
Saat Andinie membantu nya ke kamar mandi Chillo diam-diam menatap wajah wanita itu dengan dalam dan entah apa yang dipikirkan Chillo namun dia semakin kagum pada Andinie.
Wanita pemberani juga jujur dalam bekerja, Andinie selalu membuatnya puas dalam bidang pekerjaan, maksudnya bukan puas dengan hal lain.
''Pak sudah sampai.'' ujar Andinie
''Pak!''
''Eee iya kenapa?'' Chillo kaget karena suara Andinie cukup tinggi.
''Kita sudah sampai Pak,'' Andinie menunjuk didepannya.
Chillo ikut menoleh ''Oh iya yaudah ayo.'' ujar Chillo sangat membingungkan
''Ayo? Maksudnya Pak?'' tanya Andinie bingung
''Iya ayo masuk kenapa kamu bingung Dien.'' ujar Chillo begitu datar
''Apa? Masuk, saya pak?''
''Ya kamu, siapa lagi.'' nada Chillo masih lempeng
''Maaf Pak saya bukan wanita seperti itu pak!'' pekik Andinie sebal
''Eh apa maksudmu Dinie? Ooh ... Apa kamu berpikir aneh hm? Ya ampun saya tidak ada niat begitu Dinie, saya hanya meminta mu menemani saya gitu loh.'' Chillo terkekeh melihat tingkah Andinie yang ketakutan.
''Tapi ini ke kamar mandi loh, maaf saya disini saja dan juga tidak mungkin saya masuk Pak, sekali lagi saya tidak bisa.'' tolak Andinie
''Baiklah kalau kamu memilih disini, tapi kamu harus tunggu disini ya jangan pergi Dien. Saya tidak lama kok.''
''Iya baik Pak.''
''Kamu jangan berpikir macam-macam Dien, tadi itu saya serius butuh bantuan mu untuk masuk kedalam dan bukan untuk melakukan hal kotor seperti yang ada di pikiran mu itu, oh ya buang jauh-jauh pikiran jorok mu!'' Chillo berbisik di telinga Andinie membuat si wanita malu.
Chillo langsung masuk dan meninggalkan wajah Andinie yang memerah.
__ADS_1
''Ya ampun apa yang ku pikirkan sih, ah dasar memalukan.'' pekik Andinie dia kesal pada pikirannya itu.
''Dien.''
''Em iya pak.''
''Oh kamu masih disitu bagus deh '' Chillo keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan tuntasnya.
''Ya kan katanya saya harus nunggu disini pak.'' balas Andinie
''Iya Dien, makasih ya.''
''Sama-sama pak, yaudah ayo saya bantu kesana lagi.'' ujar Andinie
Lalu wanita itu pun memapah Chillo untuk kembali ke tempat tidur nya, namun saat akan sampai tak sengaja ada yang melihat kedekatan mereka.
''Yah tunggu.''
''Kenapa Bun?''
Bima menatap yang di tunjuk istrinya ini.
''Loh itu kan sekertaris nya si Chillo kan Bun, dia disini.'' kata Bima di ambang pintu
''Iya yah benar itu Andinie, apa mereka sedekat itu ya Yah.'' tiba-tiba ucap Nayna.
''Ayah juga berpikir seperti itu, tapi syukurlah itu akan membuat kebahagiaan.''
''Maksudnya Yah?'' Nayna belum bisa mencerna ucapan Bima.
''Itu artinya anak kita normal Bun, dia mulai dekat dengan wanita .'' celetuk Bima
''Ayah kenapa bicara kaya gitu sih,''
''Loh apa yang salah si Bun.'' Bima merasa tidak ada yang salah dengan perkataannya.
__ADS_1
''Jelas salah dan apa maksudnya Ayah Chillo tidak normal gitu , ih anak Bunda itu ya normal Yah.'' gerutu Nayna marah pada Bima yang bisa-bisanya mengatai anaknya yang tidak-tidak.
''Ayah juga senang Bun kalau anak kita normal dan berdekatan dengan lawan jenis, makanya ayah cukup bahagia melihat ini Bun.'' kata Bima
Nayna menatap pada Chillo dan Andinie begitu dalam. Detik kemudian wanita itu tersenyum penuh arti.
''Yah!''
''Hm?''
''Jadi Ayah senang melihat Abang dekat sama Andinie?'' ucap Nayna
''Iya senang lalu kenapa?''
''Kalau gitu bagaimana bila kita jodohkan mereka saja Yah, mumpung anak kita lagi dekat seperti itu gimana Yah, kamu setuju gak?'' ucap Nayna meminta pendapat Bima.
Bima tak langsung menjawabnya Ayah empat anak itu melihat interaksi antara Chillo dan Andinie yang memang terlihat serasi.
''Bun kok Ayah jadi ingat tentang kita berdua waktu itu ya Bun.'' ujar Bima
''Yang mana ayah?''
''Saat ayah sakit waktu itu Bun, saat Ayah dinyatakan lumpuh dan kamu membantu Ayah merawat ku hingga sembuh Bun, lalu hari ini ayah melihat anak kita berada di posisi yang sama yaitu di temani seorang wanita ketika sakit entah kenapa ayah jadi ingat tentang kita Bun.''
''Em iya bener juga, Bun juga jadi ingat kita waktu lalu.'' kata Nayna
''Sepertinya kamu ada benarnya juga Bun.''
''Yang mana?''
''Soal mereka, sebaiknya kita nikahkan mereka secepatnya Bun.''
''Ayah kamu serius, kamu setuju?'' ujar Nayna senang
''Huum ayah setuju, sudah Bun kamu urus mereka dan jangan di lama-lama kan untuk pernikahan mereka itu.'' kata Bima
__ADS_1
''Ok Yah, Bun secepatnya urus pernikahan Abang.'' Nayna sangat bersemangat soal rencananya yaitu menikahkan Chillo dengan Andinie.