Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Melamar dadakan.


__ADS_3

Andinie telah sampai membantu Chillo dari depan kamar mandi hingga kini kembali ke tempat tidur pasien.


''Dien, makasih ya kamu sudah mau bantuin saya ke kamar mandi barusan.'' ujar Chillo seraya menempelkan jarinya di tangan Andinie.


''Em iya sama-sama Pak, itu tidak masalah.'' balas Andinie tak keberatan.


Ceklek pintu pun terbuka, dan masuklah dua pasangan yang tidak lagi muda itu.


Andinie juga Chillo menoleh ke arah pintu, ''Ayah, Bun, baru sampai.'' tanya Chillo.


''Hem iya, kami baru sampai tapi Ayah langsung di suguhi pemandangan yang mencolok mata Ayah.'' celetuk Bima.


''Apa maksud Ayah?'' Chillo mewakili isi hati Dinie yang juga bertanya-tanya.


''Itu lihat saja sendiri dan mungkin seharusnya Ayah yang bertanya apa maksud semua ini!'' ujar Bima seraya menunjuk tangan Chillo yang sedari tadi berada di atas tangan Andinie.


Itu membuat Andinie sadar dan buru-buru melepaskan genggaman Chillo di tangannya. Andinie langsung menunduk malu sangat malu 'Ya ampun, Aku kok bisa gak sadar sih, Dinie, kamu begitu ceroboh.' Andinie mengumpat.


''Ayah, kenapa harus di perjelas begitu sih Yah, kasihan itu Andinie dia pasti malu Yah, lagian kayak Ayah tidak pernah muda saja deh.'' omel Nayna heran dengan tingkah Bima.


''Bun, Ayah sengaja.'' Bima berbisik


''Ooh gitu.'' balas Nayna mulai paham


''Iya Bunda benar Yah, Ayah ini kayak tidak pernah muda tahu gak, malu-maluin ah Ayah. Bun, tuh kasih tahu suami Bunda agar jangan lagi bertanya kayak gitu padahal pasti ayah juga tahu jawabannya dan pernah ngalamin juga dulu.'' Chillo protes.


''Kamu ini kenapa lagi jadi ikutan ngatain Ayah ya Bang, tahu apa kamu soal Ayah.'' kata Bima mengejek Chillo


''Jangan salah Yah, aku tahu banyak tentang masa lalu mu Yah.'' Chillo balas mengejek Bima.


''Apa yang kau tahu.'' Bima menantang anak jagoannya.


''Abang tahu semuanya bahkan soal onty Calista juga Abang ini tahu.'' ungkap Chillo sambil tersenyum puas melihat ekspresi sang Ayah yang langsung diam terpaku.


''Bun, kami bicara apa dengan anak itu? Kamu jangan memberitahu dia lagi Bun ini bahaya.'' pinta Bima kepada Nayna.


''Bahaya kenapa Yah ?'' tanya Nayna


''Iya bahaya Bun, jadi nya kayak gini kan tuh Bunda lihat dia jadi bisa mengejek Ayah Bun, jadi udah Bunda gak usah bahas kaya gitu lagi dengan dia.'' jelas Bima


''Menurut Bunda mah gak bahaya sama sekali kok Yah, Ayah aja yang ketakutan gitu aneh.'' balas Nayna acuh.


''Aduh Bun, kamu di bilangin malah gitu.''

__ADS_1


''Gak tahu lah.'' Nayna tak menghiraukan Bima.


''Bang.'' Nayna memanggil Chillo


''Iya Bun.''


''Jadi sebenarnya kalian ada hubungan apa? Bang, ingat dengan yang kamu katakan tadi kalau kamu sudah bukan anak kecil tapi kamu udah dewasa dan layaknya anak muda jaman Ayah mu dulu, jadi ayo katakan dengan jujur sama Bunda, Bang.'' ujar Nayna rupanya menjebak Chillo.


''Bun, ish kenapa bahas itu lagi.'' ucap Chillo protes tapi dengan suara pelan karena dia jadi agak malu.


''Ya tidak apa-apa Abang, Bunda dan Ayah mu ini pernah muda jadi tahu sama yang kalian rasakan saat ini.'' kata Nayna sengaja.


''Eeh Nyonya, tidak seperti itu kok kami tidak kaya gitu.'' ucap Andinie mencoba meluruskan yang terjadi.


''Ya gak apa-apa Dien mau benar seperti itu juga gak masalah, tapi kalian harus bicara jujur agar ini mudah untuk kami.'' sahut Nayna namun terdengar ambigu.


''Ini maksudnya gimana sih pak, saya tidak paham.'' bisik Andinie pada Chillo.


''Saya juga belum mengerti Dien.'' balas Chillo.


''Masih gak ada yang mau berkata jujur nih?'' tanya Bima.


''Tunggu dulu Yah, ini maksud kalian bagaimana tiba-tiba datang dan menanyakan hal aneh gini, kami benar-benar gak ngerti apa yang kalian tanyakan.'' ucap Chillo.


''Ya?''


''Kamu suka tidak sama Andinie ?'' ucap Nayna


''Bun!'' Chillo memekik tertahan.


''Ayo di jawab Bang kamu ini laki-laki loh.'' sengaja Nayna menyudutkan Cillo supaya ngaku.


''Bun ...''


''Ok kalau kamu masih belum mau jawab, sekarang Bunda mau nanya ke kamu Andinie.'' Nayna menatap Andinie.


''Iya Nyonya.''


''Kamu suka tidak sama anak saya, Cillo? Jawab saja dengan jujur Dien!''


''Bunda, kenapa pertanyaannya harus kaya gini sih Bun.'' Chillo menyahut.


''Ayo Dien jawab saja kamu gak usah sungkan.'' desak Nayna.

__ADS_1


Andinie menoleh menatap Cillo, 'Pak Cillo ini memang Pria yang sangat baik, tapi apakah aku menyukainya? Tapi, siapa sih yang tidak akan suka padanya, sebenarnya Aku juga mulai menaruh hati kepadanya, cuma Aku sadar diri kalau Aku dan dia itu bagai langit dan bumi kita itu beda kita tak sederajat.' batin Andinie mengenai perasannya.


Wanita itu langsung menunduk sambil menjawab,


''A-aku tidak tahu Nyonya, Aku bingung.'' tak dasar Andinie menjawab seperti itu, padahal tadinya dia akan langsung menjawab tidak namun lidahnya enggan bicara seperti itu.


Nayna dan Bima langsung tersenyum penuh arti ketika mendengar jawaban Andinie yang nampak ragu, ragu untuk menjawab tidak, dan Sepertinya dugaan mereka benar, kalau dua anak manusia ini sebenarnya memang saling suka tapi masih ragu untuk mengatakan sejujurnya.


''Yasudah kalau memang kalian tidak saling suka, jadi kami tidak akan membatalkan acara perjodohan ini.'' ucap Bima


''Perjodohan Apa Yah?'' sahut Cillo segera.


''Ya tentu perjodohan mu dong Abang.'' jawab Bima


''Perjodohan ku? Maksudnya Perjodohan? Dan kenapa harus ada perjodohan, lalu dengan siapa?'' Cillo langsung panik seraya menatap Andinie yang juga langsung menunduk.


''Dengan anaknya teman Bunda, kami sepakat sudah akan menjodohkan mu dengan anaknya teman Bunda ini, berhubung kamu kan tidak punya perasaan pada siapapun pada Andinie juga tidak kan? Ya jadi itu artinya perjodohan kamu dengan anak teman Bunda akan dilanjutkan.'' ungkap Nayna, wajahnya dibuat serius hingga membuat Cillo percaya dan semakin gelagapan.


''Bunda kok gak kasih tahu Abang dulu sih Bun? Kenapa gak tanya pendapat Abang dulu,''


''Loh ya gak apa-apa toh kamu ini umurnya sudah matang dan juga gak punya pasangan kan? Jadi bunda gak salah, lagian kalian ini juga tak ada hubungan apapun iya kan?'' Nayna semakin menyudutkan.


''Kata siapa tidak ada .'' sahut Cillo dengan lantang


''Itu tadi kamu yang bilang sendiri.''


''Tidak Bun, sebenarnya Abang ini memang memiliki perasaan pada Andinie ...'' Cillo sengaja menjeda ucapannya.


''Apa? yang benar kamu bang?'' Nayna pura-pura terkejut.


''Iya Bun, Abang memang punya perasaan kepada Andinie, Dien. Sebenarnya saya ini menyukai kamu saya mulai nyaman dengan mu, dan saya ingin kita bersama Dien ... Apa kau mau hidup bersama saya? Kita menjalani hubungan ini sama-sama, Andinie kamu mau kan Menikah dengan saya!'' tak terduga Cillo langsung mengungkapkan isi hatinya secara langsung saat itu juga, bahkan di hadapan Bunda Nayna dan Ayah Bima.


''Ya ampun pak Cillo.'' Andinie terkejut apakah ini sebuah lamaran dadakan?


''Dinie tolong terima cinta saya ini, kamu mau kan menerimanya tolong Dien! Saya gak mau dijodohkan Dien!'' Chillo setengah merengek dan memaksa.


''Pak , Aku ... Aku ...''


''Iya? kamu mau kan?''


''Aku ...?''


Kira-kira apa jawaban Andinie yang masih shock itu.

__ADS_1


__ADS_2