Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Melepas rindu ...


__ADS_3

Nayna baru pulang dari pasar, setelah angkot berhenti di jalan depan rumah bibi Sri.


''Mang, ini uang ongkos nya.'' ucap Nayna sambil memberikan uang pada mang sopir itu


''Oh iya neng, makasih neng.'' sahut si mang angkot


''Oya sama-sama mang.'' balas Nayna dan kembali berjalan dengan menenteng keresek berisi ikan dan bumbu juga makanan yang lainnya.


Tapi ketika sudah mendekati rumah bibi Nayna langsung terpaku di tempatnya. Saat dia melihat ada satu mobil di depan halaman rumah sang bibi.


'Mobil siapa itu? Kenapa sepertinya ku kenal?'' gum Nayna masih menebak-nebak.


''Ah gak mungkin kan, itu mobil Bima. Mungkin aku sedang halusinasi, dan mungkin itu hanya tamu bibi.'' lanjut pikiran Nayna dan dia pun bergegas berjalan lagi tapi kemudian, entah kenapa saat sudah berada di teras rumah bibi ini. Nayna kembali mendengar suara dan tertawanya orang yang Nayna kenal bahkan sedang dia rindukan saat ini.


''Ya ampun, kok sekarang aku kayak dengar suara Mama lagi ketawa dengan si kembar ya, apa ini karena aku saking rindunya dengan Mama, sampai halusinasi gini.'' ucap Nayna kebingungan


Tal lama Nayna seperti merasakan ada yang berjalan mendekat dari arah belakang tubuhnya dan sepertinya kini ada orang berdiri di belakangnya itu.


Lambat laun Nayna membalikkan badan, lalu ketika sudah berbalik Nayna jadi cukup kaget dengan kedatangan tiba-tiba adik iparnya.


''Em, ka-kamu Bim? Kenapa bisa ada di sini?'' tanyanya


''Ya Mbak, aku di sini karena aku ... ''


''Kamu apa, kenapa Bim? Apa terjadi sesuatu SAMA Mama?'' Nayna panik


Bima menggeleng, dan sadar dari lamunannya juga hampir saja Bima mau mengatakan Dia rindu. ''Ah tidak Mbak. Bukan itu, Mama memang sakit tadi pagi, dan kini Mama ingin menemui mu. Apa Mbak belum ketemu Mama?'' tanya Bima itu untuk mengalihkan perhatian Nayna agar fokus pada Mama saja.


Kebetulan tadi Bima sedang pergi ke minimarket yang tadinya Bima lihat tak jauh dari rumah bibinya Nayna ini.


Lalu saat kembali, Bima malah melihat ada seorang wanita berhijab sedang terpaku di depan pintu rumah. Dan itu adalah Nayna .


''Apa maksudmu Bim? Apa artinya Mama di sini?'' Nayna menatap Bima meminta jawaban


Bima mengangguk, ''Ya benar Mbak, Mama ada di dalam Mbak Mama jatuh sakit dan meminta di antarkan ke sini, makanya kami sekarang ada di sini.'' Bima pun menjelaskan tujuannya ke sini


''Mama sakit apa Bim?'' tanya Nay khawatir


''Hanya sakit biasa Mbak, ya tapi gitu minta obatnya yaitu ingin ketemu si kembar, katanya Mama rindu mereka.'' ucap Bima

__ADS_1


''Ya ampun ma, em tapi Bim. Kamu apa kamu gak merindukan si kembar juga? Mbak gak dengar kamu rindu mereka loh Bim?'' tiba-tiba Nayna mengatakan itu sambil tersenyum niat menggoda Bima si adik suaminya ini.


Bima melihat senyum itu, kenapa nampak manis sekali..


''Tentu Mbak aku rindu mereka, aku sangat rindu dengan Cillo, dan Cilla juga bahkan aku merindukan dirimu juga kok Mbak.'' jawab Bima membuat Nayna diam di tempat sekarang


''Hah apa Bim? Apa benar begitu?'' tanya Nayna lirih


''Ya, tapi itu hanya bohong ... Makanya jangan godain bujang ini ya Mbak, wlleee kamu kalah Mbak dan kita satu sama. Hahaaaha!'' Bima berhasil membalas godaan Nayna tadi Bima pun masuk kedalam dengan tertawa ngakak rasanya lucu sekali melihat tanggapan serius dari Nayna itu.


''Ehh dia cuma bohong dan balas menggoda ya. Ya Tuhan, kenapa dengan ku sampai diam menanggapi serius kaya tadi, ihh malu banget gak sih kamu Nay? Iya, kamu malu-maluin!'' Nayna menggerutu pada dirinya sendiri.


''Dan sejak kapan si kaku irit bicara itu, bisa banyak bicara kaya barusan, belajar dari mana dia bisa balas lelucon tadi. Hmm, ku tinggal baru sebentar, tapi sudah menunjukkan hal positif rupanya.'' lanjut Nay dengan senyum geleng-geleng kepala.


***


''Ayah apa, ketawa, hahah itu?'' tanya Cilla ingin tahu dia bertanya pada Bima saat Bima masuk malah tertawa kaya tadi. Bahkan Cilla menirukan Bima yang tertawa tadi, sungguh ingin rasanya Bima ketawa lagi tapi malu dengan bibi Sri dan yang lainnya.


Bima segera menggendong Cilla, ''Tidak ada apa-apa Cill, hanya tadi ada yang membuat Ayah lucu Cill.'' kekeh Bima dan entah kenapa saat bertemu hari ini dengan Cilla, Bima merasa tak keberatan bahkan mulai terbiasa menyebutkan dirinya Ayah untuk Cilla.


''Lucu mana?'' lucu gimana


''Melah, ini Ayah.'' Cilla menunjuk pipinya sendiri


'' HM itu benar, di pipi.'' angguk bisa mencubit gemas pipi Cilla


''Paman, mu gendong.'' kini si Abang menghampiri dan minta di gendong juga oleh Bima


''Ohh oh, Abang mau di gendong juga hm? Ayo ayo sini, sayang sini.'' Bima membawa Cillo di pangkuan sebelah kanan sementara Cilla berada di kiri pahanya.


''Ma ... '' suara Nayna terdengar nyaring


Semua langsung menoleh saat Nayna masuk dan memanggil Mama Ayyu.


''Nay, kesini nak.'' panggil Mama Ayyu menyuruh Nayna mendekat


''Ma, apa beneran Mama ini sekarang di sini?'' rasanya ini masih seperti mimpi


''Benar Nayna, ini Mama. Ayo peluk Mama!'' Mama yang maju dan merenggangkan kedua tangannya agar Nayna masuk dalam pelukannya Mama.

__ADS_1


''Ma, Mama ... Beneran ini bukan mimpi ma, ya Tuhan ma. Nay itu sangat rindu Mama?'' Nayna menangis haru begitu juga dengan Mama beliau menangis bahagia kini bisa mencurahkan rasa kangen nya dengan memeluk sang menantu dengan nyata dan erat.


''Sama Nayna Mama pun merindukan mu, rindu anak-anak cucu Mama. Mama senang bisa bertemu kamu lagi Nay.'' Mama mencium seluruh wajah Nayna sudah seperti kepada anaknya sendiri tak bertemu lama.


''Ma, tadi kata Bima. Mama katanya sakit ma? Mama sakit apa? Apa yang Mama rasakan?'' tanya Nayna cemas


''Iya Nay memang Mama sakit, dan ini karena mu yang bandel kamu pergi dari rumah, sudah pasti Mama cemas memikirkan mu. Mama khawatir kan kamu.''


''Ma maafkan Nay.'' Nayna pasti merasakan salah


''Tapi setelah melihat mu sekarang ini, Mama merasa lega dan anak mu juga mereka nampak senang di sini, Mama cukup lega sekarang.''


''Ya tentu dong Buk, kan saya sayang mereka. Saya pasti akan merawat mereka dengan baik. Tolong jangan lupakan ini.'' canda bibi sengaja


''Ah iya iya, Ria. Tentu ini juga karena mu, kau yang baik kepada menantu ku dan cucu cucu ku tentu aku sangat berterima kasih padamu Ria.'' balas Mama dengan tersenyum menanggapi candaan bibi Ria


''Sama-sama Buk, mereka juga cucu saya.''


''Iya, cucu kita ya.''


''Bagaimana kabar kamu Nay?''


''Alhandulillah aku baik Ma, Mama gimana sudah lebih baik kan ma?''


''Mama sudah sangat lebih baik Nay, karena sudah terobati rasa rindu Mama dengan melihat kalian.''


''Alhamdulullah ya Ma, kalau begitu. Nay senang.''


''Hmm ya Nay Mama juga.''


Menjelang malam..


''Ma, kita langsung pulang saja ya.'' ajak Bima pada Mama


''Kamu ini, Mama masih kangen mereka kita di sini untuk satu Minggu.'' putus Mama tak mau di bantah


''Apa mau? Satu Minggu?'' ulang Bima


''Ya satu Minggu, Mama ingin di sini dulu!'' Mama menegaskan

__ADS_1


__ADS_2