
Dua insan sedang berbaring malam ini, sambil saling memeluk seolah takut kehilangan antara keduanya.
''Bun kamu capek gak?'' tanya si pria
''Hm, kenapa gitu?'' tanya balik wanita nya
''Ya kalau gak capek, Ayah mau minta jatah.'' celetuk nya
''Oh itu, iya Ayah, Bunda emang capek sih Yah, kan tadi bikin kue untuk ulang tahun Ayah.'' jawab si perempuan dengan menunjukkan badan nya yang pegal-pegal.
''Yaudah deh, malam ini Ayah gak akan minta. Kasihan padamu yang pasti emang capek. Sebaiknya ayo kita istirahat.'' ajak Bima dan langsung mendekap semakin erat lagi.
''Yah ih jangan kencang-kencang.''
''Kenapa atuh Bun, Aku kan rindu kamu, aku gemas padamu.''
''Ahh Ayah engap.'' Nayna memukul pundak Bima
''Bun kamu mau ngasih hadiah apa untuk Ayah ?'' tanya Bima
''Em maunya apa?''
''Ya apa ajalah Bun, Ayah mah bakal suka asal itu Bunda yang berikan.
''Iya ini Bun mau tanya dulu gitu, Ayah maunya apa, barangkali ada yang belum pernah ada Ayah punya atau gimana gitu?'' ucap Nayna
''Em ... apa ya?'' Bima berpikir dulu ''Bun untuk saat ini Ayah gak akan minta apa-apa dulu barang atau yang lainnya, itu gak penting Ayah hanya mau satu saja.'' ujar Bima kembali
''Apa itu Yah?'' Nayna penasaran
''Ayah ingin ini.'' mengusap perut Nayna ''Ingin segera ada Bima Junior atau princess Nayna.'' ucap Bima
''Apa itu princess Nayna, Aku baru denger Ayah. Kayak geli gak sih, hahaaa.'' Nayna Sampai ketawa
''Iya itu Bun, kalau anak kita ini perempuan akan jadi princess Nayna, ya kalau cowok jadi Junior Bima begitu Bun.'' Bima menjelaskan
''Jadi hanya itu keinginan mu hadiah nya Yah?''
''Iya Bun itu hadiah yang Ayah minta, tapi semuanya balik lagi pada Tuhan yang menciptakan. Dan sebenarnya Ayah juga minta padamu, untuk selalu setia yah Bun, jangan pernah tinggalkan Ayah dalam keadaan apapun diri Ayah, sekarang maupun nanti.'' pinta Bima begitu menyentuh
Nayna mendekap tangan Bima dengan begitu erat, ''Ayah, iya Aku berjanji tak mungkin meninggalkan mu, juga Aku minta padamu sama Yah, jangan tinggalkan aku, jangan duakan Aku. Kau bersedia kan Ayah nya si kembar?'' ucap Nayna
''Iya iya sayang, Ayah janji selalu bersama mu. Kita sama-sama selamanya seperti ini ya.''
''Ok Ayah, kita pokoknya seperti ini selamanya.''
''Emmmm Bim, ahhh Bim Aku- aku gak tahan.''
Tangan nackal itu memutar mutar si puncuk gunung, hingga memberikan sensasi enak bagi sang wanita.
bibir ini menyusuri setiap keindahan tubuh sang wanita, mencium nya bahkan menyesap hingga meninggalkan kemerahan di setiap inci tubuhnya sang wanita.
''Ayah ahh jangan buat banyak-banyak sayangz malu ahh , nanti di lihat si kembar.'' walaupun bilang jangan tapi ia menikmati nya juga .
Tangan Bima menari-nari di area gunung, lalu semakin kesini semakin turun dan kini ia meraba sisi bawah yang sudah mulai berkeringat dan ada yang basah kebasahan, ingin segera di mainkan dengan indah .
''Sayang kamu sudah basah.'' bisik nya hingga meninggalkan bulu berdiri
__ADS_1
''Ih Ayah kamu nakal.'' balas sang wanita yang nampak malu
Bima sebelum masuk, ia memainkan dulu di area sana. Area kesukaan pria juga kenikmatan bagi wanita. Bima kini dia melihat sesuatu yang aduhai, juga segera Bima ******* dan men jilati nya tanpa jijik .
''Bimm!'' Nayna terkejut tapi lambat laun dia menikmati.
''Auh Bimm, ahh emm.'' Nayna sampai menggigit bibir bawahnya dan itu membuat Bima Merasa menang karena sudah berhasil membuat wanitanya Menikmati.
''Sayang aku masukin ya.'' Nayna mengangguk sudah pasrah.
blesssshh
''Ahh Bima, ahhh.''
''Sebut lah selalu nama aku ketika kau merasakan indahnya ini.'' Bima mencium bibir Nayna dan di bawahnya bermain.
Yang tadinya capek kini telah hilang karena ditambah dengan rasa sensasi ini. Nayna kalah dia pun melakukan nya, saat tadi di pancing oleh tangan nakal Bima.
''Ku harap kali ini menjadi kado terindah untuk kita. Muahhh.'' Bima semakin menekan semakin dalam dan berharap cairan-cairan itu menjadi adiknya si kembar kali ini, dan akan jadi kado paling indah dalam sejarah ulang tahun nya .
''Amiin, semoga ya Suamiku.'' Nayna memeluk leher Bima semakin erat. Sambil menikmati sesuatu yang keluar.
**
Hari ini adalah hari Minggu, semua pada libur dan berlibur di hari ini dalam aktivitas belajar maupun Bekerja.
Kali ini juga Sani adik sepupu nya Calista ia juga libur sekolah.
Calista memanfaatkan hari ini untuk pergi jalan-jalan bersama Sani, mumpung adiknya ini libur sekolah. Calista merasa bosan hanya berdiam saja di rumah sang paman, yang tak ada apa-apa selain tv saja.
Calista ingin refreshing dengan mengajak adiknya pergi, seperti dulu dia di kota suka bepergian bersama teman teman nya yang tak pernah terkekang Seperti sekarang ini.
''Iya Teh, Hari ini emang Sani libur sekolah.'' jawab adiknya
''San, Teteh merasa bosan nih.'' bahkan Calista sudah terbiasa menyebutkan dirinya Teteh seperti panggilan yang di berikan adik nya.
''Oh bosen Teh, lalu mau ngapain Teh, atau kita buat masak-masak yu, mau gak Teh?'' usul adiknya ini tapi bagi Calista itu akan semakin membosankan dia ini tidak pernah masak, akan aneh bagi Calista
Pernah saat itu Bibi nya mengajari nya masak dan menyerahkan hari ini untuk Calista yang memasak, untuk makan siang keluarga.
Bukan nya makan tapi malah mubazir karena bahan-bahan habis dengan masakan yang tidak bisa di makan sama sekali. Yang satu ke asinan yang satu lagi terlalu banyak minyak. Dari saat itu lah Bibi lagi yang masak dengan di bantu Calista hanya memotong dan mengiris nya bahan-bahan itu saja pekerjakan Calista.
''Gak mau ah San, itu akan semakin membuat ku bosan Sani. Cari ide lain.''
''Em itu juga Teteh gak mau ya, lalu apa lagi dong Teh?''
''San, ayo ajak Teteh jalan-jalan keluar. jangan di rumah mulu, bosan.'' Calista mengatakan keinginannya
''Mau jalan-jalan ya Teh, oh iya apa kita ke rumah Paman aku mau gak Teh, paman ku punya pekebunan Teh.'' ucap Sani
''Boleh juga tuh San,'' Gak apa-apa lah yang penting gue gak di rumah mulu ngebosenin. lanjut hati nya
''Pak, Sani boleh pinjem motor gak?'' Sani pun mulai minta izin pada Bapak nya yaitu paman Calista
''Bade kamana emang na kamu Sani?'' tanya paman Sena.
''Ini Pak, Sani teh ingin main ka rumah na, Mamang.'' beritahu Sani
__ADS_1
''Oh yaudah sana sok ambil itu kunci na, di gantungkan di situ.'' ucap Paman Sena menunjuk kunci dan kini mengijinkan.
''Loh pergi na sama Teteh mu gening San?''
''Enya Pak, teteh mau ikut Katanya ingin tahu perkebunan teh.'' jawab Sani sudah mau menancapkan gas motor.
''Paman, aku ijin pergi dulu .'' pamit Calista
''Iya udah hati-hati nya, jangan pulang sore Sani.''
''Iya baik Pak.''
Beberapa saat kemudian, kini sampai lah Sani membawa kakak nya yaitu Calista ke rumah nya sang Paman yaitu juragan teh di kota ini.
''Teh ayo kita ke rumah nya Mamang aku, Aku mau ketemu dulu sama si Aa.'' ucap Sani
''Aa, siapa itu?'' Calista agak aneh ketika mendengar nya.
'Iya si Aa ini anaknya Mamang Lukman.''
''Yaudah.'' Calista menurut saja.
''Assalamualaikum Bibi, Mamang.'' ucap Sani masuk diikuti Calista
''Waalaikum salam eh Sani, ayo kesini masuk San, Aya naon nya Sani kesini? Sudah jarang atuh kamu main ka rumah na Bibi?''
''Hehe iya bi, maaf nya Sani jarang main, ini bi Sani lagi sibuk menyiapkan ujian nanti di sekolah.'' jawab Sani memberi tahu kenapa jarang main .
''Oh Kitu, eh iya ieu siapa San?'' bibi Mut menanyakan Calista
''Bi, kenalkeun ieu teh, Teteh na Sani Anaknya si Om Simon.'' jawab Sani memperkenalkan Calista.
''Oh ini Kakak kamu , ih meni cantik Sani, kamu teh Sangat putih bersih, kaya orang bule nya kamu neng, kaya susu putih banget itu Kakak kamu Sani.'' bibi Mut memuji Calista yang memang turunan orang barat dari Mami nya.
''Hehe Ibu bisa saja.'' balas Calista
''Ini saya teh, adik ipar nya Ibu na si Sani.'' bibi Mut memperkenalkan dirinya pada Calista
''Bi, si Aa aya teu?'' Sani mulai menanyakan keberadaan pria yang ia panggil Aa.
''Gak ada San, lagi di peternakan nya.'' jawab Bibi Mut
''Oh gak ada nya Bi, tadinya Sani ingin ngajak si Aa ke kebun teh.''
Tapi kemudian tak lama ada motor yang berhenti di halaman rumah Bibi Mut ini.
''Eh Sani itu kayak Motor Aa kamu.''
''Oh nya Bi, itu si Aa.''
''Eh ada tamu rupanya.'' ucap seorang pria yang baru datang yang disebut Aa.
''A, baru pulang?'' sapa Sani
''Iya San.'' kemudian tatapan pria itu sedikit teralihkan ketika melihat pada sosok perempuan bule di samping Sani.
Kok aku kayak pernah lihat perempuan ini ya, tapi di mana?
__ADS_1
Suara pria itu, Kenapa kayak pernah gue dengar deh, siapa ya. ucap batin keduanya.