Janda Muda 2 Anak

Janda Muda 2 Anak
Kenapa dengan Rayhan?


__ADS_3

Calista mendengar samar-samar kalau Reyhan menyebutkan kata pulang, saat pria itu selesai melakukan panggilan telepon nya Calista segera bertanya, ''Rey ada apa ?'' tanyanya


''Em tidak ada.'' jawab Rey tersenyum


''Masa tidak ada, tapi aku tadi kayak dengar kamu bilang iya pulang, kamu di suruh pulang Rey ?'' ucap Calista


''Tidak, mungkin kamu salah dengar.'' Rey masih tak mau jujur


Calista berjalan mendekati, ''Rey, jangan bohong deh sama aku. Aku dengar jelas, dan sebaiknya memang kamu pulang saja Rey, kamu harus ingat dengan tanggung jawab mu pada pekerjaan Rey, jangan hanya mengurusi aku dan Juna saja.'' ucap Calista dengan pelan tapi memberikan pengertian pada Reyhan.


''Kamu tidak sedang mengusir ku, kan?'' ucap Rey memicing


''Astaga Rey, kenapa berkata seperti itu aku gak bermaksud kaya gitu--''


''Iya iya aku hanya bercanda kok, dan thanks kamu sudah menyuruhku pulang dan mengingatkan aku pada tanggung jawab ku dengan pekerjaan, tapi aku khawatir pada kalian.''


''Aku bisa saja Juna, kami akan baik-baik saja dan ya tadi bibi juga Sani bilang kalau mereka akan kesini.'' beritahu Calista


''Beneran mereka akan kesini?'' Rey memastikan


''Iya, jadi kamu pulang dan gak usah cemaskan kami ya.''


''Ok kalau benar seperti itu, sekarang aku bisa tenang untuk pulang.'' ucap Rey


''Hm kabari aku kalau sudah sampai Rey.''


''Siap, kita akan selalu berbagi kabar, lagian aku juga bakal kangen sama si jagoan nih.'' Reyhan mendekati Arjuna yang lagi memainkan tangannya itu.


''Halo Arjuna, lagi ngapain sayang hm? Oh ya jangan rewel dan jangan nakal ya saat Om pergi, jaga ibumu itu sayang.'' menatap Calista sekilas ''Jangan buat dia sedih, dan baik-baik ya juga Om akan doakan kamu supaya cepat sembuh ya Nak, agar kita bis kembali lagi bermain ya sayang.'' Rey mengajak bicara Arjuna.


Arjuna pun merespon dengan tertawa pada Reyhan, ketika pria itu bersuara.


''Baiklah aku pergi sekarang.'' entah kenapa Rey jadi enggan pergi apalagi saat tadi sudah melihat Arjuna.


Dan rupanya bukan hanya Rey, Calista pun sama dia yang tadinya menyuruh Rey pulang, tapi kini Calista merasa tidak ingin Rey pergi.


''Iya hati-hati Rey.'' ucapnya nampak sedih


''Kenapa hm? Jangan sedih, nanti juga kita bertemu lagi kan.'' Rey mengusap kepala Calista


''Siapa yang sedih sih enggak.'' wanita itu mengelak padahal air mata sudah menggenang


''Ayo kemari.'' Rey merenggangkan kedua tangannya.


''Apa?''


''Peluk perpisahan.'' ucap Rey


''Kaya yang gak akan bertemu lagi ah.''

__ADS_1


''Sudah ayo peluk.''


Walaupun malu-malu, Calista berjalan mendekat dan dia memeluk tubuh tegap itu juga.


''Aku sayang kamu Nona, tunggu aku kembali.'' ucap Rey sengaja berbisik


''Rey, cepat kembali hikksss😭'' Calista tak bisa menahan tangisnya sekarang.


''Jangan sedih , aku janji aku akan kembali untuk mu dan Arjuna ok.'' Rey menatap Calista


Calista pun mengangguk.


''Dek, om pergi ya baik-baik di sini jaga Mama mu, muahh.'' Rey mencium Arjuna


''Aku pergi.'' pamitnya pada Calista


''Rey tunggu.'' Calista menyentuh tangan kanan Rey, lalu dia mencium takzim tangan pria itu.


''Nona.''


'Hm?''


''Kesini.'' menyuruh mendekat dan Calista maju


Lalu Rey, menarik kepala wanita itu dan dia, cupp mendaratkan bibirnya di kening Calista.


😭 Kembali Calista menitikkan air mata.


''Waalailumsalam Om nya, Arjuna.''


**


Beberapa jam kemudian ...


''Pi.'' Rey memanggil seorang pria baya yang lagi duduk di kursi kesayangan nya .


sang Papi berbalik kini menghadap Reyhan anaknya, ''Dari mana kamu?'' mata itu langsung menyorot tajam


''Ada pekerjaan lain Pi, kemarin.'' jawab Rey


''Pekerjaan, pekerjaan apa hah? Sampai lupa waktu, lupa pulang dan melupakan tugas mu mengurus perkebunan Reyhan, kamu sibuk apa dan sibuk mengurusi siapa hah?'' Reyhan langsung kena semprot dari orang yang tegas dan keras.


''Ini urusan pribadi Rey Pi, dan sekarang Rey pulang kan, jadi Papi gak usah marah-marah lagi . Rey sudah bisa kembali ke perkebunan.'' ucap Reyhan


''Lalu selama ini kamu sibuk melakukan apa, ayo jawab?'' bentak Papi juragan teh


''Aku lagi bantu teman Pi, dia lagi kesusahan dan butuh bantuan aku.'' beritahu Rey


''Teman mu yang mana Rey? Yang wanita melahirkan anak haram itu hah?''

__ADS_1


''Pi.'' Rey tak suka mendengarnyaa


''Apa, itu benar kan ayo jawab!''


''Bukan Seperti itu Pi, dan tolong jangan bicara kaya gitu pada temanku.'' ucap Rey


''Berani kamu menjawab Papi hah? Dan ini karena wanita itu yang sudah merusak otak mu, pikiran mu jadi tidak waras,.''


''Papi salah, dan jangan mengatakan yang belum Papi, tahu Pi.'' kekeh Rey


''Halah, apa yang tidur Papi ketahui. Sudah jelas Papi akan tahu segalanya Reyhan, kamu kenapa harus dekat dengan wanita yang tidak punya status yang jelas Rey?''


''Papi tahu dari siapa?'' tanya Rey


''Kemarin mantan kekasih wanita murahan itu datang kesini, dan menjelaskan semuanya kalau dia sudah di peralat oleh wanita itu, harta dan jebakan dia lakukan. Dan katanya sekarang wanita itu melakukan hal yang sama padamu Rey, makanya kamu beberapa hari ini tidak pulang-pulang, dan rupanya karena wanita ini hah?'' tiba-tiba papi menunjukkan foto Rey lagi bersama Calista


Sial, berarti selama ini ada yang diam-diam mencuri foto kami. batin Rey


''Pi, papi tenang lah dulu. Wanita itu baik kok Pi, dia gak seperti yang orang-orang itu katakan pada Papi, Rey tahu dengan jelas dia wanita yang baik Pi, bahkan dia penyebar, keibuan Pi, dan yang di katakan orang-orang itu hanya kebohongan.'' Rey memberikan perhatian.


''Apa yang di berikan waktu itu padamu hah? Sampai kamu bertekuk lutut sekali padanya Rey, apa dia memberikan keenakan padamu juga? Seperti yang wanita itu lakukan dengan kekasihnya?'' tuduh Papi Rey, Sudah termakan omongan nya Jonathan.


''Pi, tolong jangan anggap Rey melupakan pendidikan ya Pi, aku gak selembah itu Pi.''


''Sudah jangan lagi berdebat dengan papi, kamu jangan lagi berhubungan dengan wanita pembawa sial itu. Papi tidak mau kamu terjebak olehnya. Reyhan, kamu harus menerima keputusan Papi ini.''


''Keputusan apa Pi, maksudnya Papi?'' Reyhan waspada


''Kamu harus menerima keputusan Papi, yang akan menjodohkan kamu dengan Anisa, anaknya Pak Heru clien papi, dia masih gadis dan baik Reyhan. Bukan seperti wanita yang kamu bela yang tidak jelas itu.'' begitu keputusan Papi Reyhan


''Apa? Tidak pi!'' Rey menolak


''Sudah tidak ada penolakan lagi, dan keputusan Papi ini sudah bulat, jangan berdebat!'' Papi Reyhan berlalu meninggalkan Reyhan yang shock dan terbengong menerima kenyataan hari ini.


Baru datang, sudah di hadapan dengan masalah ini, sungguh tidak terpikirkan sebelumnya oleh Reyhan.


Di kota lain.


Wanita itu tiba-tiba merasakan hati yang tidak enak, ''Kira-kira Rey, sudah sampai apa belum ya? Kok dia belum ada ngasih kabar ya?'' Calista bertanya-tanya dan mencemaskan Rey


''Rey, kamu kemana? Kenapa jadi menghilang begini sih Rey, kamu gak balas pesan ku.'' Calista sedikit kecewa


[Rey, kamu sudah sampai rumah?]


[Rey, kenapa gak balas sih?]


[Rey, jangan buat aku khawatir begini Rey, ayo dong balas!]


[Reyhan?!]

__ADS_1


''Kamu keterlaluan.''


Tengah malam pun Reyhan masih tak membalas pesan, sampai membuat Calista sedih dan jadi berpikir yang tidak-tidak pada Reyhan.


__ADS_2