Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Bos, penolong


__ADS_3

''Maaf Pak tapi ini kita akan kemana ya?'' tanya Andinie memastikan juga dia merasa harus waspada walaupun ia percaya kepada Cillo tapi waspada juga dia harus.


''Kita akan ke apartemen saya.''


''Apartemen Pak ?''


''Ya, kamu bisa tinggal disana untuk malam ini juga saya tidak mungkin bawa kamu ke rumah, sebab di rumah saya sedang tidak ada siapa-siapa.'' jelas Cillo


''Apa tidak merepotkan Pak, em saya bisa tidur di tempat lain saja Pak tidak apa-apa kok.'' Andinie merasa tidak enak ditambah pria itu adalah bos nya rasanya dia sangat keterlaluan.


''Sama sekali tidak merepotkan Andinie, lagian sayang kan apartemen saya tidak ada yang nempatin jadi kamu tak perlu sungkan.'' ujar Cillo


''Tapi Pak, saya merasa tidak enak bagaimana kalau yang lain tahu tentang ini.'' ucap Andinie kukuh ragu menerima tawaran Cillo walaupun ini untuk satu hari.


''Jangan sampai tahu Andinie, dan saaya yakin tidak akan ada yang tahu kok kamu tenang saja jangan banyak mikirin soal itu ok.'' ucap Cillo


''Baiklah Pak, Terima kasih.''


''Sama-sama Dien.'' Cillo balas tersenyum begitu juga Andinie wanita itu ikut tersenyum


Ternyata Pak Cillo ini baik juga eh bahkan sangat baik, semoga saja anak-anak di kantor tidak mendengar soal ini, tentang ku yang menginap di apartemen Pak Cillo. Bisa gawat kalau mereka tahu. ucap batin Andinie yang tahu betul bila pegawai lain itu mereka pada naksir kepada Cillo si CEO perusahaan.

__ADS_1


Sampai lah mereka di apartemen walaupun ragu tapi Andinie mengikuti masuk juga bersama Cillo.


''Nih kuncinya sekarang kamu bisa istirahat, tidak usah khawatir ya Dien saya yakin disini kamu aman.'' Cillo menyerahkan kunci apartemen begitu saja kepada Andinie


''Iya Pak.'' Andinie menerima kunci


''Kalau ada apa-apa jangan sungkan hubungi saya.''


''Em, baik Pak.''


''Yasudah saya harus kembali, kamu istirahat lah.''


''Baik pak, sekali lagi terima kasih banyak Pak.'' Andinie membungkuk beberapa kali


''Ok pak Bos.''


Cillo pun dia langsung keluar dari apartemen miliknya ini dan akan kembali ke rumah nya, sebelumnya kenapa Cillo ada di daerah rumah Andinie saat tadi itu, jawabannya memang Cillo berniat akan menemui sekertaris nya itu entah untuk tujuan apa Cillo datang kesana yang jelas saat itu Cillo akan menemui Andinie.


Lalu saat sudah mulai dekat dengan rumah sekertaris nya, di kejauhan pria itu melihat ada seorang wanita dengan rambut terurai sedang berlari seperti ketakutan dan dikejar-kejar.


Saat wanita itu masuk kedalam gang kecil, saat itulah Cillo mengikuti wanita tadi dan rupanya itu adalah Andinie si sekertaris.

__ADS_1


Kembali ke apartemen.


Andinie memang sudah mengunci pintu dan ia tengah duduk di kursi antik, tapi ia jadi bingung sendiri dia lupa menanyakan harus tidur dimana dan apakah boleh tidur di kamar? Lalu di kamar yang mana? Ah sungguh Andinie pikun dia lupa bertanya dulu kepada Cillo tadi.


''Duh , aku bingung nih .''


''Apa aku boleh tidur di kamar atau dimana sih ini.''


''Dasar kamu Dien, kenapa tadi gak tanya dulu.''


''Mana gerah lagi aku, coba deh aku lihat di dapurnya mungkin ada kamar mandi nya.'' kemudian wanita itu beranjak dan menunju dapur untuk mencari kamar mandi.


''Untung ketemu kamar mandi nih, yaudah aku mandi dulu lah badan ku gerah lagi setelah tadi lari-lari.'' monolog nya


Sebelum ia membuka semua pakaiannya, wanita itu lebih dulu celingukan untuk memastikan tempat tersebut ya bukan apa-apa dia harus waspada takutnya ada cctv terpasang di kamar mandi ini lagi. Bukankah tidak ada salahnya dia hati-hati.


''Ah aman.'' Andinie pun menyegarkan tubuhnya


Setelah selesai mandi, wanita itu memilih untuk tidur sekarang karena hari juga sudah mulai sangat malam ditambah dia benar-benar lelah.


''Bu, doakan Dinie ya Bu, agar Dinie bisa bantu ibu agar bisa menolong Ibu dan semoga Ibu cepat sembuh, Dinie yakin ini semua berkat doa ibu sehingga uang ini masih berada di tangan Dinie Bu, agar Dinie bisa berikan untuk pengobatan operasi ibu, oh ya Bu ternyata Bos Dinie ini baik sekali Bu berkat beliau uang ini aman.'' ucap Andinie berbicara sendiri seolah ia sedang ngobrol pada Ibunya.

__ADS_1


Tak lama ngantuk pun datang wanita tangguh itu mulai menutup mata dan tertidur.


__ADS_2