya ini, ''Kamu kenapa ? Itu bagaimana bisa kamu berdarah.'' pekik Jo ia shock


''A-aku gak tau Mas, tiba-tiba aja ini keluar.'' lirih Desi takut Jo akan semakin marah bila tahu kalau sebenarnya Desi jatuh saat di kamar mandi


''Ayo kita ke rumah sakit sekarang, aku gak mau sampai kehilangan bayi ku.'' ucap Jonathan cepat membawa Desi ke rumah sakit karena Jo membutuhkan anaknya ini untuk penerus warisan


Kalau Jo bisa memberikan anak atau penerus maka harta orang tuanya akan jatuh ke tangan Jonathan, maka dari itu Jo sangat mengharapkan anak nya hadir ke dunia ini dan itu semua semata-mata karena bisnis atau kekayaan.


Memang Jo adalah orang yang gila harta.


Jo pun sudah sampai di rumah sakit dengan membawa Desi dalam gendongannya yang sudah jatuh pingsan.


Dengan pendarahan yang semakin hebat juga Jo sudah ketakutan akan anaknya dan sangat takut kehilangan segala harta.

__ADS_1


''Dok, tolong ini anak saya.'' teriak Jo tak sabaran


''Ayo Pak, di baringkan.'' perintah suster


Dan dokter di bantu perawat memeriksa kondisi Desi. Dokter juga suster melakukan pemeriksaan dengan keadaan panik juga sesekali saling tatap.


''Sepeetinya kondisi Nona sangat serius dan harus di bawa ke ruang operasi.'' ucap dokter pada Jo


''Ya lakukan saja dok asal bayi saya selama.'' hanya itu jawaban Jo


Namun baru beberapa saat ke ruangan operasi Desi di nyatakan kehilangan anaknya karena rupanya sudah keguguran dan tak bisa terselamatkan.


''Mohon maaf Pak, kami sudah berusaha semampu kami tapi anak bapak tidak bisa di selamatkan.'' dengan berat hati dokter harus mengatakan yang sebenarnya pada Jo


''Tidak dokter, apa yang kau bicarakan hah? Kau sudah membunuh anak ku. Kau tidak becus jadi dokter tidak berguna, cepat lakukan apapun untuk bayi ku kenapa kalian hanya diam saja hah?'' Jo pun marah besar


''Maaf Tuan , bayi nya sudah meninggal dan tidak bisa kami selamatkan karena saat tadi di jalan juga bayi nya sudah tidak ada.'' ucap dokter mencoba menjelaskan


''Tidak mungkin, anakku harta ku kenapa harus meninggal? Bagaimana dengan semua warisan itu.'' teriak Jo mulai setres


Dan nasib Jo di ambang pintu, kalau ia tidak bisa memberikan keturunan bagaimana bisa dia mendapatkan harta-harta itu .


Maka Jo pun memanfaatkan hal ini sehingga dia mengambil jalan pintas, dan nekad menculik Arjuna dari tangan Calista.


Bahkan yang selama ini meneror Calista adalah Jo, Jo geram sebab kini Calista tidak mudah di hasut ataupun di ajak bicara tidak seperti dulu memang Calista cukup penurut pada Jo namun Calista yang sekarang dia sudah mempunyai prinsip dan tidak ingin lagi menuruti keinginan Jo.


**


Calista bangun dari pingsan nya kemudian ia teringat dengan Arjuna Calista pun menjerit histeris lagi ''Arjuna, kamu di mana Juna ?''


''Nona, nona tenang ini Aku.'' Rey cepat merangkul Calista


''Rey Juna Rey, aku gak becus jaga dia Rey Juna dimana aku takut.'' Calista memeluk erat tubuh Reyhan ia butuh sosok Pria ini


''Iya tenang dulu ya nona, dan jangan menyalakan kamu, kita cari sama-sama.'' ucap Rey


Kemudian Calista ingat bila ada yang berani ikut campur maka orang yang mengancamnya akan melenyapkan Rey.

__ADS_1


''Tidak Rey, biar aku cari Juna sendiri kamu tidak perlu ikut mencari Rey gak Rey.''


Rey terkejut mendengarnya ''Kenapa aku tidak boleh ikut mencari Arjun ? Ada apa dengan mu?'' tanya Rey


''Tidak Rey, pokoknya em kamu disini sama Bibi barangkali nanti Arjuna di bawa balik.'' Calista tidak bisa mengatakan yang sebenarnya karena dia takut kehilangan Rey juga.


''Katakan dengan jujur apa ada yang mengancam mu hm? Ayo bicara Nona jangan berbohong, karena aku sudah menemukan jawabannya benar ada yang mengancam mu kan lewat teror dan pesan-pesan itu ?'' ucap Rey


''Rey.'' Calista terkejut Rey bisa tahu


''Kami semua sudah mencapai nya Teh, tadi Bibi gak sengaja melihat ada yang telpon dan juga ada yang kirim pesan lalu bibi melihat orang itu suka ngancem Teteh.'' bibi menjelaskan apa yang menjadi tanda tanya di pikiran Calista


''Maka jangan takut lagi ok, aku akan selalu bersama mu apalagi dalam keadaan seperti ini kamu jangan menerima nya seorang diri sayang, apa kau tak menganggap ku ada.'' ucap Rey


''Rey tidak seperti itu.'' bukan itu maksud Calista dia hanya takut Rey kena imbasnya.


''Calista maafkan Papi, karena Papi baru menemui mu tapi papi berjanji akan menemukan Arjuna secepatnya sayang, kau tidak sendirian Nak.'' Papi mendekati Calista kemudian memeluk anaknya ini yang sudah lama tidak bertemu


''Papi, Juna ku Pi.'' Calista menumpahkan rasa khawatirnya pada sang Papi tehadap kehilangan nya Arjun


''Sabar sayang kita cari Juna bareng-bareng kamu tidak sendirian, dan papi akan membalaskan rasa kesedihan mu juga rasa sakit mu pada pria sialan itu.'' ucap Papi


Calista menatap penuh bertanya-tanya


''Nak papi sudah tahu siapa pelakunya, si Jo mantan kekasih mu, Papi akan membalasnya sekarang Calista.. Tak akan Papi buat ampun dia.''


''Tapi kenapa dia harus bawa Juna Pi, apa salah Arjuna, dia begitu kejam.'' Isak Calista dan berpikir apa maunya Jo


''Pokoknya kamu tenang saja Papi berjanji padamu Papi akan buat dia menyesal.''


''Kita akan cari Juna, aku janji akan membawa Juna kembali untuk mu nona.''


''Rey, aku takut hikss Juna, Juna di apa-apain Rey.''


''Jangan berpikir aneh-aneh nona, kita berdoa untuk keselamatan Juna.''


''Iya Rey, makasih kamu selalu ada.''

__ADS_1


''Sama-sama jangan dulu berterima kasih sebelum aku bisa mendapatkan Juna.''


__ADS_2